Wednesday, July 24, 2013
Seorang anak bertengkar dengan Ibunya
Sunday, March 31, 2013
Woman in Islam
In Islam, a Woman is always under the care of someone. When she’s young, she’s under the care of her parents. When she’s married, she’s under the care of her husband. And when she’s old, she’s under the care of her children. These are her guardians and worldly protectors. Look at how Allah takes care of them from birth till death.
How beautiful it is....
Saturday, March 30, 2013
Belajar
Belajarlah memaafkan kalau ingin dimaafkan ,
Belajarlah menghormati kalau ingin di hormati ,
Belajarlah memahami kalau ingin di fahami ,
Belajarlah menyayangi kalau ingin di sayangi ,
Belajarlah menghargai kalau ingin dihargai ,
Belajarlah menyenangi kalau ingin di senangi
cukup mudah untuk menjadi sebuah pribadi yang menyenangkan. :).
Friday, November 9, 2012
( RENUNGAN ) TANGISAN RASULULLAH SAW AKAN NASIB KAUM WANITA
Syaidina Ali ra suatu ketika melihat Rasulullah saw menangis manakala
ia datang bersama Fatimah. Lalu dia bertanya mengapa Rasulullah saw
menangis. Beliau menjawab; "Pada malam aku di-isra'- kan, aku melihat
perempuan-perempuan sedang disiksa dengan berbagai siksaan didalam
neraka. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena menyaksikan mereka
disiksa dengan sangat berat dan mengerikan. Putri Rasulullah saw
kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. "Aku lihat ada
perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya
dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam,
memakan tali perutnya sendiri.
Aku lihat perempuan yang
telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat
dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau
busuk karena penyakit sopak dan kusta.
Aku lihat perempuan yang
badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat
perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui
mulut dan keluar dari duburnya sementara malaikat memukulnya dengan gada
dari api neraka," kata Nabi saw.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?
Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung
rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup
rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya."
Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang menyusui anak orang lain tanpa seizin suaminya.
Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat
kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan
yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
Perempuan yang
memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan
muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
Perempuan yang
memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia
memperkenalkan dirinya kepada orang lain yang bukan muhrim dan dia
bersolek supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya keatas ubun-ubunnya lalu
ular dan kalajengking datang mengigit dan menyiksanya karena ia bisa
shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah
tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah
perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."
Mendengar
itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis. Betapa wanita
itu digambarkan sebagai tiang negara, rusak tiang, maka rusak pula
negara, akhlak dan moral.
Meski demikian, laki-laki yang
bermaksiat kepada Allah juga tidak sedikit yang masuk neraka. Ayah-ayah
yang membiarkan anak perempuanya tidak memakai kerudung dan mengumbar
aurat didepan orang lain
Surga dan Neraka adalah soal pilihan.
Tergantung bagaimana manusia menjalani hidupnya dialam jagad raya. kalau
mau selamat, maka patuhlah kepada Al-Qur'an dan hadist, balasanya
adalah surga dengan segala kenikmatan didalamnya. Kalau mau celaka
dengan mendurhakai Al Qur'an dan hadist, maka Allah sudah menyediakan
penjara yang sangat mengerikan, yaitu neraka dengan api dan siksaan yang
sangat pedih dan tidak terbayangkan oleh manusia sebelumnya.
Dalam sebuah hadist yang diwirayatkan oleh Abu Hurairah r.a., Rasulullah
saw. bersabda: "Neraka diperlihatkan kepadaku. Aku melihat kebanyakan
penghuninya adalah kaum wanita.." (HR Ahmad)
Sumber Page FB : Yusuf Mansur Network
Friday, April 27, 2012
[JUAL]Kambing Aqiqah, Domba Aqiqah
Assalamualaikum agan2 sekalian.
Pada kesempatan kali ini, ane mau menawarkan kambing jualan ane. Adapun keterangan dan informasi lengkap mengenai barang dan harga, silahkan dibaca dibawah ini. Tafaddol, mangga..
[IMG]http://i1161.photobucket.com/albums/q519/Luthfan30/fadloilcenter/2.jpg[/IMG]
[IMG]http://i1161.photobucket.com/albums/q519/Luthfan30/fadloilcenter/1.jpg[/IMG]
Dari tahun 1996 kami awali menyiapkan kambing dan domba qibasy yang sehat dan gemuk, memilih kambing sambil refreshing, anda akan menemukan pelayanan yang transparan dengan harga yang wajar.
Pilih sendiri sesuai selera, kami akan melakukan pekerjaan kami secara amanah. Insya Allah.
Adapun harga-harga tertera di bawah ini :
Kambing --> jantan : 1kg hidup Rp 65.000
--> Betina : 1kg hidup Rp 50.000
Jika daging kambing diatas dikonversi ke sate maka :
1 kg daging kambing = 12.5 tusuk – 0.2 ons/tusuk ( Sate )
1kg daging kambing = 2.5 mangkuk / gulai kambing(mangkuk ba’so)
Domba --> jantan : 1kg Rp 60.000
--> Betina : 1kg Rp 50.000
Contoh penghitungan barang :
Agan pesan domba jantan 20kg = Rp 1.200.000 maka domba jantan 20kg ini akan setara dengan sate 250 tusuk atau gulai 50 mangkuk.
format pemesanan baik melalui sms maupun e-mail bisa dilihat di bawah ini :
Format pemesanan :
Format SMS :
Nama : (nama lengkap)
Barang Pesanan :
Alamat : (alamat yg tertulis harus jelas dan mudah dikenali)
Format E-mail :
Nama :
Barang Pesanan :
Alamat :
Ini keterangan Tambahan yang diperlukan(PENTING!) :
1. Jantan dan betina memiliki perbedaan dalam hal harga karena betina memiliki factor-faktor tertentu yang membuat harganya lebih murah dibandingkan jantan.
2. Apabila ada perubahan harga, maka saya akan merevisi thread ini kembali. adapun diharapkan diperhatikan apabila terjadi perubahan harga.
3. Mohon pemesanan dilakukan 15 hari sebelum hari H.(dengan kata lain, jika aqiqah terjadi tanggal 29 maka pemesanan dilakukan tanggal 14, untuk menghindari kesalahan)
4. Barang akan kami kirimkan dan diantar GRATIS TANPA ONGKOS KIRIM ATAU BENSIN. Mohon tuliskan alamat yg jelas untuk kemudahan. Apabila kami pertimbangkan, alamat yang agan ajukan tidak jelas atau hal-hal bermasalah lainnya, maka kami akan mengirimkan SMS permintaan maaf dan SMS penolakan.
