Well, dari judul aja udah kasar ya. Jadi gw bakal yakinkan buat lo pada yang ngebaca ini, banyak banget orang tolol yang main game ini. Serius.
Vainglory adalah game mobile, moba seperti dota dengan tawaran konsep yang beda. Lo bisa pilih jenis damage dari hero yang lo pake, crystal (ability power) atau red item (damage yang biasanya berasal dari serangan biasa)
Ah udah nggak usah cingcong. Jadi kenapa gw bisa kasih judul banyak orang goblog main vainglory?
Karena kenyataan nya emang gt.
Gila kan. Tier 6 Silver maen nya masih goblog.
Pas gw liat profile nya : Profile Goblog
Menang udah 1000-an cak!!!
Jadi what's the point?
Maksud gw adalah, ini player adalah salah satu dari sekian banyak player player goblok vainglory yang main nya dah lama, tapi masih bego.
Jadi selama ini lo ngapain? main gundu?
Dah main lama kok masih goblok?
Heran gw asli sama tipe tipe player kek gini.
Gw main di server SEA. Dan server sea emang raja nya toxic, nggak mobile wijen, dota, bahkan game ini. Secara jujur game ini nggak toxic toxic amat karena nggak ada fitur ngebacot alias chat. Tapi ya nama nya manusia selalu ada jalan untuk mengexpresikan emosi nya. Tinggal gunain fitur emoticon dan lo bisa sepuasnya sarkasme.
Pada akhirnya, gw selalu ngasih rate tiap match bintang 1 + report setiap player di team gw untuk kegoblokan nya. Selalu team frustation. Selalu player goblok.
Gw main mobile wijen naikin rank dari warrior ke gm 5 cuma 2 hari, lah game ini? stuck gw di tier 6, 6,5,4
Bangsat emang. Game sih nggak ampas. Player nya yang ampas. Terlalu tolol dan nggak punya otak.
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Saturday, February 3, 2018
Friday, June 17, 2016
Islam yang Sekedar Islam
Gambar nomor 1 di sebelah kiri, saya dapatkan dari situs Sindonews dengan judul "Histeria Warga Saat Penggusuran Kawasan Luar Batang"
Sedangkan gambar nomor 2 di sebelah kanan, sudah terpampang jelas sumbernya dari Kompas dengan judul "Warung Makan Dirazia"
Jika dilihat, kedua kejadian di atas sebenarnya memiliki persamaan;
yaitu sama2 Rakyat Kecil yang tengah berhadapan dengan Satpol PP.
Hanya saja, meskipun serupa tapi tidak sama.
Di mana letak perbedaannya?
- Kasus pertama adalah kasus yang menimpa sebuah Warga, ratusan, bahkan mungkin ribuan orang. Sedangkan kasus kedua hanya menimpa satu orang saja, tak lebih.
- Kasus pertama adalah penggusuran, yaitu menggeser warga dari tempat tinggal mereka. Sedangkan kasus kedua hanya Razia, yaitu pemeriksaan atau penggrebekan sebuah tempat, tanpa mengusir sang pemilik tempat.
- Kasus pertama menuai respon yang monoton dan datar2 saja, tak terlalu heboh. Sedangkan kasus kedua menuai badai protes dan respon reaksioner yang meledak-ledak dari masyarakat.
- Kasus pertama, para Wong Cilik yang kena gusur itu entah mendapat simpati dari Netizen berapa gepok duit saya gak tahu. Sedangkan kasus kedua, hingga saat ini saja sudah mendapat empati dan santunan 100 juta lebih dari Netizen. Wow banget gak sih?
Lantas mengapa perbedaan yang mencolok ini terjadi? Dan siapa yang mem-blow-up semua ini?
Mengapa satu orang dapat membuat geger dunia sedangkan ribuan orang tak mampu menggetarkan hati kita?
Jawabannya sederhana, karena kasus yang pertama tak ada kaitannya dengan syariat, sedangkan kasus kedua kental berhubungan dengan nuansa syariat.
Mari kita melawan lupa, dan mengabsen modus2 yang serupa…
Masih ingat kan; seorang Dai yang dibully habis2an gara-gara poligami dua istri, namun pada saat yang sama, orang yang selingkuh akan tetap menjadi pujaan, dan orang yang poligami 10 istri tetap tak mendapat kecaman.
Jadi sebenarnya bukan anti poligami, tapi anti syariat.
Masih ingat kan; aktifis Muhammadiyah yang dituduh teroris, ditangkap serampangan, lalu pulang2 tinggal jasadnya. Tapi saat teroris pelaku peledakan bom Mall Alam Sutera adalah non-Muslim, ia ditangkap dengan baik-baik, disenyumin, dituntun dengan sopan.
Jadi sebenarnya bukan anti teroris, tapi anti muslim yang diklaim teroris.
Masih ingat kan; penjual es kelapa yang kontan langsung ditangkap karena memakai kaos bertuliskan Syahadat, tapi beberapa orang yang pakai atribut palu-arit masih bisa berkeliaran bebas.
Jadi sebenarnya bukan anti ideologi yang mengancam Pancasila, tapi anti ideologi berbau syariat (padahal baru "berbau" saja, tidak benar2 syariat).
Intinya, Agama kita ini sedang diserang. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh Kebodohan diri kita sendiri, dan oleh ketidak-adilan serta hipokrasi standar ganda yang kita amini.
Dajjal itu hanya menebar umpan, kita yang memakannya. Media itu hanya menggiring opini, kitanya saja yang genetiknya mudah dikelabui.
Maka perjuangkanlah Syariat, meskipun dengan sebuah kalimat. Untuk sekedar meninggalkan jejak di dunia, guna menjadi bukti di akhirat, bahwa kita pernah berupaya membela Agama dan Syariat.
Semoga itu dapat membawa manfaat serta syafa'at, bagi kita di hari kiamat...
Hanya saja, meskipun serupa tapi tidak sama.
Di mana letak perbedaannya?
- Kasus pertama adalah kasus yang menimpa sebuah Warga, ratusan, bahkan mungkin ribuan orang. Sedangkan kasus kedua hanya menimpa satu orang saja, tak lebih.
- Kasus pertama adalah penggusuran, yaitu menggeser warga dari tempat tinggal mereka. Sedangkan kasus kedua hanya Razia, yaitu pemeriksaan atau penggrebekan sebuah tempat, tanpa mengusir sang pemilik tempat.
- Kasus pertama menuai respon yang monoton dan datar2 saja, tak terlalu heboh. Sedangkan kasus kedua menuai badai protes dan respon reaksioner yang meledak-ledak dari masyarakat.
- Kasus pertama, para Wong Cilik yang kena gusur itu entah mendapat simpati dari Netizen berapa gepok duit saya gak tahu. Sedangkan kasus kedua, hingga saat ini saja sudah mendapat empati dan santunan 100 juta lebih dari Netizen. Wow banget gak sih?
Lantas mengapa perbedaan yang mencolok ini terjadi? Dan siapa yang mem-blow-up semua ini?
Mengapa satu orang dapat membuat geger dunia sedangkan ribuan orang tak mampu menggetarkan hati kita?
Jawabannya sederhana, karena kasus yang pertama tak ada kaitannya dengan syariat, sedangkan kasus kedua kental berhubungan dengan nuansa syariat.
Mari kita melawan lupa, dan mengabsen modus2 yang serupa…
Masih ingat kan; seorang Dai yang dibully habis2an gara-gara poligami dua istri, namun pada saat yang sama, orang yang selingkuh akan tetap menjadi pujaan, dan orang yang poligami 10 istri tetap tak mendapat kecaman.
Jadi sebenarnya bukan anti poligami, tapi anti syariat.
Masih ingat kan; aktifis Muhammadiyah yang dituduh teroris, ditangkap serampangan, lalu pulang2 tinggal jasadnya. Tapi saat teroris pelaku peledakan bom Mall Alam Sutera adalah non-Muslim, ia ditangkap dengan baik-baik, disenyumin, dituntun dengan sopan.
Jadi sebenarnya bukan anti teroris, tapi anti muslim yang diklaim teroris.
Masih ingat kan; penjual es kelapa yang kontan langsung ditangkap karena memakai kaos bertuliskan Syahadat, tapi beberapa orang yang pakai atribut palu-arit masih bisa berkeliaran bebas.
Jadi sebenarnya bukan anti ideologi yang mengancam Pancasila, tapi anti ideologi berbau syariat (padahal baru "berbau" saja, tidak benar2 syariat).
Intinya, Agama kita ini sedang diserang. Bukan oleh siapa-siapa, tapi oleh Kebodohan diri kita sendiri, dan oleh ketidak-adilan serta hipokrasi standar ganda yang kita amini.
Dajjal itu hanya menebar umpan, kita yang memakannya. Media itu hanya menggiring opini, kitanya saja yang genetiknya mudah dikelabui.
Maka perjuangkanlah Syariat, meskipun dengan sebuah kalimat. Untuk sekedar meninggalkan jejak di dunia, guna menjadi bukti di akhirat, bahwa kita pernah berupaya membela Agama dan Syariat.
Semoga itu dapat membawa manfaat serta syafa'at, bagi kita di hari kiamat...
Saturday, February 20, 2016
Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah Bercadar
📝 Surat Terbuka Untuk LGBT Dari Muslimah Bercadar 🌸
Bismillah..
Kemarin pagi saya membaca di linimasa akun facebook saya yang sedang ramai membicarakan tayangan Indonesia Lawyer Club yang tayang pada tanggal 16 Februari kemarin di TVOne. Karena penasaran, akhirnya saya klik tautan rekaman tayangan tersebut di youtube. Durasi totalnya sekitar 2 jam 45 menit.
Saya simak benar-benar setiap perkataan narasumber. Lalu ketika narasumber dari komunitas LGBT membuka suara menuntut agar tidak mendapatkan diskriminasi alih-alih karena Hak Asasi Manusia, saya jadi penasaran, memang diskriminasi apasih yang mereka dapatkan?
Setelah mereka berbicara panjang lebar respon saya cuma satu, “Lho, jadi cuma gitu doang?” Kata mereka diskriminasi yang mereka dapat berupa bully, dilarang kerja di perusahaan tertentu, dilarang kuliah di kampus tertentu. Wah itu sih bagi saya hal sepele banget. Kalau hanya se sepele itu saya dan kawan-kawan saya lainnya yang bercadar juga gampang saja lapor KOMNAS HAM karena didiskriminasi.
Saya seorang mahasiswi dan bercadar dalam keseharian saya, baik ke kampus atau pergi ke mana pun. Mungkin saya adalah salah satu muslimah bercadar yang beruntung dibandingkan dengan teman-teman saya lainnya yang mengenakan cadar, keluarga saya mendukung saya dan kampus saya juga mengizinkan untuk bercadar. Banyak teman-teman saya yang bercadar mendapat pertentangan dari orang tuanya.
Tidak perlu sampai ke tahap mengenakan cadar, yang mengenakan jilbab syar’i (yang lebar) saja pun banyak yang mendapat pertentangan keras dari keluarganya. Ada yang sampai dikurung dan tidak boleh keluar-keluar. Ada yang kalau pulang ke rumah dan ketahuan punya pakaian syar’i, pakaiannya digunting-gunting lalu dibakar oleh keluarganya, itu baru keluarga inti, keluarga yang paling dekat, bagaimana sekeluarga besar? Itu baru diskriminasi dari pihak keluarga belum dari pihak masyarakat.
Di masyarakat sendiri, kami pun sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Dipandang secara sinis, dicaci, dimaki, dikata-katai, dipermalukan di depan umum. Ketika menjadi pembeli kami tidak mendapat perlakuan yang manis dari para pelayan, dan masih banyak lagi, di antaranya:
1. Ketika saya berada di Rumah Sakit di salah satu kawasan di Yogyakarta, ada seorang bapak yang mencaci saya dengan mengatakan “Dasar Setan” dengan intonasi dan nada penuh kebencian.
2. Bulan lalu saya diteriaki oleh seorang sales disebuah pusat perbelanjaan “WOI ISIS”. Saya juga pernah diteriaki “TERORIS” ketika sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro.
3. Ketika saya sedang naik Commuter Line, saya malah dijadikan bahan ancaman oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya agar anaknya diam, “Kalau kamu gak mau diam, Ibu kasih kamu ke dia.” Memangnya saya semenyeramkan itu?
4. Ketika di bandara saya diperiksa dengan pemeriksaan super ketat yang itu TIDAK DILAKUKAN KEPADA CALON PENUMPANG PESAWAT LAINNYA. Ketika masuk Mall tas saya diperiksa padahal pengunjung yang lain tidak.
5. Saya juga pernah dikatai oleh seorang Waria di Sunmor UGM, “Iii ada Mbak Ninja”, lha kaum kalian teriak-teriak tidak mau didiskriminasi lho kok malah mendiskriminasi orang lain?
Lalu sang narasumber ILC juga menyampaikan bahwa banyak kaum LGBT yang dilarang bekerja di suatu perusahaan tertentu dan dilarang kuliah di kampus tertentu. Walah, hal yang seperti ini tidak hanya kalian yang merasakan, kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar pun demikian.
Seandainya dibuat sebuah penelitian tentang mana yang lebih banyak jumlah diskriminasi, terhadap kaum LGBT ataukah terhadap muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar, saya yakin hasilnya perusahaan yang membolehkan pekerjanya dari kaum LGBT lebih banyak daripada perusahaan yang membolehkan karyawatinya bercadar.
Dalam ranah universitas pun, masih banyak universitas-universitas yang melarang Mahasiswinya bercadar. Banyak sekali. Bahkan teman-teman saya memakai masker untuk menutup wajah pun dilarang sampai pihak kampus memerintahkan petugas keamanan untuk memberi peringatan kepada mahasiswi yang berjilbab panjang dan mengenakan masker untuk menanggalkan maskernya.
Ada pula teman saya yang disindir oleh dosennya, “Kamu pake masker karena keimanan yang kamu percaya atau karena sakit? Kalau karena imanmu, semoga kamu masuk surga deh.”
Salah satu narasumber dari pakar komunikasi UI, Bapak Ade Armando, menyampaikan bahwa ada mahasiswanya yang ketika ia berangkat dari rumahnya ia harus mengenakan pakaian laki-laki, lalu di tengah jalan ia berganti pakaian menjadi pakaian wanita, dan ketika di kampus ia berdandan seperti wanita, padahal aslinya ia adalah pria. Pak Ade, kasus seperti ini juga banyak sekali kami alami. Bahkan terjadi kepada mahasiswi bapak juga.
Teman-teman saya ketika liburan kuliah dan pulang ke rumah terpaksa menanggalkan cadarnya, atau memendekkan jilbabnya agar tidak dicap ekstremis oleh orang tua dan tetangga-tetangganya di kampung. Lalu ketika kembali lagi ke kota tempatnya menimba ilmu, di tengah jalan ia harus berganti pakaian juga.
Diskriminasi lainnya yang tidak akan para LGBT rasakan dan hanya kami yang merasakan adalah sulitnya mau keluar negeri karena berbelit-belit di imigrasi, diinterogasi panjang lebar, dituduh sebagai teroris dan sebagainya. Tentu berbeda dengan kalian yang mudah saja ketika mau ke luar negeri. Jika kalian tidak diterima di negeri ini, kalian masih bisa ke luar negeri karena di luar negeri, khususnya negara barat, bisa menerima kalian. Tetapi berbeda dengan kami. Kami tetap saja menjadi bahan 'bullying' baik dalam negeri maupun luar negeri.
Barangkali kalian pun tidak pernah masuk ke tempat-tempat umum seperti mall atau bandara lalu diperiksa dengan pemeriksaan super ketat, bukan? Kami sering mengalaminya! Seakan-akan kami ini selalu dicurigai membawa bom atau akan melakukan aksi teror.
Dan satu lagi, jika kalian hanya akan di-bully saat menunjukkan "identitas" kalian, lain halnya dengan kami. Kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar ini jadi korban bully sepanjang waktu.
Jelas apa yang kami dapatkan itu adalah bentuk-bentuk diskriminasi.
Tapi apakah ada yang dengan gigih membela kami dari kalangan aktivis HAM? Mengapa justru membela sesuatu yang jelas-jelas menyimpang seperti LGBT?
Para aktivis HAM, ketika bicara tentang ajaran Islam, maunya islam dengan konsep Islam Nusantara, alasannya karena kearifan lokal. Namun ketika bicara urusan LGBT, maunya seperti luar negeri seperti Amerika, alasannya karena persamaan hak. Standar Ganda.
Intinya tidak perlu berlebihan. Kalian merasa menjadi pihak yang paling terzalimi sejagad Indonesia Raya dan merasa yang paling banyak mendapatkan perlakuan diskriminatif dibanding rakyat Indonesia lainnya.
Masih banyak orang lain yang diperlakukan diskriminatif lebih parah daripada kalian, hanya saja mereka tidak koar-koar di media dan tidak menuntut belas kasih KOMNAS HAM.
Lagipula jika kalian mendapatkan perlakuan yang berbeda, itu wajar dan sah-sah saja. Karena LGBT adalah penyakit, ancaman, penuh propaganda, menular, dan bertentangan dengan segala macam tinjauan baik secara medis, psikologis, agama, sosial, kemanusiaan, maupun tinjauan akal sehat manusia sehingga perlu mendapatkan perlakuan berbeda ketika muncul di tengah masyarakat.
Adapun kami sebagai muslimah bercadar dan berjilbab, diskriminasi yang kami terima semata karena beberapa elemen masyarakat belum teredukasi dengan aturan ajaran Islam tentang jilbab.
Cadar dan jilbab yang kami kenakan bukanlah sebuah penyakit, bukan pula ancaman, tidak mengandung propaganda, tidak menular, tidak pula bertentangan dengan tinjauan apapun baik sosial, medis, psikologis, apalagi agama.
Kami yang semestinya tidak pantas diperlakukan diskriminatif hanya karena lembaran kain gelap yang kami kenakan tidak mengemis belas kasihan masyarakat luas, apalagi Komnas HAM, agar bersikap wajar terhadap kami.
Adapun kalian kaum LGBT, perlakuan diskriminatif masyarakat terhadap kalian memang sudah sewajarnya demi kebaikan kalian sendiri agar kembali menjadi manusia yang berorientasi seksual yang normal sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.
Selama kalian menyalahi fitrah kalian sebagai pria atau wanita yang diciptakan oleh Allah secara heteroseksual, jangan pernah berharap masyarakat akan sepenuhnya menerima kondisi kalian yang secara nyata telah menjadi ancaman dan bertentangan dengan berbagai tinjauan apapun.
Hadanillahu wa iyyakum.
Semoga Allah memberi hidayahNya kepada saya dan kita semua.
Yogyakarta, 19 Februari 2016
📝 Penulis: Sheren Chamila Fahmi
===============================================================
Sumber : Group WA.
Karena itulah gw suka perempuan bercadar. Manis, anggun dan pemalu >_<
Secara gw tipe orang yang malu-malu jg (ato malu-maluin *plak* )
Kalau seandainya LGBT dilegalkan di ranah indonesia, semoga secepatnya adzab diturunkan bagi negara ini.
Bismillah..
Kemarin pagi saya membaca di linimasa akun facebook saya yang sedang ramai membicarakan tayangan Indonesia Lawyer Club yang tayang pada tanggal 16 Februari kemarin di TVOne. Karena penasaran, akhirnya saya klik tautan rekaman tayangan tersebut di youtube. Durasi totalnya sekitar 2 jam 45 menit.
Saya simak benar-benar setiap perkataan narasumber. Lalu ketika narasumber dari komunitas LGBT membuka suara menuntut agar tidak mendapatkan diskriminasi alih-alih karena Hak Asasi Manusia, saya jadi penasaran, memang diskriminasi apasih yang mereka dapatkan?
Setelah mereka berbicara panjang lebar respon saya cuma satu, “Lho, jadi cuma gitu doang?” Kata mereka diskriminasi yang mereka dapat berupa bully, dilarang kerja di perusahaan tertentu, dilarang kuliah di kampus tertentu. Wah itu sih bagi saya hal sepele banget. Kalau hanya se sepele itu saya dan kawan-kawan saya lainnya yang bercadar juga gampang saja lapor KOMNAS HAM karena didiskriminasi.
Saya seorang mahasiswi dan bercadar dalam keseharian saya, baik ke kampus atau pergi ke mana pun. Mungkin saya adalah salah satu muslimah bercadar yang beruntung dibandingkan dengan teman-teman saya lainnya yang mengenakan cadar, keluarga saya mendukung saya dan kampus saya juga mengizinkan untuk bercadar. Banyak teman-teman saya yang bercadar mendapat pertentangan dari orang tuanya.
Tidak perlu sampai ke tahap mengenakan cadar, yang mengenakan jilbab syar’i (yang lebar) saja pun banyak yang mendapat pertentangan keras dari keluarganya. Ada yang sampai dikurung dan tidak boleh keluar-keluar. Ada yang kalau pulang ke rumah dan ketahuan punya pakaian syar’i, pakaiannya digunting-gunting lalu dibakar oleh keluarganya, itu baru keluarga inti, keluarga yang paling dekat, bagaimana sekeluarga besar? Itu baru diskriminasi dari pihak keluarga belum dari pihak masyarakat.
Di masyarakat sendiri, kami pun sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Dipandang secara sinis, dicaci, dimaki, dikata-katai, dipermalukan di depan umum. Ketika menjadi pembeli kami tidak mendapat perlakuan yang manis dari para pelayan, dan masih banyak lagi, di antaranya:
1. Ketika saya berada di Rumah Sakit di salah satu kawasan di Yogyakarta, ada seorang bapak yang mencaci saya dengan mengatakan “Dasar Setan” dengan intonasi dan nada penuh kebencian.
