Showing posts with label dakwah. Show all posts
Showing posts with label dakwah. Show all posts

Tuesday, October 7, 2014

Beginilah Ukhuwah diajarkan Shahabat :)

Beginilah Ukhuwah itu diajarkan sahabat...!
Suatu hari Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya para sahabat sedang asyik berdiskusi sesuatu. Di kejauhan datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka
Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata,
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!" "Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini!".
Umar segera bangkit dan berkata, "Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka wahai anak muda?"
Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata, "Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.
Pemuda lusuh itu memulai ceritanya,
"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku, kuikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia. Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera kucabut pedangku dan kubunuh ia. Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."
"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.
"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.
Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.
"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat', ujarnya.
"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat atas kematian ayahmu", lanjut Umar.
"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala, "kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".
Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur dan bertanggung jawab.
Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata,"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah" ujarnya dengan tegas,
"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".
"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda.
"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?" tanya Umar.
"Sayangnya tidak ada Amirul Mukminin, bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggungjawaban kaumku bersamaku?" pemuda lusuh balik bertanya.
"Baik, aku akan meberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.
"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.
Tiba-tiba dari belakang hadirin terdengar suara lantang, "Jadikan aku penjaminnya wahai Amirul Mukminin".
Ternyata Salman al Farisi yang berkata..
"Salman?" hardik Umar marah, "Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".
"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, ya Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.
Akhirnya dengan berat hati Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh.
Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.
Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua.
Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.
Hari ketiga pun tiba. Orang-
orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan
mereka mulai mengkhawatirkan
nasib Salman. Salah satu sahabat
Rasulullah saw yang paling utama.
Matahari hampir tenggelam, hari
mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu
kedatangan si pemuda lusuh. Umar
berjalan mondar-mandir
menunjukkan kegelisahannya.
Kedua pemuda yang menjadi
penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh. Akhirnya tiba waktunya
penqishashan, Salman dengan
tenang dan penuh ketawakkalan
berjalan menuju tempat eksekusi.
Hadirin mulai terisak, orang hebat
seperti Salman akan dikorbankan. Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok
bayangan berlari terseok-seok,
jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu
bangkit kembali. ”Itu dia!”
teriak Umar, “Dia datang
menepati janjinya!”.
Dengan tubuh bersimbah peluh dan
nafas tersengal-sengal, si pemuda
itu ambruk di pengkuan Umar.
”Hh..hh.. maafkan.. maafkan..
aku..” ujarnya dengan susah
payah, “Tak kukira.. urusan kaumku.. menyita..banyak..
waktu..”. ”Kupacu..
tungganganku.. tanpa henti,
hingga.. ia sekarat di gurun..
terpaksa.. kutinggalkan.. lalu aku
berlari dari sana..” ”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya
dan memberinya minum,
“Mengapa kau susah payah
kembali? Padahal kau bisa saja
kabur dan menghilang?” ”Agar..
jangan sampai ada yang mengatakan.. di kalangan
Muslimin.. tak ada lagi ksatria..
tepat janji..” jawab si pemuda
lusuh sambil tersenyum.
Mata Umar berkaca-kaca, sambil
menahan haru, lalu ia bertanya, “Lalu kau Salman, mengapa mau-
maunya kau menjamin orang yang
baru saja kau kenal? ”Agar
jangan sampai dikatakan, di
kalangan Muslimin, tidak ada lagi
rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”,
Salman menjawab dengan mantap.
Hadirin mulai banyak yang
menahan tangis haru dengan
kejadian itu.
”Allahu Akbar!”
tiba-tiba kedua pemuda penggugat
berteriak,
“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah
memaafkan saudara kami itu”.
Semua orang tersentak kaget.
“Kalian..” ujar Umar, “Apa
maksudnya ini? Mengapa
kalian..?” Umar semakin haru.
”Agar jangan sampai dikatakan,
di kalangan Muslimin tidak ada lagi
orang yang mau memberi maaf
dan sayang kepada saudaranya”
ujar kedua pemuda membahana.
”Allahu Akbar!” teriak hadirin.
Pecahlah tangis bahagia, haru dan
bangga oleh semua orang.
Begitupun kita disini, di saat ini..
sambil menyisipkan sebersit rasa
iri karena tak bisa merasakannya
langsung bersama saudara- saudara kita pada saat itu..
“Allahu Akbar…”

Antum Sudahkan punya Binaan?

Antum, sudahkah punya binaan?
...
Sejatinya kekaderan seseorang tdk diukur dari seberapa reaktif ia melakukan pembelaan ketika kafilah dakwah dikritik di media sosial,
Atau seberapa ia membuat isu2 politis di dunia maya,
Kader dakwah sejatinya adalah mereka yg memiliki binaan. Yg tanpa lelah meluangkan waktu utk mengisi halaqah. Membangun umat, mempersiapkan generasi baru utk melanjutkan biduk dakwah di masa depan. Krn dakwah membutuhkan penerus di dunia nyata, bukan sekadar maya.
Benarlah yg dikatakan Syaikh Ahamd Qadiri al-'Ahdal: innal akhi shadiq laa budda an yakuuna murabbiyan., "Seorang al-akh yg benar, tidak bisa tidak, ia harus mjd Murabbi"
Seandainya setiap ikhwah cukup membina satu orang pertahun, semestinya jumlah kader dakwah bertambah 500% pada tiap hajat 5 tahunan.
Namun senyatanya tidak. Ini artinya banyak ikhwah yg melabeli dirinya dengan identitas 'kader', namun tak mampu merekrut kader baru meski hanya 1 orang pertahun.
Banyak yg merasa sudah "benar2 kader", hanya krn sudah merasa melakukan pembelaan atas setiap kritik atau pandangan berbeda thd kafilah dakwah di sosial media, bahkan tak jarang meragukan kekaderan orang lain yg tak lakukan pembelaan serupa. Padahal orang lain itu sdh mencetak banyak kader baru.
Bagus nian pertanyaan ini: "antum, sudah punya berapa binaan?"
@mistersigit

Wednesday, September 17, 2014

Kader PKS Gila!