5. Kami akan mereply harga yang wajib pemesan bayar ke rekening kami 50% dari harga total. Contoh : jika agan pesan domba 20kg maka total harga adalah Rp 1.200.000 maka diharapkan agan mentransfer 50% dari Rp 1.200.000 yaitu Rp 600.000
6. Mohon transferan uang dilakukan saat agan menerima balasan persetujuan pengiriman barang aqiqah kambing/domba hari tiu juga disaat agan menerima balasan sms untuk menghindari adanya kesalahan dalam penghitungan waktu.(batas minimum hari : 5 hari)
7. Kami akan memberikan nomor rekening setelah agan mengirimkan sms pemesanan. Mohon setelah itu melakukan pembayaran, kirimkan kami sms untuk menginformasikan transfer agan.
CONTOH :
Pak arif memesan domba 20 kg untuk aqiqah anaknya yg mana aqiqah akan dilaksanakan tanggal 21, maka pak arif akan memesan tanggal 5. Maka ia akan mengirimkan sms dengan isi :
Nama : Arif muhammad
Barang Pesanan : domba 20kg
Alamat : Jl Domba RT 001/ RW 002 jatiasih, jatimekar, bekasi.
Dalam jangka waktu 5 hari, apabila permintaan barang diterima, maka kami akan mengirimkan SMS persetujuan disertai nomor rekening.
Setelah pak arif menerima SMS persetujuan pada tanggal 7 (bisa tanggal 6 atau lebih dari tanggal 7, asalkan masih berada dalam tenggang waktu 5 hari), maka pada tanggal 8 ia akan mentransfer 50% dari biaya total ke nomor rekening yang dimaksud.
Setelah mentransfer, pak arif akan mengirimkan sms konfirmasi pembayaran dengan format :
Nama : Arif Muhammad
No Rekening :
Jumlah yang ditransfer :
Setelah kami melakukan pengecekan, maka kami akan mengrimkan sms bahwa uang telah diterima dan mempersilahkan pak arif untuk menunggu barang pesanannya yang akan kami kirimkan pada tanggal yang bapak arif inginkan.
<dalam rentang 15 hari, pak arif dapat menanyakan hal-hal lainnya yang dirasa belum jelas>
Pertanyaan silahkan diajukan. Bisa lewat e-mail atau komentar dibawah. Nuhun…
Agan juga dapat kontak kami di:
HP : 021 41786384
E-mail : barang_menjual@yahoo.co.id
Agan dapat mengunjungi warung sate kami di :
Jl. Ratna Gg. Kambing No. 27 Rt 5/1 Jatikramat, Jatiasih, Kota bekasi
Atau buka blog kami untuk informasi tambahan di :
http://fadloilcenter.blogspot.com
bisa juga dilihat di thread kaskus dengan alamat : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=685507946#post685507946
Monday, March 19, 2012
7 Pola Pikir Jahiliah-Ghazwul Fikr-
Feminisme : Penyamaratakan antara laki-laki dan perempuan;
Hedonisme : Membuat generasi muda acuh terhadap masa depan dan pantang aturan;
Komunisme : Pengajaran mengenai kesetaraan social dan anti-ketuhanan;
Kapitalisme : Pengajaran mengenai penguasaan individu terhadap kekayaan;
Liberalisme : Kebebasan sepenuhnya dalam menentukan arah hidup;
Materialisme : Pengagungan materi dan penafikan hal-hal ghaib;
Sekularisme : Pemisah antara agama dan pemerintahan;
Saturday, March 10, 2012
Islamic Book Fair 2012/1433 H
Nuansa yang disajikan pun sangat islami, sehingga mata, hati dan pikiran tetap terjaga.
Sampai disana pas siang hari. Ba'da dzuhur udah sampe. saatnya berburu buku.
Ngomong-ngomong event ini dihadiri banyak penerbit buku islami terkenal macam Mizan, Syamil(ini mah penerbit Al-Qur'an), dan sebagainya.
Nggak usah takut buat dateng, karena semuanya menarik.
Sebenarnya mau bahas lebih banyak
Langsung berburu buku-buku yang menarik.
Wednesday, February 15, 2012
Aku Tak Rela Kau Kenakan Jilbab Tipis Itu
Bersama kita susuri lorong-lorong sekolah dengan segenap semangat, senyum terkembang penuh simpati pada setiap orang…
Sapaan salam senantiasa terurai, jibab tebal lebar terkibar, dan sesekali kita senantiasa merapikan saat angin bersegera menerpa tubuh kita, takut tersingkap lekuk tubuh yang memang sedikit nampak karena seragam mengharuskan berikat pinggang.
Cukup dinding-dinding kelas dan mushola menjadi saksi keteguhan kita dalam mempejuangkan jilbab syar’ie bahkan ketika peraturan saat itu siswa perempuan harus menampakkan telinga dalam foto ijazahnya…
Tak mudah bagi kita memperjuangkannya saat itu, banyak jam pelajaran terbuang hanya gara-gara diinterogasi pihak sekolah karena tindakan “ngeyel” kita, bergantian dipanggil wakil kepala dan kepala sekolah. Padahal ujian akhir makin dekat.
Tak jarang kita berjalan dari ujung kelas ke ujung kelas yang lain, bahkan dengan berurai air mata sekedar menyatukan dan meyakinkan para jilbaber untuk setia dengan jilbab menutup kepala saat berfoto. Meskipun orang lain banyak berbicara miring tentang kita, kita tetap dalam tujuan semula tetap teguh dalam prinsip.
Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar memang, sekarang kita memang tidak bersama tapi aku yakin prinsip kita yang sama itu masih ada. Dan aku sangat yakin itu, aku sangat mengenal sosokmu..
Kita jarang bertemu, tak lagi satu halaqoh dalam menuntut ilmu. Entah mengapa sekarang aku jarang melihat jilbab tebal nan lebar itu. Sehingga tak ada lagi beda antara dirimu dengan jilbaber gaul itu. Aku hanya bisa menerka sekiranya bertemu dan bisa bertegur sapa. Tak berhak sedikitpun aku mengatur visi misi hidup dirimu. Namun tak bisa membohongi diri ini, ada rasa sedih dan iba apakah gerangan yang telah terjadi dengan saudari seimanku yang dulu pernah duduk satu lingkaran untuk mengkaji ilmu?
