Showing posts with label prabowo. Show all posts
Showing posts with label prabowo. Show all posts

Monday, October 20, 2014

Terima Kasih SBY, Pak Prabowo, dan Joko

Terimakasih Pak SBY...
Tetap Berkarya Pak Prabowo...
Selamat Bertugas Pak Jokowi...

3 baris kalimat ini mungkin bisa menjadi wakil dari ungkapan pribadi saya.
Ya, 10 tahun sudah SBY memimpin negeri ini. Alhamdulillah sudah banyak perubahan dan kemajuan yang dialami.Dibalik kesuksesan itu pasti pula banyak kesalahan dan kekhilafan terdapat dibelakangnya.
Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kehilafan bapak yang terjadi khususnya 10 tahun memerintah dan mengemban amanah.
Terimakasih Pak SBY,kami akan merindukanmu.....

Begitu juga Pak Prabowo, setelah menyelesaikan prosesi pemilu dan segala hasilnya di MK. Kembalilah menjadi seorang negarawan yang bersahaja, kritis, juga ikut serta membangun negeri ini. Tetap jaga semangat nasionalisme agar bersama menjaga negeri ini dari gempuran pihak asing.
Semoga Allah menguatkan hati bapak untuk terus berjuang dalam membangun negeri yang dicintai ini.
Tetap berkarya Pak Prabowo,perjuanganmu kami tunggu...

Dan, secara resmi Indonesia telah memiliki Presidennya yang baru, Pak Jokowi. Sekarang beliaulah pemimpin kita. Saatnya untuk mendukung, bahu membahu dengan semangat gotong royong untuk menjadikan Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya, baik pemerintahan, kinerja, pendidikan,dan pembangunan bangsa ini. Harapan besar kami ada di pundakmu, Pak Jokowi. Jadilah pemimpin yang amanah, jujur,dan bijak dalam menghadapi permasalahan bangsa.
Semoga Allah melindungi dan merahmati bapak serta wakil dalam memimpin negeri ini. Juga diberikan petunjuk dan istiqomah dalam memberikan kemaslahatan bagi ummat.
Selamat bertugas Pak Jokowi...

‪#‎TerimakasihSBY‬ , ‪#‎TetapBerkaryaPrabowo‬ , ‪#‎SelamatBertugasJokowi‬

======================================================================

Tulisan bagus dari salah seorang teman di facebook; sayangnya saat ane mau menyertakan sumber, tab sudah keburu ketutup.

Saturday, October 18, 2014

Pak Prabowo, saya tidak ridho…




Siang tadi (Jumat 17/10/2014)–tak lama sebelum waktu adzan sholat Jumat berkumandang, kabar jika pak Prabowo Subianto akan sholat jum’at di masjid Al Latief Lt.5 Pasaraya Blok M dari para sekretaris pribadinya kudapatkan

Lokasi sholat jum’at yang berjarak sekitar 10 km dari kantor tempatku berkerja di depan air mancur Monas, membuatku segera menuju pangkalan ojek langganan di samping kantor.

Alhamdulillah, salah satu dari dua abang ojek favoritku masih asyik duduk dibawah pohon. Seperti kuduga–melihat gelagatku yang tampak tergesa-gesa, ia pun segera sigap berdiri dan menyodorkan helm.

Hanya cukup menyebutkan nama lokasi, ojek pun berjalan dengan kecepatan dan aksi kelak-kelok yang bolehlah diadu dengan voridjer BM Polisi/Dishub. Bedanya–ojek langgananku tidak memakai sirine. Cukup klakson dan bleyer gas keras-keras.

Selama perjalanan, pikiran dan perasaanku masih berkecamuk. Hilir mudik bayangan kenangan saat memanjat pagar kantor untuk berdemo menentang penjualan perusahaan telekomunikasi tempatku berkerja dijaman pemerintahan Megawati. Kebijakan yang membuat perusahaan tempatku berkerja kini sangat amburadul dan berantakan.

Ditambah kejadian pengkhianatan perjanjian Batu Tulis. Bukan sekedar sikap inkosisten, namun yang paling mengesalkan adalah cacian pendukung lawan yang menganggap Prabowo panik dan sentimen negatif lainnya. Padahal saat itu, kutahu benar–beliau sedang memberikan pelajaran tentang etika berpolitik yang sehat. Membatalkan perjanjian itu boleh saja, tapi apa salahnya jika ngomong secara terbuka? Tidak perlu sampai tidak mau menemui saat lebaran Iedul Fitri menjelang kompetisi.

Belum lagi tikaman dari belakang yang dilakukan oleh salah satu ‘anak didiknya’ saat maju dalam pilgub DKI yang telah dibiayai dan diperjuangan bukan saja oleh Prabowo sendiri, namun seluruh kadernya untuk mewujudkan cita-cita Jakarta Baru yang lebih baik dan manusiawi. Namun lacur, janji Jakarta Baru sudah diingkari. Rencana membangun Jakarta Baru “ditinggal glangang colong playu” hanya untuk sebuah kompetisi jabatan duniawi yang lebih tinggi. Semua tampak jelas tergambar di kepala. Seakan sedang menonton film layar lebar dalam bioskop kelopak mata.

Dari sebagian kisah itu, aku masih tidak percaya, benarkan Prabowo memberikan ucapan selamat kepada Jokowi?

Ya, sejak semalam berita perihal pertemuan beliau dengan Jokowi sudah kubaca desas-desusnya di beberapa media. Bahkan sampai pagi hari aku coba konfirmasikan kehadiran Jokowi di Rumah Kertanegara ini. Duh, ternyata benar. Pertemuan itu ada.

Rasanya berat membendung airmata ini, apalagi sempat kudengar–pak Prabowo sempat melakukan kembali salam penghormatan ala militer kepada Jokowi. Semakin tidak nyaman saja mendengarnya.

Bagiku, apa iya pantas Prabowo melakukan itu? Kepada lawan politik yang berulang kali menyakiti hatinya serta pendukungnya? Walau kemudian beberapa saat aku mulai teringat saat beliau melakukan hal serupa kepada Megawati–ya, mungkin saja, beliau melalukan ini berdasarkan dari realitas keputusan KPU dan MK memutuskan Jokowi terpilih.

Namun, tetap saja aku khawatir, ucapan selamat ini merupakan pengakuan atas kemenangan yang penuh kecurangan yang sistematis. Pembenaran atas cara-cara yang bagiku tidak fair dalam sebuah kompetisi. Dan keberatan ini, harus aku sampaikan langsung kepada beliau.

Alhamdulillah, walau berada diposisi shaf belakang sholat Jum’at di masjid dalam mall yang besar itu. Aku masih diberi kesempatan untuk bersama-sama sholat bersama Prabowo. Walau sempat beberapa kali tak sengaja darah berdesir saat sang khatib berceramah tentang kisah pengorbanan Rasulullah semasa hidupnya.

Ditambah contoh kisah pengorbanan tersebut seperti saat Rasulullah tetap memberi makan dan merawat anjing peliharaan orang Yahudi, walau orang tersebut sering melukai perasaan Rasulullah. Jujur saja–ketika khatib menyebut kata ‘anjing’, rasanya kok gimanaaaaa, gitu. Beda.

Usai sholat Jumat–saat sedang menunggu hidangan makan siang hadir, aku pun segera menemui pak Prabowo.

Pertama kali tentu basa-basi dengan mengucapkan selamat ulang tahun kepada beliau. Selanjutnya dengan perasaan bergemuruh–dari persiapan kalimat yang ingin kusampaikan, namun tercekat dan hanya mampu berkata lirih kepada beliau:

“Pak, saya nggak ridho…”

Ya, saat itu kubenar-benar tidak ikhlas melihat penyataan selamat pak Prabowo. Tidak ikhlas beliau memberikan salam hormat kepada Jokowi. Dan tidak ikhlas tentang bla-bla-bla lain yang tak sanggup aku urai satu persatu.

Puk!

Aku terkejut saat mendadak beliau menepuk dan memegang pundak kiriku. Dengan tatapan yang mengingatkan tatapa almarhum bapakku, beliau berkata:

“Sabar, saya tahu kamu terluka, kamu kecewa. Tapi ingat, ada satu hal yang lebih utama dan penting dari ini semua, yaitu keselamatan bangsa dan negara….”

Tapi, pak…..

Entahlah, saya tidak mampu berkata-kata lagi. Mungkin jiwa saya yang masih sangat kerdil dibanding beliau. Saya hanya bisa terisak, menahan tangis saat menjauh, membelakangi beliau.

:-(

(Hazmi Srondol)

*sumber: http://sosok.kompasiana.com/2014/10/18/pak-prabowo-saya-tidak-ridho-696388.html

=======================================================================

Dari awal bisa ngobrol langsung dengan beliau dan mau share tertunda terus.

Hari itu saya diinvite mayjen Sudrajat dan teman2 ikut join meeting bersama PS08.


Singkat cerita ketika dalam ruang miting sekitar 6-8orang, bersama bpk Amin Rais, mayjen Sudrajat, ARB, Hattarajasa, Rizal Malaranggeng dll.
Saat mau duduk saya per silahkan para petinggi ini duduk duluan krn tau diri saya posisi disini hanya staf sekretariat yg membantu bahan miting. Saat itu semua kursi full oleh bapak2 petinggi tadi...saya tentunya yg mudaan (hehehe) mengalah cari kursi dibelakang.Tiba2 PS08 memanggil..mempersilahkan kursinya untuk saya.
Baru deh babe2 lain mudeng ikut2an kasih kursi *so sweet ga tuh

Dari hal sederhana ini saja terlihat betapa care peduli dan menghargai orang lain tanpa tebang pilih. Meski orang biasa yg beliau bahkan sebelumnya tdk begitu kenal.
Dengan sopan beliau mempersilahkan saya duduk disebelahnya (karena yg tadinya sebelah PS08 jd ikutan mengalah )

Saat miting berlangsung makin terlihat cara PS08 mendengarkan pendapat orang, menyimak tidak menyelak lawan bicara, menerima pendapat orang, bahkan dg santun beliau jd pendengar yg baik ketika saya bicara, (padahal siapa sih gw hehehe). Begitupun ketika ada yg cerita bagaimana mereka menjelekan PS08, tapi dengan wajah tenang dan tersenyum beliau menjawab tanpa balik menjelekkan lawan.

Dan meski bukan tuan rumah (bukan dirumah pribadi beliau maksudnya) beliau juga yg minta tolong memanggil staf nya untuk buatin teh manis atau kopi buat sayahhh, sementara yg lain asik memesan minumannya sendiri ihik *baiikk bingiiit

Ya mungkin saya tidak bgitu lama mengenal beliau tapi setidaknya mementahkan issu dan gosip murahan yg mengatakan beliau arogan angkuh dan sombong
Itu salah semua...
Sedih ketika fitnah dan bully-an tertuju kebeliau, andai mereka mengenal sosok ini langsung bukan dr fitnah2an karena baca dan nonton dari media cetak dan TV itu...saya yakin mereka akan berbalik respect dan menyesal atas fitnah dan bully-an mereka.