Kader PKS, Gila?
By: Nandang Burhanudin
****
Di level bawah, kader-kader PKS yang berjibaku dengan masyarakat acap dijuluki dengan berbagai sebutan.
Oleh mantan kader disebut, "Kader Tertipu" "Fanatik Qiyadah", "Muayyid Dungu". Nah oleh para HaTers, mereka dijuluki; "Orang-orang Gila!" Seakan sudah kehabisan kata untuk menunjuk hidung kader-kader PKS yang tetap solid dan tsiqoh dengan misi perjuangan. Alih-alih berbalik membenci atau ramai-ramai keluar, malah para mantan kader pun "berhenti sendiri untuk mengumbar aib" para qiyadah PKS. Terlebih dengan sigap semua kader sepakat menyikapi dengan jurus AYTKTM; "Apapun Yang Terjadi Kami Tetap Melayani!" Saya mencoba mencari-cari apa makna gila sebenarnya.
Dalam hadits dari Anas yang
diriwayatkan oleh Ibn Najjar dikasahkan, "Pada suatu hari, Rasulullah Saw saat berkumpul bersama para sahabat, lewatlah seorang pria gila. Para sahabat berkata, "Pria ini, adalah pria gila." Rasul Saw kemudian bersabda, “Hati-hati bicara. Orang ini bukanlah gila. Orang gila adalah yang terus menerus berbuat maksiat. Sedangkan ia sedang mendapat musibah (sakit)”.
Dalam riwayat lain baginda Rasul bersaba, "Tahukah kalian orang gila seperti apa?" Sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Rasul Saw kemudian menjelaskan:”Orang gila ialah orang yang berjalan dengan sombong, yang memandang orang lain dengan pandangan yang merendahkan, yang keburukannya membuat orang tidak merasa aman dan kebaikannya tidak pernah diharapkan. Itulah orang gila yang sebenarnya (al-majnuun haqq al-majnuun)."
Melihat hadis ini saya meyakini, sifat-sifat orang gila sejati adalah;
1. Sombong, angkuh.
2. Merasa diri paling baik dan memandang rendah orang lain.
3. Tidak aman dengan keburukannya.
4. Kebaikannya tidak pernah diharapkan.
Mari kita perhatikan, dalam sistem pembinaan PKS justru yang diajarkan adalah Mahabbah (cinta), bagaimana di PKS setiap kader diwajibkan mencintai orang-orang terdekat; istri, anak, keluarga, tetangga, alim ulama, hingga saudara senegara. Tidak ada doktrin melakukan pengeboman. Bahkan doktrin mengkafirkan siapapun tidak pernah diajarkan.
Di PKS diajarkan untuk menggali potensi terbaik dan meraih kinerja utama secara profesional, bersih, dan proporsional. PKS mengajarkan kadernya untuk memiliki spesialisasi. Untuk kemudian sumbangsihnya paling ditunggu di masyarakat.
PKS mengajarkan harmoni. Menjauhi perdebatan furu'iyyah. Maka di PKS terdiri daru anasir seluruhbormas Islam. Ada dari NU, Muhammadiyah, Persis, PUI, Al-Washilah, Al-Irsyad, dan lain-lain. Soal ibadah dikembalikan kepada pemahaman masing-masing. PKS mengajak untuk bekerjasama dalam masalah-masalah yang disepakati, namun toleran pada masalah-masalah yang menjadi ciri khas masing-masing.
Di tataran kenegaraan. PKS tidak mengajarkan kadernya untuk membenci Indonesia. Memang dulu di awal kehadirannya, doktrin-doktrin yang ada adalah thogut, kafir, musyrik, munafik. Namun seiring waktu, para pendiri PKS semakin paham, Indonesia itu perlu kerja nyata yang tidak sekedar caci maki atau menebar stigma. PKS pun tidak antinasionalisme. Malah di gelombang ketiga, PKS bercita-cita menjadikan Indonesia sepenggal Firdaus.
Jika melihat penjelasan hadis di atas, maka kita akan bisa menarik kesimpulan siapa sebenarnya kader-kader yang dibina gerakan yang mengatasnamakan Islam, namun produk-produk yang dihasilkan memiliki sifat; sombong-angkuh-takabur, merasa diri paling benar-ahli surga-paling sesuai sunnah Nabi, berjiwa pasif-kerja hanya memburuk-burukkan keadaan tanpa ada kinerja nyata, dan kebaikannya sama sekali tidak ada bekasnya; Tidak punya sekolah, tidak punya yayasan, tidak punya bisnis, tidak jelas kinerja.
Keberadaannya hanya sebagai benalu. Namun hobinya menggerogoti bangunan yang sudah dibangun orang lain!
Saya berkesimpulan, orang gila adalah yang berkinerja biasa namun berharap hasil luar biasa! Saya yakin anda memahaminya!

Sunday, February 16, 2014

Anggota TNI: "Bodoh Sekali Mempertanyakan Atribut Relawan. Yang Dibutuhkan Bantuan!"



Diceritakan oleh Chandra, ketika berdiskusi dengan Andi (nama samaran) relawan banjir dari TNI Brigif Zeni Cijantung di lokasi bencana banjir Tebet, Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Bodoh saja elit elit itu memperdebatkan atribut. Setiap bencana yang dibutuhkan adalah pertolongan cepat dan tanggap. Ini negeri rawan bencana, dibutuhkan skema Relawan semesta, kita semua harus siap jadi relawan.

Atribut sebagai tanda bahwa jika terjadi kekeliruan evakuasi bisa dievalusi, dan ada penanggung jawabnya. Saya lihat standar relawan PKS sudah sesuai dengan standar relawan nasional seperti basarnas atau BNPB.

Jika dengan atribut relawan, maka identifikasi relawan dan korban akan cepat bisa dipisahkan di daerah bencana. Korban bisa langsung identifikasi kepada siapa minta bantuan, itu salah satu tanda dan fungsi atribut.

Yang dibutuhkan korban bencana adalah reaksi cepat bantuan. Anda bayangkan jika seluruh parpol membuat pasukan relawan seperti PKS, maka jumlah korban yang banyak dan daerah yang luas akan lebih cepat ditangani. Relawan dari ormas dan parpol sangat dibutuhkan untuk membantu pemerintah, TNI dan Polri. Jadi kalau masih ada elite yang mempermasalahkan atribut, berarti dia tidak punya jiwa relawan sama sekali dan tidak paham bahwa negeri ini rawan bencana."

“Saya bersama pasukan Zeni sering diturunkan di semua jenis bencana, yang saya temukan tim relawan adalah dari TNI/Polri, Basarnas, BNPB, dan PKS. Dan tidak bisa kami pungkiri, di daerah bencana kami sering bekerjasama dengan PKS."