Mungkin engkau akan berargumentasi toh jilbabku bukan nilaiku..! Duhai ukhti yang aku cintai karena Allah, yang masih saja aku doakan dalam setiap doa rabithahku. Kembali dalam kemuliaan nilai-nilai Islam itu pasti lebih utama dan menenangkan, takusahlah risau karena tak biasa dimata manusia, bukankah kita berharap menjadi luar biasa di Mata Allah dengan amalan terbaik kita?
Entahlah dunia memang makin berubah dan aku tak tahu apa yang telah mengubah pandanganmu itu, mungkin tuntutan profesi, mungkin tuntutan mode, tuntutan ekonomi, atau tuntutan suami?
Padahal telah jelas dan gamblang bagaimana ketentuan jilbab syar’ie itu, Allah sendiri yang berfirman dalam QS Al Ahzab :59 “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin: ’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dan juga dalam QS An Nuur 31 …”Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,..”
Perintah Allah itu jelas dan tak pernah berubah karena Al Quran itu sesuai dengan perkembangan zaman, meski zaman banyak berubah karena teknologi yang begitu pesat, namun bukan berarti kemudian Al Qur an mengikuti zaman, tetapi zamanlah yang mengikuti Al Quran.
Perintah Allah begitu jelas tak perlu ditawar agar muslimah itu menutupkan kain kerudung ke dada, dan tentunya arti dada disini tidak serta merta hanya bagian dada tetapi area selingkaran dengan dada yaitu punggung lengan dan juga dibawahnya, karena perbuatan demikian lebih menutup aurat dan menjaga kemuliaan.
Lantas dengan jilbab yang tipis itu, aku juga semakin takmengerti alasan apalagi, apakah karena dipasaran sudah tak ada lagi yang menjual kain tebal yang lebih menutup aurat, atau takut dikatakan jilbaber tapi tidak inovishion, atau lagi-lagi masih saja menggunakan dalil cuaca di bumi makin panas, dan takut kegerahan dengan jilbab yang tebal. Padahal jika dinalar rumah yang kecil dengan rumah yang besar tentu akan terasa panas ketika kita berada dalam rumah yang kecil bukan? Ketika kita berjilbab masih merasa gerah mungkin ada yang tidak beres dengan model jilbab kita, seperti model rumah tadi. Mungkin terlalu ketat, atau ada ikatan-ikatan yang memang seharusnya tak perlu kita pasang sehingga malah membuat gerah.
Tak ada yang salah dengan syari’at Islam, kalaupun kita belum menemukan kebahagiaan dan ketentraman sebagai ummat muslim, mungkin kita belum sampai dalam ilmunya. Dan seharusnyalah kita menuntut ilmu Islam itu lebih keras lagi. Karena kita tahu Islam itu syammil mutakamil, Islam itu sempurna dan menyeluruh. Seluruh aturan hidup itu ada dalam Islam. Karena itu kita harus bahagia dan bangga sebagai ummat Islam. Bentuk kebanggaan kita salah satunya adalah tidak malu menampakkan identitas kita sebagai muslimah. Tidak malu atau setengah-setengah dalam mengimani perintah dan mengenakan jilbab syar’ie.
Muslimah harus cerdas, begitu juga dalam mengikuti perkembangan mode harus bisa mensiasati dan pandai memilah saat membeli pakaian pun dalam berbisnis pakaian muslimah. Saudariku bukankah telah sampai kepada kita kajian tentang syarat-syarat jilbab syar’ie :
1. Menutup seluruh badan selain bagian yang dikecualikan(muka dan
telapak tangan)
2. Tidak dijadikan perhiasan
3. Jilbab itu harus tebal tidak tipis
4. Jilbab harus longgar, tidak ketat
5. Tidak dibubuhi parfum atau minyak wangi
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
8. Tidak berupa pakaian Syuhrah (sensasi) baik itu terlalu mewah karena
mahal ataupun terlalu murahan yang dipakai untuk menunjukkan sikap
zuhud dan dilakukan atas dasar riya’
Tentu engkau masih ingat saudariku yang aku cintai karena Allah, sebuah hadits yang meriwayatkan “Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih).
Dan juga kisah shahbiyyah bersegera memenuhi perintah Allah tentang berpakaian yang sesuai syari’at. Yaitu seperti wanita-wanita Anshar yang bersegera merobek gorden rumah mereka untuk dijadikan jilbab ketika ayat tentang hijab turun sehingga dikisahkan wanita-wanita Anshar keluar dan seakan-akan di atas kepala mereka bertengger burung gagak hitam karena pakaian yang mereka kenakan.
Saudariku masih ada lagi kisah yang menakjubkan dari kalangan shahabiyyah yang seharusnya kita jadikan teladan. Yaitu riwayat dari Ummu ‘Alqamah bin Abu ‘Alqamah, ia berkata : “Aku melihat Hafshah binti ‘Abdurrahman bin Abu Bakar menemui ‘Aisyah. Ketika itu, Hafshah sedang memakai khimar berbahan tipis sehingga keningnya terlihat. ‘Aisyah lantas merobek khimar itu, seraya berkata : “tahukah kamu apa yang Allah turunkan dalam surat An Nuur? Kemudian, ‘Aisyah minta diambilkan khimar (yang tebal), lalu ia memakaikannya kepada Hafshah. (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (VIII/46), Ibnu Hibban mencantumkannya dalam ats Tsiqaat (V/466)).
Saudariku aku beraharp keprihatinan hati ini cukup sampai disini dan takkan aku temui lagi keadaan yang membuat diri ini miris dan sedih. Saudariku memang seharusnyalah kita malu kepada Allah, banyak nikmat yang Dia beri kepada kita. Nikmat sehat, tubuh yang lengkap, dan segala kesempurnaan fisik sebagai perempuan, serta banyak nikmat lain yang takkkan pernah habis bila kita menghitungnya. Namun kita sering malas bahkan mengulur waktu dan terus mencari alasan untuk tidak menjalankan perintahNya. Bukankah bentuk dari kesyukuran adalah ibadah dan menjalankan aturan Islam dengan paripurna? Mungkin kita akan mengatakan toh kita ini berproses? Namun proses harus mempunyai target yang jelas, karena kita tidak tahu sampai kapan jatah hidup kita di dunia.