2. Bulan lalu saya diteriaki oleh seorang sales disebuah pusat perbelanjaan “WOI ISIS”. Saya juga pernah diteriaki “TERORIS” ketika sedang berjalan di tengah keramaian Malioboro.
3. Ketika saya sedang naik Commuter Line, saya malah dijadikan bahan ancaman oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya agar anaknya diam, “Kalau kamu gak mau diam, Ibu kasih kamu ke dia.” Memangnya saya semenyeramkan itu?
4. Ketika di bandara saya diperiksa dengan pemeriksaan super ketat yang itu TIDAK DILAKUKAN KEPADA CALON PENUMPANG PESAWAT LAINNYA. Ketika masuk Mall tas saya diperiksa padahal pengunjung yang lain tidak.
5. Saya juga pernah dikatai oleh seorang Waria di Sunmor UGM, “Iii ada Mbak Ninja”, lha kaum kalian teriak-teriak tidak mau didiskriminasi lho kok malah mendiskriminasi orang lain?
Lalu sang narasumber ILC juga menyampaikan bahwa banyak kaum LGBT yang dilarang bekerja di suatu perusahaan tertentu dan dilarang kuliah di kampus tertentu. Walah, hal yang seperti ini tidak hanya kalian yang merasakan, kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar pun demikian.
Seandainya dibuat sebuah penelitian tentang mana yang lebih banyak jumlah diskriminasi, terhadap kaum LGBT ataukah terhadap muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar, saya yakin hasilnya perusahaan yang membolehkan pekerjanya dari kaum LGBT lebih banyak daripada perusahaan yang membolehkan karyawatinya bercadar.
Dalam ranah universitas pun, masih banyak universitas-universitas yang melarang Mahasiswinya bercadar. Banyak sekali. Bahkan teman-teman saya memakai masker untuk menutup wajah pun dilarang sampai pihak kampus memerintahkan petugas keamanan untuk memberi peringatan kepada mahasiswi yang berjilbab panjang dan mengenakan masker untuk menanggalkan maskernya.
Ada pula teman saya yang disindir oleh dosennya, “Kamu pake masker karena keimanan yang kamu percaya atau karena sakit? Kalau karena imanmu, semoga kamu masuk surga deh.”
Salah satu narasumber dari pakar komunikasi UI, Bapak Ade Armando, menyampaikan bahwa ada mahasiswanya yang ketika ia berangkat dari rumahnya ia harus mengenakan pakaian laki-laki, lalu di tengah jalan ia berganti pakaian menjadi pakaian wanita, dan ketika di kampus ia berdandan seperti wanita, padahal aslinya ia adalah pria. Pak Ade, kasus seperti ini juga banyak sekali kami alami. Bahkan terjadi kepada mahasiswi bapak juga.
Teman-teman saya ketika liburan kuliah dan pulang ke rumah terpaksa menanggalkan cadarnya, atau memendekkan jilbabnya agar tidak dicap ekstremis oleh orang tua dan tetangga-tetangganya di kampung. Lalu ketika kembali lagi ke kota tempatnya menimba ilmu, di tengah jalan ia harus berganti pakaian juga.
Diskriminasi lainnya yang tidak akan para LGBT rasakan dan hanya kami yang merasakan adalah sulitnya mau keluar negeri karena berbelit-belit di imigrasi, diinterogasi panjang lebar, dituduh sebagai teroris dan sebagainya. Tentu berbeda dengan kalian yang mudah saja ketika mau ke luar negeri. Jika kalian tidak diterima di negeri ini, kalian masih bisa ke luar negeri karena di luar negeri, khususnya negara barat, bisa menerima kalian. Tetapi berbeda dengan kami. Kami tetap saja menjadi bahan 'bullying' baik dalam negeri maupun luar negeri.
Barangkali kalian pun tidak pernah masuk ke tempat-tempat umum seperti mall atau bandara lalu diperiksa dengan pemeriksaan super ketat, bukan? Kami sering mengalaminya! Seakan-akan kami ini selalu dicurigai membawa bom atau akan melakukan aksi teror.
Dan satu lagi, jika kalian hanya akan di-bully saat menunjukkan "identitas" kalian, lain halnya dengan kami. Kami para muslimah bercadar dan/atau berjilbab lebar ini jadi korban bully sepanjang waktu.
Jelas apa yang kami dapatkan itu adalah bentuk-bentuk diskriminasi.
Tapi apakah ada yang dengan gigih membela kami dari kalangan aktivis HAM? Mengapa justru membela sesuatu yang jelas-jelas menyimpang seperti LGBT?
Para aktivis HAM, ketika bicara tentang ajaran Islam, maunya islam dengan konsep Islam Nusantara, alasannya karena kearifan lokal. Namun ketika bicara urusan LGBT, maunya seperti luar negeri seperti Amerika, alasannya karena persamaan hak. Standar Ganda.
Intinya tidak perlu berlebihan. Kalian merasa menjadi pihak yang paling terzalimi sejagad Indonesia Raya dan merasa yang paling banyak mendapatkan perlakuan diskriminatif dibanding rakyat Indonesia lainnya.
Masih banyak orang lain yang diperlakukan diskriminatif lebih parah daripada kalian, hanya saja mereka tidak koar-koar di media dan tidak menuntut belas kasih KOMNAS HAM.
Lagipula jika kalian mendapatkan perlakuan yang berbeda, itu wajar dan sah-sah saja. Karena LGBT adalah penyakit, ancaman, penuh propaganda, menular, dan bertentangan dengan segala macam tinjauan baik secara medis, psikologis, agama, sosial, kemanusiaan, maupun tinjauan akal sehat manusia sehingga perlu mendapatkan perlakuan berbeda ketika muncul di tengah masyarakat.
Adapun kami sebagai muslimah bercadar dan berjilbab, diskriminasi yang kami terima semata karena beberapa elemen masyarakat belum teredukasi dengan aturan ajaran Islam tentang jilbab.
Cadar dan jilbab yang kami kenakan bukanlah sebuah penyakit, bukan pula ancaman, tidak mengandung propaganda, tidak menular, tidak pula bertentangan dengan tinjauan apapun baik sosial, medis, psikologis, apalagi agama.
Kami yang semestinya tidak pantas diperlakukan diskriminatif hanya karena lembaran kain gelap yang kami kenakan tidak mengemis belas kasihan masyarakat luas, apalagi Komnas HAM, agar bersikap wajar terhadap kami.
Adapun kalian kaum LGBT, perlakuan diskriminatif masyarakat terhadap kalian memang sudah sewajarnya demi kebaikan kalian sendiri agar kembali menjadi manusia yang berorientasi seksual yang normal sehingga tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat.
Selama kalian menyalahi fitrah kalian sebagai pria atau wanita yang diciptakan oleh Allah secara heteroseksual, jangan pernah berharap masyarakat akan sepenuhnya menerima kondisi kalian yang secara nyata telah menjadi ancaman dan bertentangan dengan berbagai tinjauan apapun.
Hadanillahu wa iyyakum.
Semoga Allah memberi hidayahNya kepada saya dan kita semua.
Yogyakarta, 19 Februari 2016
📝 Penulis: Sheren Chamila Fahmi
===============================================================
Sumber : Group WA.
Karena itulah gw suka perempuan bercadar. Manis, anggun dan pemalu >_<
Secara gw tipe orang yang malu-malu jg (ato malu-maluin *plak* )
Kalau seandainya LGBT dilegalkan di ranah indonesia, semoga secepatnya adzab diturunkan bagi negara ini.
Monday, January 4, 2016
Pembaca Al Quran yang Dilaknat Allah swt
Di satu malam, Imam Ali bin abu thalib as
berjalan bersama sahabatnya, Kumayl bin ziyad.
Di sebuah lorong, Kumayl mendengar seseorang
yang sedang membaca Alquran. Bacaannya
sangat bagus dengan suara yang merdu,
sehingga yang mendengarnya terasa sesak
dadanya. Kumayl kemudian berkata kepada Imam
Ali as, "Sungguh bagus bacaan orang itu.
Sungguh aku ingin menjadi rambut dan badan
pembaca itu. Tentu menyenangkan.."
Imam Ali as berkata, "Wahai Kumayl, tidak perlu
engkau berbicara begitu. Karena rahasia Tuhan
akan ditampakkan padamu.."
Waktu berlalu, dan sampailah pada peristiwa
besar di masa kekhalifahan Imam Ali as.
Pasukannya memberontak dan dikenal dengan
nama perang Nahrawan. Imam Ali as berhasil
mempertahankan kota dan ia memandang ke
penjuru dimana mayat2 bergelimpangan.
Ia menuju ke salah satu mayat dan memanggil
Kumayl bin Ziyad. "Wahai Kumayl, kenalkah
engkau dengan orang ini ?" Kumayl menggeleng.
Imam Ali as berkata, "Ini adalah orang yg sama
yang membaca Alquran dengan suara merdu
dimana kau ingin menjadi rambut dan badannya.
Apakah sudah ditampakkan rahasia Tuhan
kepadamu ?"
Dalam riwayat2 hadis banyak ditemukan perkatan
Nabi bahwa ada zaman dimana banyak manusia
yang membaca Alquran sedangkan Alquran itu
sendiri melaknat perbuatannya. Bacaan itu
bahkan tidak sampai dikerongkongannya.
Ia menjadi sombong dan zolim karena merasa
paling beragama. Pandangannya dibutakan dan
hatinya mengeras. Ia sibuk dengan ritual2 tanpa
sedikitpun mengisi akal dan hatinya dengan
spiritual. Yang mengenaskan, ia bahkan menjual
ayat2 itu dengan bahasa sedekah, bahasa
keimanan dan banyak bahasa lainnya. Tujuannya
apa ? Keuntungan duniawi bagi dirinya.
Banyak dari kita yang lupa, kalau masalah
keimanan, iblis lah jagonya. Ibadahnya ratusan
tahun lamanya. Pakaiannya tauhid, tapi Tuhan
tahu bahwa ia tidak bisa melepaskan
kesombongannya.
Terkadang saya merasa bahwa secangkir kopi
jauh lebih jujur dari seorang manusia. Ia pahit
dan tidak menyembunyikan kepahitannya. Ia
hitam dan tidak menyembunyikan warnanya. Tapi
dari semua yang tampak sebagai kekurangan
dimata sebagian orang, disitulah sebenarnya
kelebihannya.
Sudah lama saya meninggalkan mengikuti
pemikiran manusia berdasarkan baju agamanya,
karena lebih mulya belajar dari manusia yang
mampu mengedepankan ahlaknya.
berjalan bersama sahabatnya, Kumayl bin ziyad.
Di sebuah lorong, Kumayl mendengar seseorang
yang sedang membaca Alquran. Bacaannya
sangat bagus dengan suara yang merdu,
sehingga yang mendengarnya terasa sesak
dadanya. Kumayl kemudian berkata kepada Imam
Ali as, "Sungguh bagus bacaan orang itu.
Sungguh aku ingin menjadi rambut dan badan
pembaca itu. Tentu menyenangkan.."
Imam Ali as berkata, "Wahai Kumayl, tidak perlu
engkau berbicara begitu. Karena rahasia Tuhan
akan ditampakkan padamu.."
Waktu berlalu, dan sampailah pada peristiwa
besar di masa kekhalifahan Imam Ali as.
Pasukannya memberontak dan dikenal dengan
nama perang Nahrawan. Imam Ali as berhasil
mempertahankan kota dan ia memandang ke
penjuru dimana mayat2 bergelimpangan.
Ia menuju ke salah satu mayat dan memanggil
Kumayl bin Ziyad. "Wahai Kumayl, kenalkah
engkau dengan orang ini ?" Kumayl menggeleng.
Imam Ali as berkata, "Ini adalah orang yg sama
yang membaca Alquran dengan suara merdu
dimana kau ingin menjadi rambut dan badannya.
Apakah sudah ditampakkan rahasia Tuhan
kepadamu ?"
Dalam riwayat2 hadis banyak ditemukan perkatan
Nabi bahwa ada zaman dimana banyak manusia
yang membaca Alquran sedangkan Alquran itu
sendiri melaknat perbuatannya. Bacaan itu
bahkan tidak sampai dikerongkongannya.
Ia menjadi sombong dan zolim karena merasa
paling beragama. Pandangannya dibutakan dan
hatinya mengeras. Ia sibuk dengan ritual2 tanpa
sedikitpun mengisi akal dan hatinya dengan
spiritual. Yang mengenaskan, ia bahkan menjual
ayat2 itu dengan bahasa sedekah, bahasa
keimanan dan banyak bahasa lainnya. Tujuannya
apa ? Keuntungan duniawi bagi dirinya.
Banyak dari kita yang lupa, kalau masalah
keimanan, iblis lah jagonya. Ibadahnya ratusan
tahun lamanya. Pakaiannya tauhid, tapi Tuhan
tahu bahwa ia tidak bisa melepaskan
kesombongannya.
Terkadang saya merasa bahwa secangkir kopi
jauh lebih jujur dari seorang manusia. Ia pahit
dan tidak menyembunyikan kepahitannya. Ia
hitam dan tidak menyembunyikan warnanya. Tapi
dari semua yang tampak sebagai kekurangan
dimata sebagian orang, disitulah sebenarnya
kelebihannya.
Sudah lama saya meninggalkan mengikuti
pemikiran manusia berdasarkan baju agamanya,
karena lebih mulya belajar dari manusia yang
mampu mengedepankan ahlaknya.
Monday, December 14, 2015
Selamatkan Anak Bangsa dari Bully! Tangisan Hati Seorang Ibu!
Silahkan dibaca terlebih dahulu
--------------------------------------------------------------------------------------------------
I
Tangisan hati seorang ibu. Kepada Yth Bapak Jokowi Presiden Republik Indonesia. Selamat siang pak, maaf mengganggu makan siang bapak. Saya seorang ibu yg saat ini mencari keadilan utk anak saya. Anak yg baru berusia 6 th salah satu generasi muda penerus bangsa ini. Anak saya telah mengalami tindakan bully di sekolahnya. Bbrp wkt lalu kacamatanya slalu dirampas dan dilempar demikian juga dgn buku agama dan alat tulisnya oleh teman yg bkn sekelas dia (beda kelas dan hanya sekelas saat pelajaran agama) jmt 18 sept anak saya tiba2 panas tinggi dan dia ketakutan utk sklh. Kmdn dia cerita kalo dia dipukili disekolahny minggu lalu. Jmt itu juga saya menghadap wakil kepala sklh dan ketua yayasan. Saat sy bicara dgn yayasan, beliau menyaksikan sediri pelaku ini sedang memukuli temannya (kebetulan saat senam pagi) siangnya wakil kepala sekolah menemui saya yg sedang memberikan obat utk anak saya, seenak jidatnya saja dia bilang anak saya anak yang iseng. Pas bubaran sekolah saya sedang bicara dgn ibu2 yg lain dan tiba2 ada seorang anak berteriak pada saya bhw dia melihat anak saya minggu lalu di tonjok ulu hatinya dan ditendang penisnya. Senin pagi saya dan suami menemui kepala sekolah. Entah kepala sekolah yg amnesia atau sdh di setir sama atasannya. Kepala sklh malah bilang bahwa kagak mengetahui kejadiannya, padahal jumat siang mnrt pengakuan anak2 yg berada di kelas pelaku siang itu kepala sekolah dan wakil kepsek masuk ke kelas mereka dan membicarakan kenakalan pelaku dan meminta pelaku tdk mengulangi perbuatannya. Dari hr jmt ke senin itu apa dgn mudahny dia melupakan pernyataan dia sendiri. Senin siang saya dipanggil kepsek dan wali kls 1. Mereka mengatakan tdk ada rekaman cctv pemukulan anak saya. Dan mereka melihat anak sy bermain dgn tmn lain dan pelaku main dgn yg lain. Kagak ada 5 menit mereka bil hari itu pelaku tdk masuk sklh. Lhaaa bagaimana mgkn td mereka bil pelaku tdk main dgn anak sy dan skrg kgk ad 5 mnt mereka bil pelaku kgk msk sklh. Saya sendiri tdk diksh liat rekam cctv mereka hanya bil sdh di save di flash disc. Lalu saya bil ada saksi mata. Awalnya mereka keberatan utk menemui saksi mata dgn berbagai alasan, kmdn sy tlp saksi mata dan saya speaker terlihat jelas mereka lemas dan ketakutan mendengar pernyataan saksi mata. Lantas saya bil ayo kita ke rmh sakit lakukan visum. Mereka menolak dan bil jangan seenakny ibu sendiri semua keputusan bukan di tgn ibu tp di tgn yayasan. Kami akan hubungi ibu selasa pagi bagaimana hasil keputusannya. Hari selasa karna sakit anak sy tdk sekolah namun anak sy tetap mengikuti ujian karna anak saya anak yg bertanggung jawab atas pendidikannya. Malam hariny karna sdh lemas kami membawanya ke rmh skt. Hasil pemeriksaan rmh skt anak sy terkena infeksi saluran kencing dan ada nanah di saluran kencingnya. Saya berikan rekaman video anak saya dan dktr anak merekomendasikan seorang psikolog. Dari psikolog tsb diketahui bahwa anak saya menderita trauma yang sangat tinggi dan butuh wkt utk pemulihannya. Anak saya setiap tdr berteriak, menangis ketakutan dan kesakitan. Anak saya berubah menjadi anak yg pemurung. Sementara si pelaku bebas menikmati hari2nya disekolah, sementara anak saya di rumah sakit berjuang menghadapi tekanan psikisnya. Saya sadar saya tidak akan menuntut pelaku karna masih di bawah umur (walaupun perbuatannya diluar batas kenakalan anak seusianya) saya hanya minta pihak sekolah bertanggung jawab atas kelalaian mereka. Karna pemukulan anak saya bukan yang pertama terjadi di sekolah itu. Beberapa kali terjadi tindakan pemukulan dlm sekolah itu dan mereka slalu bilang anak ibu yang nakal atau anak ibu yang iseng. Ini sekolah menganut hukum rimbakah? Dimana anak yg nakal bebas dipukuli teman yg nakal juga. Apakah harus ada korban jiwa terlebih dahulu untuk menyadarkan pihak sekolah? Bapak Jokowi yang saya hormati saat ini anak saya masih dalam perawatan seorang psikolog mengingat trauma yg dia dapatkan atas pemukulan tsb masih menghantui setiap mimpi2nya. Imbasnya setiap dia bermimpi pemukulan itu anak saya tdk mau makan dan minum sampai anak saya membicarakan kematian, membicarakan bagaimana seandainy dia melompat dari gedung (ruang praktik psikolog sampai psikolognya kaget mendengar pernyataan anak saya) sampai anak saya berdiam duduk di kloset kamar mandi berjam2 tanpa suara sepatah katapun. Anak saya hanyalah seorang anak usia 6 th dengan beban mentalnya yang begitu berat dengan ketakutan dia atas pemukulan yg menimpa dirinya. Anak saya juga anak bangsa yang memerlukan Perlindungan Hukum Negeri ini bukan hanya si pelaku yang dilindungi karna masih anak2. Bagaimana dengan anak saya dia yang menjadi korban dia yang saat ini kehilangan keceriaannya, dia yang saat ini tdk dapat bersekolah lagi karna ketakutanny akan dipukuli jika dia sekolah. Bapak Jokowi yang terhormat sebagai seorang ibu yang mengandung melahirkan dan membesarkannya dengan kedua telapak tangan saya memohon perlindungan hukum untuk anak saya. Bukan saja untuk anak saya tapi juga untuk anak2 bangsa yang menjadi korban bully. Stop bully di sekolah dan selamatkan anak bangsa dari prilaku yang tidak terpuji inj.mari selamatkan mereka yang menjadi korban bully maupun pelaku bully dengan memberikan tindakan yang tepat bagi para pelaku agar mereka jera melakukannya. Jangan hanya pelaku saja yang mendapat perlindungan hukum bagaimana dengan korban??? Mereka juga anak2 yg berhak mendapat perlindungan hukum yang sama, mendapatkan pendidikan yang aman dan nyaman, karna kelak mereka yang akan meneruskan perjuangan dan cita2 Negeri ini. Hormat saya seorang ibu yang berjuang untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya
II
Nak saat mami mengandungmu mami memperjuanhkanmu yang harus dilahirkan dalam usia kandungan 6 bln. Susah payah mamih berjuangan menghadapi pre eklampsia dan diabetes, ruang icu pun sdh mami tdk perdulikan. Mami perjuangkan kehidupanmu dengan mempertaruhkan nyawa mami sampai akhirnya kamu terlahir prematur dengan selamat. Dan saat usiamu 4 th sesaat setelah keluar dari ruang operasi kami melihat detik2 ketiadaanmu nak... Yahhh monitor pacu jantungmu menunjukan detak jantungmu terhenti 15menit. Kami hanya bisa menangis nak memohon pada Ilahi untuk menghidupkanmu kembali nak, dan Tuhan mendengar doa kami tiba2 kamu menangis dan memanggil mami. Nak sekarang kami tau bebanmu begitu berat ketahuilah nak aku yang mengandungmu aku yang memberikanmu kehangatan dalam rahimku, jika kamu terluka mami seribu kali lebih terluka darimu. Jika kamu menangis mami seribu kali meneteskan air mata darah mami untukmu. Nak... Kami pernah hampir kehilanganmu... Tak khan kami biarkan itu terjadi lagi nak, walaupun saat ini kami sudah "kehilangan kehadiranmu" mami akan berjuang untukmu bukan untuk uang bukan untuk apapun tapi untuk keadilan yang berhak kamu dapatkan... Agar kelak dewasa kamu mengerti nak perjuangkanlah keadilan di negeri ini nak sampai tetes darah terakhir kita walaupun negeri ini tidak perduli terhadap orang kecil seperti kita nak, tapi Tuhan yang akan melihat setiap perjuangan hidup kita.