Friday, May 17, 2013

Kesaksian Langsung persidangan Ahmad Fathonah- Kasus Suap Impor Sapi

  Kesaksian Ahmad Fathanah hari ini (17/5) dalam persidangan  terkait "Suap Impor Daging" dengan menghadirkan Ahmad Fathanah (AF) sebagai saksi melalui akun @Setialesmana dengan hastag #Kesaksian langsung dari tempat persidangan.

*******


 AF: "Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor"

AF:"Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan"

AF: "saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan".
AF: "Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)".

AF: "Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri".

AF: "saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)".

AF: "Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan".

AF: "saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang".

AF:"thn 2012 saya memang pernah nyumbang utk PKS".

AF:"pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh ha
bis".
AF: "kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya".

AF:"Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak".

AF:"saya pernah telpon Elda, ini yg dibulatin apa? Dijawab itu adl importir yg tdk punya infrastruktur dll".

AF:"waktu saya bicara dgn LHI saya tdak lihat ada orang Mentan atau kementerian yg datang".

AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor". 
AF:"seminar ini utk mengetahui kemungkinan penambahan kuota impor melibatkan importir, peternak, dll".

AF: kt Bu Elizabeth ada dana kemanusiaan (di PT Indoguna). Bu Elizabeth kasih sy Rp 1 M utk seminar dan sisanya utk pribadi sy"

AF:"apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan".

AF: soal data kuota impor yg saya bahas dgn Elda, itu tdk ada sama sekali kaitannya dgn Mentan Suswono".

AF: "setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya".

AF: "LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya".

AF:"Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia".
AF: "soal komitmen Rp 5.000 per kg daging impor. Itu omong2an saya dgn Elda. Soal ini LHI nggak pernah percayai saya".

AF:"Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja".

AF:"Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda".

AF: "saya ini makelar aja, calo apa aja".

AF:"sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI". 
 AF:"saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain".

AF:"saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar".  
AF:"pihak2 berwenang di Kementan selalu sarankan utk ikuti prosedur lelang. Dan proyek yg kami menangkan sesuai prosedur".

AF:"saya tegaskan bahwa saya bukan kader. Namun memang saya bersahabat dgn LHI. Jadi hubungan saya ke PKS hanya itu"
AF:"saya tdk pernah ambil uang Rp 300 jt dari Jerry. Saya ambil dari Elda. Saya juga ambil Rp 1 M dari Elda". 
Saat ditanya Hakim apakah AF pernah suruh sopir kasih bungkusan ke ajudan LHI, AF mengaku lupa

Diputar rekaman tlpon AF-LHI, intinya AF desak halus LHI mau terima Maria Elizabeth yg ingin silaturahim

LHI berkelit dgn alasan jadwalnya padat dan besok itu belum ada kejelasan jadwal. LHI berkelit bahwa LHI nggak paham soal kuota daging

LHI selalu menyebutkan data konkret dari Mentan bahwa tdk perlu ada penambahan kuota impor. Namun AF gigih melobby LHI (maklum calo)
Gaya becanda LHI diperlihatkan saat AF menawari komisi Rp 5 rb per kg. LHI: kenapa nggak Rp 10 rb aja?

Kesaksian AF yang menjungkirbalikkan semua tuduhan terhadap LHI selama ini. Alhamdulillah, akhirnya titik terang itu muncul.

Sayangnya, TV One segera menghentikan siaran ulangnya ketika AF memberikan kesaksian.

Sengajakah? Agar opini publik tidak berubah?

Mari kita tanya pada JB:
"Kita tunggu saja di pengadilan."
Lha, ini kan pengadilannya, Pak!
"Maksud saya, pengadilan di akhirat."
:-)
dari : pak Jonru Ginting
 
------------------------------------------------------------------xXx ------------------------------------------------------------------
kenapa siarannya dihentikan oi media? Lucu deh. kalo mau buat negara ini jadi liberal atau komunis, atau mau jadi nasionalis, NGOMONG!! 
saya rasa bakal dipelintir pelintir lagi berita oleh media-media yang entah memang dendam atau memang mau menjatuhkan nama baik dan sebagainya. 
"setiap perbuatan  akan dimintai pertanggung jawabannya"
Semoga kasus ini cepat mereda dan terungkap kebenarannya.
Fitnah, pemutar balikan hukum. saya rasa akhir zaman semakin mendekati dunia.
Wallahualam
 