Dan hari ini 17 October 2014.
Happy Milad Jendral! Semoga panjang usia, sehat selalu, makin taat ibadah....
Teruskan perjuanganmu sang Patriot demi bangsa Indonesia.
We need n Love You Jendral Prabowo Subianto.
Memang Dirimu tidak terpilih jadi pemimpin Indonesia saat ini, tapi percayalah dari separuh rakyat Indonesia setidaknya Kau adalah Presiden dihati kami.
Dirimu manusia biasa bukan sosok sempurna karena Kau bukan nabi atau malaikat, tapi diantara kekuranganmu setidaknya itu tidak Kau tutupi dan diantara kelebihanmu tidak Kau umbar. Sungguh Engkau pemenang sebenarnya, setidaknya kami bangga memilihmu. Salam Hormat bapak Prabowo Subianto.

(Sefty Ana)


Setelah tersentuh dengan tulisan di atas, pagi ini saya tidak sengaja menemukan tulisan yang sama semakin tersentuh lagi, entah apa yang membuat hati ini tersentuh dan air mata ini tiba-tiba keluar dan menetes sampai ke pipi, apakah kecintaan yang terlalu berlebihan ataukah ini fitrah seorang manusia. semoga kebijaksanaan seorang tokoh nasional seperti pak Prabowo Subianto bisa tetap istiqomah dan memberikan contoh teladan kepada rakyatnya meskipun secara fakta dan kenyataannya bukan beliau yang jadi presiden 2014-2019. tapi saya yakin selama beliau ingin berbuat baik ada banyak jalan yang Allah SWT akan ditunjukan kepada mereka yang teguh berjuang, salam hormat selamat pak Prabowo Subianto, semoga tetap memberikan manfaat. [DM]

Wednesday, July 9, 2014

Pemilu Presiden 2014, Sikapi dengan Kewajaran

Hari ini, tanggal 9 juli 2014, gw menjadi saksi untuk Prabowo, calon presiden 2014.



Dari banyak perhitungan cepat atau quick count, prabowo dan jokowi berbanding persen 47% - 53%.
Ya, jokowi menang, menurut hasil Quick Count. Walau di tempat gw mengawasi sebagai saksi pemilu, jumlah suara yang diperoleh jokowi jauh dibawah prabowo (205 untuk Prabowo, dan 87 untuk Jokowi).


Tapi sejujurnya, yang gw sangat nikmati adalah "Melihat aktifitas manusia, baik kebodohan maupun kecerdasan"

Ada beberapa hal yang gw mau tuliskan.
Pertama, jika, jika sebenarnya lembaga survey merilis sebuah kesalahan, maka apa yang akan terjadi?
Gw jawab;
CHAOS
Kekacauan akan terjadi. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa saat ini para lembaga survei mengatakan bahwa jokowi memenangkan pemilu dan akan menjadi presiden periode 2014-2019. Jika Jokowi dintyatakan kalah oleh KPU? PDIP akan protes, dan gw yakin, akan terjadi kerusuhan besar-besaran. Menarik, Manusia.

Kedua, jika, jika Jokowi menjadi presiden, dan ternyata apa yang di dengung-dengungkan selama ini adalah benar (Presiden Boneka, dsb). Apa yang akan terjadi pada pemilih JOKOWI?

Apakah benar-benar "Indonesia Hebat" sebagaimana motto mereka?
Atau apakah benar-benar terjadi (syiah, homosexual, dsb) yang dikhawatirkan oleh ikhwah PKS, bahwa gerakan islam akan diredam sedemikian rupa?
Entahlah, itu juga masih pertanyaan.
Dan gw berharap pak JK dapat menghandle hal seperti itu jika benar-benar terjadi.
Yang pasti, jika hal-hal itu terjadi, gw bangga, bahwa gw tidak memilih jokowi sebagai presiden RI, karena dosa bagi rakyat muncul ketika memilih pemimpin yang salah. Dan dosa itu akan dtanggung selama 5 tahun jika benar-benar penderitaan terjadi.
Dan mungkin jika benar pak Jokowi itu hanyalah "boneka" seperti yang dikatakan banyak orang, akan banyak pemilih yang memilih jokowi sadar, tapi itu semua sudah terlambat.
Hadapi 5 tahun kedepan dengan semangat kawan :).
Mungkin gw bakal menulis tentang peristiwa-peristiwa "menarik" nantinya, selama gw masih ada umur, so stay tune guys :p

Wallahualam.

Semoga Allah swt memberikan yang terbaik bagi rakyat Indonesia karena perhitungan resmi akan keluar tanggal 22 July nanti.
Amin.

Ada sedikit tulisan dan ulasan menarik : here
Karena itulah, gw sangat sangat sangat menyukai manusia. Perilaku mereka, menarik.

Sungguh, untuk saya, jika prabowo kalah, kekalahan ini sungguh pahit. Terutama jika benar kegiatan Islam akan diredam sedemikian rupa. Dan untuk itu, gw berharap gw bisa pindah negara secepatnya, kalau bisa pindah kewarganegaraan. Tinggalkan Indonesia yang dihuni oleh masyarakat yang dipenuhi kebodohan, namun sunggu menarik untuk dilihat dan tertawa diatas hal itu.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pesan dari Aa' Gym.

Bagi saudara saudaraku yg mukmin dan mukminat, pasti tahu rukun Iman yang 6, salah satunya adalah percaya pada takdir (Ketetapan) Allah.
Manusia sebagai makhluk dan hamba Allah hanya diberikan kewenangan dan kewajiban BER IKHTIAR, hanya diberikan kewenangan untuk berusaha, sedangkan HASIL dari ikhtiar kita, kita tidak berhak menentukan, kita tidak diberikan kewenangan untuk menentukan.
Hasil ikhtiar seorang hamba adalah HAK MUTLAK ALLAH, tak seorangpun boleh dan mampu untuk menolak KETETAPAN ALLAH,
Yakinlah apapun yang DITETAPKAN ALLAH bagi makhluknya adalah yang terbaik MENURUT ALLAH,
Walaupun kadang menurut kita hal tersebut merupakan hal yang sangat pahit dan getir, pasti ada HIKMAH dibaliknya, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi esok hari, apa yang akan ditetapkan Allah bulan depan, tahun depan dan masa masa yang akan datang.
ada analogi yang menarik,
si Fulan akan pergi ke luar kota dengan naik bus langganannya yang memang nyaman, sopirnya ramah dan juga tidak ugal ugalan. sesampainya si fulan di terminal, ternyata bis tersebut sdh berangkat beberapa detik yang lalu, dan akhirnya si Fulan dengan menggerutu terpaksa naik bis seadanya yang sumpek, pengap dan sopirnya juga tidak ramah.
Ditengah perjalanan masih saja mengerutu sampai akhirnya bis yang ditumpanginya melambat karena ada kecelakaan hebat, daaan......
alhamdulillah ya Allah..., terucap dari bibirnya, ternyata yang kecelakaan adalah bis langganannya yang ditabrak truk yang sopirnya mabuk.
akhirnya si Fulan tahu mengapa Allah tak mengijinkan naik bis langganannya, dan gerutuan di hatinya berganti dg kata syukur alhamdulillaah......
Hiruk pikuk kampanye dan pilpres sudah usai, apapun hasilnya adalah sdh ada dalam ketetapan Allah, Sang Maha Pencipta. Walaupun mungkin terasa pahit bagi sebagian orang, yakinlah bahwa itu adalah ketetapan yang terbaik bagi kita, karena kita tak tahu apa yang terjadi esok hari.
‪#‎renungan‬ buka puasa#
Buat sahabatku, mari kita bersabar menunggu hasil keputusan KPU, jaga perilaku tetap santun dan jgn menanggapi ejekan atau hinaan dari siapapun yg merasa menang. karena sesungguhnya ini adl kemenangan seluruh rakyat Indonesia.

Tuesday, July 8, 2014

KEBODOHAN PRABOWO

1. BODOH karena diam saja saat dihina & difitnah oleh jendral2 tua, padahal bukan kau pelakunya.

2. BODOH, mendirikan asrama untuk pelatihan nelayan, peternak dan petani tapi tdk minta diekspos oleh media.

3. BODOH, membeli bisnis perusahaan kertas raksasa namun
pailit yάπĝ berpotensi kerugian hingga 1 Trilyun hanya agar
kerugian tdk ditanggung negara. dan apabila tidak dibeli, perusahaan tersebut akan di ambil
Amerika untuk kepentingan
strategisnyaa.

4. BODOH karena memiliki panti asuhan tapi hanya kau biarkan fotomu terpampang di tembok usang kampung sekitar bukan dimedia2 ternama.

5. BODOH, memberikan kuasa
hukum yάπĝ hebat demi TKW Yάπĝ
akan dipenggal kepalanya padahal
negara diam saja.

6. BODOH karena diam saja saat no.2 menyatakan rencana mereka utk mendukung Palestina,
sementara kau bbrpa tahun lalu sudah memberikan bantuan dana untuk Palestina tanpa diekspos.
Kalau dubes Palestina tidak ngomong, sampai hari ini kami
pasti tdk tahu.

7. BODOH karena kau tidak gembar-gemborkan
persahabatanmu dgn Maradona dan tokoh2 besar lainnya, serta
bagaimana rencanamu utk
menyatakan Indonesia bukan
hanya akan jadi penonton World
Cup, tapi jadi peserta bahkan menjadi tuan rumah World Cup.

8. BODOH karena tidak
mengekspos keberhasilanmu
membawa Kopassus menjadi pasukan elit yg diakui dunia
menduduki posisi ke-3 (versi Discovery Channel Military edisi
2008). Pasukan elit Amerika saja masih di bawah Kopassus.
Bukankah semua itu bisa menaikkan citramu? Tapi kenapa
tdk kau lakukan itu?
Bukankah itu bagian dari prestasi sosialmu? Tapi kenapa kau biarkan menguap begitu saja?

Mungkin ini alasan Gus Dur menyatakan "Orang yang paling
ikhlas untuk rakyat Indonesia:
Prabowo.

Sunday, July 6, 2014

Prabowo Presiden Kami ! - Mengharukan-




Bayangkan seorang Perwira brilian tersingkir dari kesatuannya untuk sebab yang sampai hari ini masih menjadi kontroversi..dihujat dicaci maki disana sini.. bahkan harus terpisah dari istri tercinta dan membawa label pengkhianat dipunggungnya.., Bayangkan seorang Jendral cemerlang menantu dari keluarga nomor satu di negeri ini terhempas dan terhenyak tak berdaya...tahukan anda jendral ini diberhentikan dengan hanya menerima uang pensiun Rp 1.500.000,- sebulan saat itu. .

