Showing posts with label pemimpin. Show all posts
Showing posts with label pemimpin. Show all posts

Sunday, January 25, 2015

Berhenti dari Web Service - Usia Dunia semakin Dekat -


Sumber : www.vatih.com

Saya mulai mengenal bahasa pemrograman HTML tahun 2007, menyentuh CSS tahun 2008, sedikit JavaScript di 2010. Pengetahuan yang saya miliki saat itu hanya untuk senang-senang dan membantu beberapa teman online yang memiliki kendala terkait masalah theme.
Tahun 2012 saya menikah. Tahun yang menjadikan tanggung jawab saya berlipat-lipat makin besar. Secara naluri saya berpikir apa yang harus saya lakukan untuk meningkatkan penghasilan keluarga. Jawabannya adalah web service. Di saat yang bersamaan saya juga punya bisnis yang Alhamdulillah berjalan lancar; online shop. Saya sedang berpikir keran apa lagi yang harus saya buka untuk mengaliri kesejahteraan bagi keluarga saya.
Sambil menjalankan bisnis yang sudah ada, saya meminta izin pada istri untuk membagi waktu lagi mempelajari bahasa pemrograman yang the next level. Jadilah hari-hari saya banyak membuka situs-situs tutorial, download video dari YouTube, dan mempelajari semuanya secara otodidak. Termasuk berlangganan di teamtreehouse.com selama beberapa bulan untuk belajar melalui video-video menakjubkannya.
Dengan skill yang saya punya di akhir 2012, saya mulai memberanikan diri terjun secara profesional. Meski saya merasa skill saya masih cupu. Beberapa website hasil sentuhan saya saat itu seperti salimah.or.id, imz.or.id, dan beberapa lainnya yang saat ini webnya sudah mati karena tidak dikelola si pemilik. Tampilannya masih super sederhana. Termasuk Fimadani yang saat itu struktur pemrogramannya masih acak-acakan (Fimadani sekarang sudah jauh berbeda dari yang dulu, baik dari struktur pemrograman, pengaturan server, dan optimasi lainnya).
Memasuki 2013, Alahmdulillah nama saya mulai dikenal orang. Dalam 1 bulan ada 1 proyek web yang saya garap. Masih kecil memang, tapi paling tidak sudah lumayan untuk meningkatkan jam terbang (skill, komunikasi dengan klien, manajemen waktu, dll). Sampai pertengahan 2013, saya belum berani menyebut diri saya sebagai programmer dengan standar minimal. Saat itu, saya hanya seorang yang mengerti apa itu hosting, domain, bagaimana cara install WordPress, cara setting theme-plugin, dan sedikit tentang CSS, HTML, PHP. Tidak ada customize besar-besaran yang bisa saya lakukan terhadap sebuah theme ataupun plugin secara fungsi (function).
Bulan Ramadhan 2013 menyadarkan saya bahwa potensi programming sangat besar. Ranah bisnis ini adalah ranah abu-abu, di mana harga bisa kita (sebagai programmer) tentukan semena-mena. Ini bukan bisnis kaos yang pembeli bisa menawar setengah harga. Ini bisnis dengan profit luar biasa! Asset bisnis ini menempel langsung dalam diri, yang mahal bukan Sublime Text atau domain atau hosting atau yang lainnya. Yang mahal adalah diri dan kemampuan programmer itu sendiri. Saya biasa ambil profit di atas 5 juta, bahkan 10 juta di setiap proyek yang saya kerjakan. Padahal yang dikerjakan hanya itu-itu saja (Ternyata Cuma Gitu Doang). Belum lagi jika bicara produk digital, wah!
Ramadhan saat itu saya putuskan untuk hiatus sejenak dari online shop, saya diskusi dengan istri mengenai banyak hal tentang pemrograman, tentang rekayasa, tentang potensi, tentang kondisi pasar, dll. Dari diskusi itu kami sepakat bahwa saya harus total dalam mempelajari pemrograman. Saya hiatus dari online shop. Online shop tetap dijalankan oleh istri tapi sangat lambat karena proses pemasaran yang biasa saya lakukan sudah berhenti. Uang tabungan yang ada kami gunakan untuk menjalani kehidupan beberapa bulan ke depan selama saya belajar pemrograman di level yang lebih tinggi.
Di pertengahan Ramadhan saya mencari informasi tempat belajar yang bagus di Jogja. Beberapa tempat saya pelajari, sampai akhirnya bertemu info tentang Pondok Programmer. Saya telpon, yang angkat mas Ruli. Kami bertemu di rumah mertua mas Ruli, ternyata kontrakan saya sangat dekat, tinggal njangkah.
Disepakati untuk membuat sesuatu yang mutual. Saya menjadi guru internet marketing untuk para santri di Pondok, dan di saat yang bersamaan saya jadi murid belajar juga. Sesuatu yang menarik.
Setelah idul fitri, saya mulai aktif belajar dan mengajar di Pondok. Ini komunitas yang menakjubkan, orang-orang dan lingkungan di Pondok sangat asik.
Selama kurang lebih 8 bulan saya menimba ilmu di tempat ini. Di waktu yang sama juga mengamalkan ilmu yang saya dapat, menerima banyak proyek, sebagian proyeknya saya bagi ke Pondok.
Alhamdulillah saya bisa menikmati apa yang saya pelajari. Ini menjadi keran emas, ada banyak sekali kebutuhan keluarga yang bisa terpenuhi di sini. Jauh melebihi online shop yang sudah saya jalani (padahal juga sudah mencukupi).
* * *
Saya lupa ada berapa banyak proyek yang sudah saya garap selama ini. Semuanya memberikan pelajaran berharga untuk saya. Tentang banyak hal. Tentu menangani proyek tidak hanya diisi oleh hal-hal yang membuat bibir tersenyum. Terkadang juga ada proyek yang disertai dengan irisan hati.
* * *
Ada banyak sekali orang yang saya temui, tidak hanya mereka yang berkutat pada web service. Saya bertemu dengan praktisi bisnis di bidang-bidang yang lain. Saya mencari peluang, membuka wawasan, membuat relasi.
Hasil perjalanan bertemu dengan banyak orang itu selalu membuat saya berpikir, merenung, mengambil pelajaran. Tentang waktu, tenaga, pikiran, dan uang. Ada satu pertanyaan yang kemudian menghantui saya, Apa yang sudah dan akan saya lakukan untuk agama dan bangsa? Pertanyaan yang saat itu terus menghantui.
Dalam melakukan apapun, saya dan istri biasa niatkan sesuatu untuk kebaikan banyak orang, tapi pada prakteknya itu seperti tidak terealisasi, meski tiap menitnya selalu saya pikirkan. Apa ya? Apa ya? Apa ya? Saya merasa ada yang salah dalam cara saya mengamalkan niat. Dari niat dan tujuan insya Allah sudah ikhlas dan mulia. Saya merasa saya keliru dalam membagi waktu, tenaga, pikiran, dan uang.
* * *
Waktu terus berjalan, sampai akhirnya terjadi diskusi yang cukup seru di dalam keluarga saya. Sebuah topik yang pertama kali dilontarkan oleh salah satu adik saya, Hammad Rosyadi (paling kiri pada gambar di atas). Ia membuka diskusi dengan share video di grup WhatsApp keluarga mengenai akhir zaman, tentang usia umat Islam sejak masa kenabian. Tidak banyak ulama yang membahas usia umat Islam ini, hanya ada beberapa seperti Ibnu Hajar Al Atsqalani dan Imam Suyuthi.
Ada sebuah hadits nabi yang mengatakan bahwa usia bumi seperti telunjuk dan jari tengah, di mana jari tengah adalah usia bumi, dan jari telunjuk adalah waktu di mana usia sedang berjalan. Coba Anda sejajarkan telunjuk dan jari tengah, dan perhatikan. Itu disampaikan oleh Nabi menjelang beliau tutup usia. Artinya sudah sangat mepet. Sudah tidak ada waktu.
Imam Suyuthi secara spesifik mengatakan usia umat Islam adalah 1477 tahun sejak Hijriah sedangkan Ibnu Hajar mengatakan 1476 tahun, hal itu mereka ramu dari berbagai hadits tentang usia Yahudi, Nasrani, dan kapasitas keilmuan mereka.
Saat ini sudah 1436 Hijriah. Artinya tinggal 40 tahun lagi usia umat Islam, sampai nanti Allah matikan (dalam keadaan mulia) semua orang-orang beriman secara serentak setelah 7 tahun masa pemerintahan mihajinnubuwwah Al Mahdi.
Hitung-hitungan itu menyadarkan saya tentang kemunculan Al Mahdi. Tahun Hijriah mulai dihitung sejak Nabi melakukan hijrah ke Madinah. Artinya dari 40 tahun sisa usia itu, masih dikurangi 13 (periode Hijriah), dan masih dikurangi lagi masa pemerintahan Al Mahdi 7 tahun (atau 8, atau 9).
Dari situ didapat bahwa Al Mahdi akan muncul kurang lebih 20 tahun lagi. Ia dibaiat pada usia 40 tahun (sama seperti Nabi diangkat menjadi Rasul). Jika memang demikian, saat ini ia sudah ada di tengah-tengah kita dan berusia 20-an tahun.
Dilihat dari hadits nabi yang mengatakan bahwa akan ada 5 zaman yang akan dilalui umat Islam. Maka hitung-hitungan itu sangatlah terlihat jelas sekarang.
  1. Zaman Kenabian (Nubuwwah) dan rahmat
  2. Zaman Khulafaurrasyidin dan rahmat
  3. Zaman pemerintahan raja-raja yang zalim (kerajaan-kerajaan Islam)
  4. Zaman penguasa diktator pembawa fasad dan kegelapan
  5. Zaman Khalifah atau Ummah kedua yang berjalan diatas cara hidup zaman kenabian yakni zaman pemerintahan Imam Mahdi dan Nabi Isa.
Saya pribadi sangat yakin, kita semua sedang berada di zaman ke-empat. Mulkan Jabbariyan. Kita sedang berada pada puncak kerusakan dunia. Penguasa yang zalim dan serakah.
Manusia yang telanjang di jalan-jalan sudah ada, masjid-masjid megah sudah ada, yang jujur dikhianati yang khianat dipercaya juga sudah ada, padang pasir menjadi hijau juga sudah ada (dengan kemajuan teknologi), LGBT merajalela, maksiat di mana-mana.
* * *
Saya sangat khawatir dengan diri saya dan keluarga saya dalam menjalani kehidupan setelah mati.
“Peliharalah (jauhkan) dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (Attahrim: 6)
Di usia yang sudah sangat mepet ini, saya harus segera realistis tentang pertanyaan yang selalu menghantui saya. Apa yang sudah dan akan saya lakukan untuk agama dan bangsa?
Saya dan istri putuskan untuk meminimalisir aktifitas yang kebaikannya hanya melibatkan sedikit orang atau bahkan hanya diri sendiri. Ada beberapa aktifitas yang kami wacanakan untuk dihapus, salah satunya adalah web service (saat itu beberapa bulan yang lalu, masih dalam bentuk wacana).
Memang, web service menciptakan banyak sekali pemasukan, tapi web service juga menutup waktu, tenaga, dan pikiran saya. Sangat sedikit waktu untuk keluarga, apalagi untuk ummat. Satu tahun belakangan ini aktifitas (sumbangsih) saya pada masyarakat menurun dari tahun sebelumnya, itu yang saya rasakan. Produktifitas saya untuk ummat sangat buruk.
* * *
Obrolan mengenai kemunculan Imam Mahdi masih terus terjadi dalam keluarga saya, ternyata saya tidak sendiri, semua orang di dalam keluarga membayangkan hal yang sama. Masing-masing berpikir apa yang harus disiapkan.
Berdasarkan hitungan itu tadi, yang akan bertemu dengan Imam Mahdi adalah anak atau cucu saya (kami sekeluarga), atau kami saat usia 40 sampai 50-an. Bahkan obrolan itu juga sampai pada pertanyaan apa yang harus dilakukan supaya kita bisa menjadi bagian dari 300 orang yang pertama kali berbai’at pada Al Mahdi di Mekkah, dan melakukan sholat berjamaah di Al Aqsha bersama sang Imam, sampai menjadi pasukan terpilih dalam menumpas Yahudi yang dipimpin Dajjal.
* * *
Masing-masing dari kami mulai mempertanyakan bisnis yang salama ini digeluti.
Tanggal 17 kemarin semua anggota keluarga berkumpul ke Magetan. Membicarakan masalah ini secara serius. What should we do?
Abah saya sejak beberapa bulan lalu mengatakan bahwa keluarga ini harus punya pemasukan minimal setiap bulannya, sambil menyebut nominal. “Itu paling minim, paling minim.” Beliau mengatakan itu dengan penuh penekanan.
“Untuk berikrom dan mengayomi ummat secara total harus ditopang oleh pendanaan yang besar.” lanjutnya.
Dari anak-anak Abah, yang sudah fokus berbisnis baru 3 orang. Fat-han (yang pakai kaos putih), Saya, dan Sa’id (pegang kamera HP). Umar (paling kanan) dan Hammad masih meraba. Adik-adik yang lain masih mengasah soft skill seperti yang dulu juga saya dan yang lain lakukan.
Akumulasi 3 bisnis dan 1 bisnis (milik Ummi Abah), masih belum mencapai angka minimum itu setiap bulannya.
Di dalam forum keluarga itu, masing-masing dari kami menceritakan mengenai apa yang bisa dilakukan untuk mencapai hal itu (yang merupakan bagian dari visi misi keluarga).
“Darah kita sekeluarga telah kita gadaikan untuk mengabdi di jalan Allah.” (Ummi)
* * *
Keputusan saya meninggalkan web service sangat erat kaitannya dengan apa-apa yang sudah saya tulis di atas. Skill yang Alhamdulillah sudah saya miliki akan saya gunakan untuk fokus pada pengembangan startup yang sudah jalan.
Mengapa tidak membentuk tim?
Sudah banyak yang bertanya seperti itu, terakhir pertanyaan itu muncul dalam forum keluarga tanggal 17 kemarin.
Ini alasan mengapa saya tidak tertarik membentuk tim:

Permintaan Pasar Tinggi

Potensi pasar benar-benar menggiurkan memang, dan saya sudah merasakannya.
Kebutuhan dan ketersediaan SDM di Amerika adalah 100 banding 1. Ada 100 orang yang butuh web service, yang bisa melakukan hanya 1 (source: code.org). Di Indonesia ada 10 banding 1.
Apa yang salah dengan ini? Tidak ada yang salah sampai Anda membaca poin selanjutnya.

Programmer Jual Mahal

Diakui atau tidak, hampir semua programmer profesional mengetahui data tentang permintaan pasar yang tinggi itu. Dan iya, programmer jual mahal. Ini yang pada akhirnya membuat programmer pikirannya ke mana-mana. Sangat sulit mengontrol programmer.

Programmer Dipenuhi Oleh Orang-orang yang Well Educated

Programmer, hampir setiap hari buka Google, mencerna banyak informasi yang berlalu lalang. Bagaimana dikatakan tidak well educated?Mereka mengerti bisnis, mengerti peluang, mengerti apa itu startup. Sampai di sini kecenderungan programmer untuk bergerak sendiri sangatlah tinggi. Dan ini berhubungan dengan poin selanjutnya.

Menjamurnya Semangat Entrepreneur

Sudah well educated, ditambah lagi dengan foto-foto mewah kantor Google dan Facebook yang bertebaran di mana-mana. Semangat membangun usaha sendiri juga tinggi.
Mayoritas programmer ingin jadi pemilik perusahaan.

Regenerasi Lambat

Klasifikasi programmer itu harus kuat logika, mengerti permasalahan dan solusinya, kreatif, kebal dengan pekerjaan yang menuntut banyak hal, di bawah tekanan.
Dengan klasifikasi tersebut, tidak mudah mencari programmer handal, ini fakta. Seperti yang sering saya dengar dari kawan-kawan pendiri startup yang saya kenal. Sampai-sampai mereka membuat event untuk mengusik para programmer yang menikmati kesendirian di sudut-sudut kamar. Hasilnya tetap tidak sesuai harapan.
Adalah masalah ketika tahu bahwa mayoritas programmer bersemangat mendirikan perusahaan sendiri, dan dibarengi dengan regenerasi yang lambat. Ini tantangan yang tidak ringan yang pasti di hadapi perusahaan web service.
* * *
Sebenarnya ada solusi dari semua itu. Dana. Klise memang. Di Amerika sudah biasa terjadi transaksi di belakang layar. ‘Menculik’ programmer dari perusahaan lain. Sudah biasa karyawan Google pindah ke Facebook, atau Dropbox, atau Valve.
Programmer mana yang tidak tergiur dengan gaji di Facebook atau Google? Saya pikir ketika sudah disuapi dengan gaji setinggi itu, hilang sudah keinginannya membangun usaha sendiri. Sudah merasa cukup.
Kalaupun seandainya ada dana, saya masih berpikir untuk tidak melanjutkan web service. Waktu, tenaga, pikiran, dan uang yang ada tetap tersita, persis seperti yang saya tulis di atas. Web service tidak seperti kebanyakan service/jasa pada umumnya. Kalau ada dana, yang ada justru saya gunakan untuk membangun startup yang berkaitan dengan web development, ini lebih realistis.
* * *
Oke, setelah meninggalkan web service, apa yang akan saya lakukan sekarang? Keran pemasukan harus tetap mengalir dan dibuat sederas mungkin, ditambah dengan keinginan Abah yang mempunyai pemasukan minimum.
Saya melakukan cukup banyak filter terhadap jenis bisnis yang cenderung mudah untuk dikerjakan. Artinya tidak menyita terlalu banyak hal (waktu, tenaga, pikiran, dan uang). Kalaupun harus menyita, cukuplah salah satunya. Supaya ada ruang gerak yang bisa saya maksimalkan untuk investasi akhirat.
Dari sekian banyak jenis bisnis yang saya filter (termasuk beberapa juga yang sedang saya jalankan), diputuskan bahwa saya dan istri hanya fokus pada 2 bisnis:
  1. Online shop
  2. Bisnis konten
Online Shop

Bisnis yang sudah saya bangun sejak lama. Sudah banyak asset di sini. Dan Alhamdulillah juga banyak membantu berbagai macam kebutuhan. Omzet yang lumayan. Hanya saja perlu ditata ulang supaya lebih efektif (memberi ruang gerak pada kami). Toko online dikerucutkan pada penjualan:
  1. Buku (populer & best seller) via SEO
  2. Aksesoris (tas, sepatu) via Facebook
  3. Fashion (gamis, jilbab) via Facebook
  4. Kosmetik / Kewanitaan via Facebook & BBM
Empat poin di atas mempunyai nilai transaksi yang amat sangat banyak. Yang semua dikerjakan oleh istri saya (mungkin dalam waktu dekat segera hire beberapa CS). Saya hanya terlibat dalam proses optimasi.
Bisnis Konten
Spesifiknya adalah sebagai Publisher (Medianet, AdSense, AdPlus, dll). Saya pilih ini karena semua pekerjaan bisa selesai dengan efektif. Produksi konten bisa terpenuhi dengan hire beberapa penulis. Proses marketing bisa selesai dengan paid traffic. Tentu ada strategi yang saya bangun supaya hasil bisa sesuai harapan.
Dalam beberapa bulan terakhir, saya membuat 4 situs yang semuanya akan dijadikan situs authority yang fokus pada quality.
Di sini, praktis, waktu, tenaga, dan pikiran tidak tersita. Hanya uang yang perlu disiapkan. Dan Alhamdulillah ada dari hasil tabungan, online shop yang dijalankan istri, dan anggota keluarga yang tertarik menggeluti bisnis ini, juga dari Publisher ini sendiri yang sudah menghasilkan.

