Repot amat sih pendukung partai banteng.
gw liat di medsos banyak amat tulisan dan dukungan-dukungan kosong.
Kenapa nggak dijalanin dulu?
Hmm, tapi saat ini gw mau nulis tentang perbandingan pilkada langsung dan tidak langsung.
Isi opini gw...
========================================================================
Ane sih fine fine aja toh.
Gw rasa tiap opsi ada mudharat dan kelebihan masing-masing;
kalo mau pilkada langsung, rakyat yang memutuskan secara langsung, pemimpin pilihan rakyat.
kalo mau pilkada nggak langsung, dpr yang memutuskan. Memang ini menghapus "pilihan" dari rakyat sendiri, tapi gw mendukung ini krn gw muak ngeliat dinasti politik macam si emak atut dan kroni kroni mirip dia.
Toh banyak rakyat indonesia yang bodoh dan nggak berpendidikan; hingga pemimpin yang "dipilih" sendiri aja ngerusak wilayah yang ia pimpin.
Ngga usa buta kenyataan.
Ingat aja, kalo lo milih pemimpin, lalu pemimpin itu bertindak yang merugikan apa yang ia pimpin, secara nggak langsung lo dapat dosanya. Yah bebas sih, toh nggak semua Islam kan ya. Kalau kek gt, mending gw nggak milih, biarkan dpr yang menanggung dosa kalau pemimpin yang mrk pilih berbuat salah.
Gw jadi inget zaman rasul juga, khalifah dipilih berdasarkan musyawarah para shahabat. Yang notabene para sahabat nabi itu terpercaya.
Lo bilang DPR nggak terpercaya?
Lah, yang milih mrk biar nempati bangku dpr siapa pas pemilu? Lo lo juga kan?
Mikir lah...
Ngga usa belaga bego dengan hal-hal di depan lo..
Showing posts with label pilihan. Show all posts
Showing posts with label pilihan. Show all posts
Friday, September 26, 2014
Friday, July 4, 2014
Panduan Dalam Memilih Capres Dan Cawapres - Pemimpin -
Bagi
seorang muslim, al- Quran dan as- Sunnah adalah panduan,kapan pun dan
di mana pun, dan dalam hal apa pun. Keduanya adalah pegangan hidup yang
telah bergaransi anti sesat dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Untuk itu :
1. Pilihlah Capres yang lebih kecil keburukannya, ketika kita tahu semuanya memiliki keburukan. Sesuai kaidah irtikab akhafu dhararain (menjalankan kerusakan yang lebih ringan di antara dua kerusakan).
2. Pilihlah Capres yang lebih berpihak dan mengajak kepada shirathal mustaqim, Islam, dan Al- Quran, yang semakin membuat kita dekat dengan Allah Ta’ala,bukan justru semakin jauh dari Allah Ta’ala dan agama, hura-hura dan maksiat, ketika kita mengetahui bahwa kedua Capres ini pasti memiliki goal setting dalam hidup mereka. Sesuai firman-Nya, “Inna Haadzal Quran Yahdi Lillati Hiya Aqwam,” (Sesungguhnya al- Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus).
3. Pilihlah Capres yang lebih dicintai ulama dan dekat dengannya, mereka pun juga mencintai ulama dan menjadikan ulama sebagai tempat bertanya.Bukan hanya ketika kampanye saja, bukan pula sowan kepada musuh-musuh agama, ketika kita tahu bahwa ulama lebih paham tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, dibanding orang kebanyakan. Sesuai firman- Nya, “Fas’aluu Ahlaz Zikri Inkuntum Laa Ta’amun,” (Bertanyalah kepada ulama jika kalian tidak mengetahui). Juga sabda nabi, “Al-mar’u ‘Alad Diini Khaliilih,” (Keadaan agama seseorang tergantung siapa kekasihnya).
4. Pilihlah Capres yang disekelilingnya berkumpul ahlul khair (pelaku kebaikan), bukan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), ahlut thaa’ah (taat) bukan ahlul hawa (penyembah hawa nafsu). Sesuai sabda nabi, “Al Arwaahu Junuudun Mujannadah,” (Sesungguhnya jiwa-jiwa itu akan berkomunitas dengan orang yang setipe dengannya).
