Showing posts with label music. Show all posts
Showing posts with label music. Show all posts

Saturday, April 8, 2017

Sebuah Catatan Tentang Musik

Beberapa Ayat Al Qur’an yang Membicarakan “Nyanyian”
Pertama: Nyanyian dikatakan sebagai “lahwal hadits” (perkataan yang tidak berguna)
Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS. Luqman: 6-7)
Ibnu Jarir Ath Thabariy -rahimahullah- dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa para pakar tafsir berselisih pendapat apa yang dimaksud dengan لَهْوَ الْحَدِيثِ “lahwal hadits” dalam ayat tersebut. Sebagian mereka mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah nyanyian dan mendengarkannya. Lalu setelah itu Ibnu Jarir menyebutkan beberapa perkataan ulama salaf mengenai tafsir ayat tersebut. Di antaranya adalah dari Abu Ash Shobaa’ Al Bakri –rahimahullah-. Beliau mengatakan bahwa dia mendengar Ibnu Mas’ud ditanya mengenai tafsir ayat tersebut, lantas beliau –radhiyallahu ‘anhu– berkata,
الغِنَاءُ، وَالَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلاَث َمَرَّاتٍ.
“Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali.[1]
Penafsiran senada disampaikan oleh Mujahid, Sa’id bin Jubair, ‘Ikrimah, dan Qotadah. Dari Ibnu Abi Najih, Mujahid berkata bahwa yang dimaksud lahwu hadits adalah bedug (genderang).[2]
Asy Syaukani dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Lahwal hadits adalah segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari berbuat baik. Hal itu bisa berupa nyanyian, permainan, cerita-cerita bohong dan setiap kemungkaran.” Lalu, Asy Syaukani menukil perkataan Al Qurtubhi yang mengatakan bahwa tafsiran yang paling bagus untuk makna lahwal hadits adalah nyanyian. Inilah pendapat para sahabat dan tabi’in.[3]
Jika ada yang mengatakan, “Penjelasan tadi kan hanya penafsiran sahabat, bagaimana mungkin bisa jadi hujjah (dalil)?”
Maka, cukup kami katakan bahwa tafsiran sahabat terhadap suatu ayat bisa menjadi hujjah, bahkan bisa dianggap sama dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (derajat marfu’). Simaklah perkataan Ibnul Qayyim setelah menjelaskan penafsiran mengenai “lahwal hadits” di atas sebagai berikut,
“Al Hakim Abu ‘Abdillah dalam kitab tafsirnya di Al Mustadrok mengatakan bahwa seharusnya setiap orang yang haus terhadap ilmu mengetahui bahwa tafsiran sahabat –yang mereka ini menyaksikan turunnya wahyu- menurut Bukhari dan Muslim dianggap sebagai perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di tempat lainnya, beliau mengatakan bahwa menurutnya, penafsiran sahabat tentang suatu ayat sama statusnya dengan hadits marfu’ (yang sampai pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Lalu, Ibnul Qayyim mengatakan, “Walaupun itu adalah penafsiran sahabat, tetap penafsiran mereka lebih didahulukan daripada penafsiran orang-orang sesudahnya. Alasannya, mereka adalah umat yang paling mengerti tentang maksud dari ayat yang diturunkan oleh Allah karena Al Qur’an turun di masa mereka hidup”.[4]
Jadi, jelaslah bahwa pemaknaan لَهْوَ الْحَدِيثِ /lahwal hadits/ dengan nyanyian patut kita terima karena ini adalah perkataan sahabat yang statusnya bisa sama dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kedua: Orang-orang yang bernyanyi disebut “saamiduun”
Allah Ta’ala berfirman,
أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ , وَتَضْحَكُونَ وَلا تَبْكُونَ , وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ , فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا
“Maka, apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu saamiduun? Maka, bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).” (QS. An Najm: 59-62)
Apa yang dimaksud سَامِدُونَ /saamiduun/?
Menurut salah satu pendapat, makna saamiduun adalah bernyanyi dan ini berasal dari bahasa orang Yaman. Mereka biasa menyebut “ismud lanaa” dan maksudnya adalah: “Bernyanyilah untuk kami”. Pendapat ini diriwayatkan dari ‘Ikrimah dan Ibnu ‘Abbas.[5]
‘Ikrimah mengatakan, “Mereka biasa mendengarkan Al Qur’an, namun mereka malah bernyanyi. Kemudian turunlah ayat ini (surat An Najm di atas).”[6]
Jadi, dalam dua ayat ini teranglah bahwa mendengarkan “nyanyian” adalah suatu yang dicela dalam Al Qur’an.