III
Selamatkan Anak Bangsa dari Bully. Beberapa waktu lalu anak saya melepaskan kacamatanya dan berkata "mami aku kgk mau pakai kacamata kana slalu dirampas dan dilempar m.....k" saya menghadap wakil kepsek dan esokny org tua pelaku menemui saya tanpa minta maaf dia berkata "eh anak lo kenapa?" Saya menjawab "anak kamu lempar kacamata anak saya" org tua pelaku "ooo begitu lain kali lo bilang aja langsung ke gw jangan ke sekolah gara2 laporan lo anak gw jadi takut sekolah" kebetulan pas org tua pelaku berkata bgt ada seorang teman yg juga mendengar. Justru kenapa saya melaporkan ke sekolah, karna kejadiannya terjadi di sekolah dan pihak sekolah harus mengetahui dan bertanggung jawab atas kejadian ini. Pihak sekolah juga harus bisa menjadi mediator yg baik utk para orang tua bukan hanya menulis di com book memberitahukan masalah anak lalu selesai bgt saja. Imbas dari perampasan kacamata anak saya sampai saat ini tdk mau memakai kacamatanya. Kalaupun dipakai hanya beberapa saat dan kemudian dia lemparkan. Saat opname saya dirujuk dktr anak ke dktr mata. Hasil dari dktr mata tdk ada perubahan ukuran kacamata dan dktr mata merujuk saya menemui psikolog. Menurut dktr mata dengan keadaan mata silinder anak saya yg cukup besar jika di teruskan tdk memakai kacamata akan menimbulkan mata malas dan syaraf mati bisa mati. Jika syaraf mata mati maka tidak ada satu obat apapun yang bisa menyembuhkan matanya.
IV
Hari ini dengan menguatkan hati kami membawa andra ke dktr bedah urologi (memang sdh dr awal dktr umum dan dktr anak menyarankan kami membawa ke bedah urologi) utk memeriksa operasi hypospasdia anak kami 2 th lalu. Yg ditakutkan oleh dktr anak dan dktr umum akibat dr penendangan akan berdampak pd bekas operasi hypospadianya. Bgt kami memasuki ruangan dan menceritakan bhw anak kami ditendang kemaluannya dktr langsung kaget dan panik. Langsung anak kamk ditanganin. Dktr bedah urologi; "kalau dari luar ini sdh baik bu sdh tdk ada nanah lagi karna dokter anak dan dktr umum melakukan hal tepat kepada anak ibu dengan memberikan obat dan antibiotik. Tapi jelas sekali ada trauma pada anak ibu akibat penendangan. Berita terburuknya bu dengan menyesal saya katakan saya tdk menjamin pipa yg kami operasi 2 th lalu itu robek atau tdk" saya lalu meminta dktr utk segera observasi melakukan tindakan untuk melihat pipa apakah robek atau tidak. Dktr "maaf bu dgn kondisi trauma anak ibu kami tdk bs observasi skrg, ibu pulihkan dl kondisi psikis anak ibu, karna utk melihat pipa kita akan kembali menghadapi meja operasi harus bius total dan kita akan ada tindakan jika kemungkinan buruk terjadi, ini tdk bs dilakukan sekarang mengingat trauma itu saya lihat masjh ada sampai sekarang bu. Kita ketemu 6 bln lagi jika kondisi psikis sdh memungkinkan saya bs ambil tindakan. Skrg yg saya katakan bahwa benar adibat penendangan anak ibu bgitu trauma dan benar pertolongan medis yg dilakukan dktr yg menanganin tapi saya tdk menjamin pipa operasi hypospadia itu robek atau tdk krn hanya bs dilakukan jika diteropong saja dan utk saat ini pulihkan psikis anak ibu" kemudian dktr memeluk anak kami dgn suara bergetar berkata "kenapa kamu jd seperti inj nak?, janji yah sama om dktr jangan menangis lagi, jangan pernah takut lagi, 6 bln kemudian ketemu saya kamu harus sdh jauh lebih baik, saya tau kamu skrg menderita nak tapi lupakan semua kejadian, jadi jagoan yah nak jangan pernah menangis" kemudian dktr memanggil suster "sus ini tdk usah dikenakan biaya" Masya Allah begitu mulianya hati dokter charles ini, semoga Allah membalas semua kemuliaan dan kebaikan para dokter dan khususny psikolog yg telah membantu dan menanganin anak kami dalam masa pemulihan traumany. Terima kasih Tuhan Kau kirimkan orang2 yg begitu tulus dan membantu kami, memberikan kami semangat utk bangkit kembali. Dktr"saya tau perasaan ibu dan bapak saya dktr yg menanganinya saja menyesalkan peristiwa ini terjadi karna alat vital itu begitu fatal jika dipukul apalagi ditendang yang sabar y bu" sepanjang perjalanan pulang airmata ini mengalir hingga saya menuliskan ini untuk mengobati luka hati saya... Untuk melepaskan kesedihan saya....
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Ini salah satu dari banyak alasan mengapa gw benci yang namanya relationship.
If in the end, you will get hurt, then it might better never have it in first place.
Kebodohan nyata manusia....
I really hate it..
Saturday, December 12, 2015
Catatan Singkat - Minjam Uang Nggak Ganti? Kok Bisa?
Kapan terakhir kali gw percaya dengan orang lain?
Seingat gw, terakhir kali gw percaya dengan orang lain adalah saat SMP kelas 2. Setelah itu gw tidak percaya dan selalu negatif thinking terhadap orang lain.
Dan sekarang, yaitu masa-masa kantor, di umur 22 tahun, ketika gw memulai untuk kembali percaya dengan orang lain, kepercayaan itu direnggut cuma-cuma.
Kenapa kepercayaan itu bisa hilang lo tanya?
Karena adanya pengkhianatan.
Janji yang tidak dilaksanakan.
Ucapan dusta.
Jadi begini ceritanya.
Catatan mungkin gw sedikit sebar rahasia alias aib salah seorang manusia. Tapi itu adalah kesalahannya. Gw akan nulis disini agar bisa dibaca dan abadi selamanya di internet hatta yaummul qiayamah.
Walopun dia ganti, gw nggak bakal hapus tulisan ini.
Perasaan yang gw tuang dalam tulisan ini, waktu yang gw habiskan buat nulis ini, nggak bakal ada gantinya.
The Story begin...
Ada seseorang di kantor gw berada sekarang, bank negara Indonesia alias BNI. Secara wajar, hubungan gw dan dia baik-baik saja sebagai rekan kerja. Tidak ada masalah sampai...
UNTIL HE FUCKING AROUND ME AS HE BORROW MY MONEY AND NOT GIVE IT BACK AND KEEP GIVE FUCKING REASON FULL OF BULLSHIT.
gw artiin deh. Dia minjem uang gw dan dia "tidak" mau mengembalikan serta terus banyak ngasih-ngasih alasan.
Omong kosong banget.yeah, full of bulshit
Berapa yang gw kasih pinjem ke dia? 4.550.000. Btw, kurs dalam rupiah ya.
Terus kok bisa-bisanya gw kasih pinjem ke dia?
*iya kok bisa fan kamu kasih ke dia?*
Karena dia butuh uang buat orang tuanya (kata dia). Dia ngomong kalo orang tuanya sakit, dan dia harus balik ke semarang dan butuh uang untuk itu, sampe nangis-nangis. Nangis nya nggak kejer dan kejang2 sih, yah pokoknya gitu dah, nangisnya laki-laki gimana sih. Lo kalo laki pasti tahu.
Laki minum extra j**s - eh -
Lalu yang buat gw ngasih lagi adalah, dia janji bakal ganti tanggal 10 desember lalu. Yang mana dua hari lalu (dimana notabene nya gw nulis ini di hari sabtu tanggal 12). Dan satu lagi, dia bersumpah dengan nama Allah.
Wallahi (Demi Allah) bakal ganti tanggal 10, he says.
Tapi nyatanya? Bullshit.
Gw heran. Begitu pentingnya kah sumpah itu. Sumpah untuk membuat lawan bicara nya yakin!? Sorry gw bakal bawa-bawa hukum agama Islam dulu disini. Sumpah yang membawa nama Allah di dalam kata-katanya? Sumpah dengan membawa nama Allah adalah sesuatu yang harus dilaksanakan. Absolut 100 % harus dilakukan. Dan juga berdusta. Bilang mau ganti tanggal 10, nyatanya nggak. Mungkin juga orang tuanya nggak sakit juga dan itu cuma alasan-alasan lainnya agar gw mau minjemin uang ke dia.
Ciri-ciri orang munafik : Berkata dia berdusta, berjanji dia mengingkari, amanah dia mengingkari. Dia sudah melakukan dua ciri tersebut, dapatkah gw golongkan dia termasuk munafik itu?
Gw boleh kan?
Maksud gw, EMANG BENER KAN?
Allah juga nggak bakal natap orang yang banyak bersumpah dengan membawa nama-Nya di akhirat kelak.
dalam surat Al Qalam ayat 10 : "Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina".
Dunia ini emang permainan. Orang yang terjebak dalam permainan itu akhirnya kalah dan akan melakukan apapun bahkan merugikan orang lain. Harta, jabatan, dan wanita (lawan jenis) adalah jebakan bagi laki-laki.
Gw pikir, ketika umur lo sudah lebih dari 30 tahun, maka lo bakal lebih dewasa. Tapi nyatanya enggak.
Ini kasusnya.
Harusnya sih dia malu.
Gw aja malu kalau minjam orang terus nggak ganti. Apalagi kalau gw udah janji tanggal yang gw ucapin bakal bayar, tapi terus nggak gw bayar. Buset dah.
Hutang itu beban, beban di dunia, beban di akhirat.
Siapa sih yang tahu waktu meninggal? Kalau seandainya meninggal saat mempunyai hutang? Tersiksa udah.
Gw rasa bakal ketahan di akhirat dan mungkin di jeblosin ke neraka kalo yang dihutangin nggak ikhlas.
Kalo membunuh itu nggak dilarang agama kecuali jihad, membela diri dan untuk agama, mungkin orang itu bakal gw cabik-cabik kali. Masuk penjara okelah kalo bisa. Tapi agama memang diletakkan lebih dulu daripada harta, jadi gw nggak bisa seenaknya.
Lagipula kok bisa dia minjem duit sama gw. Gw baru kerja 5 bulan lho. 5. Lulus kuliah, terus gw kerja 5 bulan.Terus ada orang yang tiba-tiba pinjem sama lo? Weird kan. Fucking Weird...
Salah gw juga nggak mikir rasional. Fak myself.
Seharusnya gw mikir kok bisa dia pinjam sama gw. Gw yang masih baru dalam pekerjaan.
Owh, mungkin dia mikir karena gw masih baru, polos, terus bisa dibegoin kali.
Oh oh. Jadi gitu..
Emang banyak orang brengsek di dunia ini.Gw kadang suka lupa itu.
Lo nggak bakal langsung tahu, walopun lo awalnya "berteman" dengan dia.
"The only one you can trust, only yourself". Gw lupa quote ini. Tapi sekarang gw inget lagi.
Dan seharusnya gw harus juga berterima kasih, karena dengan hal seperti ini, gw jadi berpikir lebih dewasa dan NGGAK BAKAL ngelakuin kebodohan sama di masa depan.
Brengsek...
Bajingan...
Awalnya emang gw juga nggak mau kasih. Orang 4,5 itu duit terakhir gw. sisa 50.000 yang gw pegang saat ini. Dan barusan gw pake 5000 buat beli jeruk nipis. Dia ngiba sama gw. Nanti gw mau lihat hari senin, iba nggak dia sama kondisi pinch gw sekarang?
Taruhan, dia pasti nggak bakalan iba. Dan tetep ngasih alasan-alasan lain.
Maunya apa sih ni orang? Heran asli.
Sebenarnya sih hari jumat kemarin gw dah confront dia buat ganti uang gw. Terus dia ngasih alasan kalo nunggu duitnya. Pas sebelum magrib gw tanya, katanya nunggu bokapnya nganter duitnya (nggak ngerti gw hubungannya apa. Wong bayar hutangnya transfer bukan cash, ngapain nunggu bokapnya coba, emangnya mau ke bank dulu. Orang jam segitu juga dah tutup bank-bank).
Dia juga ngomong kalo saat itu hujan. Emag bener sih hujan. Gw yang masih di kantor aja tahu soalnya gw pulang ujan-ujanan. Tapi nih, tapi ya.. Kalo lo niat ganti, gw yakin hujan pun bakal lo lewati.
Terus dia mau transfer kemarin jumat malem, kan rekenin gw bca ya, gw bilang ke dia kalo jangan transfer lebih dari jam 9, karena emang kan jam segitu bca offline. Eh dia malah bilang kalo bca itu offline nya jam 10. Bangsat nggak tuh? Mungkin dia niat transfer lebih dari jam 9 terus konfirm ke gw kalo dah transfer. Terus mungkin dia bakal upload struck palsu yang udah dia edit (hayalan gw doang sih, tapi ya asumsi aja). Gw nggak mau dibegoin lagi dong!? Langsung aja gw bales kalo bca tuh offline jam 9.
Nggak tau dia kalo gw itu mantan online seller. Dikira gw nggak pengalaman apa.
Wong gw hikikomori dulu kok sebelum kerja di BNI, yah gitu, ngurus mimpi gw buat bikin startup..Dan jualan online tentunya. Jadi gw tau kalo BCA itu offline jam 9 sampe jam 1.
Oh ya, hari sabtu ini, whatsapp jam 9, di read doang. no reply.
dia malu kali.
atau mungkin dia sengaja.
Ah entahlah. Prediksi prediksi are useless.
Hari senin bakal gw confront lagi. Dan gw nggak tahu apa yang bakal gw lakuin. Mungkin gw bakalan snap dan nusuk ni orang, terus gw congkel matanya. Atau mungkin gw bakal jatohin dia dari lantai 11 kali.
Seremnya sh itu, gw ampe kepikiran lagi. Bahaya banget. Jiwa gw sakit...
Kan bahaya kan...
Tapi ya paling gw bakal jelasin kondisi gw yang bener-bener fucking pinch saat ini. Liat aja gmana hasilnya.
semoga sukses dan tidak ada masalah.Dia mungkin mau ngebuang hal bernama kepercayaan demi harta.
Sedih banget.
Kalo nggak diganti ya, seperti gw bilang, dia bakal jadi jaminan di akhirat karena hutang dia ke gw.
gw bakal tuntut dan pindahin dosa-dosa gw ke dia. Keras banget ya? Tapi itulah dunia.
Semoga gw bisa tahan darah panas gw. Darah gw yang mendidih saat gw mengetik ini. Emosi yang muncul saat gw kembali mengingat problem ini. Mungkin Allah sengaja ngasih cobaan ini biar gw sabar mungkin. Ya.. mungkin
Anjing la gw bener2 mau bunuh ni orang. Keknya gw kebanyakan nonton film psikopat..
mungkin karena gw agak rada-rada semi-autis kali.
Ok Stop!!
Hikmah yang bisa gw ambil dan seharusnya bisa lo ambil juga:
1. Orang yang lo kira baik, lo sebenarnya nggak bener2 tau dia, bahkan walau sudah berumur dan dewasa sekalipun (umur 30, 40, dsb dsb). Suatu saat mungkin dia bakal nikam lo dari belakang
2. Stay alert. Waspada untuk segala hal.
3. Jangan bego-bego amat. Ya, jangan kepolosan.Jangan mau dibegoin...
Kalo lo, reader, yang baca tulisan gw. Kira-kira apa yang lo bakal lakuin?
Note that, alasan gw nulis ini agar kegelisahan di hati gw tertuang dalam bentuk nyata, dibandingkan gw melakukan hal-hal yang tidak menyenangkan.
Lalu, gw nulis ini juga bukan ngarepin belas kasihan lo yang baca!! Sekali lagi, gw cuma mau share ini.
Btw kalo lo mau stalk gw ataupun orang ini, Gw kerja di BNI Landmark, Grup Channel System alias CHS. Oknum nya tentu aja di grup yang sama dengan gw.
Yah, kali aja ada yang baca terus "owh, ternyata ada orang brengsek yang kerja di bni dan masih minjem-minejm uang nggak mo ganti. Gaji nya kurang kali kerja di bank".
Ya gitu aja sih...
Fuck this shit...
Btw monggo yang mau berbagi pengalaman juga tentang ngutangin orang dan dia nggak mau bayar.
Sharing aja dan gimana cara ngatasinnya.
Ty before..
Gw sign out..
Thursday, November 5, 2015
Dr Ahli Bedah dan Pesawat
KISAH nyata, terjadi di Pakistan. Seorang Dr Ahli Bedah terkenal
bernama Dr. Ishan tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan
menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas
penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: “Saya ini dokter spesial, tiap menit nyawa manusia bergantung pada saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?”
Pegawai menjawab: “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.”
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: “Silahkan masuk, siapa ya?”
Terbukalah pintunya.
Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam teleponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: “Telepon apa Nak? Apa Anda tidak sadar ada dimana? Di sini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan Anda.”
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang.
Dokter mendatanginya dan berkata: “Demi Allah, Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda, semoga Allah menjawab do’a-do’a Anda.”
Berkata ibu itu: “Nak, Anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.”
Bertanya Dr. Ishan: “Apa itu do’anya?”
Ibu itu berkata: “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada di sini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.”
Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do’a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.”
Sumber : Islampos
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tibs diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.
Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: “Saya ini dokter spesial, tiap menit nyawa manusia bergantung pada saya, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?”
Pegawai menjawab: “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.”
Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.
Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya. Terdengar suara seorang wanita tua: “Silahkan masuk, siapa ya?”
Terbukalah pintunya.
Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam teleponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: “Telepon apa Nak? Apa Anda tidak sadar ada dimana? Di sini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan Anda.”
Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak di atas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang.
Dokter mendatanginya dan berkata: “Demi Allah, Anda telah membuat saya kagum dengan keramahan Anda dan kemuliaan akhlak Anda, semoga Allah menjawab do’a-do’a Anda.”
Berkata ibu itu: “Nak, Anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.”
Bertanya Dr. Ishan: “Apa itu do’anya?”
Ibu itu berkata: “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada di sini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar memudahkannya.”
Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak: “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu, sungguh Allah swt telah menciptakan sebab seperti ini kepada hambaNya yang mu-min dengan do’a.
Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.”
Sumber : Islampos
Wednesday, November 4, 2015
Menjadi Dewasa adalah Pilihan, Thats Bullshit!
"Menjadi Dewasa adalah pilihan"
Apa arti dari quote itu?
Sejujurnya, gw sangat takut menjadi dewasa, menjadi bokap-bokap, mengerikan.
Dulu gw berpikir kalau menjadi orang dewasa itu enak. Bebas dan bisa melakukan hal-hal tanpa dibatasi oleh orang tua lagi.
Tapi gw salah.
Menjadi dewasa itu sucks!.
Gw benci jadi orang dewasa. Pergi pulang kantor. Harus kerja (Bahkan walaupun lo wirausaha , itu berarti lo kerja juga kan). MENYEBALKAN.
Lalu gw perhatikan, sepertinya semakin tua itu membuat kualitas IQ dari orang tersebut menurun 50%. Selain itu, hati atau jiwa mereka juga mengeras.
Lo bisa baca ini : here
Keren ya. Nggak faham gw otak orang itu dimana. Nggak faham lagi kenapa kalau sudah tua itu berkelakuan begitu. Mungkin dia tipe orang yang suka ikut tawuran dulunya, jadi kelakuannya gitu. TIDAK PUNYA OTAK.
Belum lagi, kalo lo coba naik kendaraan atau motor. Itu jalanan nggak jauh beda sama pasar kalau macet. Klakson dimana-mana.
Nggak pernah diajarin sabar ya gitu, pas tua kelakuannya jadi rendah serendah2 nya.
Gw benar benar takut jadi orang dewasa.
It suck!!
Apa arti dari quote itu?
Sejujurnya, gw sangat takut menjadi dewasa, menjadi bokap-bokap, mengerikan.
Dulu gw berpikir kalau menjadi orang dewasa itu enak. Bebas dan bisa melakukan hal-hal tanpa dibatasi oleh orang tua lagi.
Tapi gw salah.
Menjadi dewasa itu sucks!.
Gw benci jadi orang dewasa. Pergi pulang kantor. Harus kerja (Bahkan walaupun lo wirausaha , itu berarti lo kerja juga kan). MENYEBALKAN.
Lalu gw perhatikan, sepertinya semakin tua itu membuat kualitas IQ dari orang tersebut menurun 50%. Selain itu, hati atau jiwa mereka juga mengeras.
Lo bisa baca ini : here
Keren ya. Nggak faham gw otak orang itu dimana. Nggak faham lagi kenapa kalau sudah tua itu berkelakuan begitu. Mungkin dia tipe orang yang suka ikut tawuran dulunya, jadi kelakuannya gitu. TIDAK PUNYA OTAK.
Belum lagi, kalo lo coba naik kendaraan atau motor. Itu jalanan nggak jauh beda sama pasar kalau macet. Klakson dimana-mana.
Nggak pernah diajarin sabar ya gitu, pas tua kelakuannya jadi rendah serendah2 nya.
Gw benar benar takut jadi orang dewasa.
It suck!!
Sunday, October 25, 2015
Grebek Emak-Emak
Jadi belakangan ini banyak banget ojek-ojek online yang bisa dibahas melalui hp ato smartphone2 kesayangan anda.
gw nggak mau bahas hp dan ojek2 nya.