5. Pilihlah capres yang track record-nya jujur bukan pendusta. Karena nabi bersabda, “‘Alaikum Bish Shidqi Inna Shidqa Yahdi Ilal Birr Wal Birru Yahdi Ilal Jannah,” (Hendaknya kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga).
6. Pilihlah Capres yang track record-nya bukan pendusta,karena berdusta adalah penyakit jiwa yang sulit sembuhnya. Ketika sudah terbiasa berdusta, maka korbannya bukan lagi satu manusia tapi satu negeri. Karena nabi bersabda, “Wa Iyyakum Wal Kadzib, Innal Kadziba Yahdi Ilal Fujuur Wal Fujuur Yahdi Ilan Naar,” (Takutlah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka).
7. Pilihlah Capres yang mampu menjaga amanah bukan mengkhianatinya. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Yaa Ayyuhalladzina Amanuu Awfuu Bil ‘Uquud,” (Wahai orang-orang beriman penuhilah janji-janji kalian). Firman-Nya juga, “Laa Takhuunullah wa Rasuul wa Takhuunuu Amanaatikum wa Antum Ta’lamun,” (Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah yang ada pada kalian dan kalian sendiri tahu hal itu).
8. Pilihlah Capres yang mampu bekerja secara genuine bukan dibesar- besarkan, dan puja puji oleh media semata, sebab kita memilih Presiden bukan aktor sandiwara.
9. Pilihlah capres yang kuat dan pemberani, itu modal untuk keselamatan negaramu dari serangan asing, dan modal perlindungan untuk rakyatnya.
Selamat memilih!! Semoga Allah swt Ta’ala memberkahi salam 1 jiwa.salam merah putih. Berhubung saya adalah pendukung beliau :)
1. Pilihlah Capres yang lebih kecil keburukannya, ketika kita tahu semuanya memiliki keburukan. Sesuai kaidah irtikab akhafu dhararain (menjalankan kerusakan yang lebih ringan di antara dua kerusakan).
2. Pilihlah Capres yang lebih berpihak dan mengajak kepada shirathal mustaqim, Islam, dan Al- Quran, yang semakin membuat kita dekat dengan Allah Ta’ala,bukan justru semakin jauh dari Allah Ta’ala dan agama, hura-hura dan maksiat, ketika kita mengetahui bahwa kedua Capres ini pasti memiliki goal setting dalam hidup mereka. Sesuai firman-Nya, “Inna Haadzal Quran Yahdi Lillati Hiya Aqwam,” (Sesungguhnya al- Quran memberikan petunjuk ke jalan yang lebih lurus).
3. Pilihlah Capres yang lebih dicintai ulama dan dekat dengannya, mereka pun juga mencintai ulama dan menjadikan ulama sebagai tempat bertanya.Bukan hanya ketika kampanye saja, bukan pula sowan kepada musuh-musuh agama, ketika kita tahu bahwa ulama lebih paham tentang standar baik dan buruk, benar dan salah, dibanding orang kebanyakan. Sesuai firman- Nya, “Fas’aluu Ahlaz Zikri Inkuntum Laa Ta’amun,” (Bertanyalah kepada ulama jika kalian tidak mengetahui). Juga sabda nabi, “Al-mar’u ‘Alad Diini Khaliilih,” (Keadaan agama seseorang tergantung siapa kekasihnya).
4. Pilihlah Capres yang disekelilingnya berkumpul ahlul khair (pelaku kebaikan), bukan ahlul ma’shiyah (pelaku maksiat), ahlut thaa’ah (taat) bukan ahlul hawa (penyembah hawa nafsu). Sesuai sabda nabi, “Al Arwaahu Junuudun Mujannadah,” (Sesungguhnya jiwa-jiwa itu akan berkomunitas dengan orang yang setipe dengannya).
5. Pilihlah capres yang track record-nya jujur bukan pendusta. Karena nabi bersabda, “‘Alaikum Bish Shidqi Inna Shidqa Yahdi Ilal Birr Wal Birru Yahdi Ilal Jannah,” (Hendaknya kamu jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan membawa kepada surga).