Penutup

Ya, ini adalah salah satu keputusan terbesar yang pernah saya buat. Tidak sedikit yang mempertanyakan hal ini saat masih menjadi wacana dan rencana. Termasuk dari kawan-kawan di komunitas.

ntinya adalah saya terngiang-ngiang dengan 1476 H. Apa yang sudah saya persiapkan untuk diri saya dan keluarga saya dalam menyambut kedatangan Imam (entah saya, anak saya, cucu saya, atau keturunan ke sekian) yang kemudian disusul menghadap padaNya. Saya ingin mempersiapkan hal ini secara maksimal, seperti saya maksimal dalam urusan-urusan dunia.
Hari-hari ke depan akan kami (sekeluarga) gunakan untuk mengabdi pada masyarakat (mohon doanya), lebih intens terhadap Al Qur’an untuk diri kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mau tergabung dalam program-program yang kami buat. Saya (dan beberapa teman) membangun komunitas bisnis dan Quran gratis untuk anak-anak muda Pesantren Sintesa. Saudara-saudara saya yang lain memilih jalannya masing-masing dalam mengabdi. (Visi Misi Keluarga Dakwah).
* * *
Saya masih sebagai programmer untuk diri saya sendiri (dan mungkin untuk kebutuhan ummat yang mendesak), tapi saya sudah tidak menerima siapa saja yang meminta saya melakukan pekerjaan itu. Saya berhenti dari web service, tidak berhenti dari web development. Saya masih terus melanjutkan karya di bidang ini.
Selamat tinggal web service, itu adalah hari-hari yang panjang dan penuh kenangan bersamamu :)


=======================================================================

Setelah  membaca ini, saya sadar, bahwa saya sudah banyak lupa tentang apa sebenarnya tujuan saya semua, Ummat. Demi kelangsungan Islam...

Membaca artikel berikut membuat saya bergidik, seberapa besar kontribusi anda untuk umat ini, juga umur dunia yang semakin tak lama lagi. Takut...

Insya Allah saya akan terus melanjutkan membuat aplikasi Islam untuk Muslim, yang saat ini terlupakaan karena individualis project saya, dan semoga tidak ada perasaan riya sama juga jgn sampai ada Perasaan itu di hati saya.

Artikel islami tetap tertulis di blog, dan saya selalu berkata dan berharap, semoga itu menjadi suatu ladang amal dan ilmu bagi pembaca nya.

Pertanyaan saat ini adalah, "sudah seberapa besar kontribusi kamu ke umat?".

Semoga tulisan ini juga bermanfaat untuk pembaca lainnya.

"Jika kamu lupa tentang ketakutan akan dunia akhirat kelak, Ulanglah untuk membaca tulisan ini Luthfan.."

Tuesday, December 2, 2014

Pemimpin Impian Rakyat Indonesia

Rasulullah SAW dalam haditsnya yang berbunyi :
عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : أية المنافق ثلاث : اذا حدث كذب, واذاوعد أخلف, واذا آؤتمن خان
Artinya : Dari Abu Hurairah ra : Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ ada tiga ciri orang munafik, yaitu :
1. Bila berkata ia berdusta
2. Bila berjanji ia selalu ingkar
3. Bila diberi amanat, ia berkhianat.
عن عبدالله بن عمر رضى الله عنهما : أن النبى صلى الله عليه وسلم قال : اربع من كن فيه منافقا خالصا, ومن كانت فيه خصلة منهن كانت فيه خصلة من النفاق حتى يدعها : اذا آؤتمن خان , اذا حدث كذب, واذا عاهد غدر , واذا خاصم فجر
Artinya : Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr r.a. : Rasulullah SAW pernah bersabda,”siapapun yang memiliki empat sifat (karakteristik) ini adalah seorang munafik dan siapapun yang memiliki satu dari empat sifat ini ia akan mempunyai satu sifat kemunafikan sampai ia meninggalkannya;
1. setiap kali diberi amanat, ia khianat
2. setiap kali bicara, ia berdusta
3. setiap kali berjanji, ia melanggar
4. setiap kali berselisih, ia bersikap menghina, jahat dan ceroboh.
Ciri ciri orang munafik juga dijelasakan didalam Al-Quran surah An-Nisaa 142-143 :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلا قَلِيلا (١٤٢)
Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka[364]. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya[365] (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali[366]. [0]
Hukuman Bagi Orang Munafik
Jelas keterangan yang terkandung didalam Al-Quran bahwa hukuman berat terhadap bagi orang munafik, sebagaimana tertuang dalam surah An-Nisaa 145 :
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الأسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا (١٤٥)
Artinya : Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

================================================================

Sangat sangat didambakan oleh rakyat indonesia...

Saturday, November 22, 2014

Ibu Tua Penjual Kue dan BBM



HARI ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko. “Bu… Beli kue saya… Belum laku satupun… Kalau saya sudah ada yang laku saya enggak berani ketuk kaca toko ibu…”

Saya persilakan beliau masuk dan duduk. Segelas air dan beberapa butir kurma saya sajikan untuk beliau.

“Ibu bawa kue apa?”

“Gemblong, getuk, bintul, gembleng, Bu.”

Saya tersenyum… “Saya nanti beli kue ibu… Tapi ibu duduk dulu, minum dulu, istirahat dulu, muka ibu sudah pucat.”

Dia mengangguk. “Kepala saya sakit, Bu.. Pusing, tapi harus cari uang. Anak saya sakit, suami saya sakit, di rumah hari ini beras udah gak ada sama sekali. Makanya saya paksain jualan,” katanya sambil memegang keningnya. Air matanya mulai jatuh.

Saya cuma bisa memberinya sehelai tisu…

“Sekarang makan makin susah, Bu…. Kemarin aja beras gak kebeli… Apalagi sekarang… Katanya bensin naik.. Apa-apa serba naik.. Saya udah 3 bulan cuma bisa bikin bubur… Kalau masak nasi gak cukup. Hari ini jualan gak laku, nawarin orang katanya gak jajan dulu. Apa apa pada mahal katanya uang belanjanya pada enggak cukup…”

“Anak ibu sakit apa?” Saya bertanya.

“Gak tau, Bu… Batuknya berdarah…”

Saya terpana. “Ibu, Ibu harus bawa anak Ibu ke puskesmas. Kan ada BPJS…”

Dia cuma tertunduk. “Saya bawa anak saya pakai apa, Bu? Gendong gak kuat.. .Jalannya jauh… Naik ojek gak punya uang…”

“Ini Ibu kue bikin sendiri?”

“Enggak, Bu… Ini saya ngambil.” jawabnya.

“Terus ibu penghasilannya dari sini aja?”

Dia mengangguk lemah…

“Berapa Ibu dapet setiap hari?”

“Gak pasti, Bu… Ini kue untungnya 100-300 perak, bisa dapet Rp4 ribu -12 ribu paling banyak.”

Kali ini air mata saya yang mulai mengalir. “Ibu pulang jam berapa jualan?”

“Jam 2.. .Saya gak bisa lama lama, Bu.. Soalnya uangnya buat beli beras… Suami sama anak saya belum makan. Saya gak mau minta-minta, saya gak mau nyusahin orang.”

“Ibu, kue-kue ini tolong ibu bagi-bagi di jalan, ini beli beras buat 1 bulan, ini buat 10x bulak-balik naik ojek bawa anak Ibu berobat, ini buat modal ibu jualan sendiri. Ibu sekarang pulang saja… Bawa kurma ini buat pengganjal lapar…”

Ibu itu menangis… Dia pindah dari kursi ke lantai, dia bersujud tak sepatah katapun keluar lalu dia kembalikan uang saya. “Kalau ibu mau beli.. Beli lah kue saya. Tapi selebihnya enggak bu… Saya malu….”

Saya pegang erat tangannya… “Ibu… Ini bukan buat ibu… Tapi buat ibu saya… Saya melakukan bakti ini untuk ibu saya, agar dia merasa tidak sia-sia membesarkan dan mendidik saya… Tolong diterima…” Saya bawa keranjang jualannya. Saat itu aku memegang lengannya dan saya menyadari dia demam tinggi. “Ibu pulang ya…”

Dia cuma bercucuran airmata lalu memeluk saya. “Bu.. Saya gak mau ke sini lagi… Saya malu…. Ibu gak doyan kue jualan saya… Ibu cuma kasihan sama saya… Saya malu…”s

Saya cuma bisa tersenyum. “Ibu, saya doyan kue jualan Ibu, tapi saya kenyang… Sementara di luar pasti banyak yang lapar dan belum tentu punya makanan. Sekarang Ibu pulang yaa…”

Saya bimbing beliau menyeberang jalan, lalu saya naikkan angkot… Beliau terus berurai air mata…

Lalu saya masuk lagi ke toko, membuka buka FB saya dan membaca status orang orang berduit yang menjijikan.