Saudariku, tentu kita takut ketika rasa malu dalam diiri kita dicabut karena apa dalam hadits dikatakn :"Sesungguhnya Allah SWT apabila hendak membinasakan seseorang, maka dicabutnya rasa malu dari orang itu. Bila sifat malu sudah dicabut darinya, maka ia akan mendapatinya dibenci orang, malah dianjurkan orang benci padanya. Jika ia telah dibenci orang, dicabutlah sifat amanah darinya. Jika sifat amanah telah dicabut darinya, kamu akan mendapatinya sebagai seorang pengkhianat. Jika telah menjadi pengkhianat, dicabutnya sifat kasih sayang. Jika telah hilang kasih sayangnya, maka jadilah ia seorang yang terkutuk. Jika ia telah menjadi orang terkutuk maka lepaslah tali Islam darinya." (HR Ibnu Majah).
Istiqomah memang tak mudah apalagi tanpa didukung oleh lingkungan, teman-teman dan orang-orang terdekat dari kita. Namun bukan hal yang mustahil bagi kita untuk mengupayakan itu semua. Dengan upaya terus memupuk keimanan kita, senantiasa menuntut ilmu, dan bergaul dengan orang shalih dan shalihah. Yang tak kalah penting adalah Berdoa pada Allah semoga kita senantiasa tetap komitmen dalam jilbab yang syar’ie.
Wallahu A’lam bishawwab
Anindya Sugiyarto Rawasari Jakpus
*semoga ini bagian dalam mengamalkan QS Al ‘Ashr(1-3)
“Demi masa. Sungguh manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”
Pustaka : Kriteria Busana Muslimah : Muhammad Nashiruddin Al Albani, Hikmah dari Hadits / Ayat harian(Merger Thread) - Page 41 forumm.wgaul.com › ... › Agama dan Iman › Islam, Notes Ukhty Aku Rindu Jilbab Panjangmu: Anindya Sugiyarto,
-Dikutip dari http://muslimah.eramuslim.com/indexx.php?view=_pernikmuslimah-detail&id=16-
Tears Of Gaza
-the most important thing is, she happy-<sebuah kata2 dari film Tears OF GAZA>
Kemarin saya menonton Tears of Gaza. Sangat banyak pelajaran yang bisa diambil dari film dokumenter itu.
Tears of Gaza berkisah tentang kehidupan tiga orang anak palestina yang berlokasi di Gaza. Dimana kita tahu bahwa Gaza dibombandir oleh Israel-semoga Allah memberikan siksaan berat kepadanya- dan juga mengisolasi kota itu dari bantuan luar.
If i study well, i want to become a lawyer. so i can take yahudi(Israel) to court.-Amira
I dream of becoming a doctor. so that i can treat and help those who hurt by yahudi(Israel).I want to help them-Yahya
Life is hard. really-Rasmia.
*****
Sangat menyedihkan dan membuat yang menontonnya dapat menitikkan air mata. Sekolah, bangunan, dibom oleh zionis itu. membuat miris dengan keadaan mereka yang masih dapat hidup ditengah kesulitan.
Saya tidak akan menceritakan kisah film itu disini. Tapi film ini merupakan film yang layak ditonton. Memperkuat semangat kita sebagai manusia untuk berjihad. Menguatkan semangat kita untuk membantu mereka.
Marilah kita mendoakan mereka semoga diberikan kemudahan oleh Allah swt. Ba’da Shalat, doakan dan berdoalah kita dapat membantu mereka untuk berjuang, hingga kita dapat menghirup bau surga.
Tapi, ditengah-tengah kesulitan tersebut, seorang anak masih dapat tersenyum. Walaupun telah terkena bom yang menyebabkan tubuhnya terkena luka bakar, ia masih dapat terlelap. Ada pula seorang anak yang menciumi foto ayahnya yang sudah syahid. Sangat indah.
*****
Doakan mereka. Karena setiap muslim dengan muslim lainnya ibarat satu tubuh, jika ada satu bagian yang sakit maka sakitlah seluruh tubuh itu. Saat ini kaum muslimin palestina sedang mengalami penderitaan akibat siksaan para yahudi. Semoga bagi yang ingin berjihad disana segera dipercepat dan pemerintah Indonesia memberikan kemampuan untuk mengirim para pemuda-pemudinya yang berniat berjihad kesana.
Lailahaillalah Wa Asyadualla Ilaha Illallah…
Rahmatilah setiap doa yang kami panjatkan kepadamu Ya Allah.
-Cintailah saudaramu disana, karena mereka adalah kita dan kita adalah mereka-
Allahu Rabbi bantulah kami. Lenyapkan zionis dan seluruh Negara yang bersatu membantunya.
Aku jadi sulit untuk tertawa…
Sunday, February 12, 2012
Kenapa Banyak Orang yang Kesulitan dalam Programming
Assalamualaikum.
Kali ini saya akan membahas masalah yang sering terjadi di lingkungan major saya yaitu TI atau tekhnologi Informasi.
Kenapa kebanyakan dari mahasiswa IT sulit dalam mempelajari code-code programming yang diujikan dalam mata kuliahnya dan memilih untuk copy-paste kode yang tersebar banyak di internet dan mengakui sebagai kreasinya?
Artikel kali ini akan membahas mengapa banyak orang yang kesulitan dalam mempelajari bidang ini.
1. Apa kamu memiliki keinginan besar di bidang ini?
Apa hasrat kamu terhadap programming? Apa programming buat kamu cuma sebagai mata kuliah biasa, atau yang kamu kejar itu bukan pengetahuan mengenai programming, tapi nilai yang diberikan dosen kamu?
Perbaiki niat kamu. Nilai itu bukan segalanya.
2. Semua butuh waktu.
Kadang-kadang untuk mahir dalam sesuatu, membutuhkan proses yang sangat panjang. Tak terkecuali dalam kasus programming.
Yang terpenting latihan. Tidak ada yang namanya bodoh atau cerdas, yang menentukan adalah usaha mereka dalam meraih semua itu.