6. Pilihlah Capres yang track record-nya bukan pendusta,karena berdusta adalah penyakit jiwa yang sulit sembuhnya. Ketika sudah terbiasa berdusta, maka korbannya bukan lagi satu manusia tapi satu negeri. Karena nabi bersabda, “Wa Iyyakum Wal Kadzib, Innal Kadziba Yahdi Ilal Fujuur Wal Fujuur Yahdi Ilan Naar,” (Takutlah kamu terhadap dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan membawa kepada neraka).
7. Pilihlah Capres yang mampu menjaga amanah bukan mengkhianatinya. Karena Allah Ta’ala berfirman, “Yaa Ayyuhalladzina Amanuu Awfuu Bil ‘Uquud,” (Wahai orang-orang beriman penuhilah janji-janji kalian). Firman-Nya juga, “Laa Takhuunullah wa Rasuul wa Takhuunuu Amanaatikum wa Antum Ta’lamun,” (Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan mengkhianati amanah yang ada pada kalian dan kalian sendiri tahu hal itu).
8. Pilihlah Capres yang mampu bekerja secara genuine bukan dibesar- besarkan, dan puja puji oleh media semata, sebab kita memilih Presiden bukan aktor sandiwara.
9. Pilihlah capres yang kuat dan pemberani, itu modal untuk keselamatan negaramu dari serangan asing, dan modal perlindungan untuk rakyatnya.
Selamat memilih!! Semoga Allah swt Ta’ala memberkahi salam 1 jiwa.salam merah putih. Berhubung saya adalah pendukung beliau :)
Friday, June 27, 2014
Pilihan Tukang Siomay atas Prabowo
Baru
kemarin ngobrol sm seorang penjual siomay, kebetulan sy gemar mkn
siomay dan langganan di tempat beliau yg tak jauh dari rmh sakit tempat
sy kerja. Ketika saya bertanya "pak, bsk mau pilih siapa?" dia tak
lantas menjawab, tp sambil senyum dia blg mau pilih yang bisa bikin
tentrem mas dokter, ujarnya. Wah, klo semua capres janjinya mau bikin
sejahtera dan tentrem pak. Lalu dia mencotohkan: jaman dl sy jualan aman
mas, ga ada yg malakin, skrg hampir tiap hari sliweran preman minta
jatah. Jaman dl itu kapan pak? dia ga jawab.. lalu saya nanya balik? apa
jaman soeharto? sembari senyum lg dia jawab yahh itu mas.. jaman dulu
apa2 serba murah, jualan aman, preman2 pd takut keliaran..
Sampai dirumah saya mikir.. bener jg kata bapak tadi, walaupun katanya jaman soeharto itu sarat korupsi, banyak hutang ke luar negri,ditambah sulit mengeluarkan kebebasan pendapat. Tapi nyatanya ekonomi kita stabil, keamanan dlm negri juga terjaga. Kebanyakan rakyat sebenarnya kan ga mau tahu persoalan hutang ini dan itu, korupsi ini dan itu, yang diinginkan mereka sebenarnya bisa cukup kebutuhan sehari-hari, hidup aman dan tentrem.
Kalau ngomongin masalah hutang sampai hari inipun pemerintah juga msh terus berhutang keluar negeri, klo ngmongin korupsi juga nyata2 sekarang korupsi makin menjadi-jadi, mengutip ungkapan Prof. Sahetapy: " kalau jaman dulu org korupsi dibawah meja, sekarang koruptor ga tahu malu, semeja-mejanya dibawa".
Kalau dulu katanya nepotisme merajalela. Emg skrg tidak? byk anggota dewan terhormat yg msh berasal dari satu keluarga, byk kepala daerah yg msh dlm satu keluarga, banyak bagi2 proyek yang tendernya dimenangkan oleh orang yang masih satu keluarga. Lalu apa bisa dibilang hari ini nepotisme sdh habis di negara kita pd masa paska reformasi?