 
--------------------------------------------------------------------------xXx------------------------------------------------------------------
Kesaksian Ahmad Fathanah pada persidangan kasus dugaan suap daging sapi impor mengejutkan sejumlah pihak. Dalam persidangan yang disiarkan secara live oleh Metro TV dan TV One itu, Fathanah mengaku uang Rp. 1 miliar itu bukan untuk Luhtfi Hasan Ishaq.
Dia mengatakan, rencana pemberian uang itu hanya sebagai bentuk wacana yang dia bicarakan sebelumnya bersama Dirut PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman. “Tapi bukan untuk Ustadz Luthfi, karena dengan Ibu Elizabeth hanya berwacana saja seperti itu,” pungkasnya.
Selain itu, di akhir persidangan Fathanah juga minta maaf kepada PKS karena telah mengaitkan partai Islam terbesar di Indonesia itu dengan kasus yang tengah menjeratnya saat ini.
“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada PKS. karena telah membawa-bawa nama PKS dalam kasus saya ini,” ujar Fathanah sambil menunduk saat berjalan keluar ruang sidang saat ditanya sejumlah wartawan yang telah menantinya.
Dalam kesempatan itu pula, Fathanah menegaskan bahwa dirinya bukanlah kader PKS. “Saya tekankan bahwa saya bukan kader PKS dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan PKS,” tuturnya.
Sayangnya, tayangan persidangan yang membuat banyak orang penasaran ini tiba-tiba dihentikan oleh dua stasiun televisi berita itu. Entahlah. Tapi mungkin saja karena pernyataan Fathanah tak sesuai harapan mereka. Sebab kesaksian Fathanah itu tak sejalan dengan opini yang selama ini mereka giring, tak seirama dengan KPK-tainment yang selalu mereka blow up setiap hari tanpa bosan sampai-sampai informasi mengenai korban longsor Freeport terabaikan.
Ah, saya sendiri penasaran sekali dengan kelanjutan cerita yang bak drama sinetron ini. Syukurnya Setia Lesmana yang menyatakan diri hadir dalam persidangan itu menuturkan sambungan kesaksian yang terputus di stasiun milik Abu Rizal Bakrie dan Surya Paloh itu melalui jejaring sosial burung biru, Twitter. Dalam kultwit yang yang bertandapagar #kesaksian itu, ia menuliskan banyak kesaksian Fathanah yang jauh dari opini yang selama ini dikembangkan oleh media. Berikut cuplikan twit @setialesmana.
AF: “Pak LHI mengatakan bahwa beliau tdk punya data soal daging dan tdk punya kapasitas utk pengaruhi kuota impor” #Kesaksian
AF:”Semua itu inisiatif saya sendiri. Saya perkenalkan maria dgn LHI. Saya desak LHI terus menerus agar fasilitas ketemu Mentan” #Kesaksian
AF: “saya yg mengatur pertemuan di Medan dgn mendesak terus LHI. Saya bersama Eldan dan maria berangkat ke medan”. #Kesaksian
AF: “Soal dana dari Indoguna utk PKS, itu hanya wacana saya dgn Bu Elda dan Maria saja. Nggak sampai ke PKS (dananya)”. #Kesaksian
AF: “Setiap saya sodorkan dana dari Indoguna, LHI selalu mengacuhkannya hingga akhirnya uang itu saya bawa dan gunakan sendiri”. #Kesaksian
AF: “saya mengaku pengusaha, saya adalah makelar yg menghubungkan dgn siapa saja (bisnis jasa)”. #Kesaksian
AF: “Motivasi saya murni memperoleh keuntungan. Dan itu saya konsumsi pribadi dan ada juga yg disumbangkan”. #Kesaksian
AF: “saya pernah memperoleh keuntungan sbg makelar hingga Rp 3 milyar. Banyak pihak kok yg saya sumbang”. #Kesaksian
AF:”pengajuan Indoguna impor sebesar 500 ton daging ditolak oleh Mentan dgn alasan kuota sdh habis”. #Kesaksian
AF: “kata Dirjen Iwan Sukur, apapun yg terjadi penambahan kuota impor sdh tdk memungkinkan lagi. Itu sesuai aturannya”. #Kesaksin
AF:”Eldan mencoba peluang utk ijin kuota utk 2013. Itu yg kami coba cari celah. Mentan tetap nolak”. #Kesaksian
AF:”saya pernah telpon Elda, ini yg dibulatin apa? Dijawab itu adl importir yg tdk punya infrastruktur dll”. #Kesaksian
AF:”waktu saya bicara dgn LHI saya tdak lihat ada orang Mentan atau kementerian yg datang”. #Kesaksian
AF: saya minta dana ke Bu Elizabeth secara pribadi. Saya dorong utk seminar uji publik penambahan kuota impor”. #Kesaksian
AF:”seminar ini utk mengetahui kemungkinan penambahan kuota impor melibatkan importir, peternak, dll”. #Kesaksian
AF: kt Bu Elizabeth ada dana kemanusiaan (di PT Indoguna). Bu Elizabeth kasih sy Rp 1 M utk seminar dan sisanya utk pribadi sy” #Kesaksian
AF:”apakah saya mau kasih ke PKS itu tergantung saya, bukan permintaan siapapun (di PKS). Itu semua saya yg tentukan”. #Kesaksian
AF: soal data kuota impor yg saya bahas dgn Elda, itu tdk ada sama sekali kaitannya dgn Mentan Suswono”. #Kesaksian
AF: “setelah terima dana Rp 1 M dari Elizabeth sy memang telpon LHI, bisa ketemu ngga nanti malam? Hanya itu kata2 dr saya”. #Kesaksian
AF: “LHI bilang lagi sibuk rapat dan kegiatan2 lainnya”. #Kesaksian
AF:”Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia”. #Kesaksian
AF:”Maharani sepakat datang ke hotel dan bicara ke saya perlu ini itu, ya udah saya kasih Rp 10 jt ke dia”. #Kesaksian
AF:”Soal komitmen Rp 40 M itu, LHI selalu nanggapinya dgn becanda saja”. #Kesaksian
AF:”Saya nggak yakin kalau LHI itu mau bicarakan soal itu. Mnrt sy LHI itu nggak yakin soal komitmen fee itu. LHI suka becanda”. #Kesaksian
AF: “saya ini makelar aja, calo apa aja”. #Kesaksian
AF:”sbg Calo saya yg menginisiatifkan (create) utk permintaan tambahan kuota impor antara PT Indoguna dgn LHI”. #Kesaksian
AF:”saya jd calo utk banyak proyek spt pertambangan, dan lain-lain”. #Kesaksian
AF:”saya tdk terlalu sering ke Kementan. Saya ke kementan utk urusan proyek dgn posisi sbg makelar”. #Kesaksian
AF:”pihak2 berwenang di Kementan selalu sarankan utk ikuti prosedur lelang. Dan proyek yg kami menangkan sesuai prosedur”. #Kesaksian
AF:”saya tegaskan bahwa saya bukan kader. Namun memang saya bersahabat dgn LHI. Jadi hubungan saya ke PKS hanya itu”. #Kesaksian
Ah, semakin menarik saja kisah ini. Saya yakin masih banyak yang ragu dengan kesaksian Fathanah ini. Itu sah-sah saja. Namun, untuk memastikan kebenarannya, kita nantikan saja lanjutan cerita ini. Apakah memang LHI itu maling? Apakah memang PKS itu harus segera dibubarkan?
Yang benci PKS boleh tetap benci, meskipun misalnya nanti LHI terbukti tak bersalah. Yang dukung PKS juga boleh semakin bersemangat. Toh, negeri ini negeri demokratis. Ya toh? ^_^
 
ane ambil dari here karena ane takut artikelnya akan dihapus :). Sebarkan info karena sangat bermanfaat :). jangan sampai media merasa senang. Mereka BRENGSEK 

 