3. Jangan menyalahkan siapa-siapa.
Kenalan saya banyak yang menyalahkan dosen dalam proses mengajar mereka dalam programming. Secara tidak langsung, yang tersirat dalam benak saya adalah apa yang mereka salahkan itu bukan karena mereka ingin mahir dalam programming(walaupun tidak 100% saya bisa menjamin bahwa pernyataan saya benar) tapi karena mereka khawatir nilai mereka akan berada dibawah standard yang diimpi-impikan.
Jangan pula nyalahkan operating system. Mau Linux ataupun windows, tidak berpengaruh. Yang penting adalah apa yang kamu isi dalam kepalamu.
Apalagi compiler yang dipakai. Ini juga tidak penting untuk menjadi sumber kesalahan.
Kesalahan selalu berawal dari diri kita sendiri.
4. Mengerti dari dasarnya.
Untuk mengerti topic yang sulit dari programming, tentunya dibutuhkan suatu suatu dasar dari programming itu sendiri.
Bagaimana mungkin ingin mengerti topic yang lebih jauh kalau dasarnya saja tidak bisa.
5. Temanku bisa menyelesaikan problem dalam programming.
Ini merupakan masalah yang lumayan sakral dalam programming. Menunggu teman menyelesaikan problem yang diujikan.
Saya tidak berkata bahwa ini tidak boleh. Tapi kalau cuma copy-paste saja, apa maknanya kalau tidak dipelajari lagi? Nggak ada salahnya kok kalau mempelajari solusi dari teman, tentunya kecerdasan programming kita akan meningkat.
<?php
fclose(artikel).
?>
NB : Artikel ini bisa disebarluaskan. Tapi sertakan alamat blog ini sebagai source original
Buat teman-teman saya di kampus. Berusahalah dalam programming! Terus belajar agar mahir di masa mendatang.
Kehidupan
Bagaimana rasanya kalau dirimu divonis oleh dokter bahwa umurmu tinggal 3 tahun lagi?
Ketika kamu baru merasakan gejala sakitmu setelah berumur 19 tahun?
Apakah kamu akan berdiam diri dan menyesali hidup?
Apakah kamu akan menatap kedepan dan tetap menjalankan kehidupanmu seperti biasa?
Apakah kamu akan meningkatkan performa kehidupanmu menjadi lebih baik dari sebelumnya?
Ketika manusia memiliki suatu paksaan dalam hidupnya, maka segala hal menjadi suatu kemudahan.
Suatu paksaan ada bukan karena itu adalah suatu cobaan, namun itu adalah kewajiban.
Umur bukan dokter yang menentukan, tapi Allah swt. Berjuanglah hingga akhir dimana ajal akan menjemputmu.
Aku senang, aku masih hidup. Terima kasih.
Saturday, February 11, 2012
Hanya Sebuah Ucapan Terima kasih
Mungkin ini tulisan terakhir yang saya buat di blog ini. Dan saya hanya dapat menuliskan apa yang saat ini saya pikirkan.
Ya Allah, nikmat dan rakhmatmu selama ini untuk saya dan seluruh manusia tidak dapat tergantikan. Mulai dari bangun tidur hingga kembali tidur, nikmatmu telah kau berikan secara Cuma-Cuma. Maafkan saya kalau saya telah banyak dan sangat banyak berbuat dosa di dunia ini. Saya tahu saya tidak layak untuk memasuki surgamu, namun saya tak kuat pula untuk menanggung siksa nerakamu. Maafkan saya ya Allah, hanya engkaulah Rabb yang satu dan satu-satunya Rabb di dunia. Maafkan saya ya Allah.
Kepada Nabi Muhammad Rasulullah saw. Terima kasih kepada mu wahai baginda agung. Seorang manusia yang paling mulia dari semua manusia. Saya berharap saya dapat menatap wajahmu di akhirat. Keindahan yang dilukiskan banyak hadist mengenaimu. Kesabaranmu, kesucianmu, dan kisah hidup hingga ketika ajal yang menjemputmu sangat menyentuh hati saya. Rasulullah, dengan mengenalmu, saya bersyukur telah memeluk agama Islam ini.
Empat Khalifah agung, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib. Kepemimpinanmu yang telah terpilih sebagai 4 khalifah awal setelah Rasulullah wafat sangat mengagumkan. Semoga saya dapat bertemu kalian pula.
Shalahuddin Al-Ayyubi, kepemimpinanmu dan kemenanganmu atas tentara nasrani dan pembebasan palestina membuatku ingin menjadi tentara yang dipimpin olehmu. Kalau saya masih ditakdirkan untuk menghirup udara, maka semoga saya bisa menjadi seorang mujahid yang dapat membebaskan Palestina. Palestina, Negara para anbiyya, tanah para nabi, dan tanah dimana darah pada syuhada bertumpahan.
Kepada Ummi dan Abi saya, terima kasih telah membesarkan saya selama ini.
Ummi, terima kasih telah mengandung saya selama 9 bulan. Menyapih hingga saya bisa seperti ini.
Abi, terima kasih atas pengorbananmu untuk keluarga. Saya sangat berterimakasih. Apa yang saya lakukan mungkin abi rasa tidak benar, namun saya tidak ingin ada yang menginjak-injak harga diri keluarga dan berbuat sewenang-wenang dengan cara yang tidak selayaknya.
Terima kasih kepada teman-teman saya semasa SMA. Terima kasih teman-teman di kampus President University. Terima kasih kepada semua orang yang mengenal saya dalam kehidupan ini.
Terima kasih kalian telah bersabar atas perilaku saya yang mengesalkan. Saya tahu saya cuek, agak semi-autis dan seseorang yang kurang peduli dengan sekitarnya. Saya berterimakasih dengan kesabaran kalian selama 19 tahun ini.
Saya hanya dapat berterima kasih. Hanya dapat berterima kasih. Mungkin ini adalah tulisan terakhir saya. Jika saya masih ditakdirkan untuk hidup, maka saya akan menulis lagi. Jika tidak, maka semoga apa yang saya lakukan adalah sesuatu yang benar.
Apa yang dapat saya lakukan selama hidup, itulah sesuatu hal yang sangat berharga.
Wafatkanlah aku selama apa yang aku pegang dalam hatiku adalah sesuatu yang benar. Wafatkanlah aku selama Islam tetap menjadi Ad-Diin dan Allah satu-satunya Rabb yang paling agung.
Thursday, February 9, 2012
Sosok Pemuda Ideal Di Mata Allah SWT
Kata-kata pemuda dalam Alquran diistilahkan dengan fatan, seperti firman Allah SWT pada surah al-Anbiya [21] ayat 60 tentang pemuda Ibrahim. “Mereka berkata, ‘Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim’.”