Dahulu katanya banyak politikus2 vokal yang berseberangan dgn soeharto dibungkam, dijaman orde baru orang dianggap tak bisa bebas menyuarakan pendapat dan aspirasi mereka, banyak media-media baik cetak dan tv tak bisa menyiarkan tayangan dgn bebasnya. Namun apa yg terjadi sekarang? apakah setelah hampir memasuki 2 dasawarsa era reformasi berjalan, politikus2 yang terkungkung dimasa soeharto itu kini telah membawa perubahan yg lbh baik buat kita? apa kah tayangan2 di media sekarang ini justru tidak kebabalasan, makin tidak mendidik dan merusak moral generasi penerus kita?
Saya bukan mau kembali ke orde baru, krn era reformasi telah diperjuangkan oleh rekan2 kita bertaruh nyawa. Yang kami inginkan adalah adanya jaminan hidup tenang dan tentram, orang bisa tentram kalau perut tidak lapar, sakit bisa berobat, sekolah bisa membayar. yang terjadi sekarang Hari-hari saya melihat yg kaya semakin kaya, orang miskin makin tergencet. Orang sudah makin hilang toleransi dan tenggang rasa. Pergaulan semakin bebas tak ada batas. Jaminan hukum dan keamanan makin tak ada. Orang seenaknya bebas membunuh tapa takut2 dan malu.
Sebagai bangsa besar dan beradab. Kita juga tak boleh melupakan jasa2 pemimpin terdahulu kita. Apapun mereka, pasti ada kebaikan dan kekurangannya. Anda boleh jujur, bagi kita yang pernah hidup dijaman orde baru dan jaman reformasi sekarang, mana yg lbh membuat hati dan pikiran anda menjadi tenang? mana yg menurut anda memberikan jaminan rasa aman? mana yang menurut anda lbh menunjukkan ini loo Indonesia yang ramah dan bersahaja?
Kita tak bisa memungkiri banyaknya stiker, kaos bergambar soeharto dan bertuliskan "enak jamanku to?" saya pikir itu lumrah karena kerinduan sebagian orang yg pernah merasakan hidup di jaman itu. Namun banyak juga yang berkomentar miring, menghujat ini itu, padahal mungkin dia yang menghujat hanya sekumpulan anak alay yang lahir setelah era reformasi, dimana mereka hanya dgr cerita dan tidak menjalani.
Hal ini sekaligus juga utk menjawab kekhawatiran byk pihak yg menyebut Prabowo ingin mengembalikan Indonesia ke jaman Orba krn dianggap beliau adalah mantan menantu soeharto. kami anggap Ketakutan semacam itu tak beralasan. Karena di era kebebasan yang kebablasan ini sdh makin banyak org pintar dan cerdas, makin banyak orang kritis yang bertindak sebagai pengawas. Jadi seorang pemimpin tak bisa seenaknya sendiri menjadi diktator. Seorang pemimpin yg dipilih oleh rakyat juga bisa diturunkan oleh kekuatan rakyat jika dia semena-mena.
Prabowo hanya bercita-cita mengembalikan kejayaan Indonesia, menjadi bangsa yang bermartabat, rakyat hidup aman dan tenteram, aset-aset negara diselamatkan shgga dpt dimanfaatkan utk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan untuk diwariskan pada anak cucu kita. Masih belum sadarkan bamyaknya kekayaan kita yang bocor mengalir entah kemana rimbanya? siapa diantara capres yang selama ini benar-benar berkomitmen tegas menyelamatkan itu semua. Dengan ketegasan dan kecerdasannya InsaaAllah dibawah komando Prabowo, Indonesia akan mengaum menjadi macan Asia.
Salam Perubahan Untuk Indonesia Raya,,
dr. Wahyu Triasmara
Sumber : here
Sampai dirumah saya mikir.. bener jg kata bapak tadi, walaupun katanya jaman soeharto itu sarat korupsi, banyak hutang ke luar negri,ditambah sulit mengeluarkan kebebasan pendapat. Tapi nyatanya ekonomi kita stabil, keamanan dlm negri juga terjaga. Kebanyakan rakyat sebenarnya kan ga mau tahu persoalan hutang ini dan itu, korupsi ini dan itu, yang diinginkan mereka sebenarnya bisa cukup kebutuhan sehari-hari, hidup aman dan tentrem.