Friday, October 31, 2014

Mencintai Tokoh Idola

Ini adalah masa ketika banyak umat Islam yang marah bila tokoh idola mereka dihina. Tapi mereka diam saja ketika Rasulullah atau Islam yang dihina.
Di hari kiamat nanti, kita akan dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai. Jika kamu terlalu cinta buta terhadap tokoh idolamu, maka kamu akan bersama dia di akhirat nanti.
Jika tokoh idolamu masuk surga, kemungkinan kamu juga masuk surga. Tapi jika dia masuk neraka, maka berkumpullah kalian semua di sana!

Sumber : Jonru

Kalimat ini seakan mengingatkan gw kalau hidup ini tak lebih dari sekedar permainan belaka.
Cuma manifestasi sederhana dari sebuah kata bernama "Kehidupan".

Ah..

Monday, October 20, 2014

Terima Kasih SBY, Pak Prabowo, dan Joko

Terimakasih Pak SBY...
Tetap Berkarya Pak Prabowo...
Selamat Bertugas Pak Jokowi...

3 baris kalimat ini mungkin bisa menjadi wakil dari ungkapan pribadi saya.
Ya, 10 tahun sudah SBY memimpin negeri ini. Alhamdulillah sudah banyak perubahan dan kemajuan yang dialami.Dibalik kesuksesan itu pasti pula banyak kesalahan dan kekhilafan terdapat dibelakangnya.
Semoga Allah mengampuni kesalahan dan kehilafan bapak yang terjadi khususnya 10 tahun memerintah dan mengemban amanah.
Terimakasih Pak SBY,kami akan merindukanmu.....

Begitu juga Pak Prabowo, setelah menyelesaikan prosesi pemilu dan segala hasilnya di MK. Kembalilah menjadi seorang negarawan yang bersahaja, kritis, juga ikut serta membangun negeri ini. Tetap jaga semangat nasionalisme agar bersama menjaga negeri ini dari gempuran pihak asing.
Semoga Allah menguatkan hati bapak untuk terus berjuang dalam membangun negeri yang dicintai ini.
Tetap berkarya Pak Prabowo,perjuanganmu kami tunggu...

Dan, secara resmi Indonesia telah memiliki Presidennya yang baru, Pak Jokowi. Sekarang beliaulah pemimpin kita. Saatnya untuk mendukung, bahu membahu dengan semangat gotong royong untuk menjadikan Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya, baik pemerintahan, kinerja, pendidikan,dan pembangunan bangsa ini. Harapan besar kami ada di pundakmu, Pak Jokowi. Jadilah pemimpin yang amanah, jujur,dan bijak dalam menghadapi permasalahan bangsa.
Semoga Allah melindungi dan merahmati bapak serta wakil dalam memimpin negeri ini. Juga diberikan petunjuk dan istiqomah dalam memberikan kemaslahatan bagi ummat.
Selamat bertugas Pak Jokowi...

‪#‎TerimakasihSBY‬ , ‪#‎TetapBerkaryaPrabowo‬ , ‪#‎SelamatBertugasJokowi‬

======================================================================

Tulisan bagus dari salah seorang teman di facebook; sayangnya saat ane mau menyertakan sumber, tab sudah keburu ketutup.

Lebih Baik Pemimpin Kafir Korupsi atau Pemimpin Muslim Korupsi ?

Tulisan ini nggak ada hubungan sama pelantikan presiden bekas gubernur jakarta itu ya, ini gw pasang di blog karena isi content nya menarik untuk dibaca. Kalo ente bilang ini ada hubungan sama presiden, terserah lah. Yang mau gw garisbawahi adalah, gw adalah seorang yang senang menikmati sesuatu, biar prabowo menang maupun kalah, gw lebih suka menikmati untuk melihat yang terjadi di masa depan.

Konten nya agak sedikit masuk ke politik, tapi pengajaran agama nya sangat kompeten untuk dipahami..

==================================================================

Menjawab jargon: "LEBIH BAIK PEMIMPIN KAFIR NAMUN TIDAK KORUPSI, DARIPADA PEMIMPIN ISLAM NAMUN KORUPSI"

Itulah "jargon" yang selalu diangkat oleh non-muslim, anti-Islam, kaum liberal, golongan kiri dsb di Indonesia supaya umat Islam tidak memilih pemi
mpin-pemimpin dari agamanya sendiri.

Sebelum jargon ini diangkat tentu sudah di "blow-up" segala kasus-kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh Islam apalagi dari parpol Islam.

Walaupun banyak diantaranya skalanya sebetulnya tidak besar-besar amat, pasti berita kasus korupsi yang melibatkan tokoh Islam apalagi dari parpol Islam akan setiap hari di blow-up dan diulang-ulang di kompas, metro tv dan sejenisnya.

Sementara kasus-kasus korupsi yang banyak diantaranya skalanya "mega trilyunan" dan melibatkan orang-orang semacam:

Eddi Tansil, Hartati Murdaya (Ketua Walubi), Sjamsul Nursalim alias Liem Tek Siong, Sherny Konjongiang, David Nusa Wijaya, Samadikun Hartono, Maria Pauline, Hendra Rahardja alias Tan Tjoe Hing, Djoko Chandra alias Tjan Kok Hui, Dewi dan Anton Tantular, Sukanto Tanoto, Sengman Tjahja, Basuki, Elizabeth Liman, Yudi Setiawan, Artalyta Suryani alias Ayin dan sangat banyak lagi non-muslim lainnya beritanya selalu ditutup-tutupi, kalaupun "terpaksa" disiarkan beritanya sedikit saja alias dikecil-kecilkan.

Media sekuler melakukan semua ini tujuannya untuk menanamkan "imej" di kepala umat Islam bahwa...

"Kalau orang Islam itu pasti korupsi, tokoh Islam pasti korupsi, parpol Islam pasti korupsi. Maka itu pilihlah orang bukan Islam, tokoh agama lain yang bukan Islam, yang berasal dari parpol sekuler macam PDIP dsb". Padahal disitu (PDIP) aksi korupsinya justru terbukti yang paling dahsyat !!!

Kembali ke permasalahan: Mengapa Kita HARUS memilih pemimpin Muslim walaupun berakhlak kurang baik (bukan total tidak baik), dibandingkan memilih pemimpin non Muslim yg berakhlak lebih baik? (tolong fokus pada pertanyaan)

Jelas LEBIH BAIK dipimpin oleh Muslim walau akhlaknya kurang baik (BUKAN TIDAK BAIK YA, atau absolut tidak baik), mengapa? Karena...

Pemimpin muslim yang kurang berakhlak baik, pastinya (walaupun akhlaknya kurang baik) mereka dalam menentukan kebijakan pemerintahannya MASIH berpihak kepada Islam dan sesuai dgn ajaran Islam, kecuali kaum liberal.

Dan juga, setiap Muslim harus tahu bahwa

"Islam adalah agama Sempurna, tapi Muslim tidak selalu sempurna". Sekali lagi:

"ISLAM ADALAH AGAMA SEMPURNA, TAPI MUSLIM TIDAK SELALU SEMPURNA". Camkan ini!

Nah, kalau pemimpin yg non-Muslim (kafir), sebaik-baiknya akhlak pemimpin non-Muslim, pastinya mereka dalam menentukan kebijakan pemerintahannya TIDAK akan berpihak terhadap Islam. Contohnya? Banyak!

1. Pelarangan jilbab dengan alasan tidak seragamlah dan sejenisnya

2. Warung makan, diskotik dll tetap buka dan bebas dibulan Ramadhan

3. Acara televisi yg bebas, prostitusi dibiarkan, segala kemaksiatan dibiarkan

4. Malam takbiran dilarang, sementara pesta malam tahun baru diadakan dan difasilitasi besar-besaran

5. Bantuan untuk masjid, majelis ta'lim dan lembaga-lembaga Islam pasti dipangkas, bantuan untuk gereja dan lembaga-lembaga non-Islam dll diperbanyak

6. Pelarangan berdagang hewan kurban di masjid, sekolah dll. Tradisi Muslim yang selama ratusan tahun aman-aman saja di Jakarta, begitu Jakarta dipimpin oleh orang kafir walau belum dilantik saja dia sudah berani ngusik-ngusik.

7. Lurah-lurah muslim diganti non-muslim dengan kedok "lelang jabatan"

8. Kepala-kepala sekolah negeri yang muslim pelan-pelan digeser dan digantikan dengan non-muslim

9. Gereja-gereja liar makin dibiarkan, dan dipermudah izin-izin mendirikan gereja di perkampungan-perkampungan muslim walaupun menyalahi aturan, sementara masjid-masjid dirubuhkan

10. Busana muslim di sekolah-sekolah tiap hari jum'at tidak diperbolehkan.

Dan banyak lagi lainnya, yg jelas bertentangan dan mengganggu umat Islam.

Hal tersebut semua diatas Jelas dilakukan oleh non-Muslim, karena
bagi mereka hal tersebut tidak bertentangan dengan agama mereka, karena Hal tersebut TIDAKLAH mengganggu kepentingan mereka, intinya mereka tidak peduli dgn Islam. Dan inilah yg kita saksikan saat ini.