Tapi, Sang Jendral ini tak bisa mengelak takdir, darah pejuang, kesatria dan patriot negeri begitu deras mengalir ditubuhnya yang diturunkan dari leluhurnya..16 tahun, masa yang cukup untuk jendral yang terhempas ini bangkit...apakah anda tidak berfikir ada campur tangan Tuhan disini. Dari pribadi yang remuk redam mampu bangkit menjadi pribadi dan politikus yang kuat. Manusia dengan kwalitas biasa mungkin akan menghabiskan sisa hidupnya menikmati kesenangan hidup dan kekayaan yang diraih oleh kedua tangannya sendiri, mengobati kekecewaan hidup yang menderanya. Tapi orang ini luar biasa, untuk apa beliau berjuang mengumpulkan kekayaan, padahal toh dia tak punya keluarga !.. karena dia punya cita-cita yang lebih besar..mengabdi pada negara.
Dia pernah berkata “Siapapun anak bangsa yang punya kemampuan, wajib menawarkan diri untuk mengabdi pada negara !”

Dengan uangnya sendiri, dia besarkan Gerindra semata-mata untuk menjadikannya kendaraan menuju tampuk kekuasaan. Posisi yang akan membuatnya punya power dan kewenangan luas untuk memperbaiki negeri ini “Kalau anda tahu persoalan negeri ini..sangat-sangat berat” ujarnya suatu ketika. Bagi mereka yang sentimen..perjuangan patriot ini dituding sebagai ambisi yang membabi buta.. seorang Anies Baswedan bahkan mengatakan tak akan memilih orang yang menghabiskan sekian banyak rupiah hanya untuk ambisinya menjadi presiden.. tak paham profesor ini agaknya !

Ketika mandat rakyat itu belum diterimanya..dia tetap berbuat untuk negaranya, berapa banyak anak miskin yang disantuni pendidikannya tanpa terbetik sedikitpun pada media..tak ada prilakunya yang mencerminkan rasa dendam pada orang-orang yang menyingkirkannya..kesantunannya tetap terjaga..hormatnya pada seniornya dan orang tua tetap terjaga..

Orang ini cuma sedang menjalani takdirnya.. lahir dari keturunan terhormat..menjadi warga kelas satu..kemudian terhempas dan terpuruk..kemudian bangkit berjuang merebut mandat rakyat...bekerja memperbaiki negeri...dan ‘pergi’ meninggalkan nama yang harum...SEMOGA !!

(Tulisan Sahabat Rudy al fajry)

Kultwit ‪#‎NegeriPreman‬ Indonesia dan Jokowi

Oleh : +Jonru Ginting 




 (1) Ketika dikritik, mereka anarkis. #NegeriPreman
(2) Ketika kalah bersaing, mereka menuduh curang. #NegeriPreman
(3) Ketika jagoannya dikritik, mereka rame2 membully. #NegeriPreman
(4) Bahkan si jagoan mereka pun mendukung tindakan anarkis mereka. #NegeriPreman
(5) Nanik S Deyang rajin mengkritik mereka, lalu akun FB-nya di-hack. #NegeriPreman
(6) Kantor TV One disegel. Kantor PKS dihancurkan. #NegeriPreman
(7) Saya pun diteror via telpon dan SMS. Dibully melalui inbox FB. #NegeriPreman
(8) Benar kata @aniesbaswedan: "Perilaku pendukung mencerminkan sifat dari orang yg didukung." #NegeriPreman
(9) Ya Allah, Jangan Biarkan Indonesia jadi #NegeriPreman. Aamiin...
(10) Ini BUKAN soal capres mana yg kami dukung. Ini soal para pendukung yang bermental preman. Kami tak mau Indonesia jadi #NegeriPreman
(11) Mereka bilang, "Hanya kecurangan yg bisa mengalahkan kita." Sebuah pernyataan yang preman banget! #NegeriPreman
(12) Mari berdoa, semoga Indonesia tidak sampai menjadi #NegeriPreman. Aamiin...
(13) Mereka membela tindakan anarkis dgn berkata, "Salah Anda sendiri yg duluan bikin ribut." #NegeriPreman
(14) Padahal banyak orang yg dizalimi dgn sangat kejam, tapi tetap bisa tenang & bijaksana dlm menanggapinya. #NegeriPreman
(15) Peristiwa adalah satu hal. REAKSI kita thd peristiwa menunjukkan KELAS KITA. Anda kelas bijak atau kelas preman? #NegeriPreman
(16) Saat dizalimi, kita berhak menentukan REAKSI. Mau marah, balas dendam, atau tersenyum bijak dan memaafkan? Bebas memilih. #NegeriPreman
(17) Membela anarkisme dgn argumen "salah sendiri, anda yg mulai" merupakan pola pikir preman yg CINTA KEKERASAN. #NegeriPreman
(18) Prabowo juga sering difitnah, dibully, dizalimi. Tapi dia tetap stay cool. Reaksi kita menunjukkan KELAS KITA. #NegeriPreman
(19) Anda menuduh Prabowo melanggar HAM, penculik, dst. Namun FAKTA membuktikan Anda anarkis, cinta kekerasan, anti perbedaan. #NegeriPreman
(20) Bahkan andai Prabowo batal nyapres, Demi Allah saya tak akan mendukung anda jadi presiden. Saya tak ingin Indonesia jadi #NegeriPreman
(21) Ya Allah, Jangan KAU biarkan Indonesia menjadi #NegeriPreman. Aamiin...
(22) Anda boleh menuduh Prabowo penculik, dst. Tapi sudah adalah BUKTI NYATA kekerasan pendukung Prabowo saat ini? #NegeriPreman
(23) Sampai saat ini, BUKTI NYATA kekerasan anarkisme, semuanya dari kubu Jokowi. #NegeriPreman
(24) Capres bermental preman? #NegeriPreman >> https://twitter.com/jonru/status/485934407090733056/photo/1
(25) AYO BANDINGKAN: Mana reaksi bijak, mana reaksi preman? #NegeriPreman >> https://twitter.com/jonru/status/485935181145325569/photo/1

Sumber : here

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dan kamu mau bilang "I Stand on Right Side"?
Apa karena kecintaan mu yang amat sangat terhadap "Nabi" mu hingga apapun yang berkaitan dengan prabowo selalu dianggap salah?
Pengemasan yang sedemikian apik hingga hanya kebaikan yang terlihat, sampai-sampai memalingkan diri dari kenyataan sebenarnya bahwa ada agenda besar dibalik itu semua. Dan pencitraan selama ini adalah tahap tabungan sebelum itu. Nabi Ojukowi.

Prabowo memang manusia, namun ketetapan jiwa sebagai pemimpin gw rasa adalah yang dibutuhkan Indonesia.

Semoga Prabowo menjad Presiden 2014. Indonesia membutuhkan pemimpin yang terlihat kredibilitas nya. Bukan Pemimpin yang sederhana, apalagi lugu? Mau ditipu negara sebelah nanti?.

 

Friday, July 4, 2014

Semangat Pak Prabowo! Kami Mendukungmu








Semoga Menang di Pemilu 2014 nanti.
Kebesaran hati mu memikat perhatian saya.
Terima kasih pak



Panduan Dalam Memilih Capres Dan Cawapres - Pemimpin -

Bagi seorang muslim, al- Quran dan as- Sunnah adalah panduan,kapan pun dan di mana pun, dan dalam hal apa pun. Keduanya adalah pegangan hidup yang telah bergaransi anti sesat dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam. Untuk itu :
1. Pili
hlah Capres yang lebih kecil keburukannya, ketika kita tahu semuanya memiliki keburukan. Sesuai kaidah irtikab akhafu dhararain (menjalankan kerusakan yang lebih ringan di antara dua kerusakan).
2. Pilihlah Capres yang lebih berpihak dan mengajak kepada shirathal mustaqim, Islam, dan Al- Quran, yang semakin membuat kita dekat dengan Allah Ta’ala,bukan justru semakin jauh dari Allah Ta’ala dan agama, hura-hura dan maksiat, ketika kita mengetahui bahwa kedua Capres ini pasti memiliki goal setting dalam hidup mereka. Sesuai firman-Nya, “Inna Haadzal Quran Yahdi Lillati Hiya Aqwam,” (Sesungguhnya al- Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus).
3. Pilihlah Capres yang lebih dicintai ulama dan dekat dengannya, mereka pun juga mencintai ulama dan menjadikan ulama sebagai tempat bertanya.Bukan hanya ketika kampanye saja, bukan pula sowan kepada musuh-musuh agama, ketika kita tahu bahwa ulama lebih paham tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, dibanding orang kebanyakan. Sesuai firman- Nya, “Fas’aluu Ahlaz Zikri Inkuntum Laa Ta’amun,” (Bertanyalah kepada ulama jika kalian tidak mengetahui). Juga sabda nabi, “Al-mar’u ‘Alad Diini Khaliilih,” (Keadaan agama seseorang tergantung siapa kekasihnya).
4. Pilihlah Capres yang disekelilingnya berkumpul ahlul khair (pelaku kebaikan), bukan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), ahlut thaa’ah (taat) bukan ahlul hawa (penyembah hawa nafsu). Sesuai sabda nabi, “Al Arwaahu Junuudun Mujannadah,” (Sesungguhnya jiwa-jiwa itu akan berkomunitas dengan orang yang setipe dengannya).
5. Pilihlah capres yang track record-nya jujur bukan pendusta. Karena nabi bersabda, “‘Alaikum Bish Shidqi Inna Shidqa Yahdi Ilal Birr Wal Birru Yahdi Ilal Jannah,” (Hendaknya kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga).
6. Pilihlah Capres yang track record-nya bukan pendusta,karena berdusta adalah penyakit jiwa yang sulit sembuhnya. Ketika sudah terbiasa berdusta, maka korbannya bukan lagi satu manusia tapi satu negeri. Karena nabi bersabda, “Wa Iyyakum Wal Kadzib, Innal Kadziba Yahdi Ilal Fujuur Wal Fujuur Yahdi Ilan Naar,” (Takutlah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka).
7. Pilihlah Capres yang mampu menjaga amanah bukan mengkhianatinya. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Yaa Ayyuhalladzina Amanuu Awfuu Bil ‘Uquud,” (Wahai orang-orang beriman penuhilah janji-janji kalian). Firman-Nya juga, “Laa Takhuunullah wa Rasuul wa Takhuunuu Amanaatikum wa Antum Ta’lamun,” (Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah yang ada pada kalian dan kalian sendiri tahu hal itu).
8. Pilihlah Capres yang mampu bekerja secara genuine bukan dibesar- besarkan, dan puja puji oleh media semata, sebab kita memilih Presiden bukan aktor sandiwara.
9. Pilihlah capres yang kuat dan pemberani, itu modal untuk keselamatan negaramu dari serangan asing, dan modal perlindungan untuk rakyatnya.


Selamat memilih!! Semoga Allah swt Ta’ala memberkahi salam 1 jiwa.salam merah putih. Berhubung saya adalah pendukung beliau :)

Monday, June 30, 2014

Maaf, Pak Prabowo, Karena Saya...