Kalau ngomongin masalah hutang sampai hari inipun pemerintah juga msh terus berhutang keluar negeri, klo ngmongin korupsi juga nyata2 sekarang korupsi makin menjadi-jadi, mengutip ungkapan Prof. Sahetapy: " kalau jaman dulu org korupsi dibawah meja, sekarang koruptor ga tahu malu, semeja-mejanya dibawa".
Kalau dulu katanya nepotisme merajalela. Emg skrg tidak? byk anggota dewan terhormat yg msh berasal dari satu keluarga, byk kepala daerah yg msh dlm satu keluarga, banyak bagi2 proyek yang tendernya dimenangkan oleh orang yang masih satu keluarga. Lalu apa bisa dibilang hari ini nepotisme sdh habis di negara kita pd masa paska reformasi?
Dahulu katanya banyak politikus2 vokal yang berseberangan dgn soeharto dibungkam, dijaman orde baru orang dianggap tak bisa bebas menyuarakan pendapat dan aspirasi mereka, banyak media-media baik cetak dan tv tak bisa menyiarkan tayangan dgn bebasnya. Namun apa yg terjadi sekarang? apakah setelah hampir memasuki 2 dasawarsa era reformasi berjalan, politikus2 yang terkungkung dimasa soeharto itu kini telah membawa perubahan yg lbh baik buat kita? apa kah tayangan2 di media sekarang ini justru tidak kebabalasan, makin tidak mendidik dan merusak moral generasi penerus kita?
Saya bukan mau kembali ke orde baru, krn era reformasi telah diperjuangkan oleh rekan2 kita bertaruh nyawa. Yang kami inginkan adalah adanya jaminan hidup tenang dan tentram, orang bisa tentram kalau perut tidak lapar, sakit bisa berobat, sekolah bisa membayar. yang terjadi sekarang Hari-hari saya melihat yg kaya semakin kaya, orang miskin makin tergencet. Orang sudah makin hilang toleransi dan tenggang rasa. Pergaulan semakin bebas tak ada batas. Jaminan hukum dan keamanan makin tak ada. Orang seenaknya bebas membunuh tapa takut2 dan malu.
Sebagai bangsa besar dan beradab. Kita juga tak boleh melupakan jasa2 pemimpin terdahulu kita. Apapun mereka, pasti ada kebaikan dan kekurangannya. Anda boleh jujur, bagi kita yang pernah hidup dijaman orde baru dan jaman reformasi sekarang, mana yg lbh membuat hati dan pikiran anda menjadi tenang? mana yg menurut anda memberikan jaminan rasa aman? mana yang menurut anda lbh menunjukkan ini loo Indonesia yang ramah dan bersahaja?
Kita tak bisa memungkiri banyaknya stiker, kaos bergambar soeharto dan bertuliskan "enak jamanku to?" saya pikir itu lumrah karena kerinduan sebagian orang yg pernah merasakan hidup di jaman itu. Namun banyak juga yang berkomentar miring, menghujat ini itu, padahal mungkin dia yang menghujat hanya sekumpulan anak alay yang lahir setelah era reformasi, dimana mereka hanya dgr cerita dan tidak menjalani.
Hal ini sekaligus juga utk menjawab kekhawatiran byk pihak yg menyebut Prabowo ingin mengembalikan Indonesia ke jaman Orba krn dianggap beliau adalah mantan menantu soeharto. kami anggap Ketakutan semacam itu tak beralasan. Karena di era kebebasan yang kebablasan ini sdh makin banyak org pintar dan cerdas, makin banyak orang kritis yang bertindak sebagai pengawas. Jadi seorang pemimpin tak bisa seenaknya sendiri menjadi diktator. Seorang pemimpin yg dipilih oleh rakyat juga bisa diturunkan oleh kekuatan rakyat jika dia semena-mena.