Kita semua harus paham, bahwa sebagian besar kaum non-muslim di
Indonesia, tidak mengingkan azas proporsionalitas terjaga. Yang mereka inginkan adalah dominasi atas mayoritas muslim di Indonesia. Tidak apa-apa secara populasi umat Islam mayoritas, yang penting arah dan kebijakan pemerintahan pro kepada golongan mereka, itulah target mereka.

Tidak ada pemimpin non-muslim (kafir) mau dan rela menerapkan kebijakan yg sesuai dgn Islam apalagi menguntungkan Islam. Jangankan skala negara, di perusahaan yg dipimpin non-Muslim pun selalu saja menerapkan kebijakan yg TIDAK berpihak kepada umat Islam.

Miras tentu dilarang oleh muslim , namun bagaimana dgn tanggapan pemimpin non-muslim? Mereka tidak peduli! Dgn entengnya mulut Mereka berkoar: "kalau gak suka ya gak usah minum". Kita ingat ucapan Ahok yang bilang oke-oke aja minum biar asal tidak sampai mabuk:

"Itu kan bukan miras (minuman keras), tapi kan bir. Ya tergantung berapa persen alkoholnya dong, kalau bir masih okelah," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (22/8/2013).

Ahok juga tidak mempermasalahkan minum bir, asal tidak mabok. "Saya kira kalau minum bir gak salah kok, asal gak mabok. Masalahnya kalau dicampur spiritus sama air kelapa, ya tewas," jelas Ahok.

Padahal hal-hal dan kebiasaan yg buruk bersifat menular!

Apa yg ada dibenak kafir (apalagi kafir harbi) bila melihat Masjid?. Tentunya ingin segera menggusurnya, dengan alasan-alasan yg mereka buat-buat sendiri, demi menekan umat Islam.

Pemimpin liberal pun tidak kalah berbahayanya dibandingkan pemimpin kafir, bahkan lebih berbahaya dibandingkan pemimpin kafir (non-muslim). Sebut saja contohnya:: pelarangan jilbab di kepolisian dan penyebaran kondom di masyarakat!

Jadi, dari sini kita berkesimpulan, pilihlah pemimpin Islam, carilah yg berakhlak yg TERBAIK dari banyaknya pemimpin yang Islam yang ada . INGAT "Islam adalah SEMPURNA, tapi Muslim TIDAK selalu sempurna!"

Sebaik-baiknya akhlak pemimpin Kafir TIDAK AKAN PERNAH mempedulikan Kaum Muslim. TIDAK akan membuat kebijakan yg baik untuk Islam. Dan apapun yg terjadi, pemimpin non-Muslim akan SELALU membuat hal-hal yg bertentangan dengan Islam. Dan lagi keunggulan Pemimpin Islam jauh lebih baik dibandingkan pemimpin non-Muslim di Indonesia.

Pemimpin Islam terbukti memberikan keleluasaan membangun tempat ibadah agama lain, memberikan hari-hari libur agama lain,dan banyak lainnya. Bagaimana dengan pemimpin non-Muslim seperti di Eropa? Jilbab saja dilarang di Prancis, dan banyak negara non-muslim lainnya.


================================================================

 

Wednesday, July 2, 2014

Renungan Tentang Khilafah Islam

Sangat patut untuk kita jadikan renungan.
Beberapa saat lalu 28 Rajab menjadi saat yang bersejarah bagi kaum Muslim. Pada tanggal itu tahun 1342 H menjadi waktu dihapuskannya institusi Islam yakni khilafah oleh Mustafa Kemal laknatullah. Ketiadaan khi
lafah mengakibatkan kemudharatan luar biasa bagi kaum Muslim di dunia. Umat Islam terpecah belah lebih dari 50 negara. Hukum Allah dicampakkan. Alquran hanya jadi pajangan. Umat kehilangan pimpinan. Jeritan kesakitan dan penderitaan tak ada lagi yang memperhatikan.

Padahal, ijmak sahabat menyebut, umat Islam tidak boleh kosong dari khilafah lebih dari tiga hari lamanya. Sekarang sudah berapa hari?

Jika Rasulullah hadir di hadapan kita, apa jawaban kita ketika beliau bertanya: “Mengapa kamu tidak menerapkan ajaran yang aku bawa?” Bukankah kita ini mengaku umat Rasulullah?

Sunday, June 22, 2014

Jokowi Tidak Menguasai Materi Debat Capres Ketiga Tentang Politik Internasional dan Ketahanan Nasional

Calon presiden bernomor urut dua Joko Widodo, sering terlihat gugup dalam setiap acara Debat Capres. Dalam Debat Capres ketiga di Holiday Inn, Jakarta, Ahad (222/6) malam, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Jokowi sedikitnya melakukan blunder sebanyak lima kali, sebagaimana dilansir Inilah.com.

Pertama saat ditanya Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto tentang Laut China Selatan, Jokowi menjawab Indonesia tidak punya kepentingan berarti di laut yang strategis itu. “Tadi saya kira pak Jokowi tidak mampu menjawab itu. Saya kira Jokowi tidak mengerti masalah itu,” kata wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon, Ahad (22/6) malam.

Hal senada diungkap politisi Akbar Tanjung dan mantan Ketua MK Mahfud MD.

“Ya maaf, mungkin Jokowi tidak begitu menguasai banyak isu nasional terkait persoalan luar negeri. Ketahanan misalnya. Soal Laut China Selatan dia tidak paham betul, padahal itu kan perebutan kepentingan beberapa negara (atas) sumber daya alam di situ,” kata Akbar usai menghadiri debat ketiga antar-kandidat capres, di Jakarta, Ahad (22/6) malam.

“Ditanya Laut China Selatan, karena dia tidak mengerti Laut China Selatan itu ada kasus apa, jawabannya nggak nyambung, malah umum sekali,” kata Mahfud MD usai menghadiri Debat Capres Ketiga di Sunter Jakarta Utara, Ahad (22/6) malam.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak ingin ikut campur menangani konflik Laut China Selatan. Jika terpilih sebagai presiden, Jokowi ingin Indonesia tidak terseret pusaran masalah internasioal tanpa memberikan solusi yang jelas.

Jokowi menyampaikan pandangannya itu sebagai jawaban atas lontaran pertanyaan dari Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia tidak terlibat dalam ketegangan antar-negara-negara ASEAN terkait kawasan perairan tersebut.

“Itu urusan negara lain dan negara lain. Tapi kalau kita berperan, juga lebih baik. Tapi kalau kita tidak punya solusi yang benar, proses diplomasi yang kita lakukan tidak bermanfaat, untuk apa kita lakukan?” papar Jokowi.

Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo sempat berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut. Namun, Jokowi tetap menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur terlalu dalam pada masalah itu. “Setahu saya, dalam konflik Tiongkok itu, kita sama sekali tidak punya konflik,” ujar Jokowi yang memilih kata ‘Tiongkok’, bukan China, saat merespon klarifikasi dari Prabowo.

Blunder kedua Jokowi mengenai pertahanan dan ketahanan. Jokowi mengatakan ketahanan dan pertahanan adalah untuk merekrut TNI.

“Ketahanan itu seperti sumber daya air, alam, sedangkan pertahanan itu urusan TNI,” kata Mahfud MD dalam kesempatan yang sama.

Ketiga, Jokowi melakukan blunder tentang penjualan aset Indosat, oleh Megawati Soekarnoputri. Jokowi mengatakan, penjualan aset Indosat karena terjadi krisis, sedangkan krisis saat itu sudah berlalu. Seperti disampaikan Akbar Tandjung, yang dinilai ada kepentingan dan bukan karena ada krisis, karena penjualan Indosat terjadi pada tahun 2001-2002. Sedangkan krisis di Indonesia terjadi pada tahun 1998.

“Jadi sebetulnya nggak relevan krisis alasan utama, karena di balik itu ada kepentingan kan. Jual beli bukan karena dia bayangkan karena ada krisis 98-99, peristiwanya (penjualan Indosat) 2002, Megawati (tahun) 2002,” kata Akbar Tanjung.

Kemudian blunder keempat, soal kemerdekaan Palestina, kemerdekaan Palestina bukanlah program seorang capres, tetapi amanat konstitusi, seperti halnya disampaikan Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta.

“Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,” ungkapnya.

Dan blunder kelima Jokowi adalah perihal Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI seperti Tank Leopard dan Anoa. Menurutnya Leopard tidak cocok untuk Indonesia.

“Menurut saya Leopard penting, mengingat wilayah Indonesia yang besar, dalam menjaga pertahanan. Kan itu sudah dikaji oleh pakar-pakarnya. Vietnam saja pada perang terakhir, menggunakan Leopard dari Vietnam. Bukan hanya tank, kita juga perlu jet tempur, helikopter dan kapal selam,” jelas Prabowo dalam debatnya.