=========================================================================================
Nggak terpungkiri bahwa gw juga masih suka mendengarkan musik. 
Semoga gw semakin hari bisa terus memperbaiki diri, terus menghindari hal hal yang tidak disenangi, tidak disukai.
Insya Allah

Friday, August 26, 2016

Aimer - Tsuyoku Hakanai Mono Tachi Lyrics Full Song


Lagu nya jujur manis banget. Aimer pula.
Gw denger yang versi original nya yang dinyanyiin sama Cocco, nggak ada terdengar sedih-sedihnya.

Aimer - Tsuyoku Hakanai Mono Tachi Lyrics Full Song

Japan

愛する人を守るため
大切なもの築くため
海へ出たのね
嵐の中で戦って
突風の中生きのびて
ここへ来たのね

この港はいい所よ
朝陽がきれいなの
住みつく人もいるのよ
ゆっくり休みなさい
疲れた羽根を癒すの

だけど 飛魚のアーチをくぐって
宝島が見えるころ
何も失わずに
同じでいられると思う?

人は弱いものよ
とても弱いものよ

愛する人の未来など
遠い目のまま言わないで
声が聞こえる?
私の部屋へいらっしゃい
甘いお菓子をあげましょう
抱いてあげましょう

固い誓い交わしたのね
そんなの知ってるわ
“あんなに愛し合った”と
何度も確かめ合い
信じて島を出たのね

だけど飛魚のアーチをくぐって
宝島に着いた頃
あなたのお姫様は
誰かと腰を振ってるわ

人は強いものよ
とても強いものよ

そうよ飛魚のアーチをくぐって
宝島が見えるころ
何も失わずに
同じでいられると思う?

きっと飛魚のアーチをくぐって
宝島に着いた頃
あなたのお姫様は
誰かと腰を振ってるわ

人は強いものよ
そして儚いもの
Ah…
Ah…  

Romaji


Ai suru hito wo mamoru tame
Taisetsuna mono kizuku tame
Umi e deta no ne
Arashi no naka de tatakatte
Toppuu no naka ikinobite
Koko e kita no ne

Kono minato wa ii tokoro yo
Asahi ga kirei nano
Sumitsuku hito mo iru no yo
Yukkuri yasuminasai
Tsukareta hane wo iyasu no

Dakedo tobiuo no aachi wo kugutte
Takarajima ga mieru koro
Nani mo ushinawazu ni
Onaji de iarreru to omou?

Hito wa yowai mono yo
Totemo yowai mono yo

Ai suru hito no mirai nado
Tooi hi no mama iwanai de
Koe ga kikoeru?
Watashi no heya e irasshai
Amai okashi wo agemashou
Daite agemashou

Katai chikai kawashita no ne
Sonna no shitteru wa
"anna ni ai shiatta" to
Nando mo tashikameai
Shinjite shima wo deta none

Dakedo tobiuo no aachi wo kugutte
Takarajima ni tsuita koro
Anata no ohimesama wa
Dareka to koshi wo futteru wa

Hito wa tsuyoi mono yo
Totemo tsuyoi mono yo

Sou yo tobiuo no aachi wo kugutte
Takarajima ga mieru kokoro
Nani mo ushinawazu ni
Onaji de irareru to omou?