Prabowo hanya bercita-cita mengembalikan kejayaan Indonesia, menjadi bangsa yang bermartabat, rakyat hidup aman dan tenteram, aset-aset negara diselamatkan shgga dpt dimanfaatkan utk sebesar-besar kemakmuran rakyat dan untuk diwariskan pada anak cucu kita. Masih belum sadarkan bamyaknya kekayaan kita yang bocor mengalir entah kemana rimbanya? siapa diantara capres yang selama ini benar-benar berkomitmen tegas menyelamatkan itu semua. Dengan ketegasan dan kecerdasannya InsaaAllah dibawah komando Prabowo, Indonesia akan mengaum menjadi macan Asia.
Salam Perubahan Untuk Indonesia Raya,,
dr. Wahyu Triasmara
Sumber : here
Wednesday, August 29, 2012
Sungguh Saya Bahagia Bila Ada yang Menyamai PKS
Islamedia
- Ketika PKS mendeklarasikan dukungan kepada Foke, sontak media heboh
dan terkejut. Karena bagi mereka ide alnya PKS yg (tinggal satu2nya?)
harapan ummat, selayaknya mendukung Jokowi yg lebih merakyat dan sejalan
dgn PKS.Namun tdk ada yg bertanya sebaliknya, kenapa nggak Jokowi saja
yg berada didalam PKS buk
an di PDIP,
karena ia lebih sejalan dgn PKS. Ia tdk melambangkan kader2 PDIP
ataupun Gerindra secara nasional.Begitu banyak yg menyanggah keputusan
PKS. Namun saat dicoba dijelaskan satu persatu secara rasional dan
data2 indeks pembangunan, ekonomi, pendidikan nasional, PAD dibanding
Jakarta (bahkan dgn Pekanbaru saja, Solo masih banyak dibawah) barulah
simpatisan Jokowi-AHok mendur teratur satu persatu.Dan saya mendapatkan
sebuah komen yg menarik, kira2 begini: Dukungan seseorg belum tentu
karena data2 keberhasilan indeks prestasi pembangunan daerah
tersebut.Jawaban ini tentu mementahkan opini media dan pendukung Jokowi
yg selama ini menggadang2 prestasi Jokowi di Solo. Namun saya setuju,
bahwa Pilihan di Pilkada ini memang secara umum tdk rasional. Bukan yg
terbaik, tersholih, terbersih, terprofesional dsb yg akan keluar
sebagai pemenang. Namun, sbgmn iklan: Yg penting rasanya bung!Kemudian
mulai menyerang PKS, PKS tdk seperti dahulu lagi, PKS sdh berubah, PKS
sama saja dgn partai lain bahkan PKS lebih buruk dari partai lain
karena menjual diri dengan balutan agama. Saya tdk akan mendebat
mereka, namun ada satu komen yg menarik: Betulkah PKS sama (bahkan
lebih buruk dari partai lain?Sungguh, Demi Allah saya sangat bahagia
jika memang partai lain sama atau bahkan lebih baik dari PKS.
Bayangkan: Kader-kader tersebut akan asyik masyuk dgn Al Qur-an, i'tikaf
saat ini mesjid2 akan semakin ramai, sholat berjama'ah akan bertambah
penuh, para wanita muslimah menutup auratnya dgn rapi, laki2 dan
perempuan semakin menjaga interaksi mereka, tutur bicara mereka sopan,
pabrik rokok bakalan merugi.Namun harapan tersebut seperti menanti
ujung yang tak berakhir, semakin saya lihat masjid semakin sedih hati
ini tak terlihat jamaah selain PKS yg i'tikaf, belum lagi para wanita
muslimah yg membuka auratnya dengan bangga, bahasa mereka sungguh
kasar, belum lagi kasus korupsi dan asusila yg menimpa mereka dan
sebagainya.Sungguh saya bahagia jika memang ada Partai yg lebih baik
dari PKS, atau setidaknya sama dgn PKS atau 50% saja kader2nya seperti
PKS, sehingga saya bisa menyetujui tuduhan mereka tsb.Irfan Maulana
Basya
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Share dan tampilkan di blog atau media-media social anda. Alhamdulillah...
Subscribe to:
Posts (Atom)