Sumber : here
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa kali bakal calon presiden (capres) nomor urut satu, Prabowo Subianto tampak mengamini apa yang diucapkan pesaingnya yang merupakan capres nomor urut dua Joko Widodo dalam Debat Capres putaran ketiga yang dihelat di Jakarta, Ahad (22/6) malam.
“Pak Prabowo selalu mengamini pernyataan dari siapapun sepanjang itu rasional dan sesuai dengan pendapatnya,” kata anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Romahurmuziy usai acara Debat Capres.
Menurut pria yang akrab disapa Romi ini sikap yang ditunjukkan Prabowo tersebut menunjukkan kekesatriaannya dalam memberikan pendapat di setiap persoalan. Selain itu, lanjut Romi, Prabowo selalu melakukan penajaman pendapat manakala ada kesetujuan atau persetujuan terhadap pendapat yang disampaikan Jokowi.
“Sehingga bisa dikatakan sekali lagi bahwa, pertahanan nasional, politik internasional adalah makanan sehari-hari Prabowo Subianto,” ujar Romi.
Dalam enam segmen selama berlangsungnya Debat Capres putaran ketiga yang mengusung tema 'Politik Internasional dan Ketahanan Nasional', Prabowo terlihat mendominasi. Sebaliknya, kata Romi, sangat terbaca sekali keterbatasan perbendaharaan kata dan perbendaharaan situasi yang dikuasai oleh Jokowi.
"Apalagi ketika berbicara soal memodernisasi profil angkatan bersenjata, sama sekali tidak terjawab pertanyaan itu,” ujar Romi. Pun, terkait konflik yang terjadi tentang klaim di Laut Cina Selatan. Sangat terlihat, pada titik tersebut, Jokowi belum membaca atau mengetahui persoalannya.
“Padahal jelas-jelas bahwa Indonesia merupakan salah satu wilayah negara yang salah satu perbatasannya di klaim. Bagaimana mungkin Pak Jokowi mengatakan kita tidak terlibat sama sekali,” kata Romi.

Sumber : here

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada berita ngelesnya nih. Baru nemu. Dari media yang jelas-jelas mendukung Jokowi

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan puas dalam debat calon presiden ketiga. Karena dia dapat membuktikan bahwa dugaan dirinya tidak mengerti tentang politik luar negeri dan ketahanan nasional.

"Puas, katanya saya enggak ngerti soal ini itu tapi ngerti juga. Ditanya drones juga ngerti," jelasnya usai debat capres ketiga di Hotel Holiday Iin, Jakarta Utara, Minggu (22/6).

Jokowi mengungkapkan, apa yang disampaikannya sudah dipikirkan masak-masak bersama tim pemenangannya. Namun sayangnya waktu yang diberikan pihak panitia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) terlalu singkat. Sehingga dia tidak dapat menjelaskan secara jelas.

"Apa yang sudah kita rancang yaitu yang saya sampaikan hanya waktunya dua tiga menit, mepet sekali. Sehingga tidak bisa menjelaskan secara detail. Tidak bisa menjelaskan secara jelas, karena waktunya mepet. Mungkin itulah keterbatasannya," tutupnya.

Sumber : here

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Maaf ya pak jokowi, anda memang terlihat kurang meyakinkan debat capres kemarin. Gaya dan cara bicara anda yang tidak faham materi itu terlihat jelas di debat kemarin. 
Ya sebenarnya gw share berita ini karena memang terlihat aneh debat capres kemarin, terutama dari jawaban beliau. Salah satu yang sedikit menyita perhatian gw saat ia membawa nama megawati di debat capres kemarin.
Dan Palestina? Menjadi anggota PBB? Haha, ini lawakan paling gila. Memang Indonesia punya peran besar di PBB? Oh ya, partai banteng anda bukannya menolak penutupan dolly? dan sekarnag bawa-bawa nama Palestina? Mungkin maksudnya mendukung Israel semakin mendominasi Palestina, wah tim sukses anda benar-benar hebat pak.
Yang menanyakan apa hubungan antara partai banteng dan pak jokowi? yang berpendapat jokowi ya jokowi, banteng ya banteng, itu adalah pendapat bodoh dan tolol yang pernah saya dengar. Tim sukses beliau (pak jokowi) dari banteng. Tentunya pendapat-pendapat banteng banyak menjadi masukan lah. Jangan idiot begitu, saya lelah. Maaf agak keras dalam isi tulisan saya. Tapi jujur aja, jika membawa isu palestina untuk menarik simpati kaum muslim, itu bullshit. Partai Banteng bahkan mengatakan munasharah (kampanye) Palestina adalah ancaman negara.
Gagal Paham dah..

Sama tolong ya pak jokowi, banyak lho penonton anda yang berasal dari rakyat. DAN NGGAK SEMUA RAKYAT NGERTI SAMA SINGKATAN-SINGKATAN YANG SERING ANDA UCAPKAN, contohnya gw. Dari debat ke dua (yang gw tonton, nggak tau de debat pertama), banyak sekali singkatan yang diucapkan sama bapak calon kita ini. Agar kelihatan intelek? Ingin menjebak calon saingan anda bapak prabowo? Jujur aja gw yang berpendidikan aja nggak tau makna singkatan dari yang banyak anda ucapkan, apalagi penonton dan rakyat biasa yang kurang pendidikannya?
Ah sudahlah..

Maaf saya tidak include berita metro TV, karena itu jelas media mainstream yang fanatik abis sama bapak calon presiden kita ini. Contohnya berita ini : here .Yang tidak tau konflik china selatan, anda dapat search langsung di google atau dengarkan pernyataan saya

China mengklaim semua yang ada dikawasan laut china selatan, adalah milik mereka. Termasuk pulau-pulau, kekayaan laut yang ada dibatas teritorial Filipina,Vietnam dan Indonesia. Pulau Natuna ini adalah milik Indonesia tapi China mengklaim itu adalah milik mereka. Nah, salah jika bapak jokowi mengatakan kalau itu bukan urusan kita, Dan kita tidak memiliki peran atas konflik itu. Perlu diketahui bahwa, Kepulauan Natuna memiliki cadangan gas alam terbesar di kawasan Asia Pasifik. Di dalam perut buminya juga bergelimang minyak. Tak hanya itu, di kepulauan yang terletak di teras depan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini menghampar aneka jenis terumbu karang yang sangat memukau.Dimana kita bisa menemukan berbagai material tambang seperti gas alam, minyak bumi, dan pasir kuarsa dalam jumlah besar? Jawabnya, Kepulauan Natuna. Kekayaan mineral tambang tersebut bukan hanya lerhampai di darat, tetapi juga tersebar bertaburan di bawah dasar laut. Nah, itulah kenapa China begitu bernafsu mengklaim pulau Natuna, dan negara asing pun mengincar pulau kecil ini. Pak jokowi BLUNDER HABIS kalau mengatakan itu bukan urusan kita. Tak heran pak Prabowo menggeleng tadi saat mendengar penjelasan beliau.

Lucunya bapak kita ini. Lucu sampai gw nangis. Kok bisa ya, dipuja-puja sama pendukung fanatik nya. Mual gw pengen muntah