Ini kejadian beberapa bulan yang lalu, sebelum diadakan pemilihan anggota legislatif. Kakak saya yang bekerja di salah satu perusahaan Pak Hasyim menawarkan saya untuk mengirim proposal ke beliau.
Saya memang sedang mencari sponsor untuk film bertema sosial yang hendak dibuat berdasarkan novel saya. “Film itu cocok untuk kampanye,” begitu ujar kakak saya. Betul juga sih, film ini memang bercerita tentang pengalaman membina dhuafa antara lain anak-anak penyemir sepatu. Sebagian hasilnya juga diniatkan untuk program pemberdayaan desa. Sudah dibicarakan dengan pendiri salah satu Lembaga Zakat terkemuka di Indonesia.
“Paling kamu nanti ditawarin jadi Caleg Gerindra,” kata kakak saya lagi.
“What? Partai yang didirikan oleh Pak Prabowo? … No Way ….sori ya, dengar namanya aja udah ilfil duluan.” demikian pikir saya.
Jangankan masukkan proposal ke orangnya partai Gerindra, ke partai lain yang lebih Islami aja saya ngga mau.
Tak disangka yang terpilih jadi Capres ya Pak Prabowo itu. Lawannya Pak Jokowi. Waktu itu menurut saya Pak Jokowi lebih baik dari Pak Prabowo. Tapi kalau melihat orang-orang yang disekelilingnya, partai yang mendukungnya. Hmm harus cari info lebih lanjut nih.
Timses capres no 2 bilang, kalau Pak Jokowi jadi presiden nantinya ngga ada Perda Islam yang akan disetujui kecuali di Aceh. Menurutnya Syariah Islam itu bertentangan dengan UUD 45. Ada lagi yang usul, nanti kolom agama di KTP dihilangkan. Partai pendukungnya menolak penutupan Dolly. Bahkan demi kebebasan, belakangan malah Pak Jokowi tidak setuju situs porno ditutup oleh Mentri Tifatul sembiring. Komunis akan diperbolehkan di Indonesia. OMG ….apa ini?
OK. Wal hasil saya ngga dukung Pak Jokowi karena khawatir dengan hal-hal di atas. Sempat terpikir, golput aja kali ya …. bebas dari tanggung jawab. Tapi diam juga nanti semua dimintai pertanggung jawaban. Akhirnya saya dukung no 1. Tapi bukan karena saya fansnya Pak Prabowo. Hanya supaya ide-ide anehnya timses Pak Jokowi ngga terlaksana. Tapi selama belum nyoblos keputusan masih bisa berubah khan?
Sebetulnya Pak Prabowo itu seperti apa ya? Jangan sampai kita memilih kucing dalam karung. Saya rajin mantengin apa aja yang berhubungan dengan Capres.
Dari Debat presiden III saya menyadari Pak Prabowo bukan tandingannya Pak Jokowi. Pengetahuan Pak Prabowo jelas lebih luas. Tapi dari capres no 1 ini ada satu “cacat” yang cukup mengganggu. Yang paling diributkan orang mengenai Pak Prabowo adalah masalah penculikan. Yang saya heran, berkali-kali dihina, diejek, dikata-katai macam-macam soal penculikan. Pak Prabowo tidak bergeming. No Comment. Belakangan baru terdengar jawaban-jawaban yang sangat sederhana tapi elegan. Jawabnya hanya “Tuhan tidak tidur”. “Jangan paksa saya mengakui sesuatu yang tidak saya lakukan.”
Ada kenalan yang bilang. “Pak Prabowo tidak terbukti bersalah dalam kerusuhan 1998. Dia di set up. Ke mana Jendral lain pada waktu kerusuhan? Ngapain pada keluar kota meninggalkan Prabowo sendiran. Dipikir deh ….“.
“Kalaupun Pak Prabowo bersalah karena menjalankan tugas sebagai prajurit. Kan seseorang bisa aja melakukan kesalahan .…. Mana ada orang yang sama sekali ngga bersalah. Kalau kita di posisi Pak Prabowo juga mungkin melakukan kesalahan yang sama. Tapi khan Allah memberi kesempatan untuk bertobat,” lanjutnya.
Bener juga ya. Lagian kalau dari masalah hukum sudah jelas Pak Prabowo lulus. Khan beliau sebelum ini sudah pernah dicalonkan jadi Wapresnya Bu Megawati. Kok dulu ngga diributin.
Ada beberapa fakta yang menarik. Pius yang katanya pernah ‘diculik’ malah ikut Gerindra dan membela Pak Prabowo. Dia tidak sendiri, beberapa orang yang katanya pernah diculik juga jadi pengikut setia Prabowo. Kalau seseorang diculik tapi malah kemudian malah loyal kepada penculiknya. Berati penculik itu baik sekali ya? Bener ngga.
OK. Bagi saya mengenai issue ini case closed. Tapi saya masih penasaran dengan sosok kedua capres ini. Beruntung dalam masa kampanye ini banyak sekali posting mengenai Pak Prabowo dan Pak Jokowi.
Dari postingan-postingan itu barulah terkuak sepak terjang Pak Prabowo bersama Gerindra dari sejak beberapa tahun yang lalu. Tanpa gembar gembor di media, tanpa pencitraan. Apa saja ya? ini beberapa diantaranya:
1. Membina 8000 anak asuh di Papua.
2. Membebaskan TKW Wilfrida yang terancam hukuman mati di Malaysia.
3. Penyediaan sebanyak sekitar 400 ambulans gratis di seluruh Indonesia.
4. Hubungan baik dengan beberapa negara lain. Pak Prabowo bukan presiden tapi dihargai selayaknya presiden. Dengan kepiawaiannya bicara dalam 6 bahasa, ilmu pengetahuannya yang luas dan kepandaiannya dalam berdiplomasi, ia dihormati oleh pimpinan negara lain.
Sikap patriotik Pak Prabowo tidak dibuat-buat. Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika, teman seangkatan di Akabri bercerita. Waktu masih jadi taruna, mereka pernah mendapatkan pendidikan bareng di Australia. Para tentara ini pernah hendak diberi uang oleh pemerintah Australia, tapi pak Prabowo menolak. Teman-temannya sampai heran, “Kenapa?”, ia menjawab dengan tegas. “Kita bukan tentara bayaran, kenapa mesti diterima? Kita tidak perlu menerima dari negeri asing.” Penasaran dengan cerita ini? Buka aja link berikut. http://pemilu.okezone.com/read/2014/06/27/567/1005218/sosok-prabowo-subianto-di-mata-gubernur.
Rasanya berlembar-lembar tulisan tidak cukup untuk menunjukkan bahwa dari sekian ratus juta penduduk Indonesia, untuk saat ini Pak Prabowo lah yang paling layak jadi presiden. Seharusnya kita bangga memiliki tokoh yang begitu patriotik, cerdas (IQ nya 151), sabar (gimana ngga sabar, bertahun tahun hidup sendiri karena dipaksa pisah dengan istri tercinta oleh mertua. Tanpa beliau menjelek2 an mertuanya itu. Sama sekali! Wah ….kalau bahas cerita ini bisa jadi novel roman tersendiri ).
Jangan sampai aset yang sangat berharga ini kita sia-siakan. Cukuplah kita menyia- nyiakan Pak Habibie . Ya Allah kalau mengingat Pak Habibie … pada waktu melihat beliau dihujat di MPR …. Sampai menetes air mata saya. Masyarakat kita ini sungguh tidak pandai menghargai orang-orang yang berjuang untuk negerinya
Jadi keputusannya. saya pilih no 1 karena Pak Prabowo memang pantas jadi Presiden.
Akhir kata, sekali lagi “Mohon maaf Pak Prabowo. saya selama ini sudah suuzon kepada bapak. Semoga bapak terpilih jadi Presiden dan bisa memegang amanah dengan baik. Selamat berpuasa …. Semoga seluruh ummat Islam yang sedang menikmati kasih sayang Allah di bulan Ramadhan ini ikut mendoakan yang terbaik bagi negeri ini. Barakallahu fikum.”
Penulis: Diah Kusumawati
Sumber: http://politik.kompasiana.com/2014/06/29/maaf-pak-prabowo-665111.html

Saturday, June 28, 2014

Isi Surat Terbuka Tasniem Fauzia

Berhubung cari di google nggak ketemu. Saya akan share tulisan Tasniem Fauzia, anak dari bapak amien rais di blog saya. Semoga bermanfaat.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jika anda, siapa saja yang membaca ini kenal dengan Bapak Jokowi, Mohon sampaikan surat ini kepada beliau.

Suratku untuk Yang Terhormat Bapak Jokowi,

Yang saya hormati Bapak Jokowi calon presiden Indonesia,

Dear Pak Jokowi, ini adalah surat dari salah satu anak bangsa Indonesia, yang ingin menyatakan beberapa hal kepada bapak, semoga ketika bapak membaca surat ini, bapak sedang sendiri, dan bisa menggunakan surat ini untuk perenungan bapak secara pribadi.

Yang terhormat bapak Jokowi, ketika anda mengucapkan sumpah di bawah Al-Quran untuk menjadi gubernur DKI Jakarta, apakah anda masih ingat itu Pak? Mengapa bapak seolah-olah lupa dengan janji bapak kepada masyarakat dan juga janji bapak kepada Tuhan YME untuk melaksanakan tugas bapak hingga Jakarta beres?Saya hanya berharap Bapak masih ingat janji dan sumpah itu. Sebuah sumpah dan janji bukankah harus ditepati Pak…

Yang terhormat bapak Jokowi, apakah menurut bapak, menurut hati nurani bapak yang paling terdalam, bapak mampu memimpin 250juta manusia dan rakyat Indonesia? Sedangkan tanggung jawab di Jakarta saja belum terpenuhi, Bapak malah mau mencoba mengemban tanggung jawab yang lebih berat lagi? apakah anda yakin MAMPU mengemban amanat 250 juta rakyat Indonesia yang kebanyakan masih kelaparan ini bapak? Saya mohon bapak bisa menggunakan hati nurani Bapak,pikiran jernih Bapak, bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya mampu? Apakah saya punya kapabilitas untuk menjadi pemimpin dari tugas dan amanah yang tidak main-main ini?”

Yang terhormat bapak Jokowi, saya mohon anda mau menanyakan kepada batin bersih dan batin suci bapak, untuk bertanya kepada diri sendiri, apakah jika nanti anda terpilih menjadi presiden, tidak akan ada lagi pengaruh dari Ibu Megawati di mana Bapak punya keterikatan yang sangat besar dengan beliau, bahkan kita semua tahu ketika beliau menyuruh anda menjadi capres, anda pun harus nurut kepada Ibu Megawati, dan melanggar sumpah bapak ketika menjadi gubernur Jakarta?

Bapak, mohon tanyakan kepada sanubari bapak yang terdalam, dari mana anda dan team anda akan mendapatkan dana yang begitu besar untuk melakukan program-program yang nanti akan anda implementasikan jika menjadi presiden, semua program yang bapak sebutkan ketika debat beberapa waktu silam, seperti pembelian drone, program kesehatan, pendidikan, dan lainnya itu semua, butuh dana, dan dari mana asalnya selain dari menaikkan pajak Pak? Kalau dari Pak Prabowo sudah sangat jelas, akan diamankannya kekayaan alam bangsa Indonesia yang bocor yang nilainya ribuan trilyun itu per tahunnya untuk dijadikan modal program-program kebaikan pendidikan dan kesehatan. Kalau dari Bapak, dari mana Pak dananya? Sedangkan sekarang APBN kita sudah dalam kondisi defisit?