Tuesday, March 5, 2013

Ada apa dengan PKS


PKS, sebuah partai politik lahir dari pergerakan dakwah “Tarbiyah”, Tarbiyah sudah ada sejak tahun 70-80an. Dimana pada masa rezim Soeharto pergerakan dakwah ini tidk bisa bergerak secara bebas..
Rezim ini membatasi umat Islam, ngaji hrs minta ijin. Berjilbab di sekolah harus mendapat ijin 3 menteri. Bahkan mereka, generasi awal pendiri partai ini jika melakukan pertemuan rutin (ngaji pekanan) harus datang sendirian tdk ada yg bergerombol, sampai dirumah tmpat ngaji sandal dilepas dibawa masuk.
Memelihara jenggot dihindari, membawa catatan, buku2 dakwah juga tdk boleh karena rezim pada waktu itu sering melakukan razia.
Pergerakan dakwah ini pun mempunyai planing untuk mendirikan partai pada tahun 2010. Namun, Allah swt berkehendak lain. rezim soeharto jatuh th 1998 dan ada kesempatan mendirikan Partai.. berdirilah Partai Keadilan..
dalam PKS ada istilah ‘al-hizbu huwal-jama’ah wal-jama’ah hiyal hizb’, partai adalah jamaah dan jamaah adalah partai… Partai merupakan kebutuhan penting dari gerakan dakwah ini untuk mewujudkan agenda2 utama dari gerakan dakwah tarbiyah. Yaitu tegaknya khilafah islamiyah.. yaitu dimulai dari perbaikan pribadi, keluarga, masyarakat, pemerintahan atau negara.. dan pada akhirnya Islam sbg rahmatan lil’alamin akan terwujud di dunia..
itulah sebabnya para kader sebegitu mencintainya partai ini, karna partai ini sbg perisai hukum berlangsungnya dakwah mereka. wallahualam

Friday, February 1, 2013

Pidato Ustadz Anis Matta

Bismillahirrahmanirrahim
Saya pertama kali mengucapkan penghargaan sedalam-dalamnya kepada Keua Majelis Syuro yang mengambil keputusan sangat kilat dan cepat merespon usulan dan permohonan pengunduran diri Presiden Luthfi Hasan Ishaaq.

Saya juga ingin mengucapkan penghargaan pada saudaraku, Luthfi Hasan Ishaaq. Jika ia menonton acara ini, saya ingin mengatakan padanya, saya mencintainya. Seluruh pengurus, pemimpin, dan kader PKS mencintai beliau. Kita percaya pada integritas beliau. Kita sepenuhnya tsiqoh. Tapi yang dihadapi oleh PKS hri ini adalah sebuah konspirasi besar yang bertujuan menghancurkan partai ini.

Dan menurut saya, peristiwa besar ini akan menjadi hentakan sejarah yang akan membangunkan macan tidur PKS. Saya yakin Allah SWT mengirimkan isyarat besar bahwa ini adalah momentum pembenahan diri dan kebangkitan PKS.

Rekan-rekan sekalian, tentu saja ini tugas besar yang harus saya emban bersama seluruh pengurus PKS. Saya tahu ini bukan hari-hari yang mudah yang akan kita lalui. Tapi kita pasti bisa melaluinya, Insya Allah.

Kita pasti bisa melalui hari-hari sulit ini. Asalkan kita mengetahui tiga syarat utama untuk melaluinya. Yang pertama adalah memohon eprtolongan pada Allah SWT. Allahumma iyya kana'budu wa iya kanasta'in.

Syarat kedua adalah kebersamaan kita semuanya. Ukhuwah, persaudaraan, soliditas, itu yang harus kita jaga. Karena Allah SWT mengatakan Dialah Allah yang menguatkanmu dengan pertolongan-Nya dan orang-orang yang beriman. Kita pasti bisa melalui ini dengan bergandengan tangan. Kalau kita saling bersatu, kalau kita menyatikan diri atas nama cinta pada Allah SWT dan cinta pada negeri kita, Indonesia.

Yang ketiga adalah kerjasama. Hari ini, saya akan katakan pada semuanya dan juga seluruh kader PKS, saya ingin mengatakan hari ini berlaku ayat Allah SWT. Lambung mereka tak bersahabat dengan tempat tidur. Tak ada lagi waktu tidur sejak hari ini, saudara-saudara sekalian. Kita akan memulai hari ini, Insya Allah, sebagai momentum kebangkitan kita semuanya.


Misi utama kita dalam periode permulaan kebangkitan adalah mengubah cobaan dan musibah ini menjadi rahmat dan karunia. Kita bisa memulainya, melakukannya, karena pada permulaan kita mendirikan partai ini, jumlah kita sedikit. Tenaga kita sedikit. orang-orang kita sedikit. Tapi melalui kerja keras, Alhamdulillah, Allah SWT memberikan kesempatan pada partai ini untuk terus berkembang.

Dan itu sebabnya, saya juga percaya bahwa Insya Allah dengan pertolongan Allah SWT dan dengan kebersamaan kita, tak ada satupun kekuatan di negeri ini dan dunia ini yang bisa menghancurkan gerakan ini. Insya Allah.

Ikhwan sekalian, saya tidak ingin kita semua di sini memahami bahwa kita semuanya adalah ingin melawan gerakan pemberantasan korupsi, sama sekali tidak. Itu adalah agenda kita semuanya. Itu agenda Islam dan juga nasional. Tapi yang akan kita lawan adalah penggunaan otoritas dalam pemberantasan korupsi yang bersifat tirani.

Pemberantasan korupsi adalah agenda kita bersama. Tapi ulama-ulama fikih mengatakan hak dan cara menggunakan adalah dua hal yang berbeda.

Cara menggunakan hak berhubungan langsung dengan hati. Karena itu Rasulullah SAW mengatakan mintalah fatwa ke dalam hatimu. Karena, motif itu yang akan menentukan cara kita menggunakan hak. Dan motif tirani itulah yang akan kita lawan, Insya Allah.

Seperti yang saya katakan tadi, kalau kita ingin memulai perubahan yang hakiki, kita musti memula dari diri kita sendiri. Kita sebagai manusia melakukan banyak kesalahan. Terutama kami. Secara pribadi, saya dan semua pimpinan PKS menyadari pasti melakukan kesalahan.

Dan karena itu juga, saya akan mengumumkan agenda pertama kita yaitu melakukan pertaubatan bagi seluruh pengurus dan kader PKS. Kita akan memulai dari istighfar, kita akan memulai dari taubat. Astaghfirullahaladzim.

Kita pasti sudah melakukan amal. Tapi masih banyak kekurangan dalam amal itu. Dan istighfar ini Insya Allah bukan hanya menghapus dosa-dosa, tetapi juga akan menyempurnakan kerja-kerja kita ke depan.

Ikhwan sekalian, Insya Allah kita setelah kita membenahi diri sendiri, pikiran, hati, perilaku, dan seluruh sistem dalam organisasi ini, kita akan melangkah lebih jauh melakukan pembenahan dan perbaikan pada negara. Karena itu, kita hanya bisa melakukan perbaikan pada skala negara itu kalau Insya Allah kita memulainya dengan cara benar.