Tp ada percakapan menarik yang gw dapet pas ngelewati sekumpulan emak-emak yang sedang bergosip ria pas gw berangkat ke kantor.
Sederhananya, gw mendengar secara nggak sengaja.
semula gosip memang seperti biasa, not interesting especially for me, secara gosip emak-emak emang nggak jauh-jauh dari hal-hal umum.
Tapi semua berubah saat negara api menyerang.
salah satu emak ngomong "kalo GREBEK mah nggak kek begitu".
grebek..
grebek...
cara bacanya seperti huruf e pada kata 'bebek' dan bukan pada kata 'gendut'..
Gw mikir selama 5 detik baru gw sadar kalo maksud ntu emak-emak adalah "GRAB-BIKE".
Oh well...
Rasanya gw langsung sadar kalo cewe yang udah berubah jadi emak-emak, akalnya agak luntur beberapa persen dari IQ nya.
Keknya sih..
gw nggak mau bahas hp dan ojek2 nya.
Tp ada percakapan menarik yang gw dapet pas ngelewati sekumpulan emak-emak yang sedang bergosip ria pas gw berangkat ke kantor.
Sederhananya, gw mendengar secara nggak sengaja.
semula gosip memang seperti biasa, not interesting especially for me, secara gosip emak-emak emang nggak jauh-jauh dari hal-hal umum.
Tapi semua berubah saat negara api menyerang.
salah satu emak ngomong "kalo GREBEK mah nggak kek begitu".
grebek..
grebek...
cara bacanya seperti huruf e pada kata 'bebek' dan bukan pada kata 'gendut'..
Gw mikir selama 5 detik baru gw sadar kalo maksud ntu emak-emak adalah "GRAB-BIKE".
Oh well...
Rasanya gw langsung sadar kalo cewe yang udah berubah jadi emak-emak, akalnya agak luntur beberapa persen dari IQ nya.
Keknya sih..
Tuesday, October 20, 2015
Hukum Mastubarsi menurut Islam
Alhamdulillah, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Kalangan remaja atau dewasa tidak sedikit yang kecanduan dengan onani. Remaja yang pergaulannya tidak karuan, atau pasutri yang saling berjauhan, banyak yang mengambil onani sebagai solusi untuk memenuhi hasrat seksual. Bahasan kali ini akan meninjau bagaimana pandangan Islam mengenai onani (masturbasi).
Mengenal Istilah “الاستمناء”
Dalam bahasa Arab dikenal istilah “الاستمناء”, yaitu memaksa keluarnya mani. Atau secara istilah didefinisikan, “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (bersenggama/coitus) dan cara ini dinilai haram seperti mengeluarkan mani tersebut dengan tangan secara paksa disertai syahwat, atau bisa pula “الاستمناء” dilakukan antara pasutri dengan tangan pasangannya dan cara ini dinilai boleh (tidak haram).
Dalam kitab I’anatuth Tholibin (2:255) disebutkan makna “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (senggama), baik dilakukan dengan cara yang haram melalui tangan, atau dengan cara yang mubah melalui tangan pasangannya.
Istilah “الاستمناء” di sini sama dengan onani atau masturbasi.
Wasilah (Perantara) Onani
Onani bisa dilakukan dengan tangan, atau cara bercumbu lainnya, bisa pula dengan pandangan atau sekedar khayalan. Kita akan mengulas ketiga cara tersebut. Onani dengan bercumbu yang dimaksud adalah seperti dengan menggesek-gesek kemaluan pada perut, paha, atau dengan cara diraba-raba atau dicium dan tidak sampai terjadi senggama pada kemaluan. Pengaruh onani semacam ini sama dengan onani dengan tangan.
Hukum Onani
Onani dengan hanya sekedar untuk membangkitkan syahwat, hukumnya adalah haram secara umum. Karena Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (31)
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Ma’arij: 29-31). Orang yang melampaui batas adalah orang yang zholim dan berlebih-lebihan. Allah tidaklah membenarkan seorang suami bercumbu selain pada istri atau hamba sahayanya. Selain itu diharamkan. Namun, menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Imam Ahmad, hukum onani itu makruh tanzih (sebaiknya dijauhi).
Jika onani dilakukan untuk menekan syahwat dan takut akan terjerumus zina, maka itu boleh secara umum, bahkan ada yang mengatakan wajib. Karena kondisi seperti ini berarti melakukan yang terlarang di saat darurat atau mengerjakan tindakan mudhorot yang lebih ringan.
Imam Ahmad dalam pendapat lainnya mengatakan bahwa onani tetap haram walau dalam kondisi khawatir terjerumus dalam zina karena sudah ada ganti onani yaitu dengan berpuasa.
Ulama Malikiyah memiliki dua pendapat. Ada yang mengatakan boleh karena alasan kondisi darurat. Ada yang berpendapat haram karena adanya pengganti yaitu dengan berpuasa.
Ulama Hanafiyah seperti Ibnu ‘Abidin berpendapat bahwa jika ingin melepaskan diri dari zina, maka onani wajib dilakukan.
Dari berbagai pendapat yang ada, penulis menilai pendapat yang menyatakan onani itu haram lebih kuat seperti pandangan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. Karena syahwat tidak selamanya dibendung dengan onani. Dengan sering berpuasa yaitu puasa sunnah akan mudah membendung tingginya syahwat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)
Onani Melalui Istri
Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), seperti mengeluarkan mani dengan cara kemaluan si suami digesek pada paha atau perut istri selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah).
Namun ulama lainnya mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh. Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan, “Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.”
Wajib Mandi Setelah Onani
Para ulama sepakat bahwa yang melakukan onani wajib mandi (janabah atau junub) jika mani keluar dengan terasa nikmat dan memancar. Sedangkan ulama Syafi’iyah tidak memandang jika mani keluar tanpa terasa nikmat dan memancar. Asalkan keluar mani saat onani, mereka nyatakan tetap wajib mandi. Demikian pula pendapat Imam Ahmad dan pendapat yang tidak masyhur dalam madzhab Malikiyah.
Sedangkan jika melakukan onani dan ia menahan mani agar tidak keluar, maka tidak diwajibkan mandi. Karena wajibnya mandi di sini dikaitkan dengan melihat ataukah tidak.
Pengaruh Onani pada Puasa
Onani dengan tangan membatalkan puasa menurut ulama Malikiyah, Syafi’iyah, Hambali dan sebagian besar ulama Hanafiyah. Karena penetrasi tanpa keluar mani saja membatalkan puasa. Maka tentu saja jika keluarnya mani dengan syahwat jelas membatalkan puasa. Jika puasanya batal, hal ini tidak disertai adanya kafaroh seperti jima’ (senggama) saat puasa karena tidak ada dalil yang mewajibkan adanya kafaroh. Demikian pendapat ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah.
Bahaya Onani dari Sisi Kesehatan
Ejakulasi dini atau terlalu cepat selesai ketika melakukan hubungan seks yang sebenarnya. Ketika melakukan onani, biasanya orang cenderung melakukannya secara terburu-buru dengan harapan dapat segera mencapai orgasme. Cara onani yang terburu-buru ini akan membiasakan sistem syaraf untuk melakukan seks secara cepat ketika sedang bercinta. Dan hasilnya adalah ejakulasi dini.
Gairah seks yang lemah ketika sudah berumah tangga. Keinginan untuk melakukan hubungan seks kadang sangat rendah karena sudah terbiasa melakukan onani ketika masih muda.
Orang-orang zaman dulu menyebut onani yang berlebihan akan menyebabkan kebodohan karena selalu membayangkan hal-hal porno dan orientasi pikiran selalu negatif.
Badan jadi kurus dan lemah. Karena pikiran selalu negatif dan berpikir yang porno-porno membuat banyak energi yang terkuras. Hal ini menyebabkan badan menjadi kurus kering.
Sulit menikmati hubungan seks yang sebenarnya bersama wanita. Karena sejak remaja sudah terbiasa merasakan seks secara manual atau onani. Penis yang terbiasa dengan tekanan tertentu dari tangan menjadi tidak responsif terhadap rangsangan dari vagina.
Perasaan bersalah karena terlalu sering onani menimbulkan rasa minder dan tidak percaya diri di lingkungan sosial.
Bagi wanita muda yang senang masturbasi atau onani bisa merobek lapisan hymen keperawanannya.
Mengalami impotensi atau gagal ereksi ketika berhubungan. Orang yang melakukan onani sudah terbiasa menciptakan rangsangan yang bersifat mental berupa khayalan-khayalan, hal tersebut membuat penis tidak terbiasa dengan rangsangan fisik ketika berhubungan seks yang sebenarnya.
Jadi sering melamun dan pikiran selalu negatif membuat adaptasi sosial menjadi terbatas. (Sumber: seksualitas.net)
Solusi dari Onani
Para ulama memberi nasehat bagi orang yang sudah kecandu onani, hendaklah ia perbanyak do’a, rajin menundukkan pandangan dari melihat yang haram, dan rajin berolahraga untuk menurunkan syahwatnya. Namun jika ia dihadapkan pada dua jalan yaitu berzina ataukah onani, maka hendaklah ia memilih mudhorot yang lebih ringan yaitu onani, sambil diyakini bahwa perbuatan tersebut adalah suatu dosa sehingga ia patut bertaubat, memperbanyak istighfar dan do’a. (Sumber: islamweb)
Solusi yang bisa dirinci:
Banyak berdo’a dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani selamanya.
Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.
Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, sholeh, beriman, bertakwa. Hindarilah lingkungan pergaulan yang membawa Anda menuju “lembah maksiat” atau “dunia hitam” atau bergaul dengan orang yang hobi onani. Teman karib yang baik sangat berpengaruh pada seseorang ibarat seseorang yang berteman dengan penjual minyak wangi. Kalau tidak diberi gratis, kita bisa dapat bau harumnya secara cuma-cuma. Baca artikel rumaysho.com: Pengaruh Teman Bergaul yang Baik.
Sibukkan diri dengan beribadah terutama banyak melakukan puasa sunnah karena puasa akan mudah mengekang syahwat. Sibukkan diri pula dengan menjaga shalat berjamaah, shalat malam, berzikir, dan membaca Alquran serta melakukan hal bermanfaat seperti olahraga.
Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga, Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.
Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”, atau porno, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Hindari juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”.
Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya yang bermanfaat. (Diolah dan diringkas dari: netsains.com)
Tinggalkanlah onani dan tempuh cara yang halal, lalu ingatlah sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)
Wallahu waliyyut taufiq. Walhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
* Bahasan di atas sebagian besar disarikan dari Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, terbitan Kementrian Agama Kuwait, pada index kata ‘الاستمناء’, juz ke-4, hal. 97-102.
@ Sabic Lab, Riyadh KSA
rumaysho.com
Kalangan remaja atau dewasa tidak sedikit yang kecanduan dengan onani. Remaja yang pergaulannya tidak karuan, atau pasutri yang saling berjauhan, banyak yang mengambil onani sebagai solusi untuk memenuhi hasrat seksual. Bahasan kali ini akan meninjau bagaimana pandangan Islam mengenai onani (masturbasi).
Mengenal Istilah “الاستمناء”
Dalam bahasa Arab dikenal istilah “الاستمناء”, yaitu memaksa keluarnya mani. Atau secara istilah didefinisikan, “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (bersenggama/coitus) dan cara ini dinilai haram seperti mengeluarkan mani tersebut dengan tangan secara paksa disertai syahwat, atau bisa pula “الاستمناء” dilakukan antara pasutri dengan tangan pasangannya dan cara ini dinilai boleh (tidak haram).
Dalam kitab I’anatuth Tholibin (2:255) disebutkan makna “الاستمناء” adalah mengeluarkan mani dengan cara selain jima’ (senggama), baik dilakukan dengan cara yang haram melalui tangan, atau dengan cara yang mubah melalui tangan pasangannya.
Istilah “الاستمناء” di sini sama dengan onani atau masturbasi.
Wasilah (Perantara) Onani
Onani bisa dilakukan dengan tangan, atau cara bercumbu lainnya, bisa pula dengan pandangan atau sekedar khayalan. Kita akan mengulas ketiga cara tersebut. Onani dengan bercumbu yang dimaksud adalah seperti dengan menggesek-gesek kemaluan pada perut, paha, atau dengan cara diraba-raba atau dicium dan tidak sampai terjadi senggama pada kemaluan. Pengaruh onani semacam ini sama dengan onani dengan tangan.
Hukum Onani
Onani dengan hanya sekedar untuk membangkitkan syahwat, hukumnya adalah haram secara umum. Karena Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30) فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ (31)
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Ma’arij: 29-31). Orang yang melampaui batas adalah orang yang zholim dan berlebih-lebihan. Allah tidaklah membenarkan seorang suami bercumbu selain pada istri atau hamba sahayanya. Selain itu diharamkan. Namun, menurut ulama Hanafiyah, Syafi’iyah, dan Imam Ahmad, hukum onani itu makruh tanzih (sebaiknya dijauhi).
Jika onani dilakukan untuk menekan syahwat dan takut akan terjerumus zina, maka itu boleh secara umum, bahkan ada yang mengatakan wajib. Karena kondisi seperti ini berarti melakukan yang terlarang di saat darurat atau mengerjakan tindakan mudhorot yang lebih ringan.
Imam Ahmad dalam pendapat lainnya mengatakan bahwa onani tetap haram walau dalam kondisi khawatir terjerumus dalam zina karena sudah ada ganti onani yaitu dengan berpuasa.
Ulama Malikiyah memiliki dua pendapat. Ada yang mengatakan boleh karena alasan kondisi darurat. Ada yang berpendapat haram karena adanya pengganti yaitu dengan berpuasa.
Ulama Hanafiyah seperti Ibnu ‘Abidin berpendapat bahwa jika ingin melepaskan diri dari zina, maka onani wajib dilakukan.
Dari berbagai pendapat yang ada, penulis menilai pendapat yang menyatakan onani itu haram lebih kuat seperti pandangan Imam Ahmad dalam salah satu pendapatnya. Karena syahwat tidak selamanya dibendung dengan onani. Dengan sering berpuasa yaitu puasa sunnah akan mudah membendung tingginya syahwat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400)
Onani Melalui Istri
Mayoritas ulama menilai bolehnya onani jika yang melakukan adalah pasangannya (istrinya), seperti mengeluarkan mani dengan cara kemaluan si suami digesek pada paha atau perut istri selama tidak dilakukan pada kondisi terlarang (yaitu seperti ketika puasa, i’tikaf atau saat berihram ketika haji dan umrah).
Namun ulama lainnya mengatakan perilaku onani dari pasangan (istri) dinilai makruh. Dalam Nihayah Az Zain dan Fatawa Al Qodi disebutkan, “Seandainya seorang istri memainkan kemaluan suami dengan tangannya, hukumnya makruh, walau suami mengizinkan dan keluar mani. Seperti itu menyerupai perbuatan ‘azl (menumpahkan mani di luar kemaluan istri). Perbuatan ‘azl sendiri dinilai makruh.”
Wajib Mandi Setelah Onani
Para ulama sepakat bahwa yang melakukan onani wajib mandi (janabah atau junub) jika mani keluar dengan terasa nikmat dan memancar. Sedangkan ulama Syafi’iyah tidak memandang jika mani keluar tanpa terasa nikmat dan memancar. Asalkan keluar mani saat onani, mereka nyatakan tetap wajib mandi. Demikian pula pendapat Imam Ahmad dan pendapat yang tidak masyhur dalam madzhab Malikiyah.
Sedangkan jika melakukan onani dan ia menahan mani agar tidak keluar, maka tidak diwajibkan mandi. Karena wajibnya mandi di sini dikaitkan dengan melihat ataukah tidak.
Pengaruh Onani pada Puasa
Onani dengan tangan membatalkan puasa menurut ulama Malikiyah, Syafi’iyah, Hambali dan sebagian besar ulama Hanafiyah. Karena penetrasi tanpa keluar mani saja membatalkan puasa. Maka tentu saja jika keluarnya mani dengan syahwat jelas membatalkan puasa. Jika puasanya batal, hal ini tidak disertai adanya kafaroh seperti jima’ (senggama) saat puasa karena tidak ada dalil yang mewajibkan adanya kafaroh. Demikian pendapat ulama Hanafiyah dan Syafi’iyah.
Bahaya Onani dari Sisi Kesehatan
Ejakulasi dini atau terlalu cepat selesai ketika melakukan hubungan seks yang sebenarnya. Ketika melakukan onani, biasanya orang cenderung melakukannya secara terburu-buru dengan harapan dapat segera mencapai orgasme. Cara onani yang terburu-buru ini akan membiasakan sistem syaraf untuk melakukan seks secara cepat ketika sedang bercinta. Dan hasilnya adalah ejakulasi dini.
Gairah seks yang lemah ketika sudah berumah tangga. Keinginan untuk melakukan hubungan seks kadang sangat rendah karena sudah terbiasa melakukan onani ketika masih muda.
Orang-orang zaman dulu menyebut onani yang berlebihan akan menyebabkan kebodohan karena selalu membayangkan hal-hal porno dan orientasi pikiran selalu negatif.
Badan jadi kurus dan lemah. Karena pikiran selalu negatif dan berpikir yang porno-porno membuat banyak energi yang terkuras. Hal ini menyebabkan badan menjadi kurus kering.
Sulit menikmati hubungan seks yang sebenarnya bersama wanita. Karena sejak remaja sudah terbiasa merasakan seks secara manual atau onani. Penis yang terbiasa dengan tekanan tertentu dari tangan menjadi tidak responsif terhadap rangsangan dari vagina.
Perasaan bersalah karena terlalu sering onani menimbulkan rasa minder dan tidak percaya diri di lingkungan sosial.
Bagi wanita muda yang senang masturbasi atau onani bisa merobek lapisan hymen keperawanannya.
Mengalami impotensi atau gagal ereksi ketika berhubungan. Orang yang melakukan onani sudah terbiasa menciptakan rangsangan yang bersifat mental berupa khayalan-khayalan, hal tersebut membuat penis tidak terbiasa dengan rangsangan fisik ketika berhubungan seks yang sebenarnya.
Jadi sering melamun dan pikiran selalu negatif membuat adaptasi sosial menjadi terbatas. (Sumber: seksualitas.net)
Solusi dari Onani
Para ulama memberi nasehat bagi orang yang sudah kecandu onani, hendaklah ia perbanyak do’a, rajin menundukkan pandangan dari melihat yang haram, dan rajin berolahraga untuk menurunkan syahwatnya. Namun jika ia dihadapkan pada dua jalan yaitu berzina ataukah onani, maka hendaklah ia memilih mudhorot yang lebih ringan yaitu onani, sambil diyakini bahwa perbuatan tersebut adalah suatu dosa sehingga ia patut bertaubat, memperbanyak istighfar dan do’a. (Sumber: islamweb)
Solusi yang bisa dirinci:
Banyak berdo’a dan bertaubat kepada Allah, untuk berhenti dari onani selamanya.
Harus memiliki tekad, kemauan, dan motivasi yang kuat dari diri sendiri.
Bergaullah dengan orang-orang yang alim, cerdas, sholeh, beriman, bertakwa. Hindarilah lingkungan pergaulan yang membawa Anda menuju “lembah maksiat” atau “dunia hitam” atau bergaul dengan orang yang hobi onani. Teman karib yang baik sangat berpengaruh pada seseorang ibarat seseorang yang berteman dengan penjual minyak wangi. Kalau tidak diberi gratis, kita bisa dapat bau harumnya secara cuma-cuma. Baca artikel rumaysho.com: Pengaruh Teman Bergaul yang Baik.
Sibukkan diri dengan beribadah terutama banyak melakukan puasa sunnah karena puasa akan mudah mengekang syahwat. Sibukkan diri pula dengan menjaga shalat berjamaah, shalat malam, berzikir, dan membaca Alquran serta melakukan hal bermanfaat seperti olahraga.
Jika Anda “hobi beronani”, berhati-hatilah atau waspadalah dengan kanker prostat! Sebab, hasil riset yang dilakukan oleh Universitas Nottingham Inggris, menyatakan bahwa pria berusia antara 20-30 tahun yang “gemar beronani” memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker prostat. Juga, Sebanyak 34% atau 146 dari 431 orang yang terkena kanker prostat sering melakukan onani mulai usia 20 tahun. Sekadar tambahan, kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di kelenjar prostat, disebabkan karena sel prostat bermutasi dan mulai berkembang di luar kendali.
Hindari melihat tontonan, tayangan, gambar, video, yang “syur”, “aduhai”, atau porno, baik di internet, televisi, VCD, DVD, dsb. Hindari juga “bacaan dewasa”, “kisah panas”, atau “bumbu-bumbu seksual”.
Sadarilah bahwa onani hanya akan menghabiskan energi dan waktu Anda yang sebenarnya dapat Anda gunakan untuk melakukan hal-hal lainnya yang bermanfaat. (Diolah dan diringkas dari: netsains.com)
Tinggalkanlah onani dan tempuh cara yang halal, lalu ingatlah sabda Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئاً لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ
“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik bagimu.” (HR. Ahmad 5: 363. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)
Wallahu waliyyut taufiq. Walhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat.
* Bahasan di atas sebagian besar disarikan dari Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, terbitan Kementrian Agama Kuwait, pada index kata ‘الاستمناء’, juz ke-4, hal. 97-102.
@ Sabic Lab, Riyadh KSA
rumaysho.com
9 Kiat Agar Tidak Terjerumus dalam Kelamnya Zina
Segala puji yang terbaik hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Kita sudah ketahui bersama bagaimanakah kehidupan pemuda lajang saat ini. Pergaulan bebas bukanlah suatu yang asing lagi di tengah-tengah mereka. Tidak memiliki kekasih dianggap tabu di tengah-tengah mereka. Hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri pun seringkali terjadi. Bahkan ada yang sampai putus sekolah gara-gara masalah ini. Sungguh, inilah tanda semakin dekatnya hancur dunia.