Bentuk jamak dari fatan adalah fityah (pemuda-pemuda), seperti kisah pemuda-pemuda Ashabul Kahfi pada surah al-Kahfi [18] ayat 13. “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya, mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”
Dalam hadis, pemuda sering diistilahkan dengan kata-kata syaabun. Dalam sebuah hadis riwayat Imam Bukhari, disebutkan bahwa di antara tujuh kelompok yang akan mendapatkan naungan Allah SWT pada hari ketika tak ada naungan, selain naungan-Nya, adalah syaabun nasya’a fii ‘ibaadatillaah (pemuda yang tumbuh berkembang dalam pengabdian kepada Allah SWT).
Eksistensi dan peranan pemuda sangat penting. Dalam Alquran ataupun hadis, banyak diungkapkan karakteristik sosok pemuda ideal yang harus dijadikan teladan oleh pemuda yang bercita-cita sebagai orang atau pemimpin sukses. Pertama, memiliki keberanian (syaja’ah) dalam menyatakan yang hak (benar) itu hak (benar) dan yang batil (salah) itu batil (salah). Lalu, siap bertanggung jawab serta menanggung risiko ketika mempertahankan keyakinannya.
Contohnya adalah pemuda Ibrahim yang menghancurkan berhala-berhala kecil, lalu menggantungkan kapaknya di leher berhala yang paling besar untuk memberikan pelajaran kepada kaumnya bahwa menyembah berhala itu (tuhan selain Allah SWT) sama sekali tidak ada manfaatnya. Kisah keberaniannya dikisahkan dalam surah al-Anbiya [21] ayat 56-70.
Kedua, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (curiosity) untuk mencari dan menemukan kebenaran atas dasar ilmu pengetahuan dan keyakinan. Artinya, tidak pernah berhenti dari belajar dan menuntut ilmu pengetahuan (QS al-Baqarah [2]: 260). Ketiga, selalu berusaha dan berupaya untuk berkelompok dalam bingkai keyakinan dan kekuatan akidah yang lurus, seperti pemuda-pemuda Ashabul-Kahfi yang dikisahkan Allah SWT pada surah al-Kahfi [18] ayat 13-25. Jadi, berkelompok bukan untuk hura-hura atau sesuatu yang tidak ada manfaatnya.
Keempat, selalu berusaha untuk menjaga akhlak dan kepribadian sehingga tidak terjerumus pada perbuatan asusila. Hal ini seperti kisah Nabi Yusuf dalam surah Yusuf [12] ayat 22-24. Kelima, memiliki etos kerja dan etos usaha yang tinggi serta tidak pernah menyerah pada rintangan dan hambatan. Hal itu dicontohkah pemuda Muhammad yang menjadikan tantangan sebagai peluang hingga ia menjadi pemuda yang bergelar al-amin (tepercaya) dari masyarakatnya.
Sumber : http://lp3mbcikarang.wordpress.com/2012/02/07/sosok-pemuda-ideal-di-mata-allah/
Tuesday, February 7, 2012
Cinta itu...
Mencintai adalah mengambil risiko tak dicintai kembali. Mencintai tanpa harus memiliki? Aku rasa hanya ada dalam dongeng. Setiap cinta, sedikit atau banyak, akan meminta kembali, meskipun hanya berupa senyuman bahwa dia cukup bahagia disajikan cinta walaupun tak punya cinta untuk membalas.
Mencintai diam-diam adalah sebuah keharusan menyiapkan diri mendapat balasan cinta diam-diam pula, atau penolakan diam-diam juga.
Semua orang hanya ingin mencintai dan dicintai. Namun mana yang harus didahulukan? Mencintai atau dicintai. Beberapa orang mencintai dan berharap dicintai, beberapa lainnya hanya akan mencintai jika ia dicintai terlebih dahulu. Ada persamaan hasil antara kedua hal tersebut, luka.
Pengharapan selalu berbanding lurus dengan kemungkinan kekecewaan yang didapat. Semakin kamu berharap, maka semakin besar kemungkinan kamu akan kecewa.
Mencinta seperti menggenggam seekor burung. Jika kamu menggenggamnya terlalu erat, maka akan mati. Namun jika menggenggamnya terlalu longgar, dia akan pergi. Jika kamu melakukan salah satu dari kedua hal tersebut, tetap hasil akhirnya adalah luka. Di hatimu, atau hatinya.
Pilih mana? Aku selalu benci pilihan, tapi lebih benci lagi jika tidak punya pilihan sama sekali. Ada kalanya ketika kamu hanya ingin mencintai, kamu hanya berakhir dengan melukai.
Aku lebih baik dilukai, karena ketika kamu dilukai kamu selalu punya objek untuk disalahkan, dimaki-maki. Apa bedanya dengan melukai? Melukai orang lain, apalagi orang yang kamu sayang, hanya menyisakan dirimu sendiri untuk disalahkan. Selamanya, kamu hanya bisa menyalahkan diri sendiri..
-Tulisan ini saya copy dari salah satu web, namun saya lupa. Sebagai motivasi pada diri sendiri dan menyebarkan untuk orang lain-
-untuk sang penulis, maafkan kami karena tidak menyertakan nama anda. Bukan karena kami tidak ingin, namun karena semata mata kekhilafan kami yaitu lupa-
Sunday, January 29, 2012
Suratku padamu wahai Palestina
Perjuangan untuk kehidupan terus menanti. Berjuang untuk segalanya. Perjuangan untuk keluarga dan masyarakat. Berjuang untuk Negara. Terutama untukmu, wahai Palestina!
Kuakui, aku adalah manusia yang lemah. Masih belum dapat membantu Negaramu.
Namun, kepedihanmu semakin lama, semakin kurasakan. Kesedihan, isak tangis anak-anak yang kehilangan orang tuanya, istri kehilangan suaminya, menyedihkan, menyakitkan di lubuk hatiku.
Disini aku masih dapat tertawa-tawa. Namun, engkau disana sedang berjuang dengan nyawa sebagai taruhannya. Disini aku tidur dengan nyenyak, namun engkau disana mungkin tidur dengan perasaan gelisah.