Pak Jokowi, mohon anda tanyakan ke lubuk hati anda yang paling terdalam pertanyaan ini, "Apakah saya bisa berjanji kepada diri saya sendiri dan Tuhan YME untuk membela NKRI dari penjajahan asing dalam bentuk penguasaan kekayaan alam kita, sumber daya minyak, gas, tembaga, emas,semua tambang mineral kita, kekayaan darat, laut, udara Indonesia?" dan "Apakah saya sanggup dan punya keberanian untuk melakukan renegosiasi dengan pihak asing yang mengklaim pulau-pulau Indonesia sebagai daerah wilayah mereka?Apakah saya yakin saya punya kemampuan untuk memimpin dan mempertahankan keutuhan bangsa kita ini?"

Bapak Jokowi yang saya hormati, anda begitu disanjung-sanjung oleh Amerika, anda dimasukkan di majalah Fortune misalnya, dan kita tahu kebanyakan penguasa kekayaan alam di Indonesia ini adalah negara Amerika yang selalu memuji-muji anda. Apakah jika nanti anda harus duduk berdiplomasi dengan negara amerika atau negara adidaya mana pun yang telah menguasai hajat hidup kami orang banyak ini, anda bisa LEBIH mengutamakan kepentingan kami sebagai rakyat Indonesia? Pak Jokowi, ada satu hal yang Amerika lupa, Founding Father kita pernah berpesan kepada kita semua bangsa Indonesia: "Ingatlah...ingatlah...ingat pesanku lagi: Jika engkau mencari pemimpin, carilah yang dibenci, ditakuti, atau dicacimaki asing, karena itu yang benar. Pemimpin tersebut akan membelamu di atas kepentingan asing. Dan janganlah kamu memilih pemimpin yang dipuja-puja asing, karna ia akan memperdayaimu"

Bapak Jokowi yang terhormat, ada satu pertanyaan yang sangat mengganjal batin kami, dalam karir Pak Jokowi beberapa tahun terakhir ini, Bapak sering blusukan ke tempat-tempat, dan sering diikuti dan diliput oleh wartawan. Pak Jokowi juga sempat masuk got dalam suatu acara, dan di situ banyak sekali wartawan meliput. Yang ingin saya tanyakan pak, dan ini mohon di jawab dengan hati nurani saja, apakah tidak terbesit sama sekali, bapak kemana-mana, sering ada wartawan yang meliput termasuk ketika masuk got ini, apakah ini ikhlas seutuhnya, atau karna di situ ada media supaya bisa jadi bahan cerita Pak? Bukankah akan lebih terpuji Pak jika blusukan-blusukan itu tidak perlu diliput dan disiarkan di semua media massa?

Bapak Jokowi yang saya hormati, kemarin di debat terakhir tentang Pertahanan bangsa, bapak bilang, “Akan kita bikin rame kalo ada yang mau ngeclaim wilayah kita jadi wilayah mereka”, dengan bapak bilang seperti ini, mohon tanyakan kepada hati bapak : "Apakah saya sanggup untuk mengorbankan jiwa dan raga saya sendiri untuk tumpah darah Indonesia seperti yang telah pak Prabowo lakukan berkali-kali dalam jejak hidupnya?"

Bapak Jokowi, semoga bapak mau merenungkan pertanyaan-pertanyaan, semoga anda berkenan menjawab surat ini dengan hati nurani bapak. Surat ini tidak perlu dibalas, surat ini hanya untuk perenungan pribadi anda sebagai bangsa Indonesia yang tentunya ingin Indonesia ini menjadi negara yang bermartabat, berdaulat, adil, makmur, dan rakyatnya tidak terjajah lagi oleh bangsa asing. Sekali lagi, tanyakan kepada diri sendiri "Apakah saya mampu?"

Surat tulus dari anak bangsa Indonesia,
Nijmegen,
26 Juni 2014
Tasniem Fauzia


 ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Netizen di Indonesia belum sepenuhnya siap dengan Keran kebebasan yg melimpah yg berisikan perbedaan.
Setiap yg beda atau ada kritik, dibully atau dicaci krn dianggap telah menjelek2an atau menyebar fitnah meski dgn segudang data dan fakta... tentu bullyan dan cacian dilakukan atas nama kebebasan.. kebebasan yg kebablasan.
Hasbunallah wa ni mal wakiil...

Berhubung ada tanggapan yang sangat-sangat kasar, akan saya tuliskan dan masukkan disini






Sebegitu kasarnya kah tanggapannya?
Apa karena "hanya" capres yang didukungnya ditampakkan fakta sebenarnya, lantas hanya cacian yang diperoleh?
Luar biasa bangsa ini.

Lalu ada komentar yang menarik :
"......Tulis surat sana utk para pelaku koruptor..koruptor"


Mungkin dia belum lihat ini.
Yang ia dukung adalah calon yang diusung oleh partai terkorup.
Cerdas ya.

Mungkin para pendukung jokowi banyak yang terbutakan oleh fakta sebenarnya. Entahlah.

Apa anda membenci jokowi?
Oh tidak, secara jujur saya tidak membenci jokowi. Saya menyenangi pribadi beliau yang terlihat lebih sederhana sebagai pemimpin. Namun, kondisi diatas membuat saya mengurungkan keputusan saya untuk mendukung bapak calon presiden nomor 2 ini.

Boleh dibaca tulisan saya sebelumya :
koplakisme

Salam dua jari, salam copet :)

Friday, June 27, 2014

Pilihan Tukang Siomay atas Prabowo

Baru kemarin ngobrol sm seorang penjual siomay, kebetulan sy gemar mkn siomay dan langganan di tempat beliau yg tak jauh dari rmh sakit tempat sy kerja. Ketika saya bertanya "pak, bsk mau pilih siapa?" dia tak lantas menjawab, tp sambil senyum dia blg mau pilih yang bisa bikin tentrem mas dokter, ujarnya. Wah, klo semua capres janjinya mau bikin sejahtera dan tentrem pak. Lalu dia mencotohkan: jaman dl sy jualan aman mas, ga ada yg malakin, skrg hampir tiap hari sliweran preman minta jatah. Jaman dl itu kapan pak? dia ga jawab.. lalu saya nanya balik? apa jaman soeharto? sembari senyum lg dia jawab yahh itu mas.. jaman dulu apa2 serba murah, jualan aman, preman2 pd takut keliaran..
Sampai dirumah saya mikir.. bener jg kata bapak tadi, walaupun katanya jaman soeharto itu sarat korupsi, banyak hutang ke luar negri,ditambah sulit mengeluarkan kebebasan pendapat. Tapi nyatanya ekonomi kita stabil, keamanan dlm negri juga terjaga. Kebanyakan rakyat sebenarnya kan ga mau tahu persoalan hutang ini dan itu, korupsi ini dan itu, yang diinginkan mereka sebenarnya bisa cukup kebutuhan sehari-hari, hidup aman dan tentrem.
Kalau ngomongin masalah hutang sampai hari inipun pemerintah juga msh terus berhutang keluar negeri, klo ngmongin korupsi juga nyata2 sekarang korupsi makin menjadi-jadi, mengutip ungkapan Prof. Sahetapy: " kalau jaman dulu org korupsi dibawah meja, sekarang koruptor ga tahu malu, semeja-mejanya dibawa".
Kalau dulu katanya nepotisme merajalela. Emg skrg tidak? byk anggota dewan terhormat yg msh berasal dari satu keluarga, byk kepala daerah yg msh dlm satu keluarga, banyak bagi2 proyek yang tendernya dimenangkan oleh orang yang masih satu keluarga. Lalu apa bisa dibilang hari ini nepotisme sdh habis di negara kita pd masa paska reformasi?
Dahulu katanya banyak politikus2 vokal yang berseberangan dgn soeharto dibungkam, dijaman orde baru orang dianggap tak bisa bebas menyuarakan pendapat dan aspirasi mereka, banyak media-media baik cetak dan tv tak bisa menyiarkan tayangan dgn bebasnya. Namun apa yg terjadi sekarang? apakah setelah hampir memasuki 2 dasawarsa era reformasi berjalan, politikus2 yang terkungkung dimasa soeharto itu kini telah membawa perubahan yg lbh baik buat kita? apa kah tayangan2 di media sekarang ini justru tidak kebabalasan, makin tidak mendidik dan merusak moral generasi penerus kita?
Saya bukan mau kembali ke orde baru, krn era reformasi telah diperjuangkan oleh rekan2 kita bertaruh nyawa. Yang kami inginkan adalah adanya jaminan hidup tenang dan tentram, orang bisa tentram kalau perut tidak lapar, sakit bisa berobat, sekolah bisa membayar. yang terjadi sekarang Hari-hari saya melihat yg kaya semakin kaya, orang miskin makin tergencet. Orang sudah makin hilang toleransi dan tenggang rasa. Pergaulan semakin bebas tak ada batas. Jaminan hukum dan keamanan makin tak ada. Orang seenaknya bebas membunuh tapa takut2 dan malu.
Sebagai bangsa besar dan beradab. Kita juga tak boleh melupakan jasa2 pemimpin terdahulu kita. Apapun mereka, pasti ada kebaikan dan kekurangannya. Anda boleh jujur, bagi kita yang pernah hidup dijaman orde baru dan jaman reformasi sekarang, mana yg lbh membuat hati dan pikiran anda menjadi tenang? mana yg menurut anda memberikan jaminan rasa aman? mana yang menurut anda lbh menunjukkan ini loo Indonesia yang ramah dan bersahaja?
Kita tak bisa memungkiri banyaknya stiker, kaos bergambar soeharto dan bertuliskan "enak jamanku to?" saya pikir itu lumrah karena kerinduan sebagian orang yg pernah merasakan hidup di jaman itu. Namun banyak juga yang berkomentar miring, menghujat ini itu, padahal mungkin dia yang menghujat hanya sekumpulan anak alay yang lahir setelah era reformasi, dimana mereka hanya dgr cerita dan tidak menjalani.
Hal ini sekaligus juga utk menjawab kekhawatiran byk pihak yg menyebut Prabowo ingin mengembalikan Indonesia ke jaman Orba krn dianggap beliau adalah mantan menantu soeharto. kami anggap Ketakutan semacam itu tak beralasan. Karena di era kebebasan yang kebablasan ini sdh makin banyak org pintar dan cerdas, makin banyak orang kritis yang bertindak sebagai pengawas. Jadi seorang pemimpin tak bisa seenaknya sendiri menjadi diktator. Seorang pemimpin yg dipilih oleh rakyat juga bisa diturunkan oleh kekuatan rakyat jika dia semena-mena.
Prabowo hanya bercita-cita mengembalikan kejayaan Indonesia, menjadi bangsa yang bermartabat, rakyat hidup aman dan tenteram, aset-aset negara diselamatkan shgga dpt dimanfaatkan utk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan untuk diwariskan pada anak cucu kita. Masih belum sadarkan bamyaknya kekayaan kita yang bocor mengalir entah kemana rimbanya? siapa diantara capres yang selama ini benar-benar berkomitmen tegas menyelamatkan itu semua. Dengan ketegasan dan kecerdasannya InsaaAllah dibawah komando Prabowo, Indonesia akan mengaum menjadi macan Asia.
Salam Perubahan Untuk Indonesia Raya,,
dr. Wahyu Triasmara

Sumber : here

Tuesday, June 24, 2014

Berpikir Ulang tentang Jokowi






Sumber : here

Oleh : Sigit kamseno

Prolog

Tadi malam, akun twitter saya di-mention oleh adik dari sahabat (sangat) karib. Mention itu terhubung ke sebuah cerita fiksi tentang santri yang mendapatkan pencerahan dari seorang kyai. Bahwa untuk hadapi pilpres 9 Juli nanti, tak perlu bawa-bawa agama. “Tuhan tak perlu dibela. Agama terlalu besar untuk sekadar urusan politik”, kurang lebih demikian kata kyai itu sambil memegang cerutu.