Kemarin, kita menyaksikan Presiden kita, Luthfi Hasan Ishaaq, keluar dari ruangan ini dibawa ke tahanan. Dan Insya Allah, dari ruangan ini pula lah, kita akan memulai kerja besar baru untuk membenahi diri kita dan sekaligus membenahi negara kita. Dan saya yakin Insya Allah kita pasti bisa.

Saudara-saudara sekalian, mudah-mudahan Insya Allah, dengan kekuatan yang kita miliki kita akan melampaui hari-hari sulit ini. kita semuanya pasti akan berdoa agar Allah meletakkan berkah di balik cobaan yang menimpa kita ini. Setelah acara ini, kita akan memulai langkah pertama pertaubatan nasional bagi seluruh pimpinan dan kader PKS.

Selanjutnya, karena saya sadar akan melakukan tugas yang sangat besar, saya tidak ingin pelaksanaan tugas ini terganggu hal-hal lain yang bisa membuat tujuan tak tercapai. Oleh karena itu, saya ingin mengumumkan pengunduran diri saya dari jabatan Wakil Ketua DPR RI dan keanggotaan DPR RI.

Saya sudah memulai dan Insya Allah Antum semuanya berjalan membawa kafilah perubahan di negeri ini, Insya Allah.

Wassalamualaikum wr wb

Sunday, December 30, 2012

Selamat Tahun Baru-Sebuah puisi dari Gus Mus-

Kawan,

sudah tahun baru lagi.
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk,
memandang diri sendiri.
Bercermin firman Tuhan,
sebelum kita dihisabnya.

Kawan,
siapakah kita ini sebenarnya?
Musliminkah? Mu’minin? Muttaqin?
Khalifah Allah?
Umat Muhammadkah kita?
Atau kita sama saja dengan makhluk lain?
Atau bahkan lebih rendah lagi?
Hanya budak-budak perut dan kelamin?

Iman kita kepada-Nya dan yang ghaib,
rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan,
lebih pipih dari kain rok perempuan.
Betapapun,
kita khusyuk didepan manusia
dan tiba-tiba buas dan binal
justru disaat sendiri bersamanya.

Syahadat kita
rasanya lseperti perut beduk
atau pernyataan setia pegawai rendah saja.
Kosong tak berdaya.

Shalat kita,
rasanya tak lebih baik daripada senam ibu-ibu,
lebih cepat daripada menghirup kopi panas,
dan lebih ramai daripada lamunan seribu anak muda

Doa kita setelahnya,
justru lebih serius.
Kita mengharapkan hidup enak dan bahagia di sorga.

Puasa kita,
rasanya hanya mengubah jadwal makan, minum dan saat istirahat.
Tanpa menggeser acara untuk syahwat.
Ketika datang lapar dan haus,
kita pun manggut-manggut.
Oh, beginikah rasanya.
Dan kita sudah merasa memikirkan saudara kita yang melarat.

Zakat kita,
rasanya jauh lebih dari berat, terasa.
Dibanding tukan becak melepas penghasilannya,
untuk kupon undian yang sia-sia.
Kalau pun terkeluarkan, harapan pun tanpa ukuran.
Upaya Tuhan menggantinya berlipat ganda.

Haji kita,
tak ubah tamasya menghibur diri,
mencari pengalaman spiritual dan material.
Membuang uang kecil dan dosa besar.
Lalu pulang membawa label suci, asli Saudi, HAJI.

Kawan!
Lalu bagaimana, bilamana, dan berapa lama kita bersamanya?
Atau kita justru sibuk,
menjalankan tugas mengatur bumi dan seisinya.
Mensiasati dunia sebagai khakifah-Nya.

Kawan!
Tak terasa memang kita semakin pintar.
Mungkin kedudukan kita sebagai khalifah,
mempercepat proses kematangan kita.
Paling tidak kita semakin pintar berdalih.

Memperkosa alam dan lingkungan demi ilmu pengetahuan.
Kita berkelahi demi menegakkan kebenaran.
Melacur dan menipu demi keselamatan.
Memamerkan kekayaan demi mensyukuri kenikmatan.
Memukul dan mencaci demi pendidikan.
Berbuat semaunya demi kemerdekaan.
Tak berbuat apa-apa demi ketentraman.
Membiarkan kemungkaran demi perdamaian.
Pendek kata,
demi semua yang baik,
khalal-lah semua sampaipun yang paling tidak baik.

Lalu bagaimana para cendikiawan dan seniman?
Para muballigh dan kyai?
Penyambung lidah Nabi.

Jangan ganggu mereka.
Para cendikiawan sedang memikirkan segalanya.
Para seniman sedang merenungkan apa saja.
Para muballigh sedang sibuk berteriak kemana-mana.
Para kyai sedang sibuk berfatwa dan berdoa.
Para pemimpin sedang mengatur semuanya.
Biarkan mereka diatas sana
meratapi dan menikmati nasib dan persoalan mereka sendiri.

Kawan,
selamat tahun baru.
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk,
memandang diri sendiri.

GUS MUS

Puisi karya Gusmus ini dibacakan Deddy Mizwar saat acara Refleksi Akhir Tahun PKS 2012 di TIM, Sabtu (29/12)

Monday, September 24, 2012

Sebuahh Kutipan dari Ustadz Rahmat Abdullah

Foto diambil dari Islamedia

Berikut ana mau share tentang suatu perkataan dari ust. Rahmat Abdullah(Alm.)
Semoga dengan membaca ini semakin memperkokoh kita di jalan dakwah yang semakin berliku..


Aku rindu zaman ketika halaqoh
adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi
hiburan …

Aku rindu zaman ketika mambina
adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan
paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh
menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi
program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh
menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi
kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah
adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan
obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat
menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau
menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita
semua
memberikan segalanya untuk
da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid
ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo
adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam
gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang
ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh
da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis,
buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah
sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan
menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah
malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di
subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang
ikhwah
berangkat liqo dengan wang
belanja esok hari untuk
keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang
murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan
mengumpulkan dana apa adanya
…

Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan
berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di
jalan da’wah ini …

KH RAHMAT ABDULLAH

Saturday, August 18, 2012

minal ‘aidin wal faizin dari kami

Alhamdulillah setelah sebulan berpuasa, kini kita sebagai umat muslim akan menghadapi hari raya besar kita, yaitu IEDUL FITRI, maka dari itu kami dari segenap penulis di http://permatakebaikan.blogspot.com/
mengucapkan; 
minal ‘aidin wal faizin
من العاءدين و الفاءيزين

Mohon maaf jika selama ini ada tulisan kami yang kurang berkenan, karena sesungguhnya kami hanyalah manusia yang tak luput dari kesalahan.