Dalam tulisan kali ini, kami akan berusaha memberikan tips-tips mudah kepada segenap pemuda dan kaum muslimin secara umum agar mereka bisa menjauhkan diri dari bahaya yang satu ini yaitu zina. Semoga Allah beri kepahaman.
Pertama: Ketahuilah Bahaya Zina
Allah Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,
ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ
“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[1] Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.
Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”[2]
Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Jika seseorang mengetahui bahaya zina dan akibatnya, seharusnya setiap orang semakin takut pada Allah agar tidak terjerumus dalam perbuatan tersebut. Rasa takut pada Allah dan siksaan-Nya yang nanti akan membuat seseorang tidak terjerumus di dalamnya.
Kedua: Rajin Menundukkan Pandangan
Seringnya melihat lawan jenis dengan pandangan penuh syahwat, inilah panah setan yang paling mudah mengantarkan pada maksiat yang lebih parah. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)
Allah Ta’ala juga menerangkan bahwa setiap insan akan ditanya apa saja yang telah ia lihat, sebagaimana terdapat dalam firman Allah,
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isro’: 36)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang duduk-duduk di tengah jalan karena duduk semacam ini dapat mengantarkan pada pandangan yang haram.
Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »
“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar”. (HR. Bukhari no. 2465)
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 2159)
Ketiga: Menjauhi Campur Baur (Ikhtilath) yang Diharamkan
Di antara dalil yang menunjukkan haramnya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) adalah hadits-hadits berikut.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ » . فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ « الْحَمْوُ الْمَوْتُ »
“Janganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita.” Lalu seorang laki-laki dari Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” beliau menjawab: “Ipar adalah maut.” (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ » . فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِى خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِى غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا . قَالَ « ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ »
“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya.” Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata, “Wahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama isterimu.” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)
Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
“Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad 1/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ
”Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan mahram tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim no. 2171)
Keempat: Wanita Hendaklah Meninggalkan Tabarruj
Inilah yang diperintahkan bagi wanita muslimah. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”[3]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mengajak orang lain untuk tidak taat, dirinya sendiri jauh dari ketaatan, kepalanya seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Kelima: Berhijab Sempurna di Hadapan Pria
Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan,
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)
Konteks pembicaraan dalam ayat ini adalah khusus untuk istri Nabi. Namun illah dalam ayat tersebut dimaksudkan umum sehingga hukumnya pun berlaku umum pada yang lainnya. Illah yang dimaksud adalah,
ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”.
Juga kalau kita perhatikan kelanjutan ayat, maka hijab tersebut berlaku bagi wanita mukmin lainnya. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab: 59)
Ditambah lagi dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari ‘Abdullah bin Mas’ud,
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Keenam: Wanita Hendaklah Betah Tinggal Di Rumah
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173, shahih)
Dalam ajaran Islam pun, shalat wanita lebih baik di rumah. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا
“Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di kamarnya, dan shalat seorang wanita di rumahnya yang kecil lebih utama baginya daripada dirumahnya.” (HR. Abu Daud no. 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ
“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)
Ketujuh: Hendaklah Wanita Menjalani Berbagai Adab Ketika Keluar Rumah
Di antara adab yang mesti diperhatikan oleh wanita adalah:
Pertama: Tidak memakai harum-haruman ketika keluar rumah.
Dari Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ مَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ
“Apabila seorang wanita memakai wewangian, lalu keluar menjumpai orang-orang hingga mereka mencium wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.” (HR. Ahmad 4/413. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid)
Kedua: Hendaklah wanita benar-benar menutup aurat dengan sempurna ketika memasuki rumah yang terdapat kaum laki-laki
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Abu Al Malih Al Hudzali bahwa para wanita dari penduduk Himsha pernah meminta izin untuk menemui ‘Asiyah, maka dia berkata; “Mungkin kalian adalah para wanita yang suka masuk ke pemandian umum, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِى غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ
“Wanita mana pun yang meletakkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan tirai antara dia dan Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 3750. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Ketiga: Hendaklah wanita berhias diri dengan sifat malu
Allah Ta’ala berfirman mengenai para wanita yang mendatangi Nabi Musa ‘alaihis salam,
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan.” (QS. Al Qoshshosh: 25)
Keempat: Tidak bercampur baur dengan para pria
Allah Ta’ala menceritakan mengenai dua wanita yang mendatangi Musa,
وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ
“Dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab, “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak Kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya“. (QS. Al Qoshshosh: 23)
Kedelapan: Menghindari Jabat Tangan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)
Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Lebih baik kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum dari besi daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat As Silsilah Ash Shohihah 226)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925). Jika kita melihat pada hadits ini, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau bukan mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul: “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.”[4]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mencontohkan tidak menyalami wanita –non mahrom- dalam kondisi yang seharusnya beliau dituntut bersalaman sekalipun semacam baiat.
Telah menceritakan kepadaku Malik dari Muhammad bin Al Munkadir dari Umaimah binti Ruqaiqah berkata; “Aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika para wanita membaiatnya untuk Islam. Kami mengatakan; ‘Wahai Rasulullah, kami membaiatmu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak mendatangi kejahatan yang telah kami lakukan antara kedua tangan dan kaki kami, dan tidak bermaksiat terhadap anda dalam kebaikan.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan: “Semampu dan sekuat kalian.” Umaimah berkata, “Kami menyahutnya, “Allah dan Rasul-Nya lebih kami sayangi daripada diri kami. Wahai Rasulullah, kemarilah, kami akan membaiatmu.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ أَوْ مِثْلِ قَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ
“Sesungguhnya aku tidak akan bersalaman dengan wanita. Perkataanku terhadap seratus wanita adalah seperti perkataanku terhadap seorang wanita, atau seperti perkataanku untuk satu wanita.” (HR. Malik 2/982. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Kesembilan: Hendaknya Wanita Meninggalkan Tutur Kata yang Mendayu-dayu
Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32) Yang dimaksudkan “janganlah kamu tunduk dalam berbicara”, As Sudi mengatakan, “Janganlah wanita mendayu-dayukan kata-katanya ketika bercakap-cakap dengan kaum pria.”[5]
Inilah beberapa jalan yang jika dijalankan dengan baik akan menjauhkan kita dari pebuatan zina yang keji. Hanya Allah yang memberi taufik bagi siapa saja yang mau merenungkan hal ini.[6]
Selesai disusun atas nikmat Allah di Panggang-GK, 19 Jumadil Awwal 1431 H (03/05/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel muslim.or.id
[1] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.
[2] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 5/133, Mawqi’ Al Islam.
[4] Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i, hal. 41, Muassasah Ar Royan
[5] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 6/409, Dar Thoyibah, cetakan kedua, 1420 H.
[6] Pembahasan ini banyak kami sarikan dari penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawi dalam risalah beliau “Wa laa taqrobuz zinaa”, Daar Majid ‘Asiiri.
Kita sudah ketahui bersama bagaimanakah kehidupan pemuda lajang saat ini. Pergaulan bebas bukanlah suatu yang asing lagi di tengah-tengah mereka. Tidak memiliki kekasih dianggap tabu di tengah-tengah mereka. Hubungan yang melampaui batas layaknya suami istri pun seringkali terjadi. Bahkan ada yang sampai putus sekolah gara-gara masalah ini. Sungguh, inilah tanda semakin dekatnya hancur dunia.
Dalam tulisan kali ini, kami akan berusaha memberikan tips-tips mudah kepada segenap pemuda dan kaum muslimin secara umum agar mereka bisa menjauhkan diri dari bahaya yang satu ini yaitu zina. Semoga Allah beri kepahaman.
Pertama: Ketahuilah Bahaya Zina
Allah Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,
ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ
“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[1] Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.
Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”[2]
Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Jika seseorang mengetahui bahaya zina dan akibatnya, seharusnya setiap orang semakin takut pada Allah agar tidak terjerumus dalam perbuatan tersebut. Rasa takut pada Allah dan siksaan-Nya yang nanti akan membuat seseorang tidak terjerumus di dalamnya.
Kedua: Rajin Menundukkan Pandangan
Seringnya melihat lawan jenis dengan pandangan penuh syahwat, inilah panah setan yang paling mudah mengantarkan pada maksiat yang lebih parah. Allah Ta’ala berfirman,
قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (٣٠) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”. Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya.” (QS. An Nur: 30-31)
Allah Ta’ala juga menerangkan bahwa setiap insan akan ditanya apa saja yang telah ia lihat, sebagaimana terdapat dalam firman Allah,
إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا
“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al Isro’: 36)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melarang duduk-duduk di tengah jalan karena duduk semacam ini dapat mengantarkan pada pandangan yang haram.
Dari Abu Sa’id Al Khudriy radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ » . فَقَالُوا مَا لَنَا بُدٌّ ، إِنَّمَا هِىَ مَجَالِسُنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا . قَالَ « فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجَالِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا » قَالُوا وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ قَالَ « غَضُّ الْبَصَرِ ، وَكَفُّ الأَذَى ، وَرَدُّ السَّلاَمِ ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ ، وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ »
“Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan”. Mereka bertanya, “Itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkrama”. Beliau bersabda, “Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu maka tunaikanlah hak jalan tersebut”. Mereka bertanya, “Apa hak jalan itu?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan di jalan, menjawab salam dan amar ma’ruf nahi munkar”. (HR. Bukhari no. 2465)
Dari Jarir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata,
سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِى أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِى.
“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengenai pandangan yang tidak di sengaja. Maka beliau memerintahkanku supaya memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 2159)
Ketiga: Menjauhi Campur Baur (Ikhtilath) yang Diharamkan
Di antara dalil yang menunjukkan haramnya ikhtilath (campur baur antara laki-laki dan perempuan) adalah hadits-hadits berikut.
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ » . فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ « الْحَمْوُ الْمَوْتُ »
“Janganlah kalian masuk ke dalam tempat kaum wanita.” Lalu seorang laki-laki dari Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?” beliau menjawab: “Ipar adalah maut.” (HR. Bukhari no. 5232 dan Muslim no. 2172)
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ » . فَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ امْرَأَتِى خَرَجَتْ حَاجَّةً وَاكْتُتِبْتُ فِى غَزْوَةِ كَذَا وَكَذَا . قَالَ « ارْجِعْ فَحُجَّ مَعَ امْرَأَتِكَ »
“Janganlah sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan perempuan kecuali dengan ditemani mahromnya.” Lalu seorang laki-laki bangkit seraya berkata, “Wahai Rasulullah, isteriku berangkat hendak menunaikan haji sementara aku diwajibkan untuk mengikuti perang ini dan ini.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, kembali dan tunaikanlah haji bersama isterimu.” (HR. Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)
Dari ‘Umar bin Al Khottob, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
“Janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiap yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad 1/18. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ
”Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan mahram tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim no. 2171)
Keempat: Wanita Hendaklah Meninggalkan Tabarruj
Inilah yang diperintahkan bagi wanita muslimah. Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu ber-tabarruj seperti orang-orang jahiliyyah pertama.” (QS. Al Ahzab : 33). Abu ‘Ubaidah mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan kecantikan dirinya.” Az Zujaj mengatakan, “Tabarruj adalah menampakkan perhiasaan dan setiap hal yang dapat mendorong syahwat (godaan) bagi kaum pria.”[3]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mengajak orang lain untuk tidak taat, dirinya sendiri jauh dari ketaatan, kepalanya seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim no. 2128)
Kelima: Berhijab Sempurna di Hadapan Pria
Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan,
وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al Ahzab: 53)
Konteks pembicaraan dalam ayat ini adalah khusus untuk istri Nabi. Namun illah dalam ayat tersebut dimaksudkan umum sehingga hukumnya pun berlaku umum pada yang lainnya. Illah yang dimaksud adalah,
ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ
“Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”.
Juga kalau kita perhatikan kelanjutan ayat, maka hijab tersebut berlaku bagi wanita mukmin lainnya. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلا يُؤْذَيْنَ
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu.” (QS. Al Ahzab: 59)
Ditambah lagi dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari ‘Abdullah bin Mas’ud,
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan ghorib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Keenam: Wanita Hendaklah Betah Tinggal Di Rumah
Allah Ta’ala berfirman,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu” (QS Al Ahzab: 33).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya di mata laki-laki.” (HR. Tirmidzi no. 1173, shahih)
Dalam ajaran Islam pun, shalat wanita lebih baik di rumah. Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلاَةُ الْمَرْأَةِ فِى بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى حُجْرَتِهَا وَصَلاَتُهَا فِى مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاَتِهَا فِى بَيْتِهَا
“Shalat seorang wanita di rumahnya lebih utama baginya daripada shalatnya di kamarnya, dan shalat seorang wanita di rumahnya yang kecil lebih utama baginya daripada dirumahnya.” (HR. Abu Daud no. 570. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Dari Ummu Salamah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ مَسَاجِدِ النِّسَاءِ قَعْرُ بُيُوتِهِنَّ
“Sebaik-baik masjid bagi para wanita adalah diam di rumah-rumah mereka.” (HR. Ahmad 6/297. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguatnya)
Ketujuh: Hendaklah Wanita Menjalani Berbagai Adab Ketika Keluar Rumah
Di antara adab yang mesti diperhatikan oleh wanita adalah:
Pertama: Tidak memakai harum-haruman ketika keluar rumah.
Dari Abu Musa Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ ثُمَّ مَرَّتْ عَلَى الْقَوْمِ لِيَجِدُوا رِيحَهَا فَهِىَ زَانِيَةٌ
“Apabila seorang wanita memakai wewangian, lalu keluar menjumpai orang-orang hingga mereka mencium wanginya, maka wanita itu adalah wanita pezina.” (HR. Ahmad 4/413. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid)
Kedua: Hendaklah wanita benar-benar menutup aurat dengan sempurna ketika memasuki rumah yang terdapat kaum laki-laki
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Manshur dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Abu Al Malih Al Hudzali bahwa para wanita dari penduduk Himsha pernah meminta izin untuk menemui ‘Asiyah, maka dia berkata; “Mungkin kalian adalah para wanita yang suka masuk ke pemandian umum, saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِى غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ
“Wanita mana pun yang meletakkan pakaiannya di selain rumah suaminya, maka ia telah menghancurkan tirai antara dia dan Allah.” (HR. Ibnu Majah no. 3750. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Ketiga: Hendaklah wanita berhias diri dengan sifat malu
Allah Ta’ala berfirman mengenai para wanita yang mendatangi Nabi Musa ‘alaihis salam,
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى اسْتِحْيَاءٍ
“Kemudian datanglah kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan.” (QS. Al Qoshshosh: 25)
Keempat: Tidak bercampur baur dengan para pria
Allah Ta’ala menceritakan mengenai dua wanita yang mendatangi Musa,
وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأتَيْنِ تَذُودَانِ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا قَالَتَا لا نَسْقِي حَتَّى يُصْدِرَ الرِّعَاءُ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ
“Dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: “Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?” Kedua wanita itu menjawab, “Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak Kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya“. (QS. Al Qoshshosh: 23)
Kedelapan: Menghindari Jabat Tangan dengan Lawan Jenis (Yang Bukan Mahrom)
Dari Ma’qil bin Yasar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ
“Lebih baik kepala salah seorang di antara kalian ditusuk dengan jarum dari besi daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thobroni. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat As Silsilah Ash Shohihah 226)
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ
“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925). Jika kita melihat pada hadits ini, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau bukan mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul: “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.”[4]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mencontohkan tidak menyalami wanita –non mahrom- dalam kondisi yang seharusnya beliau dituntut bersalaman sekalipun semacam baiat.
Telah menceritakan kepadaku Malik dari Muhammad bin Al Munkadir dari Umaimah binti Ruqaiqah berkata; “Aku menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika para wanita membaiatnya untuk Islam. Kami mengatakan; ‘Wahai Rasulullah, kami membaiatmu untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatupun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak kami, tidak mendatangi kejahatan yang telah kami lakukan antara kedua tangan dan kaki kami, dan tidak bermaksiat terhadap anda dalam kebaikan.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menambahkan: “Semampu dan sekuat kalian.” Umaimah berkata, “Kami menyahutnya, “Allah dan Rasul-Nya lebih kami sayangi daripada diri kami. Wahai Rasulullah, kemarilah, kami akan membaiatmu.” Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنِّي لَا أُصَافِحُ النِّسَاءَ إِنَّمَا قَوْلِي لِمِائَةِ امْرَأَةٍ كَقَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ أَوْ مِثْلِ قَوْلِي لِامْرَأَةٍ وَاحِدَةٍ
“Sesungguhnya aku tidak akan bersalaman dengan wanita. Perkataanku terhadap seratus wanita adalah seperti perkataanku terhadap seorang wanita, atau seperti perkataanku untuk satu wanita.” (HR. Malik 2/982. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)
Kesembilan: Hendaknya Wanita Meninggalkan Tutur Kata yang Mendayu-dayu
Allah Ta’ala berfirman,
فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا
“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al Ahzab: 32) Yang dimaksudkan “janganlah kamu tunduk dalam berbicara”, As Sudi mengatakan, “Janganlah wanita mendayu-dayukan kata-katanya ketika bercakap-cakap dengan kaum pria.”[5]
Inilah beberapa jalan yang jika dijalankan dengan baik akan menjauhkan kita dari pebuatan zina yang keji. Hanya Allah yang memberi taufik bagi siapa saja yang mau merenungkan hal ini.[6]
Selesai disusun atas nikmat Allah di Panggang-GK, 19 Jumadil Awwal 1431 H (03/05/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel muslim.or.id
[1] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.
[2] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] Lihat Zaadul Masiir, Ibnul Jauzi, 5/133, Mawqi’ Al Islam.
[4] Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i, hal. 41, Muassasah Ar Royan
[5] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 6/409, Dar Thoyibah, cetakan kedua, 1420 H.
[6] Pembahasan ini banyak kami sarikan dari penjelasan Syaikh Musthofa Al ‘Adawi dalam risalah beliau “Wa laa taqrobuz zinaa”, Daar Majid ‘Asiiri.
Kerugian Karena Zina
Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yaumid diin.
Fenomena yang menjamur di kalangan muda-mudi saat ini, yang sulit terelakkan lagi adalah perzinaan, sebelum mendapat label sah sebagai pasangan suami istri. Hal ini sudah dianggap biasa di tengah-tengah masyarakat kita. Si wanita dengan menahan malu telah memiliki isi dalam perutnya. Namun masalah yang timbul adalah bolehkah wanita tersebut dinikahi ketika ia dalam kondisi hamil? Lalu apa akibat selanjutnya dari perbuatan zina semacam ini.
Semoga artikel sederhana berikut ini bisa memberikan pencerahan kepada orang-orang yang ingin mencari kebenaran. Hanya Allah yang beri taufik.
Bahaya Zina
Allahh Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,
ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ
“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[1] Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.
Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”[2]
Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Namun itulah yang terjadi jika hal ini dilanggar, akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Terjerumuslah dalam dosa besar zina karena tidak mengindahkan berbagai jalan yang dapat mengantarkan pada zina seperti bentuk pacaran yang dilakukan muda-mudi saat ini. Jadilah di antara mereka hamil di luar nikah.
Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Zina
Ada beberapa fatwa ulama yang kami temukan, di antaranya adalah Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah no. 9644 mengenai syarat menikahi wanita yang dizinai, tanggal Fatwa 23 Jumadil Ula 1422 H.
Pertanyaan:
هل يجوز لشخص أن يتزوج من إمرأة زانية وهو يعلم أنها زنت قبل أن يتزوجها، وهو يريد أن يستر عليها لأنها قريبته، وأرجو الإفادة منكم ، هل يمكن معرفة المفتي . شكرا
Apakah boleh seseorang menikahi wanita yang dizinai dan ia tahu bahwa wanita tersebut betul telah dizinai sebelum menikahinya. Ia ingin menutup aibnya dengan menikahinya karena wanita tersebut masih kerabatnya. Aku ingin jawaban dari kalian mengenai hal ini. Apakah hal ini mungkin? Syukron.
Jawaban:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه وسلم أما بعد:
فإن الزواج من الزانية مختلف فيه ، فمن العلماء من يقول بصحته، ومنهم من يقول بمنعه ، وممن قال بمنعه الإمام أحمد، وهو قول يشهد له ظاهر الآية الكريمة ( الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك على المؤمنين ) [النور:3]
وعليه فلا يجوز لمن علم من امرأة أنها تزني أن يتزوجها إلا بشرطين: أحدهما: التوبة إلى الله تعالى، ثانيهما: استبراؤها. فإذا توفر الشرطان جاز الزواج منها ، والدليل على وجوب الاستبراء قوله صلى الله عليه وسلم فيما رواه أبو سعيد الخدري رضي الله عنه “لا توطأ حامل حتى تضع، ولا غير ذات حمل حتى تحيض حيضة”. أخرجه البغوي في شرح السنة وأبو داوود وقال ابن حجر في التلخيص إسناده حسن وصححه الحاكم وقال على شرط مسلم .
والخلاصة أن الزانية إذا تابت إلى ربها وتحققت براءة رحمها من ماء السفاح جاز نكاحها بأي غرض كان ، فإذا فقد أحد الشرطين لم يجز نكاحها؟ ولو بقصد الستر عليها، والتغطية على عملها القبيح .
والله أعلم.