Saya tahu kemana arah narasi fiktif itu. Sebuah cerpen ideologis yg, tentu saja, tidak bebas nilai. Cerpennya sekular, penulis tersebut berhasrat untuk menceraikan sentimen agama dari konstelasi politik. Sebuah cara pandang yg, dalam konteks Indonesia, ahistoris. Dan tentu saja, cerpen ini banyak di-share oleh pemilih Jokowi-JK, karena semangat memilih berdasarkan alasan-alasan agama nampaknya memang lebih kental di kubu nomor satu, pendukung pasangan Prabowo-Hatta.

Nilai dari cerita fiktif tersebut berbeda dengan apa yang secara nyata saya alami. Beberapa waktu lalu, bersama sejumlah alumni pondok, saya sowan ke seorang kyai besar. Pimpinan pondok pesantren sekaligus pengurus di PBNU (saya selalu merasa senang menjadi bagian dari warga NU). Tanpa diduga, kyai tersebut justru memulai “percakapan ringan” dengan ngobrol-ngobrol seputar ingar bingar pilpres. Dalam obrolan tersebut, raut wajah beliau nampak kecewa kepada Jokowi yang meninggalkan orang-orang non Muslim sebagai penggantinya. Katakanlah Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo, seorang Katholik yang kini memimpin Kota Solo selepas ditinggal Jokowi. Atau Ahok, yang akan menggantikan Jokowi sebagai Gubernur Jakarta jika Jokowi menang pilpres.

Saya sejujurnya tidak mau membawa isu agama di tulisan ini. Lagipula ini hanya tulisan ringan untuk menemani iseng macet Jakarta pagi hari. (Mas Joko, macet tambah parah saja nih. Selese-in dulu dunk :p). Saya khawatir tulisan ini dianggap berbau sara sekalipun tak ada motif untuk itu sama sekali. Saya hanya ingin sampaikan bahwa Sang Kyai yang saya temui, nampak kecewa dengan pasangan Jokowi-JK dengan alasan tadi.

Lagipula, seperti yang saya katakan di muka, dalam konteks historis-politik di Indonesia, menceraikan Islam dari politik adalah hal yang ahistoris, dan  bertentangan dengan dua hal: pertama, bertentangan dengan sejarah dan konsep Islam itu sendiri. Kedua, bertentangan dengan cita-cita para founding fathers negara kita.


Relasi Islam-Politik

Islam dan politik adalah pasangan yang sah. Tidak seperti yang secara pejoratif acap didengungkan oleh anak-anak Islam liberal bahwa kita harus menghentikan “perselingkuhan Islam dan politik”. Mereka lupa, bahwa Islam dan politik tak pernah selingkuh. Islam dan politik adalah pasangan yang sah. Sememangnya, setiap orang punya kosa kata yang akrab dengan keseharian mereka. :-)

Saya selalu tertarik dengan apa yang ditulis oleh Ian Adams dalam bukunya 'Political Ideology Today', (btw saya cuma baca terjemahannya yang diterbitkan oleh Penerbit Qalam :D). Ketika membahas hubungan Islam dengan politik,pemikir dari Durham Unversity, Inggris itu mengakui bahwa sejak kelahirannya, Islam adalah agama paling politis di dunia. Sejak masa awal, Muhammad adalah seorang Nabi sekaligus pemimpin negara. Sejak masa awal itu, bahkan hingga kini, Islam ditegakkan oleh kebijakan-kebijakan yang tak lepas dari faktor politik.

Dari situlah kemudian kita paham mengapa seorang “professor” besar penulis Ihya Ulumuddin, Hujjatul Islam Imam al-Ghazali mengatakan bahwa Islam dan Negara seumpama fondasi dan penjaganya. Sesuatu tanpa fondasi akan runtuh, dan fondasi tanpa penjaga kan hilang. Dari situ pula kita pahami mengapa terdapat segambreng ulama dari masa klasik hingga modern yang menulis tentang politik Islam. Mulai dari Ibn Abi Rabi' dengan Suluk al-Malik fi Tadbir al-Mamalik-nya, al-Farabi dengan konsep Madinatul Fadhilah-nya, imam al-Mawardi dengan ‘masterpiece’-nya al-Ahkam al-Sulthaniyyah, al-Ghazali seperti saya sebutkan di awal, ibn Taimiyah yang menulis al-Siyasah al-Syar’iyyah, hingga Abul A'la al-Maududi dengan al-Khilafah wa al Mulk,  Sayyid Quthb dengan sejumlah tulisannya, terutama al-‘adalah al-Ijtima’iyyah fil Islam, dan paling modern Syaikh Yusuf al-Qaradhawy dengan Fiqh Daulah-nya, dan seterusnya.. dan seterusnya. Tentu saja, pemikiran-pemikiran mereka tidak lahir dari ruang hampa. Tapi lahir dari sebuah fakta menarik bahwa Islam sejatinya tidak bisa dilepaskan dari politik. (dalam hal ini menarik untuk dikomparasi dengan dengan gagasan filosof Romawi abad IV, St.Agustinus mengenai doktrin Civitas Dei versus Civitas Terrena.

Itulah mengapa saya katakan, menceraikan Islam dari politik bertentangan dengan konsep Islam itu sendiri, selain tentu saja sebuah hal yang ahistoris.

Dosen ilmu politik saya, Prof. Bachtiar Effendy, dalam tulisannya berjudul “Disartikulasi Pemikiran PolitikIslam?” mengatakan, “(karena) Pemikiran politik Islam menjadikan Qur’an dan Sunnah sebagai rujukan,...juga sejarah Nabi Muhammad dan para sahabat dijadikan sebagai parameter dan inspirasi rumusan pemikiran politik Islam.. maka disitu ada klaim kebenaran (truth claim) yang dianggap berdimensi ilahiah, bahkan kadang-kadang berimplikasi teologis”

Islam, Politik, Indonesia

Kedua, selain ahistoris dari perspektif sejarah Islam tadi, memisahkan sudut pandang agama dari konstelasi politik Indonesia juga bertentangan dengan cita-cita para pendiri republik ini. Adalah Firdaus AN, dalam bukunya yang terkenal “Dosa-dosa Orde Baru yang Tidak Boleh Terulang”, menggambarkan konflik yang terjadi pada masa awal kemerdekaan Indonesia. Panitia Sembilan yang mewakili Islam, Nasionalis, dan Kristen yang merumuskan dasar negara sebetulnya sudah bersepakat untuk memasukan Piagam Jakarta sebagai bagian tak terpisahkan dari konstitusi. Kalimat ‘Ketuhanan YME denganKewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya’ lahir sebagai sebuah kesepakatan yang menurut Dr.Soekiman merupakan aGentlement Agreement, atau menurut Prof.Soepomo sebagai sebuah ‘Kesepakatan yang Luhur’. Sayangnya, hasil perundingan berbulan-bulan itu di-delete dalam waktu sekejap hanya untuk mengakomodir ancaman seseorang yang mengklaim sbg wakil dari Indonesia Timur, yang setelah dilakukan penelitian oleh University belakangan diketahui bernama Saul Samuel Jacob Samratulangi.

Meski demikian, sekalipun “tujuh kata sakral” itu di-delete, semangat untuk tetap mengagregasikan agama dengan politik tidak pudar. Kalimat Ketuhanan YME pada sila pertama Pancasila, atau rasa Syukur atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa pada Muqaddimah UUD ‘45  menjadi bukti dari sebentuk keyakinan, bahwa iman pada Tuhan tak bisa lepas dari semangat politik kenegaraan kita. Sebuah rasa syukur bahwa negara ini sejatinya berdiri di atas pundak para ulama. Nusantara terhampar di atas banjir darah para syuhada. Semoga rekan-rekan tidak lupa bahwa Takbir Bung Tomo yang menggelorakan semangat jihad melawan Belanda kemudian membuat arek-arek Surabaya tak kenal takut untuk membebaskan Nusantara. Takbir tersebut juga lahir dari fatwa Resolusi Jihad para ulama yang berkumpul di Surabaya pada 22 Oktober 1945 di bawah pimpinan Hadhratusyaikh Hasyim Asy'ari.. (Tiba2 saya ingin menangis...).

Artinya adalah, gagasan untuk menjauhkan agama dari politik keindonesiaan adalah hal yang ahistoris dalam sejarah negara kita. Indonesia tak mungkin menjadi negara sekular yang memisahkan sentimen agama dari ranah politik. Itulah mengapa saya tetap meyakini bahwa doktrin politik aliran yang ditetaskan Indonesianis “Abad Pertengahan Indonesia”, Clifford Geeetz akan tetap ada, ibarat cintanya Sammy Simorangkir, tak lekang oleh waktu.

Sekadar salah satu contoh paling riil, kita memahami mengapa kalangan umat Islam, khususnya kader-kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, sangat intens berkampanye di dunia nyata dan maya dengan semangat agama. Dan tanpa kita sadari, dengan modal pendidikan yang relatif tinggi dan melek teknologi, hembusan “perang ideologi” yang ditebar “anak-anak muda hasil tarbiyahan” itu efektif merubah mindset publik lewat perang akbar di dunia maya. Sejauh pengamatan saya yang faqir ilmu namun ganteng ini B-) , “pasukan PKS” lah yang paling besar berperang sbg counter opinion bagi ideologi yang mereka sebut 'Sepilis' (Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme). Hal ini karena mereka memahami bahwa kampanye politik yang mereka lakukan adalah bagian dari dakwah. Bagi ‘anak-anak tarbiyahan’, politik adalah satu dari sayap-sayap Islam sebagaimana sayap lainnya semisal ekonomi, budaya, pertahanan, pendidikan, dll., sesuai dengan konsep 'kesempurnaan Islam' (syumuliyatul Islam) yang mereka imani.