Dah tulisan kali ini akan gw tutup dengan kata-kata :
"Semoga anda (Pak Jokowi) tetap menjadi Gubernur Jakarta dan selamanya menjadi calon presiden"
Calon presiden bernomor urut dua Joko Widodo, sering terlihat gugup dalam setiap acara Debat Capres. Dalam Debat Capres ketiga di Holiday Inn, Jakarta, Ahad (222/6) malam, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Jokowi sedikitnya melakukan blunder sebanyak lima kali, sebagaimana dilansir Inilah.com.
Pertama saat ditanya Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto tentang Laut China Selatan, Jokowi menjawab Indonesia tidak punya kepentingan berarti di laut yang strategis itu. “Tadi saya kira pak Jokowi tidak mampu menjawab itu. Saya kira Jokowi tidak mengerti masalah itu,” kata wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon, Ahad (22/6) malam.
Hal senada diungkap politisi Akbar Tanjung dan mantan Ketua MK Mahfud MD.
“Ya maaf, mungkin Jokowi tidak begitu menguasai banyak isu nasional terkait persoalan luar negeri. Ketahanan misalnya. Soal Laut China Selatan dia tidak paham betul, padahal itu kan perebutan kepentingan beberapa negara (atas) sumber daya alam di situ,” kata Akbar usai menghadiri debat ketiga antar-kandidat capres, di Jakarta, Ahad (22/6) malam.
“Ditanya Laut China Selatan, karena dia tidak mengerti Laut China Selatan itu ada kasus apa, jawabannya nggak nyambung, malah umum sekali,” kata Mahfud MD usai menghadiri Debat Capres Ketiga di Sunter Jakarta Utara, Ahad (22/6) malam.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak ingin ikut campur menangani konflik Laut China Selatan. Jika terpilih sebagai presiden, Jokowi ingin Indonesia tidak terseret pusaran masalah internasioal tanpa memberikan solusi yang jelas.
Jokowi menyampaikan pandangannya itu sebagai jawaban atas lontaran pertanyaan dari Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia tidak terlibat dalam ketegangan antar-negara-negara ASEAN terkait kawasan perairan tersebut.
“Itu urusan negara lain dan negara lain. Tapi kalau kita berperan, juga lebih baik. Tapi kalau kita tidak punya solusi yang benar, proses diplomasi yang kita lakukan tidak bermanfaat, untuk apa kita lakukan?” papar Jokowi.
Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo sempat berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut. Namun, Jokowi tetap menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur terlalu dalam pada masalah itu. “Setahu saya, dalam konflik Tiongkok itu, kita sama sekali tidak punya konflik,” ujar Jokowi yang memilih kata ‘Tiongkok’, bukan China, saat merespon klarifikasi dari Prabowo.
Blunder kedua Jokowi mengenai pertahanan dan ketahanan. Jokowi mengatakan ketahanan dan pertahanan adalah untuk merekrut TNI.
“Ketahanan itu seperti sumber daya air, alam, sedangkan pertahanan itu urusan TNI,” kata Mahfud MD dalam kesempatan yang sama.
Ketiga, Jokowi melakukan blunder tentang penjualan aset Indosat, oleh Megawati Soekarnoputri. Jokowi mengatakan, penjualan aset Indosat karena terjadi krisis, sedangkan krisis saat itu sudah berlalu. Seperti disampaikan Akbar Tandjung, yang dinilai ada kepentingan dan bukan karena ada krisis, karena penjualan Indosat terjadi pada tahun 2001-2002. Sedangkan krisis di Indonesia terjadi pada tahun 1998.
“Jadi sebetulnya nggak relevan krisis alasan utama, karena di balik itu ada kepentingan kan. Jual beli bukan karena dia bayangkan karena ada krisis 98-99, peristiwanya (penjualan Indosat) 2002, Megawati (tahun) 2002,” kata Akbar Tanjung.
Kemudian blunder keempat, soal kemerdekaan Palestina, kemerdekaan Palestina bukanlah program seorang capres, tetapi amanat konstitusi, seperti halnya disampaikan Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta.
“Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,” ungkapnya.
Dan blunder kelima Jokowi adalah perihal Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI seperti Tank Leopard dan Anoa. Menurutnya Leopard tidak cocok untuk Indonesia.
“Menurut saya Leopard penting, mengingat wilayah Indonesia yang besar, dalam menjaga pertahanan. Kan itu sudah dikaji oleh pakar-pakarnya. Vietnam saja pada perang terakhir, menggunakan Leopard dari Vietnam. Bukan hanya tank, kita juga perlu jet tempur, helikopter dan kapal selam,” jelas Prabowo dalam debatnya.
- See more at: http://salam-online.com/2014/06/lima-blunder-jokowi-di-debat-capres-ketiga.html#sthash.qW1FknO3.PztvE506.dpuf
Calon presiden bernomor urut dua Joko Widodo, sering terlihat gugup dalam setiap acara Debat Capres. Dalam Debat Capres ketiga di Holiday Inn, Jakarta, Ahad (222/6) malam, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Jokowi sedikitnya melakukan blunder sebanyak lima kali, sebagaimana dilansir Inilah.com.
Pertama saat ditanya Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto tentang Laut China Selatan, Jokowi menjawab Indonesia tidak punya kepentingan berarti di laut yang strategis itu. “Tadi saya kira pak Jokowi tidak mampu menjawab itu. Saya kira Jokowi tidak mengerti masalah itu,” kata wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon, Ahad (22/6) malam.
Hal senada diungkap politisi Akbar Tanjung dan mantan Ketua MK Mahfud MD.
“Ya maaf, mungkin Jokowi tidak begitu menguasai banyak isu nasional terkait persoalan luar negeri. Ketahanan misalnya. Soal Laut China Selatan dia tidak paham betul, padahal itu kan perebutan kepentingan beberapa negara (atas) sumber daya alam di situ,” kata Akbar usai menghadiri debat ketiga antar-kandidat capres, di Jakarta, Ahad (22/6) malam.
“Ditanya Laut China Selatan, karena dia tidak mengerti Laut China Selatan itu ada kasus apa, jawabannya nggak nyambung, malah umum sekali,” kata Mahfud MD usai menghadiri Debat Capres Ketiga di Sunter Jakarta Utara, Ahad (22/6) malam.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak ingin ikut campur menangani konflik Laut China Selatan. Jika terpilih sebagai presiden, Jokowi ingin Indonesia tidak terseret pusaran masalah internasioal tanpa memberikan solusi yang jelas.
Jokowi menyampaikan pandangannya itu sebagai jawaban atas lontaran pertanyaan dari Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia tidak terlibat dalam ketegangan antar-negara-negara ASEAN terkait kawasan perairan tersebut.
“Itu urusan negara lain dan negara lain. Tapi kalau kita berperan, juga lebih baik. Tapi kalau kita tidak punya solusi yang benar, proses diplomasi yang kita lakukan tidak bermanfaat, untuk apa kita lakukan?” papar Jokowi.
Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo sempat berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut. Namun, Jokowi tetap menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur terlalu dalam pada masalah itu. “Setahu saya, dalam konflik Tiongkok itu, kita sama sekali tidak punya konflik,” ujar Jokowi yang memilih kata ‘Tiongkok’, bukan China, saat merespon klarifikasi dari Prabowo.
Blunder kedua Jokowi mengenai pertahanan dan ketahanan. Jokowi mengatakan ketahanan dan pertahanan adalah untuk merekrut TNI.
“Ketahanan itu seperti sumber daya air, alam, sedangkan pertahanan itu urusan TNI,” kata Mahfud MD dalam kesempatan yang sama.
Ketiga, Jokowi melakukan blunder tentang penjualan aset Indosat, oleh Megawati Soekarnoputri. Jokowi mengatakan, penjualan aset Indosat karena terjadi krisis, sedangkan krisis saat itu sudah berlalu. Seperti disampaikan Akbar Tandjung, yang dinilai ada kepentingan dan bukan karena ada krisis, karena penjualan Indosat terjadi pada tahun 2001-2002. Sedangkan krisis di Indonesia terjadi pada tahun 1998.
“Jadi sebetulnya nggak relevan krisis alasan utama, karena di balik itu ada kepentingan kan. Jual beli bukan karena dia bayangkan karena ada krisis 98-99, peristiwanya (penjualan Indosat) 2002, Megawati (tahun) 2002,” kata Akbar Tanjung.
Kemudian blunder keempat, soal kemerdekaan Palestina, kemerdekaan Palestina bukanlah program seorang capres, tetapi amanat konstitusi, seperti halnya disampaikan Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta.
“Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,” ungkapnya.
Dan blunder kelima Jokowi adalah perihal Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI seperti Tank Leopard dan Anoa. Menurutnya Leopard tidak cocok untuk Indonesia.
“Menurut saya Leopard penting, mengingat wilayah Indonesia yang besar, dalam menjaga pertahanan. Kan itu sudah dikaji oleh pakar-pakarnya. Vietnam saja pada perang terakhir, menggunakan Leopard dari Vietnam. Bukan hanya tank, kita juga perlu jet tempur, helikopter dan kapal selam,” jelas Prabowo dalam debatnya.
- See more at: http://salam-online.com/2014/06/lima-blunder-jokowi-di-debat-capres-ketiga.html#sthash.qW1FknO3.PztvE506.dpuf
Calon presiden bernomor urut dua Joko Widodo, sering terlihat gugup dalam setiap acara Debat Capres. Dalam Debat Capres ketiga di Holiday Inn, Jakarta, Ahad (222/6) malam, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Jokowi sedikitnya melakukan blunder sebanyak lima kali, sebagaimana dilansir Inilah.com.
Pertama saat ditanya Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto tentang Laut China Selatan, Jokowi menjawab Indonesia tidak punya kepentingan berarti di laut yang strategis itu. “Tadi saya kira pak Jokowi tidak mampu menjawab itu. Saya kira Jokowi tidak mengerti masalah itu,” kata wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon, Ahad (22/6) malam.
Hal senada diungkap politisi Akbar Tanjung dan mantan Ketua MK Mahfud MD.
“Ya maaf, mungkin Jokowi tidak begitu menguasai banyak isu nasional terkait persoalan luar negeri. Ketahanan misalnya. Soal Laut China Selatan dia tidak paham betul, padahal itu kan perebutan kepentingan beberapa negara (atas) sumber daya alam di situ,” kata Akbar usai menghadiri debat ketiga antar-kandidat capres, di Jakarta, Ahad (22/6) malam.
“Ditanya Laut China Selatan, karena dia tidak mengerti Laut China Selatan itu ada kasus apa, jawabannya nggak nyambung, malah umum sekali,” kata Mahfud MD usai menghadiri Debat Capres Ketiga di Sunter Jakarta Utara, Ahad (22/6) malam.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak ingin ikut campur menangani konflik Laut China Selatan. Jika terpilih sebagai presiden, Jokowi ingin Indonesia tidak terseret pusaran masalah internasioal tanpa memberikan solusi yang jelas.
Jokowi menyampaikan pandangannya itu sebagai jawaban atas lontaran pertanyaan dari Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia tidak terlibat dalam ketegangan antar-negara-negara ASEAN terkait kawasan perairan tersebut.
“Itu urusan negara lain dan negara lain. Tapi kalau kita berperan, juga lebih baik. Tapi kalau kita tidak punya solusi yang benar, proses diplomasi yang kita lakukan tidak bermanfaat, untuk apa kita lakukan?” papar Jokowi.
Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo sempat berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut. Namun, Jokowi tetap menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur terlalu dalam pada masalah itu. “Setahu saya, dalam konflik Tiongkok itu, kita sama sekali tidak punya konflik,” ujar Jokowi yang memilih kata ‘Tiongkok’, bukan China, saat merespon klarifikasi dari Prabowo.
Blunder kedua Jokowi mengenai pertahanan dan ketahanan. Jokowi mengatakan ketahanan dan pertahanan adalah untuk merekrut TNI.
“Ketahanan itu seperti sumber daya air, alam, sedangkan pertahanan itu urusan TNI,” kata Mahfud MD dalam kesempatan yang sama.
Ketiga, Jokowi melakukan blunder tentang penjualan aset Indosat, oleh Megawati Soekarnoputri. Jokowi mengatakan, penjualan aset Indosat karena terjadi krisis, sedangkan krisis saat itu sudah berlalu. Seperti disampaikan Akbar Tandjung, yang dinilai ada kepentingan dan bukan karena ada krisis, karena penjualan Indosat terjadi pada tahun 2001-2002. Sedangkan krisis di Indonesia terjadi pada tahun 1998.
“Jadi sebetulnya nggak relevan krisis alasan utama, karena di balik itu ada kepentingan kan. Jual beli bukan karena dia bayangkan karena ada krisis 98-99, peristiwanya (penjualan Indosat) 2002, Megawati (tahun) 2002,” kata Akbar Tanjung.
Kemudian blunder keempat, soal kemerdekaan Palestina, kemerdekaan Palestina bukanlah program seorang capres, tetapi amanat konstitusi, seperti halnya disampaikan Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta.
“Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,” ungkapnya.
Dan blunder kelima Jokowi adalah perihal Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI seperti Tank Leopard dan Anoa. Menurutnya Leopard tidak cocok untuk Indonesia.
“Menurut saya Leopard penting, mengingat wilayah Indonesia yang besar, dalam menjaga pertahanan. Kan itu sudah dikaji oleh pakar-pakarnya. Vietnam saja pada perang terakhir, menggunakan Leopard dari Vietnam. Bukan hanya tank, kita juga perlu jet tempur, helikopter dan kapal selam,” jelas Prabowo dalam debatnya.
- See more at: http://salam-online.com/2014/06/lima-blunder-jokowi-di-debat-capres-ketiga.html#sthash.qW1FknO3.PztvE506.dpuf
Calon presiden bernomor urut dua Joko Widodo, sering terlihat gugup dalam setiap acara Debat Capres. Dalam Debat Capres ketiga di Holiday Inn, Jakarta, Ahad (222/6) malam, dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, Jokowi sedikitnya melakukan blunder sebanyak lima kali, sebagaimana dilansir Inilah.com.
Pertama saat ditanya Capres nomor urut 1 Prabowo Subianto tentang Laut China Selatan, Jokowi menjawab Indonesia tidak punya kepentingan berarti di laut yang strategis itu. “Tadi saya kira pak Jokowi tidak mampu menjawab itu. Saya kira Jokowi tidak mengerti masalah itu,” kata wakil ketua umum Gerindra Fadli Zon, Ahad (22/6) malam.
Hal senada diungkap politisi Akbar Tanjung dan mantan Ketua MK Mahfud MD.
“Ya maaf, mungkin Jokowi tidak begitu menguasai banyak isu nasional terkait persoalan luar negeri. Ketahanan misalnya. Soal Laut China Selatan dia tidak paham betul, padahal itu kan perebutan kepentingan beberapa negara (atas) sumber daya alam di situ,” kata Akbar usai menghadiri debat ketiga antar-kandidat capres, di Jakarta, Ahad (22/6) malam.
“Ditanya Laut China Selatan, karena dia tidak mengerti Laut China Selatan itu ada kasus apa, jawabannya nggak nyambung, malah umum sekali,” kata Mahfud MD usai menghadiri Debat Capres Ketiga di Sunter Jakarta Utara, Ahad (22/6) malam.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan tidak ingin ikut campur menangani konflik Laut China Selatan. Jika terpilih sebagai presiden, Jokowi ingin Indonesia tidak terseret pusaran masalah internasioal tanpa memberikan solusi yang jelas.
Jokowi menyampaikan pandangannya itu sebagai jawaban atas lontaran pertanyaan dari Prabowo. Menurut Jokowi, Indonesia tidak terlibat dalam ketegangan antar-negara-negara ASEAN terkait kawasan perairan tersebut.
“Itu urusan negara lain dan negara lain. Tapi kalau kita berperan, juga lebih baik. Tapi kalau kita tidak punya solusi yang benar, proses diplomasi yang kita lakukan tidak bermanfaat, untuk apa kita lakukan?” papar Jokowi.
Mendengar jawaban Jokowi, Prabowo sempat berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut. Namun, Jokowi tetap menyatakan Indonesia tidak perlu ikut campur terlalu dalam pada masalah itu. “Setahu saya, dalam konflik Tiongkok itu, kita sama sekali tidak punya konflik,” ujar Jokowi yang memilih kata ‘Tiongkok’, bukan China, saat merespon klarifikasi dari Prabowo.
Blunder kedua Jokowi mengenai pertahanan dan ketahanan. Jokowi mengatakan ketahanan dan pertahanan adalah untuk merekrut TNI.
“Ketahanan itu seperti sumber daya air, alam, sedangkan pertahanan itu urusan TNI,” kata Mahfud MD dalam kesempatan yang sama.
Ketiga, Jokowi melakukan blunder tentang penjualan aset Indosat, oleh Megawati Soekarnoputri. Jokowi mengatakan, penjualan aset Indosat karena terjadi krisis, sedangkan krisis saat itu sudah berlalu. Seperti disampaikan Akbar Tandjung, yang dinilai ada kepentingan dan bukan karena ada krisis, karena penjualan Indosat terjadi pada tahun 2001-2002. Sedangkan krisis di Indonesia terjadi pada tahun 1998.
“Jadi sebetulnya nggak relevan krisis alasan utama, karena di balik itu ada kepentingan kan. Jual beli bukan karena dia bayangkan karena ada krisis 98-99, peristiwanya (penjualan Indosat) 2002, Megawati (tahun) 2002,” kata Akbar Tanjung.
Kemudian blunder keempat, soal kemerdekaan Palestina, kemerdekaan Palestina bukanlah program seorang capres, tetapi amanat konstitusi, seperti halnya disampaikan Presiden Partai Kesejahteraan Sosial (PKS) Anis Matta.
“Membantu kemerdekaan Palestina itu adalah tugas konstitusi kita, bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,” ungkapnya.
Dan blunder kelima Jokowi adalah perihal Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) TNI seperti Tank Leopard dan Anoa. Menurutnya Leopard tidak cocok untuk Indonesia.
“Menurut saya Leopard penting, mengingat wilayah Indonesia yang besar, dalam menjaga pertahanan. Kan itu sudah dikaji oleh pakar-pakarnya. Vietnam saja pada perang terakhir, menggunakan Leopard dari Vietnam. Bukan hanya tank, kita juga perlu jet tempur, helikopter dan kapal selam,” jelas Prabowo dalam debatnya.
- See more at: http://salam-online.com/2014/06/lima-blunder-jokowi-di-debat-capres-ketiga.html#sthash.qW1FknO3.PztvE506.dpuf