Tahukah kau wahai warga palestina. Aku sebenarnya iri kepadamu. Engkau memiliki makna hidup yaitu perjuangan. Berjuang untuk negaramu, berjihad melawan para zionis yang mengatasnamakan kebenaran.
Apakah para zionis itu tidak mempunyai keluarga sehingga membantai sesukanya?
Aku benci pada diriku sendiri. Aku iri dengan surga yang telah menanti kalian. Senyum dan hembusan nafas ketika menghadapi maut. Aku…
Semoga kalian diterima di sisi Allah, wahai para syuhada. Terimalah Keindahan surga dan kenikmatan yang akan kalian dapatkan.
Aku pasti akan datang. Pasti!!
---Sebuah surat untukmu wahai palestina, di perayaan miladku yang ke-19 ---
Friday, January 13, 2012
Surat Palestina
Sebuah SURAT dari Pejuang Hamas (GAZA) tuk negeri INDONESIA
“Untuk saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Di saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.
Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri kalian.
Pasti ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!
Susu formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu, namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum air rendaman gandum.
Namun, mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan, dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.
Dan yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu? Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.
Memeang hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara Israel!
Kami temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.
Perlu kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin, saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai saudaraku di Indonesia,
Negri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian diblokade juga?
Perlu kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya. Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.
Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru, saudaraku.
Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai saudaraku di Indonesia,
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu karena kalian punya waktu.
Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.
Kami disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam. Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.
Halafalan antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini. Di Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku. Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.
Oh iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur. Karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.
Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun, bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.
Abdullah Al Ghaza
-Sebuah surat penting yang menyadarkan kita, bahwa saudara muslim kita disana membutuhkan bantuan, bukan hanya doa. Marilah berusahadan berdoa agar kita bisa menuju kesana dan meninggal sebagai seorang mujadid fisabilillah-
"Sebuah kutipan sederhana namun bermakna, berusahalah!"
Thursday, January 5, 2012
Tahun baru dan perayaannya
Tidak terasa tahun 2011 sudah berlalu. Dan tibalah tahun 2012 menggantikan tahun sebelumnya. Satu hal yang tidak berubah setiap tahunnya adalah perayaan tahun baru dengan ledakan dan tiupan terompet. Ramai ketika malam pergantian tahun dimulai dan menyajikan suasana yang meriah di tempat-tempat yang telah ditentukan.
Aneh memang, karena melihat kondisi rakyat Indonesia yang bergelut dengan himpitan ekonomi namun memaksakan untuk mengikuti acara yang pastinya memakan waktu dan hanya membuang waktu itu. Manusia hanya memikirkan kesenangan dunia yang jelas-jelas pasti akan ditinggalkannya. Hidup yang hanya sekali dan jiwa yang hanya satu tidak menunjukkan bukti jelas bahwa kehidupan ini hanyalah sebuah kefanaan belaka.
Kenapa kita harus bersukaria ketika malam pergantian tahun masehi, padahal jelas-jelas budaya kembang api dan sebagainya bukanlah milik kita?
Kenapa harus begitu? Apa kita sudah tidak berpikir dan tidak mau perduli lagi?
Saya berpikir…
Seandainya, ketika malam pergantian tahun, ditengah ledakan kembang api, dan tiupan terompet, terjadilah sesuatu yang sama; Malaikat Israfil tiba-tiba iseng ikut meniup terompetnya(sangkakala), kemudian terdengarlah letusan gunung berapi(baca: petasan/ kembang api), kira-kira apa yang akan terjadi?
-Kepada Diriku yang selalu naïf terhadap kehidupan-
Tahun baru dan perayaannya
Tidak terasa tahun 2011 sudah berlalu. Dan tibalah tahun 2012 menggantikan tahun sebelumnya. Satu hal yang tidak berubah setiap tahunnya adalah perayaan tahun baru dengan ledakan dan tiupan terompet. Ramai ketika malam pergantian tahun dimulai dan menyajikan suasana yang meriah di tempat-tempat yang telah ditentukan.
Aneh memang, karena melihat kondisi rakyat Indonesia yang bergelut dengan himpitan ekonomi namun memaksakan untuk mengikuti acara yang pastinya memakan waktu dan hanya membuang waktu itu. Manusia hanya memikirkan kesenangan dunia yang jelas-jelas pasti akan ditinggalkannya. Hidup yang hanya sekali dan jiwa yang hanya satu tidak menunjukkan bukti jelas bahwa kehidupan ini hanyalah sebuah kefanaan belaka.
Kenapa kita harus bersukaria ketika malam pergantian tahun masehi, padahal jelas-jelas budaya kembang api dan sebagainya bukanlah milik kita?
Kenapa harus begitu? Apa kita sudah tidak berpikir dan tidak mau perduli lagi?
Saya berpikir…
Seandainya, ketika malam pergantian tahun, ditengah ledakan kembang api, dan tiupan terompet, terjadilah sesuatu yang sama; Malaikat Israfil tiba-tiba iseng ikut meniup terompetnya(sangkakala), kemudian terdengarlah letusan gunung berapi(baca: petasan/ kembang api), kira-kira apa yang akan terjadi?
-Kepada Diriku yang selalu naïf terhadap kehidupan-
Saturday, October 8, 2011
Surat dari orang tua terhadap anaknya
Anakku,
Ketika aku tua, aku harap engkau mengerti dan bersabar menghadapi ku,
Ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup ke meja karena pandanganku yang mengabur, kuharap engkau tidak memekik kearahku.
Orang tua sangat sensitive…
selalu merasa sedih ketika engkau memekik.
Saat pendengaranku memburuk dan tidak dapat mendengar apa yang kau katakan, kuharap engkau tidak memanggilku “Tuli!”.
Tolong ulangi apa yang engkau katakan atau tuliskan diatas secarik kertas.
Maafkan aku anakku,
aku mulai tua.
Lututku mulai ringkih, kuharap engkau memiliki kesabaran untuk membantuku bangkit.
Seperti saat aku menolongmu di waktu kecil, saat belajar untuk berjalan.
Tolong bersabarlah,
Saat aku merengek berulang kali seperti rekaman rusak, kuharap kau tetap mendengarkanku.
Tolong jangan membuat itu sebagai lelucon atau muak mendengarkanku.
Apa engkau mengingat saat kau kecil dan menginginkan balon?.
Kau merengek terus menerus sampai kau mendapatkan apa yang aku inginkan.