***

Menimbang Jokowi Lewat PDIP
(Nah, bicara kita sudah ngalor-ngidul. Saya intip jendela baru nyampe Jatinegara. Lanjut..)
Berkaitan dengan itulah, menjadikan pertimbangan agama sebagai parameter dalam menentukan pilihan politik, dalam hal ini Pilpres, adalah hal yang sangat relevan. Dan Jokowi terganjal oleh sentimen ini. Bagaimanapun kita mesti memahami bahwa mantan walikota solo itu merupakan bagian tak terpisahkan dari PDIP. Jokowi mau maju sebagai Capres hanya setelah direstui oleh Ketum PDIP, Megawati Soekarno Putri. Bahkan, yang tak boleh kita lupa adalah, Megawati berpesan sekalipun Jokowi terpilih kelak, pria kotak-kotak itu tetap merupakan kader PDIP.

Mudah untuk menafsirkan kalimat tersebut, bahwa yang dimaksud adalah sekalipun Jokowi terpilih sebagai Presiden, ia tetap kader yang mesti patuh kepada asas, visi misi, dan garis besar partai. Menjalankan visi misi dan rule partai. Padahal, PDIP sendiri merupakan  sebuah partai yang punya track record kurang harmonis terutama terhadap regulasi yang beririsan dengan kepentingan umat Islam. Ini yang perlu dikhawatirkan.

PDIP adalah partai yang menolak UU Pendidikan Nasional yang berisi agar Setiap murid di sekolah mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh guru yang seagama. Artinya, anak-anak Muslim yang bersekolah di sekolah-sekolah Kristen berhak untuk mendapatkan guru agama Islam yang beragama Islam. Tidak diajarkan kebaktian. Mengapa PDIP menolaknya? PDIP juga Juga menolak UU Perbankan Syariah, UU Jaminan Produk Halal, UU anti Pornografi, dan tentu saja yang terbaru, PDIP merupakan satu-satunya fraksi di DPRD yang menolak penutupan lokasi maksiat Dolly di Surabaya. PDIP pula yang memerintahkan kadernya untuk menginteli para khatib di masjid-masjid.

Sejumlah track record tersebut kemudian melahirkan persepsi bahwa PDIP sebetulnya merupakan partai yang memang anti Islam, dan sama sekali tak akan mendukung aspirasi umat Islam. Dalam kacamata sosiologis, pandangan masyarakat terhadap PDIP ini tentu merupakan hal yang sah dan tak bisa disalahkan. Masyarakat menilai dari apa yang mereka ketahui. Persepsi tersebut juga melahirkan kekhawatiran di tubuh umat Islam, --dan sentimen ini kemudian berkembang—terutama dalam proses pembuatan UU di DPR bersama pemerintah seandainya Jokowi terpilih sebagai presiden.

Bagaimana mungkin aspirasi umat Islam, misalnya, sebagai bagian terbesar dari komposisi rakyat Indonesia, akan terakomodasi jika pemerintah yang mengusulkan RUU dan DPR yang kemudian menggodoknya sebelum menjadi UU, adalah kalangan yang anti Islam, atau tidak beragama Islam?

Jangan lupa, Caleg non-Muslim dari PDIP pada Pemilu laluberjumlah 183 orang atau setara dengan 52%! Sangat tidak proposional dengan komposisi umat beragama di Indonesia. Mau seobjektif apapun, secara naluriah sejumlah caleg ini sekiranya terpilih tentu punya sudut pandang subjektif sesuai agama mereka.

Apakah mereka akan membela aspirasi atau regulasi yang memayungi umat Islam? Sulit untuk mengatakan iya. Jika kemudian pemerintahan di bawah Jokowi, yang di-back up oleh PDIP di parlemen itu, berkawin dengan anggota dewan yang demikian, kita akan memahami bahwa kekhawatiran umat Islam tersebut sebetulnya adalah hal yang wajar. Track record adalah parameter yang ilmiah untuk menilai sesuau, kan? Belum lagi melihat fakta bagaimana Jokowi menjadikan seorang non Muslim sbg walikota di Solo,  juga gubernur di DKI seperti disinggung di muka...

Sebetulnya jika kita melihat fakta sejarah tentang PDIP, kita akan melihat bahwa PDI (sebelum pecah antara PDI Soerjadi dengan PDI Megawati) sejak mula memang merupakan fusi atau gabungan dari “partai-partai non Islam" pada 1973. PDI adalah produk penyederhanaan partai pada masa Soeharto yang merupakan fusi dari tiga partai secular (PNI, Murba, dan IPKI) dan dua partai Kristiani (Partai Kristen Indonesia/Parkindo, dan Partai Katolik.

Dari situ kita paham mengapa sejumlah tokoh  yang dianggap tidak sejalan dengan Islam bergabung di PDI, karena PDI adalah kendaraan paling dekat secara ideologi dengan mereka. Kita bisa menyebut beberapa nama seperti Ribka Tjipating Proletariati (anak seorang Tapol PKI), atau Budiman Sudjatmiko yang disebut-sebut berhaluan kiri. Atau sejumlah tokoh Kristen seperti Panda Nababan, Sabam Sirat, dll. Pasca koalisi Pilpres ini, beberapa tokoh yang memiliki track record tidak baik di mata umat Islam juga bergabung dengan kubu Jokowi yang dimotori PDIP, katakanlah AM.Hendropriyono yang disebut-sebut bertanggungjawab atas pembantaian umat Islam di Talangsari pada 1989.

Point saya, persepsi-persepsi seperti yang saya tulis di atas adalah pandangan yang eksis di tengah-tengah masyarakat kita.

Epilog

Sebagai sebuah epilog, tentu saja sebagai Muslim kita berkewajiban untuk saling mengingatkan. Mengingatkan bahwa semua pilihan kita di dunia ini akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Sekecil apapun. Termasuk pilihan-pilihan politik, apalagi yang berimplikasi pada nasib 207 juta lebih umat Islam (survei BPS tahun 2010 menyebut jumlah umat Islam di Indonesia adalah 207 juta dari 237juta penduduk),

Bayangkan berapa banyak orang yang akan menanggung akibat dari regulasi yang salah, seandainya kita menjatuhkan pilihan yang keliru dalam pilpres nanti. Padahal kita memahami -bahkan- seberat dzarrah (ukuran terkecil dari sesuatu) pun amal-amal kita akan dipertanggungjawabkan di Mahkamah Akhirat kelak.

Apa yang akan kita katakan, di Mahkamah Yang Maha Adil itu?

Memilih Rasional Bukan Emosional...