Kitto tobiuo no aachi wo kugutte
Takarajima ni tsuita koro
Anata no ohimesama wa
Dareka to koshi wo futteru wa

Hito wa tsuiyoi mono yo
Soshite hakanai mono

Thursday, August 25, 2016

Aimer feat. Yojiro Noda from RADWIMPS – Chouchou Musubi Full Lyric

Some Part of Lyric taken or based on blog from : furahasekai.net 


 






蝶々結び (Chouchou Musubi) - Aimer 歌詞 

Aimer feat. Yojiro Noda from RADWIMPS – Chouchou Musubi

Translation on Romanized, Japanese, English, Indonesia





片っぽで丸を作って しっかり持ってて
もう片っぽでその丸の後ろを ぐるっと回って

Katappo de maru o tsukutte shikkari mottete
Mou katappo de sono maru no ushiro o gurutto mawatte





Take one end, and make a circle—now hold it tight
Take the other end and wrap it around behind the circle

Ambil satu ujung dan buat lingkaran lalu pegang erat
Ambil satu ujung lainnya dan ikatkan di sekitar belakang lingkaran


間にできたポッケに入って 出て来るの待ってて
出てきたところを迎えにきて 「せーの」で引っぱって

Aida ni dekita pokke ni haitte dete kuru no mattete
Detekita tokoro o mukae ni kite “se ̄ no” de hippatte




Pass it through the pocket formed in the middle, and wait for it to come back out
Go out to meet it
And on one, two, three, pull the strings tight


Sekarang masuk di antara saku dan tunggu sampai keluar
Ambil saat keluar, lalu “satu, dua” tarik

はじめはなんとも 情けない形だとしても
同じだけ力を込めて

Hajime wa nantomo nasakenai katachi dato shite mo
Onaji dake chikara o komete








At the beginning, it came out so pathetically
But even still, I put the same strength into it


Meskipun di awal bentuknya menyedihkan
Tapi ini masih sama kuatnya

羽根は大きく 結び目は固く
なるようにきつく 結んでいてほしいの

Hane wa ookiku musubime wa kataku
Naru you ni kitsuku musundeite hoshii no



 
I want to tie it tight
So that the loops would be big, and the knot would be tight

Sayap yang besar, simpul yang kuat 
Dengan begitu ini akan terikat kuat

腕はここに 想い出は遠くに
置いておいてほしい ほしいの

Ude wa koko ni omoide wa tooku ni
Oite oite hoshii hoshii no




I want you, I want you
To put your arm here, and your memories far away


Aku ingin, ingin menempatkan
lenganmu di sini dan kenangan di kejauhan

片っぽでも引っ張っちゃえば ほどけちゃうけど
作ったもの壊すのは 遥かに 簡単だけど

Katappo demo hippatchaeba hodoke chau kedo
Tsukutta mono kowasu no wa haruka ni kantandakedo




Even though if you pull on only one end, it’ll come untied
It's so, so very easy to break what someone’s made


Meskipun jika kau tarik sekali akan terurai
Meskipun ini akan dengan mudah hancur


だけどほどく時も そう、ちゃんと 同じようにね
分かってるよ でもできたらね 「せーの」で引っ張って

Dakedo hodoku toki mo sou, chanto onaji you ni ne
Wakatteru yo demode kitara ne “se ̄ no” de hippatte
 

Yet that’s how it is when you untie it, it's exactly the same


I know that’s how it goes, but once I finish it
With a one, two, three, I’ll pull the strings


Tapi saat tak terikat pun, kau akan mengikatnya dengan benar 
Aku tahu, tapi aku harap aku bisa, “satu, dua” menariknya


ほどけやしないように と願って力込めては
広げすぎた羽根に 戸惑う

Hodoke ya shinai you ni to negatte chikara komete wa
Hiroge sugita hane ni tomadou
 

Praying that it wouldn't come untied, I put some strength into it
And became transfixed by the loops that I had pulled too far out