Maafkan aku karena bauku,
aku berbau seperti orang tua…
Jangan paksa aku untuk mandi, tubuhku lemah.
Orang tua cepat sakit ketika mereka kedinginan,
kuharap aku tidak menjengkelkanmu.
Apa engkau ingat saat kau kecil?.
Aku mengejarmu karena engkau tidak mau mandi.
Kuharap engkau bersabar denganku, ketika aku lekas marah.
Ini bagian dari masa tua, kau akan mengerti ketika saatnya tiba.
Dan jika engkau punya waktu luang, kuharap kita bisa saling berbincang, walau hanya beberapa menit.
Aku selalu sendirian sepanjang waktu dan tidak ada seorang pun untuk diajak bicara.
Aku tahu engkau sibuk kerja.
Walau engkau tidak tertarik dengan cerita ku, tolong luangkan waktu untukku.
Apa kau ingat ketika kau kecil?.
Aku selalu mendengarkan cerita mu tentang boneka teddy mu.
Ketika saatnya tiba, dan aku sakit sehingga harus berbaring di atas tempat tidur.
Kuharap kau memiliki kesabaran untuk merawatku.
Maafkan aku,
Jika aku secara tidak sengaja membuat kekacauan.
Kuharap kau memiliki kesabaran untuk merawatku di saat akhir-akhir hidupku.
Aku tidak akan bertahan lama.
Ketika saatnya kematian datang menjemputku, kuharap kau menggengam tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.
Dan jangan khawatir,
Ketika aku bertemu sang pencipta…
Aku akan berbisik kepadaNya untuk merakhmatimu.
Karena engkau menyayangi ayah dan ibumu.
Terima kasih untuk perhatianmu,
Kami menyayangimu.
Dengan penuh cinta,
Ayah dan ibu
*****
Sayangilah kedua orang tua kita. Semoga semua amal kita saat merawat mereka berdua diterima Allah swt.
“mereka tidak butuh apa-apa, tidak uangmu, makananmu, ataupun anak-anakmu. Mereka berbuat bukan untuk dipuji. Yang mereka inginkan hanyalah melihatmu seperti apa yang kamu inginkan. Walaupun mereka selalu marah padamu, janganlah kamu membalas dengan perkataan yang menyakitkan. Ketika kau kecil, mereka selalu membelikan apa yang kamu inginkan, ketika remaja,mereka mendukungmu untuk bersekolah di mana yang kamu suka, dan disaat dewasa kamu malah meninggalkan mereka. Hidup mereka untukmu, dan apakah hidupmu untuk mereka?”
Surat dari orang tua terhadap anaknya
Anakku,
Ketika aku tua, aku harap engkau mengerti dan bersabar menghadapi ku,
Ketika aku memecahkan piring, atau menumpahkan sup ke meja karena pandanganku yang mengabur, kuharap engkau tidak memekik kearahku.
Orang tua sangat sensitive…
selalu merasa sedih ketika engkau memekik.
Saat pendengaranku memburuk dan tidak dapat mendengar apa yang kau katakan, kuharap engkau tidak memanggilku “Tuli!”.
Tolong ulangi apa yang engkau katakan atau tuliskan diatas secarik kertas.
Maafkan aku anakku,
aku mulai tua.
Lututku mulai ringkih, kuharap engkau memiliki kesabaran untuk membantuku bangkit.
Seperti saat aku menolongmu di waktu kecil, saat belajar untuk berjalan.
Tolong bersabarlah,
Saat aku merengek berulang kali seperti rekaman rusak, kuharap kau tetap mendengarkanku.
Tolong jangan membuat itu sebagai lelucon atau muak mendengarkanku.
Apa engkau mengingat saat kau kecil dan menginginkan balon?.
Kau merengek terus menerus sampai kau mendapatkan apa yang aku inginkan.
Maafkan aku karena bauku,
aku berbau seperti orang tua…
Jangan paksa aku untuk mandi, tubuhku lemah.
Orang tua cepat sakit ketika mereka kedinginan,
kuharap aku tidak menjengkelkanmu.
Apa engkau ingat saat kau kecil?.
Aku mengejarmu karena engkau tidak mau mandi.
Kuharap engkau bersabar denganku, ketika aku lekas marah.
Ini bagian dari masa tua, kau akan mengerti ketika saatnya tiba.
Dan jika engkau punya waktu luang, kuharap kita bisa saling berbincang, walau hanya beberapa menit.
Aku selalu sendirian sepanjang waktu dan tidak ada seorang pun untuk diajak bicara.
Aku tahu engkau sibuk kerja.
Walau engkau tidak tertarik dengan cerita ku, tolong luangkan waktu untukku.
Apa kau ingat ketika kau kecil?.
Aku selalu mendengarkan cerita mu tentang boneka teddy mu.
Ketika saatnya tiba, dan aku sakit sehingga harus berbaring di atas tempat tidur.
Kuharap kau memiliki kesabaran untuk merawatku.
Maafkan aku,
Jika aku secara tidak sengaja membuat kekacauan.
Kuharap kau memiliki kesabaran untuk merawatku di saat akhir-akhir hidupku.
Aku tidak akan bertahan lama.
Ketika saatnya kematian datang menjemputku, kuharap kau menggengam tanganku dan memberikanku kekuatan untuk menghadapi kematian.
Dan jangan khawatir,
Ketika aku bertemu sang pencipta…
Aku akan berbisik kepadaNya untuk merakhmatimu.
Karena engkau menyayangi ayah dan ibumu.
Terima kasih untuk perhatianmu,
Kami menyayangimu.
Dengan penuh cinta,
Ayah dan ibu
*****
Sayangilah kedua orang tua kita. Semoga semua amal kita saat merawat mereka berdua diterima Allah swt.
“mereka tidak butuh apa-apa, tidak uangmu, makananmu, ataupun anak-anakmu. Mereka berbuat bukan untuk dipuji. Yang mereka inginkan hanyalah melihatmu seperti apa yang kamu inginkan. Walaupun mereka selalu marah padamu, janganlah kamu membalas dengan perkataan yang menyakitkan. Ketika kau kecil, mereka selalu membelikan apa yang kamu inginkan, ketika remaja,mereka mendukungmu untuk bersekolah di mana yang kamu suka, dan disaat dewasa kamu malah meninggalkan mereka. Hidup mereka untukmu, dan apakah hidupmu untuk mereka?”