Sunday, August 12, 2012

Syura dan pendapat pribadi-Menjelang pilkada DKI

Bismillah..

Berikut ini adalah tweet dari ikhwah kita malakmalakmal.


01. Setelah PKS resmi mendukung Foke kmrn, saya menerima pesan2 ‘galau’ dari bbrp ikhwah. #Syura
02. Sebenarnya yg galau ini sedikit, tp bagaimana pun perlu dijawab. Masak saudara galau dibiarkan? #Syura
03. Dlm kegalauan itu, mrk mempertanyakan keputusan PKS tsb. Mnrt mrk, harusnya dukung Jokowi. #Syura
04. Ada yg bilang, “Mengapa DPD DKI tdk dengarkan aspirasi ikhwah yg ingin perubahan?” #Syura
05. Pernyataan ini saya sebut statement galau, sebab melankolis sekali. #Syura
06. Pernyataan ini didahului oleh sebuah asumsi bhw ikhwah yg ingin perubahan PASTI dukung Jokowi. #Syura
07. Ini berbahaya sekali. Siapa yg tdk ingin perubahan? Kalau suka status quo, tentu takkan tarbiyah. #Syura
08. Mengaji sepekan sekali, kajian tatsqif, rihlah, jaulah, mukhayyam dst. Itu semua utk perubahan. #Syura
09. Tanpa sadar, pernyataan ini mencerminkan prasangka buruk pd sesama ikhwah. Jangan dibiasakan. #Syura
10. Saya tdk akan uraikan secara detil alasan mengapa jamaah memutuskan utk dukung Foke. #Syura
11. Pertama, karena saya tdk berwenang utk menguraikannya. Bs jd ada yg lbh pantas krn lebih tahu. #Syura
12. Kedua, karena ada hal2 tertentu yg tak mungkin diuraikan di ruang publik. Semua organisasi punya rahasia. #Syura
13. Namun saya ingin menguraikan satu sisi saja dari #Syura yg perlu kita pahami.
14. #Syura adalah dinamika dlm berjamaah. #Syura itu wajib ada, tdk mungkin tdk ada.
15. Yg ikut #Syura tentu tdk semua orang. Ini pun mesti kita pahami. Realitanya begitu.
16. Kalau anggota organisasi cuma 10 org, bolehlah semua ikut #Syura. Tapi kalau sekian juta org?
17. Itulah sebabnya PKS memiliki Majelis #Syura. Kader2 terbaik yg KITA ajukan bersama. Mrk tdk ajukan diri sendiri.
18. Di Majelis #Syura itulah terjadi perdebatan2 seputar strategi politik, kajian secara syar’i utk berbagai permasalahan.
19. Krn #Syura dilakukan secara tertutup, maka kader biasanya hanya tahu poin2 hasilnya saja.
20. Dlm banyak hal, berbagai pertimbangan dlm #Syura tdk dipublikasikan. Krn mmg tdk bisa dijelaskan di ruang publik.
21. Penting sekali bagi para ikhwah utk membaca sebuah buku ‘wajib’, yaitu “Manhaj Haraki”. #Syura
22. Di situ dijelaskan tahapan2 kerja organisasi dakwah Rasulullah saw. Termasuk soal kerahasiaan. #Syura
23. Jadi, dlm #Syura mmg perlu ada kerahasiaan. Yg bukan anggota #Syura harus ridha menerima kenyataan ini.
24. Kerahasiaan ini kemudian menimbulkan efek samping, jika tdk di-manage dgn baik. #Syura
25. Sbg contoh, ada sebuah #Syura yg memutuskan opsi mana yg akan diambil: opsi A atau opsi B.
26. Anggaplah hasil #Syura memutuskan utk mengambil opsi A.
27. Maka, kalau tdk di-manage dgn baik, bisa jadi ada ikhwah X yg kecewa, yaitu yg menganggap opsi B adalah yg terbaik. #Syura
28. Ikhwah X ini tentu punya teman2 dekat di lingkungannya, sesama ikhwah. Mereka ini jg mendukung opsi B. #Syura
29. Akhirnya, ikhwah X mengalami kegalauan. Sebab ia pikir #Syura telah berkhianat.
30. Alasannya, dlm pengamatannya, mayoritas ikhwah dukung opsi B. #Syura
31. Padahal, yg mendukung opsi B sebenarnya tdk mayoritas, hny sj di lingkungan ikhwah X mmg demikian. #Syura
32. Krn di lingkungannya seperti itu, maka ikhwah X menyangka pendapat ini diamini oleh seluruh jamaah. #Syura
33. Dlm kegalauannya, ikhwah X pun mengkhayalkan apa yg sebenarnya terjadi dlm #Syura.
34. Ia pikir, opsi B itu terbaik karena argumen 1, 2 dan 3. Sebutlah demikian. #Syura
35. Padahal, argumen 1, 2 dan 3 sdh dibahas dlm #Syura, dan sudah terbantahkan semua.
36. Tentu saja, ikhwah X tdk tahu bahwa semua argumennya sdh terbantahkan. Sebab ia tak ikut #Syura.
37. Ikhwah X pun berpendapat bahwa opsi B lebih syar’i. Alasannya begini dan begitu, dalilnya yg ini dan itu. #Syura
38. Ia pun banyak membaca opini di media massa. Ikhwah X semakin yakin bahwa opsi B adalah yg terbaik. #Syura
39. Pdhal, bisa jadi opsi A dan opsi B sdh diperbandingkan secara syar’i di dlm #Syura. Tapi ikhwah X tdk tahu.
40. Berpegang pd media jelas keliru, sebab media massa pun tdk ikut #Syura.
41. Dlm hal Foke-Jokowi tsb, org boleh punya pandangan beda2. #Syura
42. Ada yg lingkungannya banyak dukung Jokowi, tp jg banyak yg di lingkungannya dukung Foke. #Syura
43. Dukungan ini semata2 memilih yg terbaik dr kondisi nyata. Kadang, itu berarti memilih yg terbaik dr yg buruk2. #Syura
44. Dari pesan2 yg masuk ke HP dan BB saya, ormas2 Islam justru lega PKS mendukung Foke. #Syura
45. Tentu saja, bisa jadi ada pengalaman lain yg dialami oleh ikhwah lain. #Syura
46. Fenomena ini justru menjelaskan pentingnya #Syura dlm jamaah.
47. Sebab, kalau org dibiarkan memilih sendiri2, maka mrk akan menggunakan pandangan pribadi yg terbatas. #Syura
48. Adapun #Syura, yg diikuti oleh perwakilan dr berbagai daerah, memiliki pandangan yg lebih ‘zoom out’.
49. Misalnya Anda tinggal di komplek yg bagus, lantas Anda merasa seisi kota nyaman utk ditinggali. #Syura
50. Bisa jadi kesimpulan ini berbeda dgn org yg berada di pesawat yg melihat dgn jelas kondisi kota. Bukan cuma satu komplek. #Syura
51. #Syura adalah bukti bahwa jamaah ini tidak menelan bulat2 konsep demokrasi, melainkan memanfaatkannya.
52. Dlm demokrasi ala Barat, semua org berhak bersuara. Dlm Islam, segala urusan diserahkan pd ahlinya saja. #Syura
53. Maka, kader pun memilih siapa2 saja di antara mereka yg dianggap ‘ahli’ utk masuk dlm Majelis #Syura.
54. Setelah itu, percayakanlah pd mereka. Memang mekanisme #Syura mengandung kerahasiaan. Itu keniscayaan.
55. Kalau berkali2 kecewa pada #Syura, solusi terakhir adalah pandanglah satu persatu anggota Majelis #Syura tsb.
56. Berkenalanlah dgn mereka, saksikan sendiri pribadi spt apa yg tergabung dlm Majelis tsb. #Syura
57. Apakah mrk adalah pribadi yg khianat? Yg tdk peduli pd Qur’an dan Sunnah? #Syura
58. Tentu saja, sebaik2nya manusia berdiskusi, bisa saja menghasilkan keputusan yg kurang optimal. #Syura
59. Kalau Perang Uhud yg dipimpin Nabi saw saja bisa mengalami setback, apa alasan kita menuntut kesempurnaan? #Syura
60. Dlm berjamaah, dituntut komitmen utk jatuh dan bangun bersama. #Syura
61. Kalau menang, kita bertahmid bersama. Kalau bersalah, kita istighfar bersama. #Syura
62. Kalau menang, tdk otomatis masuk surga. Kalau salah, insya Allah tdk langsung masuk neraka. #Syura
63. Lihatlah Al-Ikhwan di Mesir. Sehebat itu kaderisasinya, tp br bisa memenangkan Presiden setelah 80 tahun lebih! #Syura
64. Lihatlah Turki, betapa berat melawan dominasi sekuler. Kini mrk lebih responsif drpd RI ttg Rohingya. #Syura
65. Lihatlah Palestina. Mujahid merangkap hafizh. Sampai detik ini masih berjibaku. #Syura
66. Di Mesir, Turki dan Palestina pun ada fenomena ikhwah yg kecewa dan menyempal krn tdk setuju hasil #Syura.
67. Bahkan Hasan al-Banna pun dikhianati oleh kader2 binaannya sendiri. Bacalah sejarahnya. #Syura
68. Lantas, yg kecewa itu sekarang berbuat apa? Siapakah mereka, tanpa jamaah? Siapakah jamaah tanpa mereka? #Syura
69. Tdk ada jamaah yg tak pernah salah. Yg tdk ridha dgn jatuh-bangun memang tdk cocok di jalan dakwah. #Syura
70. Syaikh Jum’ah Amin Abdul Aziz menyebut Al-Ikhwan sbg ‘minhaj’, bukan ‘fikrah’. #Syura
71. Sebab, Al-Ikhwan fokus pada kerja, bukan sekedar pemikiran. #Syura
72. Kerja, evaluasi, perbaiki, kerja lagi. Itu saja tugas kita. #Syura
73. Kita bukan org2 brilian yg serbasempurna, tapi kita berusaha menyempurnakan segala sesuatunya. #Syura
74. Kita tdk pernah tahu sempurnanya suatu pemikiran jika tdk dituangkan dlm kerja2 nyata. #Syura
75. Setelah #Syura, kita bekerja. Setelah itu, kita evaluasi. Jika perlu, kelak kita perbaiki. Dengan kerja.
76. Niscaya Allah memenangkan dakwah Islam. Pertanyaannya: apa kita berkontribusi dlm kemenangan itu? #Syura
77. Aamiin, aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin… #Syura