Sebelum 9 Juli kita masih punya waktu untuk memilih dan menimbang siap capres yang akan kita pilih nanti. Siapa capres yang masuk akal programnya dan siapa capres yang layak dipilih karena rasa cinta pada bangsanya. Bagi pemilih rasional dan pemilih yang belum memutuskan, sama halnya dengan saya yang sudah menemukan pilihan yang tepat setelah sekian lama berpikir keras dan mempelajari kedua capres yang hebat tersebut.
Sedangkan untuk pemilih emosional, yang prinsipnya pokoknya jagoanku sik paling apik dewe, sik paling joss dwe, sik paling blaa. blaaa... ya tulisan ini tidak akan ada gunanya dan silahkan anda kembali melihat sosok hanya dari pencitraannya belaka.
Karena saya adalah dokter maka saya akan mengajukan pertanyaan seputar kesehatan. Pemilih cerdas akan bertanya bagaimana membebaskan biaya kesehatan itu sementara APBN kesehatan kita sekarang cuma 2,5% dari total APBN ??
Nah, mari kita belajar menganalisa, bukan mengedepankan emosi membabi buta karena cinta mati pada capresnya..
Program masing-masing calon boleh dibilang masih realistis, ada yang bernilai strategis namun juga ada yang sengaja di paparkan untuk menarik simpati saja (PHP). Bicara program capres, wajib bicara soal ekonomi. Kenapa demikian? sebab bidang ini
yang akan sangat menentukan keberlangsungan program-progam lain. Semua program capres itu tidak akan terwujud bila program
ekonomi tidak berjalan.
Sekarang mari bersama kita telaah Program ekonomi Berdikari Capres Jokowi-JK yang disamaikan dalam debat capres:
1. Mencapai pertumbuhan ekonomi minimal 7 %.
2. Pembangunan Koperasi dan UMKM
3. Membangun industri / poros Maritim serta tol laut,
4. Membangun pasar-pasar tradisional dan pertanian
5. Membuat jalan baru sepanjang lebih dari 2000 km di luar jawa
6. Kartu Sehat untuk rakyat
7. Kartu Pintar untuk anak sekolah
Untuk mewujudkan ini, dalam berbagai kesemapatan Jokowi-Jk mengngkapkan akan menggunakan berbagai strategi seperti memudahkan perizinan, meningkatkan kualitas dan produktifitas lewat pendidikan, dan berbagai penghematan APBN lewat E-budgeting, E-auditing, E-purchasing. yang konon selama ini diterapkan dan berhasil di DKI jakarta.
Sedangkan program ekonomi Prabowo-Hataa adalah ekonomi kerakyatan, dimana bisa kita telah sbb:
1. Alokasi minimal satu milyar rupiah untuk setiap desa dan kelurahan
2. Menaikkan penghasilan rata rata rakyat Indonesia
3. Menambah lahan sawah dua juta hektare termasuk juga menyiapkan dua juta hektar untuk bio-ethanol
4. Membangun 3 ribu kilometer jalan, 4 ribu km jalan kereta api, delapan pelabuhan
5. Mendirikan bank tani dan nelayan, bank koperasi dan lembaga tabungan haji
Untuk mewujudkannya Prabowo hatta akan menggunakan strategi
utama adalah menyelamatkan aset2 negara dari bangsa asing termasuk penguasaan sumber-sumber daya alam. Mengalirkan dana besar-besaran dar kota ke desa melalui dana bergulir. Membuka luas investasi dari asing namun dengan catatn tidak mematikan perekonomian rakyat dalam negeri.
Didalam paparan visi dan misi kedua capres tentunya ditampilkan yang bai-baik dan bagus-bagus guna menarik simpati rakyat yang menyaksikan. Tapi bagi kita yang berpikir rasional dan mau meilih pemimpin dgn cerdas bukan hanya pencitraan, pasti akan bertanya lalu bagaimana mereka akan mewujudkan cita2nya? mungkinkah itu berhasil ?? yah pasti capres dan timsukses akan jawab PASTI dan BEHASIL. Lalu setelahnya apa kita hanya akan diam dan cukup menunggu bukti 5 tahun kedepan? Yuk kita kejar terus capres kita dengan pertanyaan2 kritis utk menagih janji mereka.
Pertanyaan bagi program ekonomi Jokowi-JK adalah, darimana duit untuk membiayai program- program itu? Jokowi dalam presentasinya sama sekali tidak menjelaskan darimana dananya. Bagi kami tenaga kesehatan sedikit banyak paham mengenai dana dari kartu sehat yang diusung beliau.Sebagian rakyat kecil mungkin tahunya dana itu adalah hasil jerih payah dari Jokowi, padahal dana-dana kesehatan itu seharusnya memang ada dan harus dipergunakan sebesar kemakmuran dan kesehatan rakyat. Kepala2 daerah lain pun juga memberlakukan hal yang sama, cuma bedanya tidak membesar-besarkan masalah kartu ini dan itu. Bisa dibuktikan dengan program jakesmas, jamkesda, askeskin, BPJS, semuanya berpihak pada rakyat kecil, dan memang ada dananya NAMUN.. dananya terbatas krn memang sejak dulu APBN kesehatan kita kecil. Karena apa? silahkan bertanya pd rumput yg bergoyang
Lalu apakah Pak Jokowi akan berusaha meningkatkan APBN kita dgn berbagai strategi penghematan APBN termasuk lewat E-budgeting, E-auditing, E-purchasing. yang konon selama ini diterapkan dan berhasil di DKI jakarta dan bisa di terapkan dan diselesaikan dalam 2 minggu ujarnya ketika debat? wow begitu mudahkan? kalau dihacker gimana? tambah hancur APBN kita kalau sistem management secara online tidak dipersiapkan secara masak dan matang. Kalau pusat pertahanan antlanti utara (NATO) saja situsnya berhasil di pecundangi hacker apa lg sistem kita yg dipersiapkan dalam 2 minggu? Belum lagi sumber data dari BPK saja di era kepemimpinan jokowi jakarta justru berpotensi rugi hingga 1,54 triliun. Lalu kira2 bagaimana jika ybs diberi amandat untuk mengurusi negara yg lbh besar, apa tidak mungkin justru akan lbh byk yg bocor?
Selain itu Contoh kongkrit untuk meningkatkan APBN kita adalah dengan meyelamatkan aset2 kita yang dikuasai asing, seperti yg dipaparkan Prabowo. Salah satu langkah yang mungkin menurut Jokowi juga menyatakan akan membeli kembali Indosat yang dijual Bu Megawati dengan harga obral ketika itu. Walaupun Jokowi mengatakan alasan dijual saat itu Indonesia sedang krisis/urgent, padahal mega naik jadi presiden thn 2002, sementara krisis terbesar kita tahun 98/99. Masuk akal ga?
Asal kita tahu bahwa harga saham Indosat sekarang sudah sangat
tinggi. Hanya selang satu tahun setelah dilepas, Ketika itu harga saham Indosat naik 25 % di tahun 2005. Lalu dengan mudah sekarang akan membeli kembali Indosat? wow kira-kira berapa besaran uang yang harus kita keluarkan untuk membelinya? sudah sejak tahun 2006 Indonesia berkeingingn untuk membeli saham Indosat namun selalu gagal karena dengan berbagai alasan termasuk tidak adanya kesepakatan harga dan tidak adanya hak buy back saham indosat dari Indonesia.
Sekarang, pertanyaan yang sama kita ajukan untuk program ekonomi kerakyatan Prabowo. Lalu dari mana dananya?? prabowo menyebutkan KEBOCORAN-KEBOCORAN APBN kita baik keluar negeri maupun di makan oleh oknum-oknum koruptor di negeri sendiri. Kata kebocoran yang justru sekarang seolah jadi ejekan, padahal nyata memang kekayaan negeri ini habis dinikmati oknum tertentu saja. Data abraham samad menyebutkan angka 7000 triliun walaupun itung2an Prabowo sekitar 1300 triliun. Ketika itu diketawakan oleh beberapa ahli ekonomi, termasuk juga KPK menggelar jumpa pers menyangkal itu.
Mungkinkah ada yg berpotensi bocor? kalau kita mau jujur dan rasional,, pasti akan bilang MUNGKIN!!! silahkan anda cari informasi berapa petensi kekayaan tambang kita emas, batu bara, nikel, bouksit, dan cadangan minyak yang melimpah yg di keruk perusahaan asing, kemanakah hasilnya ? dari freeport saja kita cuma dapat royalti 1 %? weladalah, utk dibagi-bagi pd oknum pejabat dan elite politik saja sudah habis, gmn mau sampai ke rakyat di daerah terpencil? ga usah jauh-jauh bisa kita lihat bagaimana kehidupan saudara2 kita dipapua? salahkah kalau akhirnya mereka meminta merdeka karena tidak adanya keadilan disana? Contoh kecil lain kenapa pelayanan kesehatan masih kurang memadai? Kemana hasil-hasil sumber kekayaan negara itu dibawa pergi dimana seharusnya bisa utk membiayai anggaran kesehatan kita? Contoh lain lagi bagaimana mungkin di propinsi Kaltim ada daerah namanya Kabupaten PASER dimana letaknya dekat denga kota yang disebut kota minyak balikpapan tapi justru disana kita sangat sulit dan antrinya bukan main untuk mendapatkan Bensin? ada apa ini?
Orang sering mengacaukan ungkapan Bocor, bocor dan bocor seolah tak mau peduli dan anggap itu lucu-lucuan belaka. Lihat saja para penambang gas asing mengisap gas-gas alam Indonesia. Lalu perusahaan BUMN kita seperti PLN, Pertamina, PGN lantas harus membeli gas-gas itu dari para penambang asing dengan harga yang lebih mahal/tinggi, sama halnya bouksit yang diungkapkan Prabowo dibawa keluar negeri lalu diolah disana dan kita harus mengimpor alumunium dgn harga mahal. belum lagi sumber airpegunungan kita yang melimpah disedot perusahaan asing dan dijadikan air mineral lalu dijual dan diminum oleh sebagian besar dari kita sekarang. Ini praktik bisnis macam apa? hanya menguntungkan segelintir oknum-oknum pejabat dan kontraktor saja, sementara kita rakyat kecil dibawah ini dapat apa???? Saya tak bisa menemukan kata lain selain kita ini terlalu diremehkan, dan dibodohi. Maaf jika saya berkata demikian, sangking gregetan dan sudah memuncak rasa jengkelnya pd tidak tegasnya pemerintahan selama ini dlm menyelamatkan aset bangsa. Sampai kapan kekayaan bangsa kita justru dinikmati orang asing sementara rakyat kita bahkan disekitar tambang itu sendiri masih melarat!
Saya pernah mendengar pernyataan seorang ekonom di sebuah liputan di TV "jika tidak dikorupsi, negara bisa menggaji rakyatnya 20 juta perbulan" menurut anda mungkin tidak pernyataan ekonom itu diwujudkan?? sementara cita-cita prabowo selama kepemimpinannya adalah menaikkan rata2 penghasilan dari 3 juta menjadi 6 juta masih cukup realistis.Mungkinkah?? mungkin saja kalau memang kekayaan bumi, air dan kekayaan alam dipergunakan sebesa-besar kemakmuran rakyat seperti yg tercantum di pasal 33 UUD 45. Bukan sebaliknay sebesar kemakmuran pejabat! Ingat!
Cita-cita lain prabowo mengalirkan dana ke desa 1 milyar pertahun juga dianggap adalah bukan murni idenya karena saat ini amanah undang-undang juga memang diharuskan demikian. Tapi Prabowo berbesar hati dan tak lantas mengklaim itu adalah idenya " ide siapapun, yang terpenting program itu bisa dilaksanakan" ujarnya didalam debat. Walaupun kita semua tahu ada sebuah perjanjian yang dituliskan Prabowo mengenai janji 1 milyar/ desa jauh hari sebelum RUU desa ini disahkan.
Tapi jika memang itu adalah amanah undang2 apakah dana 1 milyar/desa itu skrg sudah diwujudkan? belum bukan? Ada sekitar 70 ribu desa dan kelurahan di Indonesia, kalikan 1 milyar. Hasilnya perlu lebih ari 70 triliun. Bandingkan dengan tingkat kebocoran kekayaan nasional yang akan diselamatkan dan disebutkan Prabowo sbesar 1000 trilyun lebih. Masuk akalkan kalau sisanya cukup untuk membiayai program-program yang disebutkan pasangan Prabowo-Hatta. Kalau sekarang dana itu belum disalurkan, tunggu realisasinya jika memang Prabowo terpilih.
Terlepas bagaimana cara Prabowo utk mewujudkan ekonomi kerakyatannya. Banyak alasan yang menyebutkan bahwa kita mungkin masih belum bisa mengelola tambang kita sendiri, kita tak punya dana untuk menggarap lahan tambang kita sendiri, kita ga punya SDM yang mumpuni, kita ga punya ini dan itu bla.. blaa. ngomong memang mudah ya, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang kapan lagi? kalau bukan kita siapa lagi? sampai kapan kita akan berada di ketiak bangsa asing di negeri sendiri, sampai kapan kita akan disetir oleh bangsa asing di negeri sendiri? banyak SDM2 Indonesia yang handal dan berprstasi justru malah kerja diluar negeri? kenapa? karena mereka tak dihargai di negara sendiri? banyak peneliti2 Indonesia yg dibiayai oleh prabowo utk sekolah keluar negeri, lbh dari 8000 anak papua jadi anak asuhnya, dan semua itu diambil dari kantongnya sendiri bukan dari APBN. tapi apakah dia meminta utk diliput media? tidak bukan? buktinya masih byk yg tidak tahu sumbangsihnya bagi pendidikan dinegeri ini.
Pemilu Presiden sebentar lagi, masih ada waktu untuk merenung, masih ada waktu untuk mempelajari calon presiden kita, masih ada waktu untuk tahu siapa yang beanr-benar ikhlas utk rakyat dan siapa yang jadi mesin partai untuk meraih tampak kekuasaan dgn memanfaatkan kebaikan, kesederhanaan dan pencitraan semata. Semakin banyak orang membenci saya karena tulisan2 dukungan saya ke Prabowo, tapi alhamdulillah semakin banyak teman yang ingin belajar dan menganalisa, sebelum mereka menentukan pilihan.
Sebarkan... jika anda sepaham dan sepakat... abaikan jika anda merasa ini adalah kampanye hitam... kami menulis dari hati, dengan fakta dan data bukan berdasar bualan semata. Mengutip kata Prabowo: satu lawan kebanyakan, banyak teman rasanya masih kuang" saya mengajak mari kita cerdas menganalisa calon pemimpin kita. Apapun pilihan anda kita tetap bersaudara. Siapapun nyg terpilih Bapak Jokowi atau Bapak Prabowo, keduanya adalah putra terbaik bangsa, mari kita kawal keduanya menjadi calon pemimpin yg bisa membawa perubahan.
Salam perubahan, untuk Indonesia bangkit menjadi Macan Asia...
Sumber:
- Disarikan dari tulisan bapak Kafeel Yamin
- royalti freeport 1 % : http://www.merdeka.com/uang/cuma-dapat-royalti-1-persen-jero-wacik-tiarap-hadapi-freeport.html
- Potensi kerugiaan jakarta era jokowi: http://www.tempo.co/read/news/2014/06/20/231586774/BPK-Kerugian-Jakarta-Era-Jokowi-Rp-154-Triliun
- kekayaan kita dikuasai asing: http://www.beritasatu.com/blog/ekonomi/2771-migas-dikuasai-asing-merdekakah-kita.html
- Penjualan indosat dan potensi buy back indosat: http://www.merdeka.com/politik/jokowi-mau-buy-back-indosat-harganya-sudah-4-kali-lipat.html

Sumber : here


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seperti kata pak dokter, cuma yang saling hujat menghujat yang tidak rasional.
Walau gw kadang menghujat sih, menghujat kebodohan.