Aku ikat kencang, berharap agar tak terurai
Namun menjadi mustahil untuk melebarkan sayap

羽根は大きく 結び目は固く
なるようにきつく 結んでいてほしいの

Hane wa ookiku musubime wa kataku
Naru you ni kitsuku musundeite hoshii no


I want to tie it tight
So that the loops would be big, and the knot would be tight 

Sayap yang besar, simpul yang kuat
Dengan begitu ini akan terikat kuat

夢はここに 想い出は遠くに
気付けばそこにあるくらいがいい

Yume wa koko ni omoide wa tooku ni
Kidzukeba soko ni aru kurai ga ii


So that your dreams are here, and your memories far away 
If you realize it, I’m fine with you just being there

Dengan mimpi di sini dan kenangan di kejauhan
Jika kau sadari, kita akan baik-baik saja di sana
 
黙って引っ張ったりしないでよ 不格好な蝶にしないでよ
結んだつもりがほどいていたり 緩めたつもりが締めていたり

Damatte hippattari shinaide yo bukakkouna chou ni shinaide yo
Musunda tsumori ga hodoiteitari yurumeta tsumori ga shimeteitari



Just shut up, don’t pull on them
Don’t make the strings into a lopsided butterfly
I meant to tie them, but they’re becoming loose  
I meant to loosen them, but they’re becoming tight

 Jangan menariknya diam-diam, jangan sampai kupu-kupunya cacat
Aku akan mengikatnya bila terurai, aku akan mengencangkannya bila longgar

この蒼くて広い世界に 無数に 散らばった中から
別々に二人選んだ糸を お互いたぐり寄せ合ったんだ

Kono aokute hiroi sekai ni musuu ni chirabatta naka kara   
Betsubetsu ni futari eranda ito o otagai taguriyoseatta nda


From all the countless and scattered contents Of this blue, wide world  
The two of us chose the same thread independently
And reeled each other in


Di birunya dunia yang luas ini, di antara yang tersebar   
Dua orang di tempat berbeda memilih benang yang sama dan saling mengikat satu sama lain

結ばれたんじゃなく結んだんだ 二人で「せーの」で引っ張ったんだ
大きくも 小さくも なりすぎないように 力を込めたんだ

Musubareta n janaku musunda nda futari de “se ̄ no” de hippatta nda
Ookiku mo chiisaku mo nari suginai you ni chikara o kometa nda



We weren't tied to each other, we tied ourselves to each other
On one, two, three, we pulled the strings


So that they wouldn't be too loose, or too tight
We put our strength into it


Bila kita tak terikat satu sama lain, “satu, dua” kita akan saling mengikatkan
Agar tak terlalu longgar dan terlalu ketat, kita akan ikatkan dengan kencang

この蒼くて広い世界に 無数に 散らばった中から
別々に二人選んだ糸を お互いたぐり寄せ合ったんだ

Kono aokute hiroi sekai ni musuu ni chirabatta naka kara
Betsubetsu ni futari eranda ito o otagai taguriyoseatta nda


From all the countless and scattered contents Of this blue, wide world  
The two of us chose the same thread independently
And reeled each other in

Di birunya dunia yang luas ini, di antara yang tersebar   
Dua orang di tempat berbeda memilih benang yang sama dan saling mengikat satu sama lain

結ばれたんじゃなく結んだんだ 二人で「せーの」で引っ張ったんだ
大きくも 小さくも なりすぎないように 力を込めたんだ

Musubareta n janaku musunda nda futari de “se ̄ no” de hippatta nda
Ookiku mo chiisaku mo nari suginai you ni chikara o kometa nda


We weren't tied to each other, we tied ourselves to each other
On one, two, three, we pulled the strings

So that they wouldn't be too loose, or too tight
We put our strength into it
Bila kita tak terikat satu sama lain, “satu, dua” kita akan saling mengikatkan
Agar tak terlalu longgar dan terlalu ketat, kita akan ikatkan dengan kencang