Thursday, June 12, 2014

Kata Ulama Mengenai Jokowi dan PDIP



Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Islamiyah K.H.Tengku Zulkarnaen mengaku sangat kecewa dengan umat Islam yang memilih PDIP !!! .

“Saya sangat kecewa dgn ketidaktahuan masyarakat kita yang memilih PDIP dalam pemilu kemarin.

PDIP itu partai yang anti Islam.

“Semua RUU yang kita ajukan ke DPR dan berbau Islam, pasti PDIP menolak. UU Pendidikan mereka walk out, UU Bank Syariah,UU Ekonomi Syariah mereka tidak setuju, UU Pornografi juga mereka tidak setuju.

Nah sekarang UU Jaminan Produk Halal untuk makanan dan obat-obatan mereka juga tidak setuju.”.

ini Partai Anti Islam !!!. Kenapa banyak Umat Islam yang tidak tahu?.

Kita semua harus ngomong,” jelas beliau.!

MUI yg memberi catatan utk PDIP, dg maksud utk mberi info kaitannya dgn Pilpres...

Jokowi yg mengusung PDIP, ada agenda di balik itu tentunya...

Ideologiny Sosialis, sangat tdk menguntungkan buat ummat Islam di Indonesia, bahkan sempat ada wacana kalau Jokowi jadi Presiden, Menteri Agamanya Jalaludin Rahmat, tokoh besar Syi'ah yg sekarang juga sdh masuk Parlemen.

Jika berkenan, mohon untuk keluarga kita diarahakn untuk tidak salah memilih pemimpin/Presiden sejak sekarang.

Memang diantara kedua calon belum ada yg ideal, yg membawa aspirasi ummat Islam dg total, tp paling tidak kita bisa memilih yg lebih berpihak kepada ummat Islam.

Kita bisa bayangkan jika Syi'ah mendapat tempat di Indonesia, umat Islam akan terpecah belah. Sebabnya MUI sdh memfatwakan bahwa Syi'ah itu sesat.

Kalau kita/umat Islam memilih Golput justru menguntungkann pihak PDI/Jokowi utk berkuasa, krn tdk dapat mengimbangi suara mereka, suka tidak suka, umat Islam baik yg Golput maupun yg memilih tetap dipimpin Sosialis.

Teruskan pesan ini ke sesama muslim.

Semua untuk INDONESIA MENJADI LEBIH BAIK.
***

Ya Allah, jangan biarkan NKRI jatuh ke tangan pemimpin yang tak amanah...

Hanya kepada-Mu kami bermunajat, mengemis untuk ummat Islam NKRI...

Kabulkanlah do'a kami ya Rabb


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena sebenarnya bukan dari sisi jokowi yang saya tidak suka, namun saya benci dengan partai di belakangnya. Yang banyak korupsi, banyak kebijakan yang bertentangan dengan Islam, dan sayangnya, masih banyak orang bodoh yang menutup mata terhadap fakta yang ada.
Entah karena kurangnya informasi, atau termakan oleh media-media sekuler.

Semoga bapak Jokowi tetap  menjadi gubernur Jakarta dan bapak Prabowo menjadi presiden Indonesia.

Ada sebuah gambar yang mencengangkan memang. Dan untuk validasitas nya silahkan anda cari di google karena banyak yang menyatakan seperti itu