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:
Mengenai hukum menikahi wanita yang telah dizinai, maka ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Sebagian ulama mengatakan bahwa menikahi wanita tersebut dinilai sah. Sebagian ulama lainnya melarang hal ini. Di antara ulama yang melarangnya adalah Imam Ahmad. Pendapat ini didukung kuat dengan firman Allah Ta’ala,
الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikimpoii melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An Nur: 3)
Jika seseorang mengetahui bahwa wanita tersebut adalah wanita yang telah dizinai, maka ia boleh menikahi dirinya jika memenuhi dua syarat:
Pertama: Yang berzina tersebut bertaubat dengan sesungguhnya pada Allah Ta’ala.
Kedua: Istibro’ (membuktikan kosongnya rahim).
Jika dua syarat ini telah terpenuhi, maka wanita tersebut baru boleh dinikahi. Dalil yang mengharuskan adanya istibro’ adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلاَ غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً
“Wanita hamil tidaklah disetubuhi hingga ia melahirkan dan wanita yang tidak hamil istibro’nya (membuktikan kosongnya rahim) sampai satu kali haidh.”[3][4]
Ringkasnya, menikahi wanita yang telah dizinai jika wanita tersebut betul-betul telah bertaubat pada Allah dan telah melakukan istibro’ (membuktikan kosongnya rahim dari mani hasil zina), maka ketika dua syarat ini terpenuhi boleh menikahi dirinya dengan tujuan apa pun. Jika tidak terpenuhi dua syarat ini, maka tidak boleh menikahinya walaupun dengan maksud untuk menutupi aibnya di masyarakat. Wallahu a’lam.[5] –Demikian Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah-.
Simpulannya, konsekuensi dari menikahi wanita hamil adalah nikahnya tidak sah, baik yang menikahinya adalah laki-laki yang menzinainya atau laki-laki lainnya. Inilah pendapat terkuat sebagaimana yang dipilih oleh para ulama Hambali dan Malikiyah karena didukung oleh dalil yang begitu gamblang. Bila seseorang nekad menikahkan putrinya yang telah berzina tanpa beristibra’ terlebih dahulu, sedangkan dia tahu bahwa pernikahan itu tidak boleh dan si laki-laki serta si wanita juga mengetahui bahwa itu adalah haram, maka pernikahannya itu tidak sah. Bila keduanya melakukan hubungan badan maka itu adalah zina. Dia harus taubat dan pernikahannya harus diulangi, bila telah selesai istibra’ dengan satu kali haidh dari hubungan badan yang terakhir atau setelah melahirkan.
Status Anak Hasil Zina
Adapun nasab anak, ia dinasabkan kepada ibunya, bukan pada bapaknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ
“Anak dinasabkan kepada pemilik ranjang. Sedangkan laki-laki yang menzinai hanya akan mendapatkan kerugian.”[6]
Firasy adalah ranjang dan di sini maksudnya adalah si istri yang pernah digauli suaminya atau budak wanita yang telah digauli tuannya, keduanya dinamakan firasy karena si suami atau si tuan menggaulinya atau tidur bersamanya. Sedangkan makna hadits tersebut yakni anak itu dinasabkan kepada pemilik firasy. Namun karena si pezina itu bukan suami maka anaknya tidak dinasabkan kepadanya dan dia hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan saja.
Inilah pendapat mayoritas ulama bahwa anak dari hasil zina tidak dinasabkan kepada bapaknya, alias dia adalah anak tanpa bapak. Namun anak tersebut dinasabkan pada ibu dan keluarga ibunya. Jika wanita yang hamil tadi dinikahi oleh laki-laki yang menzinainya, maka anaknya tetap dinasabkan pada ibunya. Sedangkan suami tersebut, status anaknya hanyalah seperti robib (anak tiri). Jadi yang berlaku padanya adalah hukum anak tiri. Wallahu a’lam.[7]
Bila seseorang meyakini bahwa pernikahan semacam ini (menikahi wanita hamil) itu sah, baik karena taqlid (ngekor beo) kepada orang yang membolehkannya atau dia tidak mengetahui bahwa pernikahannya itu tidak sah, maka status anak yang terlahir akibat pernikahan itu adalah anaknya dan dinasabkan kepadanya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Barangsiapa menggauli wanita dengan keadaan yang dia yakini pernikahan itu sah, maka nasab (anak) diikutkan kepadanya, dan dengannya berkaitanlah masalah mushaharah (kekerabatan) dengan kesepakatan ulama sesuai yang kami ketahui. Meskipun pada hakikatnya pernikahan itu batil (tidak teranggap) di hadapan Allah dan RasulNya, dan begitu juga setiap hubungan badan yang dia yakini tidak haram padahal sebenarnya haram, (maka nasabnya tetap diikutkan kepadanya)”.[8]
Ringkasnya, anak hasil zina itu tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinai ibunya (walaupun itu jadi suaminya), konsekuensinya:
Anak itu tidak berbapak.
Anak itu tidak saling mewarisi dengan laki-laki itu.
Bila anak itu perempuan dan di kala dewasa ingin menikah, maka walinya bukan laki-laki tadi, namun walinya adalah wali hakim, karena dia itu tidak memiliki wali.
Penutup
Setelah kita melihat pembahasan di atas. Awalnya hamil di luar nikah (alias zina). Akhirnya karena nekad dinikahi ketika hamil, nikahnya pun tidak sah. Kalau nikahnya tidak sah berarti apa yang terjadi? Yang terjadi adalah zina. Keturunannya pun akhirnya rusak karena anak hasil zina tidak dinasabkan pada bapak hasil zina dengan ibunya. Gara-gara zina, akhirnya nasab menjadi rusak. Inilah akibat dari perbuatan zina. Setiap yang ditanam pasti akan dituai hasilnya. Jika yang ditanam keburukan, maka keburukan berikut pula yang didapat. Oleh karena itu, para salaf mengatakan,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”[9]
Semoga Allah senantiasa memberi taufik, memberikan kita kekuatan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.
Diselesaikan di Pangukan-Sleman, 9 Rabi’ul Akhir 1431 H (bertepatan dengan 24/03/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel [url=http://www.remajaislam.com,]www.remajaislam.com,[/url] dipublish ulang oleh http://rumaysho.com
[1] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.
[2] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] HR. Abu Daud no. 2157. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[4] Catatan penting yang perlu diperhatikan: Redaksi hadits ini membicarakan tentang budak yang sebelumnya disetubuhi tuannya yang pertama, maka tuan yang kedua tidak boleh menyetubuhi dirinya sampai melakukan istibro’ yaitu menunggu sampai satu kali haidh atau sampai ia melahirkan anaknya jika ia hamil. Jadi jangan dipahami bahwa hadits ini membicarakan larangan untuk menyetubuhi istri yang sedang hamil.
[5] Lihat Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah, 2/4764, Asy Syamilah.
[6] HR. Bukhari no. 6749 dan Muslim no. 1457.
[7] Lihat Fatawa Asy Syabkah Al Islamiyah, 2/2587.
[8] Lihat Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 32/66-67, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.
[9] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H
Fenomena yang menjamur di kalangan muda-mudi saat ini, yang sulit terelakkan lagi adalah perzinaan, sebelum mendapat label sah sebagai pasangan suami istri. Hal ini sudah dianggap biasa di tengah-tengah masyarakat kita. Si wanita dengan menahan malu telah memiliki isi dalam perutnya. Namun masalah yang timbul adalah bolehkah wanita tersebut dinikahi ketika ia dalam kondisi hamil? Lalu apa akibat selanjutnya dari perbuatan zina semacam ini.
Semoga artikel sederhana berikut ini bisa memberikan pencerahan kepada orang-orang yang ingin mencari kebenaran. Hanya Allah yang beri taufik.
Bahaya Zina
Allahh Ta’ala dalam beberapa ayat telah menerangkan bahaya zina dan menganggapnya sebagai perbuatan amat buruk. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
Dalam ayat lainnya, Allah Ta’ala berfirman,
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya).” (QS. Al Furqon: 68). Artinya, orang yang melakukan salah satu dosa yang disebutkan dalam ayat ini akan mendapatkan siksa dari perbuatan dosa yang ia lakukan.
Ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, dosa apa yang paling besar di sisi Allah?” Beliau bersabda, “Engkau menjadikan bagi Allah tandingan, padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda, “Engkau membunuh anakmu yang dia makan bersamamu.” Kemudian ia bertanya lagi, “Terus apa lagi?” Beliau bersabda,
ثُمَّ أَنْ تُزَانِىَ بِحَلِيلَةِ جَارِكَ
“Kemudian engkau berzina dengan istri tetanggamu.” Kemudian akhirnya Allah turunkan surat Al Furqon ayat 68 di atas.[1] Di sini menunjukkan besarnya dosa zina, apalagi berzina dengan istri tetangga.
Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ
“Jika seseorang itu berzina, maka iman itu keluar dari dirinya seakan-akan dirinya sedang diliputi oleh gumpalan awan (di atas kepalanya). Jika dia lepas dari zina, maka iman itu akan kembali padanya.”[2]
Inilah besarnya bahaya zina. Oleh karenanya, syariat Islam yang mulia dan begitu sempurna sampai menutup berbagai pintu agar setiap orang tidak terjerumus ke dalamnya. Namun itulah yang terjadi jika hal ini dilanggar, akhirnya terjadilah apa yang terjadi. Terjerumuslah dalam dosa besar zina karena tidak mengindahkan berbagai jalan yang dapat mengantarkan pada zina seperti bentuk pacaran yang dilakukan muda-mudi saat ini. Jadilah di antara mereka hamil di luar nikah.
Hukum Menikahi Wanita Hamil Karena Zina
Ada beberapa fatwa ulama yang kami temukan, di antaranya adalah Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah no. 9644 mengenai syarat menikahi wanita yang dizinai, tanggal Fatwa 23 Jumadil Ula 1422 H.
Pertanyaan:
هل يجوز لشخص أن يتزوج من إمرأة زانية وهو يعلم أنها زنت قبل أن يتزوجها، وهو يريد أن يستر عليها لأنها قريبته، وأرجو الإفادة منكم ، هل يمكن معرفة المفتي . شكرا
Apakah boleh seseorang menikahi wanita yang dizinai dan ia tahu bahwa wanita tersebut betul telah dizinai sebelum menikahinya. Ia ingin menutup aibnya dengan menikahinya karena wanita tersebut masih kerabatnya. Aku ingin jawaban dari kalian mengenai hal ini. Apakah hal ini mungkin? Syukron.
Jawaban:
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه وسلم أما بعد:
فإن الزواج من الزانية مختلف فيه ، فمن العلماء من يقول بصحته، ومنهم من يقول بمنعه ، وممن قال بمنعه الإمام أحمد، وهو قول يشهد له ظاهر الآية الكريمة ( الزاني لا ينكح إلا زانية أو مشركة والزانية لا ينكحها إلا زان أو مشرك وحرم ذلك على المؤمنين ) [النور:3]
وعليه فلا يجوز لمن علم من امرأة أنها تزني أن يتزوجها إلا بشرطين: أحدهما: التوبة إلى الله تعالى، ثانيهما: استبراؤها. فإذا توفر الشرطان جاز الزواج منها ، والدليل على وجوب الاستبراء قوله صلى الله عليه وسلم فيما رواه أبو سعيد الخدري رضي الله عنه “لا توطأ حامل حتى تضع، ولا غير ذات حمل حتى تحيض حيضة”. أخرجه البغوي في شرح السنة وأبو داوود وقال ابن حجر في التلخيص إسناده حسن وصححه الحاكم وقال على شرط مسلم .
والخلاصة أن الزانية إذا تابت إلى ربها وتحققت براءة رحمها من ماء السفاح جاز نكاحها بأي غرض كان ، فإذا فقد أحد الشرطين لم يجز نكاحها؟ ولو بقصد الستر عليها، والتغطية على عملها القبيح .
والله أعلم.
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du:
Mengenai hukum menikahi wanita yang telah dizinai, maka ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Sebagian ulama mengatakan bahwa menikahi wanita tersebut dinilai sah. Sebagian ulama lainnya melarang hal ini. Di antara ulama yang melarangnya adalah Imam Ahmad. Pendapat ini didukung kuat dengan firman Allah Ta’ala,
الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikimpoii melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (QS. An Nur: 3)
Jika seseorang mengetahui bahwa wanita tersebut adalah wanita yang telah dizinai, maka ia boleh menikahi dirinya jika memenuhi dua syarat:
Pertama: Yang berzina tersebut bertaubat dengan sesungguhnya pada Allah Ta’ala.
Kedua: Istibro’ (membuktikan kosongnya rahim).
Jika dua syarat ini telah terpenuhi, maka wanita tersebut baru boleh dinikahi. Dalil yang mengharuskan adanya istibro’ adalah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ تُوطَأُ حَامِلٌ حَتَّى تَضَعَ وَلاَ غَيْرُ ذَاتِ حَمْلٍ حَتَّى تَحِيضَ حَيْضَةً
“Wanita hamil tidaklah disetubuhi hingga ia melahirkan dan wanita yang tidak hamil istibro’nya (membuktikan kosongnya rahim) sampai satu kali haidh.”[3][4]
Ringkasnya, menikahi wanita yang telah dizinai jika wanita tersebut betul-betul telah bertaubat pada Allah dan telah melakukan istibro’ (membuktikan kosongnya rahim dari mani hasil zina), maka ketika dua syarat ini terpenuhi boleh menikahi dirinya dengan tujuan apa pun. Jika tidak terpenuhi dua syarat ini, maka tidak boleh menikahinya walaupun dengan maksud untuk menutupi aibnya di masyarakat. Wallahu a’lam.[5] –Demikian Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah-.
Simpulannya, konsekuensi dari menikahi wanita hamil adalah nikahnya tidak sah, baik yang menikahinya adalah laki-laki yang menzinainya atau laki-laki lainnya. Inilah pendapat terkuat sebagaimana yang dipilih oleh para ulama Hambali dan Malikiyah karena didukung oleh dalil yang begitu gamblang. Bila seseorang nekad menikahkan putrinya yang telah berzina tanpa beristibra’ terlebih dahulu, sedangkan dia tahu bahwa pernikahan itu tidak boleh dan si laki-laki serta si wanita juga mengetahui bahwa itu adalah haram, maka pernikahannya itu tidak sah. Bila keduanya melakukan hubungan badan maka itu adalah zina. Dia harus taubat dan pernikahannya harus diulangi, bila telah selesai istibra’ dengan satu kali haidh dari hubungan badan yang terakhir atau setelah melahirkan.
Status Anak Hasil Zina
Adapun nasab anak, ia dinasabkan kepada ibunya, bukan pada bapaknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ
“Anak dinasabkan kepada pemilik ranjang. Sedangkan laki-laki yang menzinai hanya akan mendapatkan kerugian.”[6]
Firasy adalah ranjang dan di sini maksudnya adalah si istri yang pernah digauli suaminya atau budak wanita yang telah digauli tuannya, keduanya dinamakan firasy karena si suami atau si tuan menggaulinya atau tidur bersamanya. Sedangkan makna hadits tersebut yakni anak itu dinasabkan kepada pemilik firasy. Namun karena si pezina itu bukan suami maka anaknya tidak dinasabkan kepadanya dan dia hanya mendapatkan kekecewaan dan penyesalan saja.
Inilah pendapat mayoritas ulama bahwa anak dari hasil zina tidak dinasabkan kepada bapaknya, alias dia adalah anak tanpa bapak. Namun anak tersebut dinasabkan pada ibu dan keluarga ibunya. Jika wanita yang hamil tadi dinikahi oleh laki-laki yang menzinainya, maka anaknya tetap dinasabkan pada ibunya. Sedangkan suami tersebut, status anaknya hanyalah seperti robib (anak tiri). Jadi yang berlaku padanya adalah hukum anak tiri. Wallahu a’lam.[7]
Bila seseorang meyakini bahwa pernikahan semacam ini (menikahi wanita hamil) itu sah, baik karena taqlid (ngekor beo) kepada orang yang membolehkannya atau dia tidak mengetahui bahwa pernikahannya itu tidak sah, maka status anak yang terlahir akibat pernikahan itu adalah anaknya dan dinasabkan kepadanya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Barangsiapa menggauli wanita dengan keadaan yang dia yakini pernikahan itu sah, maka nasab (anak) diikutkan kepadanya, dan dengannya berkaitanlah masalah mushaharah (kekerabatan) dengan kesepakatan ulama sesuai yang kami ketahui. Meskipun pada hakikatnya pernikahan itu batil (tidak teranggap) di hadapan Allah dan RasulNya, dan begitu juga setiap hubungan badan yang dia yakini tidak haram padahal sebenarnya haram, (maka nasabnya tetap diikutkan kepadanya)”.[8]
Ringkasnya, anak hasil zina itu tidak dinasabkan kepada laki-laki yang menzinai ibunya (walaupun itu jadi suaminya), konsekuensinya:
Anak itu tidak berbapak.
Anak itu tidak saling mewarisi dengan laki-laki itu.
Bila anak itu perempuan dan di kala dewasa ingin menikah, maka walinya bukan laki-laki tadi, namun walinya adalah wali hakim, karena dia itu tidak memiliki wali.
Penutup
Setelah kita melihat pembahasan di atas. Awalnya hamil di luar nikah (alias zina). Akhirnya karena nekad dinikahi ketika hamil, nikahnya pun tidak sah. Kalau nikahnya tidak sah berarti apa yang terjadi? Yang terjadi adalah zina. Keturunannya pun akhirnya rusak karena anak hasil zina tidak dinasabkan pada bapak hasil zina dengan ibunya. Gara-gara zina, akhirnya nasab menjadi rusak. Inilah akibat dari perbuatan zina. Setiap yang ditanam pasti akan dituai hasilnya. Jika yang ditanam keburukan, maka keburukan berikut pula yang didapat. Oleh karena itu, para salaf mengatakan,
مِنْ ثَوَابِ الحَسَنَةِ الحَسَنَةُ بَعْدَهَا، وَمِنْ جَزَاءِ السَّيِّئَةِ السَّيِّئَةُ بَعْدَهَا
“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”[9]
Semoga Allah senantiasa memberi taufik, memberikan kita kekuatan untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya.
Diselesaikan di Pangukan-Sleman, 9 Rabi’ul Akhir 1431 H (bertepatan dengan 24/03/2010)
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel [url=http://www.remajaislam.com,]www.remajaislam.com,[/url] dipublish ulang oleh http://rumaysho.com
[1] HR. Bukhari no. 7532 dan Muslim no. 86.
[2] HR. Abu Daud no. 4690 dan Tirmidzi no. 2625. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[3] HR. Abu Daud no. 2157. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
[4] Catatan penting yang perlu diperhatikan: Redaksi hadits ini membicarakan tentang budak yang sebelumnya disetubuhi tuannya yang pertama, maka tuan yang kedua tidak boleh menyetubuhi dirinya sampai melakukan istibro’ yaitu menunggu sampai satu kali haidh atau sampai ia melahirkan anaknya jika ia hamil. Jadi jangan dipahami bahwa hadits ini membicarakan larangan untuk menyetubuhi istri yang sedang hamil.
[5] Lihat Fatwa Asy Syabkah Al Islamiyah, 2/4764, Asy Syamilah.
[6] HR. Bukhari no. 6749 dan Muslim no. 1457.
[7] Lihat Fatawa Asy Syabkah Al Islamiyah, 2/2587.
[8] Lihat Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 32/66-67, Darul Wafa’, cetakan ketiga, tahun 1426 H.
[9] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 8/417, Daar Thoyyibah, cetakan kedua, 1420 H
Apabila Zina telah Tersebar
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه
“Makna “Dan nampaknya perzinahan” yaitu tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114]
Apa Akibatnya?
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ
“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ
“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073]
Wanita yang Melepas Pakaian
Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam juga bersabda,
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا ، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ ، وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَؤُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ ، إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ ، إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
“Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya:
1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.
2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.
3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.
4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.
5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.”
[HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
sofyanruray.info
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه
“Makna “Dan nampaknya perzinahan” yaitu tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114]
Apa Akibatnya?
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ
“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ
“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073]
Wanita yang Melepas Pakaian
Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam juga bersabda,
يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا ، إِلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ ، وَالأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا
وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ ، إِلاَّ أُخِذُوا بِالسِّنِينَ ، وَشِدَّةِ الْمَؤُونَةِ ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ ، إِلاَّ مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ ، وَلَوْلاَ الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا
وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللهِ ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ ، إِلاَّ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ
وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللهِ ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ ، إِلاَّ جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ
“Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya:
1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.
2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.
3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.
4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.
5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.”
[HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
sofyanruray.info
Tuesday, September 29, 2015
Jokowi, Fitnah Dajjal, dan Budak-Budak Akhir Zaman
Sumber : here
dakwatuna.com –
dakwatuna.com –
Semoga Anda tetap dalam kondisi sadar dan sehat akal ketika
membaca Tulisan ini, jauh hari dan jauh sebelum Jokowi terpilih menjadi
Presiden di Republik ini, Saya sudah banyak menulis tentang fenomena akhir
zaman di mana salah satunya akan lahir pemimpin yang zalim, jika Anda masih
ingat tentunya Anda bisa membaca kembali tulisan Saya yang berjudul
“Mengerikan, Indonesia Dikuasai Oleh Pemuja Setan (Dajjal)” dan yang paling
banyak dibaca yang lainnya adalah “Mengerikan, Pemilu 2014 Dimulainya Ajang
Pembantaian Umat Islam”, lebih detailnya isi dari Artikel yang Saya tulis itu
silakan Anda googling. Karena tulisan-tulisan ini Saya dihubungi beberapa Radio
Islam untuk sesi wawancara On Air guna menerangkan “Mengapa Saya bisa
mengatakan begitu dan kenapa kondisi yang Anda sampaikan kini begitu nyata
adanya?”, Mungkin Anda akan bertanya juga apa yang akan terjadi selanjutnya?