Sebagai pendapat dari ane pribadi, bismillah;

ada firman Allah swt dalam Al-Quran yang berbunyi :

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.  Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang lalim."(QS 5:51).

Memang saat ini pilkada gubernur DKI Jakarta dipenuhi dengan isu syara yang, wallahualam, sangat banyaknya. Hujatan demi cacian dan makian menimpa partai dakwah kita, PKS. PKS ini-lah, PKS itu-lah, dan sebagainya. Yang mana secara jujur, hati saya sedikit sakit. Apakah mereka sudah merasa sempurna seperti malaikat yang senantiasa beribadah kepada Allah swt tanpa henti?, buktikan. atau apakah mereka sudah merasa kalau mereka sudah benar?. buktikan. 

Dari firman Allah diatas, memang bisa dilihat kalau Allah melarang untuk mengambil pemimpin dari golongan yahudi dan nasrani, dan inilah topik yang menjadi isu syara tersebut. Ada yang bilang, "Lah kan cuma wakilnya yang non-*, kalo gubernurnya mah *". 

Coba deh, kita lirik negara-negara dimana pemimpinnya non-*. pasti ada aja hujatan bagi kaum muslim. pasti ada yang toleransi, itu pasti.  Kualitas itu penting dan saya harap, semua orang menggarisbawahinya.

yang harus kita ketahui, bahwa "Kepemimpinan seseorang jangan dikaitkan dengan kepercayaan orang tersebut, juga janganlah pihak-pihak yang merasa diuntungkan dengan orang tersebut, memanfaatkan hal ini dengan sewenang-wenangnya".

saya hanya berharap, siapapun pemenang dalam PILKADA DKI JAKARTA nanti, akan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari ini tidak boleh sama dengan hari esok, jika sama maka hanya kerugianlah yang akan ia alami.

"Seorang pemimpin yang bijak, ketika rakyat kesulitan,ia mau bersua dengan mereka. Ketika rakyat kelaparan, ia mau ikut lapar dengan mereka. Tidak hanya memikirkan lahan kekuasaan dan harta yang bahkan tak akan selamanya ada"-Anonym-

"Kesempurnaan hanyalah milik Allah, dan hanya kepada Rasulullah, shalawat kami panjatkan"




 wallahualam.

M Luthfan Mursyidan
mursyidanluthfan@gmail.com