Sebutlah Jokowi, Ahok, Jusuf Kalla, dan kelompok Liberalisme Sekuler lainnya saat ini menjadi fenomena dan merajalela (Dalam tulisan sebelumnya sejak 2011 Saya sudah menyebut Jokowi dan Ahok bagian dari kelompok Liberalisme Sekuler), Jika dulu ada Nurcholis Madjid Alm kini ada Ulil Abshar Abdala, Zuhairi Misrawi dll. Nama-nama tadi Saya ambil dari Umat Islam saja, belum aliran Liberalisme Sekuler dari agama-agama lainnya yang kemudian mereka bersatu padu “Memerangi Agama-Agama” dan memerangi ketaatan manusia pada Hukum Tuhan dengan merusak cara berpikir umat baik melalui diskusi komunitas mereka ataupun artikel-artikel mereka yang dibumbui dengan istilah “Kebangsaan, Budaya, Kemanusiaan, Persamaaan dll”, Mereka juga mendukung LGBT misalnya, anti jilbab, mengagungkan feminisme, kesetaraan Gender yang kebablasan dll.
Jika Anda bertanya kepada Penulis tentang Bagaimana ciri Dajjal? Maka Kelompok Liberalisme Sekuler adalah Pendukung Utamanya di akhir zaman nanti karena Dajjal tidak meminta orang berpindah agama, Dajjal tidak meminta manusia keluar dari agamanya, bagi Dajjal laknatullah ‘alaih Anda boleh beragama apapun dan berkeyakinan apapun tetapi Anda harus tunduk dan patuh kepada Dajjal dan menuruti segala perintahnya jika ingin selamat.
Saya akan membahas Jokowi dalam sesi akhir tulisan ini, di awal Saya akan membahas tentang “Budak-Budak” di Akhir Zaman, Siapa mereka? Mereka yang kemudian menjadi Boneka Dajjal, mereka yang menjadi kaki tangan Dajjal dalam Sistem pemerintahan dunia menjelang Akhir Zaman.
Budak-Budak Akhir Zaman ini adalah mereka yang meyakini Liberalisme Sekuler sebagai satu-satunya Ideologi yang akan berkuasa di dunia, mereka mencintai kebebasan tiada batas, mereka ingin diperbolehkan berzina asal suka sama suka, mereka ingin Tuhannya manusiapun tunduk pada mereka, karena sesungguhnya mereka hanya memiliki satu Tuhan yang sama mencintai kebebasan dan terlepas dari aturan Allah SWT, Tuhan mereka adalah Dajjal laknatullah ‘alaih.
Mereka mencintai kesenangan dunia, Mereka ingin menikmati hidup dengan berbuat sesuka hati mereka, lepas dari aturan siapapun dan apapun termasuk aturan Tuhan, Mereka menyukai Pesta Seks, Narkotika dalam kesendiriannya dan masih banyak lagi perbuatan maksiat lainnya. Jika mereka menjadi pemimpin yakinlah mereka mengakui bahwa semua kekuasaan penuh ada di tangannya. Di dalam Al-Quran mereka disebut “Orang-Orang yang Melampaui Batas”.
Mereka dalam kondisi tidak sadar, berkata dalam kondisi tidak sadar, menandatangani berkas dalam kondisi tidak sadar, jiwa-jiwa mereka kosong karena telah terjadi perjanjian yang mengerikan dengan Dajjal laknatullah ‘alaih, dan berbahayanya adalah Mereka mengintai Anda dan mencoba mengajak Anda ke dalam kelompok mereka, mereka akan memporakporandakan kehidupan normal Anda, menjauhkan Anda dari istri dan anak-anak Anda, mereka membuat kehidupan normal Anda menjadi sangat berantakan, Bahkan Anda tak mampu untuk mengatakan “Saya Tidak Bisa” tatkala Anda tidak memiliki “Iman” yang sebenarnya. Anda terjebak dalam kehidupan sesat mereka, Saat Anda sepertinya mampu menolakpun keinginan mereka, Anda akan luluh lantak karena tawaran dunia yang diberikan mereka sangat membuat Anda tidak bisa menolaknya. Percayalah, Tatkala Anda sudah menyatakan “Iya, Setuju” maka Anda sudah mulai masuk dalam jebakan mereka untuk sama-sama mengkampanyekan hal yang sama yaitu “Kebebasan tanpa batas” dan “Kekuasaan Tanpa Mengakui Tuhan”, Anda akan menjadi bagian dari mereka untuk memuja satu Tuhan yaitu Dajjal laknatullah ‘alaih.
Anda akan melihat mereka bahwa hanya mereka yang boleh tidak menepati janji, hanya mereka yang boleh berbohong, dan Saat Anda melakukan koreksi maka Anda akan “dihabisi” karena mereka merasa tak pernah salah, mereka selalu di posisi yang benar, mereka bisa membalikkan semua kondisi di mana posisi yang seharusnya Anda yang benar tetapi Anda menjadi tersangka bahkan terdakwa dalam setiap kejadian. Bahkan mereka menjadikan Firman-Firman Tuhan dari semua Agama sebagai alat untuk membenarkan perbuatan jahat mereka. Sungguh, Anda akan dan bahkan sudah menyaksikan mereka saat ini, mereka gunakan firman Tuhan untuk mengolok-olok Anda dan mempermainkan Anda.
Ketika Anda berusaha untuk berbuat baik sebagaimana harusnya orang-orang yang takut kepada Allah SWT, maka bersiaplah Anda dihinakan, dicaci maki tanpa ampun, takkan pernah berhenti mereka akan mengolok-olok Anda, membully hingga Anda merasa asing bahkan dengan perbuatan baik Andapun Anda bertanya “Mengapa Aku Berbuat ini”, Anda hampir kehilangan Identitas diri, Anda merasa perbuatan baik dan amal shalih Anda adalah hal yang salah. Anda terperangkap dalam “Mind Game” yang telah mereka ciptakan untuk bisa mengajak Anda berbuat sesukanya sebagaimana yang mereka lakukan.
Percaya atau tidak, bahkan kepada diri mereka sendiri mereka tidak bertanggung jawab, meniduri perempuan dan kemudian meninggalkannya begitu saja sesuka hati mereka, Anda akan menyaksikan mereka seperti tidak waras bahkan Anda akan selalu bertanya sebagaimana banyak pertanyaan yang dilontarkan rakyat pada Presiden republik ini “Sesungguhnya Apa yang terjadi pada Anda?”, pertanyaan itu adalah pertanyaan sadar Anda atas ketidakmengertian Anda terhadap apa yang terjadi, banyak hal yang terjadi, banyak berita dan kabar dan Anda berada kebingungan sebenarnya apa yang terjadi pada dunia ini, apa yang terjadi pada Republik ini. Jika Anda masih bertanya percayalah Anda masih dalam kondisi sadar dan belum menjadi bagian dari mereka, karena bagi Anda yang sudah menjadi bagian mereka akan selalu melihat apa yang mereka lakukan selalu benar, selalu indah terdengar, Sedangkan bagi orang yang sadar itu sangat memuakkan, menjijikkan dan ingin berontak dengan keadaan ini.
Mereka tak percaya pada tanda-tanda yang diberikan Allah Swt tentang Akhir zaman, tentang Kiamat karena mereka hanya percaya pada dirinya sendiri dan pada Tuhan mereka Dajjal laknatullah ‘alaih. Jikapun Anda berusaha memberikan pemahaman yang lurus sesungguhnya sangat percuma, karena mereka hanya fokus pada siapa yang telah membeli jiwa mereka. Mereka akan selalu mengatakan bahwa Kebebasan tanpa batas yang mereka miliki adalah kehebatan yang luar biasa daripada Anda yang hidup normal bersama istri dan anak-anak Anda, Mereka tetap pada satu tujuan yaitu menawarkan kebebasan itu pada Anda. Mereka menyebut Anda sebagai budak dari kehidupan religius Anda, sebagai bentuk pernyataan sebaliknya di mana merekalah yang telah menjadi budak Akhir zaman, budak dari Dajjal laknatullah ‘alaih yang telah memberikan kebebasan kepada mereka untuk berbuat apapun sesukanya tanpa perlu takut pada Hukum Allah SWT, Mereka merasa paling memiliki segalanya, mereka merasa memiliki Anda dan waktu Anda, mereka anti Tuhan dan aturan-aturan-NYa yang ada di dalam Kitab Suci.
Anda pasti tidak percaya jika Saya katakan bahwa mereka para budak-budak akhir zaman saling terhubung, saling membantu dan saling mendukung satu sama lainnya di belahan dunia manapun, karena mereka semua sudah “berjanji” kepada yang telah mengosongkan jiwa mereka. Anda akan melihat mereka Aneh, tidak normal sebagaimana manusia yang sadar lainnya. Tanpa Anda sadari bahwa mereka semua sedang mengawasi Anda, mereka memiliki satu komando seperti robot, mesin yang selalu siap 24 jam melakukan apa saja sesuai perintah yang telah membeli jiwa mereka tanpa mereka sadari.
Hidup dengan menjadi pendukung mereka akan menguntungkan Anda secara duniawi, tetapi jika sebaliknya Anda akan dinistakan sampai terbelinya jiwa Anda. Ketika Anda menjadi pendukung mereka maka Percayalah Anda tidak tahu apapun tentang apa yang sedang Anda lakukan dan Anda tidak pernah tahu apa yang tidak mereka lakukan, dengan demikian tanpa Anda sadari Anda akan terus mengikuti apa yang akan mereka lakukan. Jiwa Anda sudah kosong dan Anda menjadi budak.
Awalnya, Anda merasakan diri Anda tidak berubah sama sekali karena Anda merasa sama dengan mereka. merasa sesama Manusia, sesama satu agama, sesama satu bangsa, Setelah lama Anda bersama mereka maka Anda akan berubah tanpa Anda sadari sama sekali. Saat Anda bersama mereka dan menjadi pendukung mereka maka semuanya sudah terlambat untuk Anda kembali ke jalan yang lurus, karena jiwa Anda sudah dikosongkan dari rasa takut kepada Allah Swt, Jiwa Anda sudah tidak ada lagi sendi-sendi Agama yang mengikat Anda selama ini. Anda telah menjadi “Budak” Dajjal laknatullah ‘alaih. Mereka telah mendesain Anda dengan jiwa yang baru, jiwa yang mendukung apapun yang mereka lakukan dengan tujuan akhir mereka untuk menjadi pengikut Dajjal laknatullah ‘alaih. Nauzubillahiminzalik.
Sedikitpun, Anda tidak akan menemukan cara-cara yang vulgar, tetapi rusaknya saraf berpikir Anda yang sehat, begitulah cara kerja mereka mengubah Anda. Cuci otak yang pertama kali mereka lakukan tidak dengan membantah Anda tetapi menyetujui semua pendapat Anda dengan pelan-pelan cara berpikir Anda dibelokan, sehingga Anda sendiri mematahkan cara berpikir Anda selama ini, Anda merasa bersalah dengan perbuatan baik yang Anda lakukan selama ini, kemudian meningkat Anda menggantikan cara yang dulu pernah Anda lakukan menjadi cara baru dengan tujuan baru yang mereka inginkan, hingga akhirnya Dajjal datang untuk mengumumkan Anda adalah pengikutnya di Akhir Zaman.
Seperti yang Saya katakan di awal, mereka tidak akan mengubah Anda dari Muslim menjadi tidak muslim atau dari orang beragama menjadi tidak beragama, Anda tetap akan menjadi Muslim dan tetap menjadi orang yang beragama tetapi Anda sudah menjadi Muslim liberalis sekuler, menjadi orang yang beragama yang mencaci maki Tuhannya sendiri, Mereka hanya memiliki tujuan agar Anda menjadi “Pengikut” di Akhir Zaman, menjalankan misi-misi Dajjal untuk meninggalkan semua ajaran Agama yang Anda yakini walaupun Anda tetap beragama terlihatnya, tetapi Anda telah meninggalkannya karena telah digantikan dengan keyakinan baru Anda mengakui Dajjal sebagai Tuhan Anda.
Ingat, Mereka hanya mengubah Pola berpikir Anda, mengubah keyakinan Anda, mereka akan berbahasa seperti bahasa Anda, jika Anda muslim taat maka mereka akan menggunakan bahasa seorang muslim yang taat, demikian juga seterusnya tergantung kecenderungan Anda ke mana. Tidak penting bagi mereka Anda menjadi muslim atau bukan, hal yang terpenting bagi mereka Anda ikut menyebarkan paham kebebasan tanpa batas, kekuasaan tanpa aturan Tuhan dan kemudian akhirnya mengakui Dajjal sebagai Penyelamat Anda di Akhir Zaman. Anda telah menjadi Budak mereka.
Jika Anda berada di pihak mereka, Anda berada di barisan mereka, Anda menjadi pendukung penuh misi mereka maka semua Impian Anda akan mereka penuhi, demikianlah tujuan Dajjal diciptakan, karena pada akhirnya Anda harus memilih menjadi pengikut Dajjal dan menjadi sejahtera atau sebaliknya Anda binasa. Hanya Iman yang teguh bisa menyelamatkan Anda, Iman di mana menempatkan Allah Swt di atas segala-galanya.
Sungguh, Anda akan menjadi budak akhir zaman, budak dajjal ketika Anda saat ini menyatakan bergabung dengan mereka, dan hebatnya mereka tidak butuh pernyataan Anda untuk bergabung melainkan hanya dengan memberi pesan, rasa kehormatan, kemuliaan, diberikan kedudukan, menjadi kaya raya atau apapun impian Anda maka Anda telah menjadi bagian dari mereka demikianlah para pemuja setan dan iblis lakukan selama ini. Anda hanya menjadi manusia-manusia tanpa akal sehat, menjadi manusia-manusia tanpa jiwa, jiwa Anda kosong tanpa ruh agama sedikitpun, jiwa Anda telah terbeli oleh Dajjal laknatullah ‘alaih. Mengiyakan apa yang mereka lakukan, membela sampai mati apa yang mereka perbuat. Nauzubillahiminzalik.
Dajjal di akhir zaman setidaknya akan berkata “Bergabung bersama Kami dengan cara damai di mana apapun keinginan Anda tercapai semuanya, atau jika tidak maka kebinasaan yang akan Anda dapatkan”. Anda diberi pilihan bukan? Maka pertahankan keimanan Anda, jikapun binasa dan tidak tercapai semua impian dunia yang mereka tawarkan, Tetapi Anda tetap memiliki Allah Swt yang Maha segalanya, Anda harus siap dikucilkan, dicacimaki, dihinakan bahkan mati karena dibinasakan.
Satu hal lagi yang tanpa Anda sadari dan akan banyak terjadi, dengan kondisi yang sudah mereka ciptakan maka Anda akan berkelahi, berdebat, bertengkar, saling bunuh dengan sesama Anda, sesama keyakinan Anda, sesama komunitas Anda, sesama muslim, mereka sengaja membuat kekacauan itu hingga Anda mau mengakui bahwa Sistem Dajjallah yang bisa membuat Anda penuh cinta kasih dan saling menghormati. Penulis ingatkan agar Anda tidak terjebak dalam “Mind Game” mereka.
Bertahanlah wahai umat pada keimanan yang telah diajarkan para Nabi, tetaplah berpegang teguh pada dua hal: Al-Quran dan Hadits. Jangan tergoda untuk mengikuti mereka, sampai titik darah penghabisan, bersatu padulah untuk melakukan perlawanan hingga Pemersatu Umat di akhir zaman datang untuk memimpin Anda melawan Dajjal laknatullah ‘alaih. Anda harus tetap melakukan perlawanan terhadap misi mereka untuk menjadikan Anda budak Akhir zaman, Anda harus menghentikan untuk mencintai dunia yang berlebihan, karena di sanalah kelemahan Anda paling dasar yang bisa mereka gunakan untuk merayu Anda untuk masuk menjadi bagian dari mereka, Menjadi Pengikut Dajjal laknatulah ‘alaih.
Dari uraian Saya di atas, Apakah Anda sudah merasakan kondisi itu saat ini? Apakah kekuasaan sedang dipimpin oleh para pemuja setan dan pengikut Dajjal? Anda hanya bisa menjawab di dalam hati Anda.
Seperti halnya Lady Gaga, Rihanna, dan banyak manusia lainnya yang telah menyerahkan jiwa mereka kepada Dajjal, Illuminati (Pemuja Setan) untuk kekayaan di dunia, ketenaran, kepopuleran, Anda bisa melihat bagaimana diciptakannya Messi, Neymar, Obama, jiwa-jiwa mereka dalam kendali, mereka kosong bak budak yang tidak mengerti sedang mengerjakan apa dan apa tujuan dari apa yang mereka lakukan.
Pertanyaan terakhir Saya adalah: Adakah Anda melihat Jokowi mengalami hal yang sama? Jiwa yang kosong, seperti budak atau bahasa lainnya seperti boneka yang dikendalikan, karena perjanjiannya adalah ketika mereka tak lagi dibutuhkan maka kematian adalah pilihan terakhir.
Anda boleh menertawakan tulisan ini, tapi Anda sudah merasakannya saat ini dan akan lebih merasakannya di akhir zaman nanti, dulu Saya ditertawakan dengan tulisan Saya mengenai “Mengerikan, Indonesia Dikuasai Para Pemuja Setan” dan “Mengerikan, Pemilu 2014 Ajang Pembantaian Umat Islam Dimulai” dan masih banyak lagi, tetapi apa yang Saya tulis itu kini mulai terasa. Setahun kemudian baru ada beberapa media yang mencoba menghubungi Saya untuk wawancara. Sekali lagi, Anda boleh tertawa, karena inilah bagian dari perlawanan Saya terhadap Dajjal laknatullah ‘alaih sekaligus mengingatkan Kita semua untuk tetap berpegang teguh pada tali agama Allah dan jangan bercerai-berai sesama Umat, karena jelas musuh yang nyata Iblis laknatullah alaih yang kelak nantinya menyerupa menjadi Dajjal yang telah dilaknat Allah Swt. Wallahu ‘alam
Sebutlah Jokowi, Ahok, Jusuf Kalla, dan kelompok Liberalisme Sekuler lainnya saat ini menjadi fenomena dan merajalela (Dalam tulisan sebelumnya sejak 2011 Saya sudah menyebut Jokowi dan Ahok bagian dari kelompok Liberalisme Sekuler), Jika dulu ada Nurcholis Madjid Alm kini ada Ulil Abshar Abdala, Zuhairi Misrawi dll. Nama-nama tadi Saya ambil dari Umat Islam saja, belum aliran Liberalisme Sekuler dari agama-agama lainnya yang kemudian mereka bersatu padu “Memerangi Agama-Agama” dan memerangi ketaatan manusia pada Hukum Tuhan dengan merusak cara berpikir umat baik melalui diskusi komunitas mereka ataupun artikel-artikel mereka yang dibumbui dengan istilah “Kebangsaan, Budaya, Kemanusiaan, Persamaaan dll”, Mereka juga mendukung LGBT misalnya, anti jilbab, mengagungkan feminisme, kesetaraan Gender yang kebablasan dll.
Jika Anda bertanya kepada Penulis tentang Bagaimana ciri Dajjal? Maka Kelompok Liberalisme Sekuler adalah Pendukung Utamanya di akhir zaman nanti karena Dajjal tidak meminta orang berpindah agama, Dajjal tidak meminta manusia keluar dari agamanya, bagi Dajjal laknatullah ‘alaih Anda boleh beragama apapun dan berkeyakinan apapun tetapi Anda harus tunduk dan patuh kepada Dajjal dan menuruti segala perintahnya jika ingin selamat.
Saya akan membahas Jokowi dalam sesi akhir tulisan ini, di awal Saya akan membahas tentang “Budak-Budak” di Akhir Zaman, Siapa mereka? Mereka yang kemudian menjadi Boneka Dajjal, mereka yang menjadi kaki tangan Dajjal dalam Sistem pemerintahan dunia menjelang Akhir Zaman.
Budak-Budak Akhir Zaman ini adalah mereka yang meyakini Liberalisme Sekuler sebagai satu-satunya Ideologi yang akan berkuasa di dunia, mereka mencintai kebebasan tiada batas, mereka ingin diperbolehkan berzina asal suka sama suka, mereka ingin Tuhannya manusiapun tunduk pada mereka, karena sesungguhnya mereka hanya memiliki satu Tuhan yang sama mencintai kebebasan dan terlepas dari aturan Allah SWT, Tuhan mereka adalah Dajjal laknatullah ‘alaih.
Mereka mencintai kesenangan dunia, Mereka ingin menikmati hidup dengan berbuat sesuka hati mereka, lepas dari aturan siapapun dan apapun termasuk aturan Tuhan, Mereka menyukai Pesta Seks, Narkotika dalam kesendiriannya dan masih banyak lagi perbuatan maksiat lainnya. Jika mereka menjadi pemimpin yakinlah mereka mengakui bahwa semua kekuasaan penuh ada di tangannya. Di dalam Al-Quran mereka disebut “Orang-Orang yang Melampaui Batas”.
Mereka dalam kondisi tidak sadar, berkata dalam kondisi tidak sadar, menandatangani berkas dalam kondisi tidak sadar, jiwa-jiwa mereka kosong karena telah terjadi perjanjian yang mengerikan dengan Dajjal laknatullah ‘alaih, dan berbahayanya adalah Mereka mengintai Anda dan mencoba mengajak Anda ke dalam kelompok mereka, mereka akan memporakporandakan kehidupan normal Anda, menjauhkan Anda dari istri dan anak-anak Anda, mereka membuat kehidupan normal Anda menjadi sangat berantakan, Bahkan Anda tak mampu untuk mengatakan “Saya Tidak Bisa” tatkala Anda tidak memiliki “Iman” yang sebenarnya. Anda terjebak dalam kehidupan sesat mereka, Saat Anda sepertinya mampu menolakpun keinginan mereka, Anda akan luluh lantak karena tawaran dunia yang diberikan mereka sangat membuat Anda tidak bisa menolaknya. Percayalah, Tatkala Anda sudah menyatakan “Iya, Setuju” maka Anda sudah mulai masuk dalam jebakan mereka untuk sama-sama mengkampanyekan hal yang sama yaitu “Kebebasan tanpa batas” dan “Kekuasaan Tanpa Mengakui Tuhan”, Anda akan menjadi bagian dari mereka untuk memuja satu Tuhan yaitu Dajjal laknatullah ‘alaih.
Anda akan melihat mereka bahwa hanya mereka yang boleh tidak menepati janji, hanya mereka yang boleh berbohong, dan Saat Anda melakukan koreksi maka Anda akan “dihabisi” karena mereka merasa tak pernah salah, mereka selalu di posisi yang benar, mereka bisa membalikkan semua kondisi di mana posisi yang seharusnya Anda yang benar tetapi Anda menjadi tersangka bahkan terdakwa dalam setiap kejadian. Bahkan mereka menjadikan Firman-Firman Tuhan dari semua Agama sebagai alat untuk membenarkan perbuatan jahat mereka. Sungguh, Anda akan dan bahkan sudah menyaksikan mereka saat ini, mereka gunakan firman Tuhan untuk mengolok-olok Anda dan mempermainkan Anda.
Ketika Anda berusaha untuk berbuat baik sebagaimana harusnya orang-orang yang takut kepada Allah SWT, maka bersiaplah Anda dihinakan, dicaci maki tanpa ampun, takkan pernah berhenti mereka akan mengolok-olok Anda, membully hingga Anda merasa asing bahkan dengan perbuatan baik Andapun Anda bertanya “Mengapa Aku Berbuat ini”, Anda hampir kehilangan Identitas diri, Anda merasa perbuatan baik dan amal shalih Anda adalah hal yang salah. Anda terperangkap dalam “Mind Game” yang telah mereka ciptakan untuk bisa mengajak Anda berbuat sesukanya sebagaimana yang mereka lakukan.
Percaya atau tidak, bahkan kepada diri mereka sendiri mereka tidak bertanggung jawab, meniduri perempuan dan kemudian meninggalkannya begitu saja sesuka hati mereka, Anda akan menyaksikan mereka seperti tidak waras bahkan Anda akan selalu bertanya sebagaimana banyak pertanyaan yang dilontarkan rakyat pada Presiden republik ini “Sesungguhnya Apa yang terjadi pada Anda?”, pertanyaan itu adalah pertanyaan sadar Anda atas ketidakmengertian Anda terhadap apa yang terjadi, banyak hal yang terjadi, banyak berita dan kabar dan Anda berada kebingungan sebenarnya apa yang terjadi pada dunia ini, apa yang terjadi pada Republik ini. Jika Anda masih bertanya percayalah Anda masih dalam kondisi sadar dan belum menjadi bagian dari mereka, karena bagi Anda yang sudah menjadi bagian mereka akan selalu melihat apa yang mereka lakukan selalu benar, selalu indah terdengar, Sedangkan bagi orang yang sadar itu sangat memuakkan, menjijikkan dan ingin berontak dengan keadaan ini.
Mereka tak percaya pada tanda-tanda yang diberikan Allah Swt tentang Akhir zaman, tentang Kiamat karena mereka hanya percaya pada dirinya sendiri dan pada Tuhan mereka Dajjal laknatullah ‘alaih. Jikapun Anda berusaha memberikan pemahaman yang lurus sesungguhnya sangat percuma, karena mereka hanya fokus pada siapa yang telah membeli jiwa mereka. Mereka akan selalu mengatakan bahwa Kebebasan tanpa batas yang mereka miliki adalah kehebatan yang luar biasa daripada Anda yang hidup normal bersama istri dan anak-anak Anda, Mereka tetap pada satu tujuan yaitu menawarkan kebebasan itu pada Anda. Mereka menyebut Anda sebagai budak dari kehidupan religius Anda, sebagai bentuk pernyataan sebaliknya di mana merekalah yang telah menjadi budak Akhir zaman, budak dari Dajjal laknatullah ‘alaih yang telah memberikan kebebasan kepada mereka untuk berbuat apapun sesukanya tanpa perlu takut pada Hukum Allah SWT, Mereka merasa paling memiliki segalanya, mereka merasa memiliki Anda dan waktu Anda, mereka anti Tuhan dan aturan-aturan-NYa yang ada di dalam Kitab Suci.
Anda pasti tidak percaya jika Saya katakan bahwa mereka para budak-budak akhir zaman saling terhubung, saling membantu dan saling mendukung satu sama lainnya di belahan dunia manapun, karena mereka semua sudah “berjanji” kepada yang telah mengosongkan jiwa mereka. Anda akan melihat mereka Aneh, tidak normal sebagaimana manusia yang sadar lainnya. Tanpa Anda sadari bahwa mereka semua sedang mengawasi Anda, mereka memiliki satu komando seperti robot, mesin yang selalu siap 24 jam melakukan apa saja sesuai perintah yang telah membeli jiwa mereka tanpa mereka sadari.
Hidup dengan menjadi pendukung mereka akan menguntungkan Anda secara duniawi, tetapi jika sebaliknya Anda akan dinistakan sampai terbelinya jiwa Anda. Ketika Anda menjadi pendukung mereka maka Percayalah Anda tidak tahu apapun tentang apa yang sedang Anda lakukan dan Anda tidak pernah tahu apa yang tidak mereka lakukan, dengan demikian tanpa Anda sadari Anda akan terus mengikuti apa yang akan mereka lakukan. Jiwa Anda sudah kosong dan Anda menjadi budak.
Awalnya, Anda merasakan diri Anda tidak berubah sama sekali karena Anda merasa sama dengan mereka. merasa sesama Manusia, sesama satu agama, sesama satu bangsa, Setelah lama Anda bersama mereka maka Anda akan berubah tanpa Anda sadari sama sekali. Saat Anda bersama mereka dan menjadi pendukung mereka maka semuanya sudah terlambat untuk Anda kembali ke jalan yang lurus, karena jiwa Anda sudah dikosongkan dari rasa takut kepada Allah Swt, Jiwa Anda sudah tidak ada lagi sendi-sendi Agama yang mengikat Anda selama ini. Anda telah menjadi “Budak” Dajjal laknatullah ‘alaih. Mereka telah mendesain Anda dengan jiwa yang baru, jiwa yang mendukung apapun yang mereka lakukan dengan tujuan akhir mereka untuk menjadi pengikut Dajjal laknatullah ‘alaih. Nauzubillahiminzalik.
Sedikitpun, Anda tidak akan menemukan cara-cara yang vulgar, tetapi rusaknya saraf berpikir Anda yang sehat, begitulah cara kerja mereka mengubah Anda. Cuci otak yang pertama kali mereka lakukan tidak dengan membantah Anda tetapi menyetujui semua pendapat Anda dengan pelan-pelan cara berpikir Anda dibelokan, sehingga Anda sendiri mematahkan cara berpikir Anda selama ini, Anda merasa bersalah dengan perbuatan baik yang Anda lakukan selama ini, kemudian meningkat Anda menggantikan cara yang dulu pernah Anda lakukan menjadi cara baru dengan tujuan baru yang mereka inginkan, hingga akhirnya Dajjal datang untuk mengumumkan Anda adalah pengikutnya di Akhir Zaman.
Seperti yang Saya katakan di awal, mereka tidak akan mengubah Anda dari Muslim menjadi tidak muslim atau dari orang beragama menjadi tidak beragama, Anda tetap akan menjadi Muslim dan tetap menjadi orang yang beragama tetapi Anda sudah menjadi Muslim liberalis sekuler, menjadi orang yang beragama yang mencaci maki Tuhannya sendiri, Mereka hanya memiliki tujuan agar Anda menjadi “Pengikut” di Akhir Zaman, menjalankan misi-misi Dajjal untuk meninggalkan semua ajaran Agama yang Anda yakini walaupun Anda tetap beragama terlihatnya, tetapi Anda telah meninggalkannya karena telah digantikan dengan keyakinan baru Anda mengakui Dajjal sebagai Tuhan Anda.
Ingat, Mereka hanya mengubah Pola berpikir Anda, mengubah keyakinan Anda, mereka akan berbahasa seperti bahasa Anda, jika Anda muslim taat maka mereka akan menggunakan bahasa seorang muslim yang taat, demikian juga seterusnya tergantung kecenderungan Anda ke mana. Tidak penting bagi mereka Anda menjadi muslim atau bukan, hal yang terpenting bagi mereka Anda ikut menyebarkan paham kebebasan tanpa batas, kekuasaan tanpa aturan Tuhan dan kemudian akhirnya mengakui Dajjal sebagai Penyelamat Anda di Akhir Zaman. Anda telah menjadi Budak mereka.
Jika Anda berada di pihak mereka, Anda berada di barisan mereka, Anda menjadi pendukung penuh misi mereka maka semua Impian Anda akan mereka penuhi, demikianlah tujuan Dajjal diciptakan, karena pada akhirnya Anda harus memilih menjadi pengikut Dajjal dan menjadi sejahtera atau sebaliknya Anda binasa. Hanya Iman yang teguh bisa menyelamatkan Anda, Iman di mana menempatkan Allah Swt di atas segala-galanya.
Sungguh, Anda akan menjadi budak akhir zaman, budak dajjal ketika Anda saat ini menyatakan bergabung dengan mereka, dan hebatnya mereka tidak butuh pernyataan Anda untuk bergabung melainkan hanya dengan memberi pesan, rasa kehormatan, kemuliaan, diberikan kedudukan, menjadi kaya raya atau apapun impian Anda maka Anda telah menjadi bagian dari mereka demikianlah para pemuja setan dan iblis lakukan selama ini. Anda hanya menjadi manusia-manusia tanpa akal sehat, menjadi manusia-manusia tanpa jiwa, jiwa Anda kosong tanpa ruh agama sedikitpun, jiwa Anda telah terbeli oleh Dajjal laknatullah ‘alaih. Mengiyakan apa yang mereka lakukan, membela sampai mati apa yang mereka perbuat. Nauzubillahiminzalik.
Dajjal di akhir zaman setidaknya akan berkata “Bergabung bersama Kami dengan cara damai di mana apapun keinginan Anda tercapai semuanya, atau jika tidak maka kebinasaan yang akan Anda dapatkan”. Anda diberi pilihan bukan? Maka pertahankan keimanan Anda, jikapun binasa dan tidak tercapai semua impian dunia yang mereka tawarkan, Tetapi Anda tetap memiliki Allah Swt yang Maha segalanya, Anda harus siap dikucilkan, dicacimaki, dihinakan bahkan mati karena dibinasakan.
Satu hal lagi yang tanpa Anda sadari dan akan banyak terjadi, dengan kondisi yang sudah mereka ciptakan maka Anda akan berkelahi, berdebat, bertengkar, saling bunuh dengan sesama Anda, sesama keyakinan Anda, sesama komunitas Anda, sesama muslim, mereka sengaja membuat kekacauan itu hingga Anda mau mengakui bahwa Sistem Dajjallah yang bisa membuat Anda penuh cinta kasih dan saling menghormati. Penulis ingatkan agar Anda tidak terjebak dalam “Mind Game” mereka.
Bertahanlah wahai umat pada keimanan yang telah diajarkan para Nabi, tetaplah berpegang teguh pada dua hal: Al-Quran dan Hadits. Jangan tergoda untuk mengikuti mereka, sampai titik darah penghabisan, bersatu padulah untuk melakukan perlawanan hingga Pemersatu Umat di akhir zaman datang untuk memimpin Anda melawan Dajjal laknatullah ‘alaih. Anda harus tetap melakukan perlawanan terhadap misi mereka untuk menjadikan Anda budak Akhir zaman, Anda harus menghentikan untuk mencintai dunia yang berlebihan, karena di sanalah kelemahan Anda paling dasar yang bisa mereka gunakan untuk merayu Anda untuk masuk menjadi bagian dari mereka, Menjadi Pengikut Dajjal laknatulah ‘alaih.
Dari uraian Saya di atas, Apakah Anda sudah merasakan kondisi itu saat ini? Apakah kekuasaan sedang dipimpin oleh para pemuja setan dan pengikut Dajjal? Anda hanya bisa menjawab di dalam hati Anda.
Seperti halnya Lady Gaga, Rihanna, dan banyak manusia lainnya yang telah menyerahkan jiwa mereka kepada Dajjal, Illuminati (Pemuja Setan) untuk kekayaan di dunia, ketenaran, kepopuleran, Anda bisa melihat bagaimana diciptakannya Messi, Neymar, Obama, jiwa-jiwa mereka dalam kendali, mereka kosong bak budak yang tidak mengerti sedang mengerjakan apa dan apa tujuan dari apa yang mereka lakukan.
Pertanyaan terakhir Saya adalah: Adakah Anda melihat Jokowi mengalami hal yang sama? Jiwa yang kosong, seperti budak atau bahasa lainnya seperti boneka yang dikendalikan, karena perjanjiannya adalah ketika mereka tak lagi dibutuhkan maka kematian adalah pilihan terakhir.
Anda boleh menertawakan tulisan ini, tapi Anda sudah merasakannya saat ini dan akan lebih merasakannya di akhir zaman nanti, dulu Saya ditertawakan dengan tulisan Saya mengenai “Mengerikan, Indonesia Dikuasai Para Pemuja Setan” dan “Mengerikan, Pemilu 2014 Ajang Pembantaian Umat Islam Dimulai” dan masih banyak lagi, tetapi apa yang Saya tulis itu kini mulai terasa. Setahun kemudian baru ada beberapa media yang mencoba menghubungi Saya untuk wawancara. Sekali lagi, Anda boleh tertawa, karena inilah bagian dari perlawanan Saya terhadap Dajjal laknatullah ‘alaih sekaligus mengingatkan Kita semua untuk tetap berpegang teguh pada tali agama Allah dan jangan bercerai-berai sesama Umat, karena jelas musuh yang nyata Iblis laknatullah alaih yang kelak nantinya menyerupa menjadi Dajjal yang telah dilaknat Allah Swt. Wallahu ‘alam
======================================================================
Bismillah,
Gw nemu tulisan ini di kaskus dari forum berita dan politiknya. Kebetulan kemarin gw kepikiran tentang prahara dajjal ini. Entah pas gw sedang mengendarai motor pas ke kantor atau saat gw tidur malam kemarin, lupa :p. Terlepas dari benar atau tidaknya bahwa presiden kita adalah seperti yang disebutkan diatas, agar tidak menimbulkan praduga-praduga yang tidak ada ujungnya, tapi gw tetap harus menulis ini.
Beberapa hal yang terpikir adalah, tanda-tanda dajjal yang disebutkan dalam hadist oleh Rasulullah saw, seperti mata kanan yang buta, tulisan kafara di dahinya, membawa api dan air di kedua tangannya (tiga hal yang terpikir cuma itu), dan ia akan menunjukkan siapa yang benar-benar beriman atau tidak. Dan jangan lupa, Fitnah besar akhir zaman, fitnah yang dibawa oleh Dajjal Laknatullah alaihi ini.
Oke kembali kepada hal yang gw pikirkan. Mungkin ini hanya spekulasi gw, anyway, gw harus share ini.
Rasulullah saw banyak menggunakan isyarat atau kiasan setiap mengungkapkan sesuatu, dalam hadist-hadistnya, contoh : dalam satu hadist, rasulullah menunjukkan bahwa jarak dengan kiamat itu seperti telunjuk dan jari tengah. Ini adalah kiasan untuk menunjukkan bahwa kiamat berjarak sangat dekat.
Dalam Al-Quran juga banyak kiasan-kiasan yang digunakan seperti orang yang memakan riba itu seperti orang gila yang mana artinya adalah, kerakusan dan ketamakan telah menjalar dalam diri orang tersebut.
Jadi yang mau gw tekankan disini, "Mungkinkah definisi dajjal yang disebutkan Rasulullah adalah sebuah kiasan?".
Menurut gw, MUNGKIN. mungkin untuk
Melihat kondisi sekarang, dan hadist serta Al-Quran yang banyak menggunakan kiasan, itu bisa saja.
Maksud saya, coba dilihat dari sisi logika aja, katanya dajjal ini akan memiliki banyak pengikutnya, tapi siapa sih yang mau ikutin petunjuk orang yang mata kanannya buta, ada ka fa ra di dahinya, terus bawa-bawa api sama air? Di zaman sekarang, gw yakin banget bakal dianggap gila itu orang. Boro-boro ada pengikut yang mau ikut ajaran dia, diliat aja nggak.
Liat kondisi sekarang, di bumi tercinta kita Indonesia (eh, gw nggak cinta indonesia deng, niat pindah negara umur 24) mungkin apa yang dibilang fitnah dajjal itu bisa saja benar.
Ini pandangan saya, mohon direnungi dan koreksi nya.
1. Mata kanan yang buta
Kanan itu selalu identik dengan baik. Tata cara dan tata krama kebanyakan menggunakan tangan kanan. Memberi sedekah dengan tangan kanan, makan dengan tangan kanan, dsb.
Bisa nggak kalau ini diartikan kalau tidak dapat melihat kebenaran?
2. Ka Fa Ra di dahinya (Kafir)
Coba lihat di media sosial dan kehidupan sekarang, orang yang menyebut dirinya islam tapi menjadikan bahan sebagai lelucon. Nama Islam cuma sebagai penghias. Ah sudah banyak. Bisa dilihat di twitter, atau media sosial lainnya, nama boleh islam, tapi nggak shalat (Ya Allah, jangan sampai saya seperti ini, tolong ), menghina Ulama (misal : masih inget kasus aa' gym yang nikah lagi padahal itu ajaran islam? ), dsb, dsb. Koreksi diri apa saja yang terjadi. Jangan sampai Islam jadi titel doang.
contoh : Si ulil (baca tulisan saya disini).
Dia sebut dirinya Islam, tapi kelakuannya menyudutkan Islam. Apa masih ingin disebut muslim?
Bisa nggak kalau ini diartikan kalau dirinya kafir dalam bentuk Islam? Terlihat tapi orang2 amah alias awam nggak sadar alias masa bodo sama hal-hal seperti ini.
Semoga saya tidak berdosa mengkafirkan orang yang "katanya" kalau dia masih Islam.
Dan hindarkan saya dari sifat riya' atas banyak hal yang terkait dengan agama.
3. Bawa - bawa api dan air
Apa yang terlihat sebagai api, ternyata adalah air, dan sebaliknya.
Bisa nggak diartikan kalau api ini adalah kebaikan, dan air ini adalah keburukan?
Kebijakan yang "katanya" membawa maslahat pada bangsa ini, ternyata hanya untuk memperkaya diri pribadi dan menyudutkan negara ke titik-titik pahit. Dianggap baik, tapi ternyata buruk.
Udah baca artikel kaskus website tentang REVOLUSI MENTAL WEBSITE?.
Jelas banget "katanya" maslahat, tapi ternyata ada agenda lain.
4. Fitnah Akhir Zaman
Udah banyak kan? Coba baca berita yang mana presiden kita sering cari-cari kesalahan. Contoh di kaskus lg deh (wah kaskuser) : nih. Itu contohnya.
Prabowo yang dikatakan sebagai gembong kerusuhan 98? Mungkin bisa jika dikategorikan fitnah. wallahualam.
Ini buat yang suka olok-olok, btw nggak berlaku buat orang-orang yang "cuma" titel muslim doang.
karena jelas dituliskan, ya ayyuhal mukminun, alias orang-orang yang beriman (semoga kita termasuk di dalamnya). Mungkin juga firman ini buat gw juga yang sering atau suka menghina pemerintahan sekarang. Boleh jadi itu baik walau gw pikir tidak baik. Wallahualam. Husnudzon itu boleh walau ada rasa pesimis di sisinya bagi gw.
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan
kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih
baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita
(mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang
diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan
janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil
dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-seburuk panggilan ialah
(panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak
bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujarat [49] : 11)
وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ
أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya, kamu selalu berolok-olok?". [At Taubah:65].
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentu mereka akan menjawab: "Sesungguhnya kami hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja". Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya, kamu selalu berolok-olok?". [At Taubah:65].
Kebenaran hanya dari Allah, dan kesalahan hanya dari penulis sebagai Manusia,
Jika ada kesalahan, mohon dimaafkan. Dan semoga tercerahkan. Adapun ini tulisan hanyalah spekulasi dari gw pribadi.
Dan Allah hanya memberi petunjuk kepada orang yang ia kehendaki.
Wallahualam.
jadi inget sama firman Allah, kalau non-muslim dan pihak-pihak yang membenci Islam itu tidak akan pernah berhenti sampai kamu mengikuti ajaran mereka.
Apa kamu sudah seperti itu?
nb : Kadang gw berpikir, apa kalau gw menulis ini, gw dengki terhadap manusia-manusia yang namanya tercatut dalam tulisan gw? apa kemudian justru apa yang gw tulis, malah akan menjadi bumerang di hari penghakiman kelak? Sifat hasad, dengki, dan takutnya ada keriyaan di dalam ini.
Doakan semoga tidak. Semoga ini dicatat sebagai dakwah saya melalui tulisan.
Amin.
Btw long post ini. Nikmati aja ya.
Subscribe to:
Posts (Atom)


