Showing posts with label kematian. Show all posts
Showing posts with label kematian. Show all posts

Sunday, January 11, 2015

Anda pasti Mati


Pasti mati kok malas sholat
Pasti mati kok jahat pada keluarga
Pasti mati kok menipu
Pasti mati kok berani berzina
Pasti mati kok sombong tidak minta maaf padahal tidak akan selesai walau ia minta ampun pada Allah, sampai yg disakiti memaafkannya.
Pasti mati kok ngga taubat juga
Pasti mati kok santai banget
Pasti mati kok pelit, memangnya dibawa mati
Pasti mati kok serakah
Pasti mati kok bisa ngga tahajud, kok ngga baca Alqur'an, kok ngga ke berjamaah di mesjid, kok ngga sedekah, kok ngga banyak zikir, kok ngga jaga wudhu., kok, kok, kok...?!
Sungguh umur bertambah usia berkurang, semakin hari semakin dekat dg jadwal kematian, semestinya semakin bersiap siap.
Sahabat FB tercinta, mari kita renungi Kalam Allah surah Al. Hasyr ayat 18, ”Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok ( akherat ), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu semua kerjakan”. Foto ketika abang menguburkan tetangga abang, Engkong Hasbi 81 tahun seorang hamba Allah yg selalu berjamaah di mesjid. Dan beliau mohon kalau wafat nanti abang yg memandikan, mengapani, Imam sholat mayit dan menguburkan beliau. Alhamdulillah abang tunaikan wasiat beliau. Semoga kita semua, Allah wafatkan husnul khotimah...aamiin.


Sumber : K.H.Arifin Ilham

Thursday, August 23, 2012

Sebuah renungan untukmu wahai wanita

Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat
Rasulullah saw menangis manakala ia datang bersama Fatimah.

Lalu keduanya bertanya mengapa Rasulullah saw, mengapa beliau menangis. Beliau menjawab,
"Pada malam aku di-isra'- kan , aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena, menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya."
Putri Rasulullah saw kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya.

"Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.

Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.

Aku lihat perempuan tergantung kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.

Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.

Aku lihat perempuan yang telinganya pekak dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.

Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar,
beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya.

Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka," kata Nabi saw.

Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan
"Mengapa mereka disiksa seperti itu?"

*Rasulullah menjawab, "Wahai putriku, Adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan mahromnya.

Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang 'mengotori' tempat tidurnya.

Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.

Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.

Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang yang kepada orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.

Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.

Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami."

Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.

Sunday, February 12, 2012

Kehidupan


Bagaimana rasanya kalau dirimu divonis oleh dokter bahwa umurmu tinggal 3 tahun lagi?


Ketika kamu baru merasakan gejala sakitmu setelah berumur 19 tahun?


Apakah kamu akan berdiam diri dan menyesali hidup?


Apakah kamu akan menatap kedepan dan tetap menjalankan kehidupanmu seperti biasa?


Apakah kamu akan meningkatkan performa kehidupanmu menjadi lebih baik dari sebelumnya?


Ketika manusia memiliki suatu paksaan dalam hidupnya, maka segala hal menjadi suatu kemudahan.


Suatu paksaan ada bukan karena itu adalah suatu cobaan, namun itu adalah kewajiban.



Umur bukan dokter yang menentukan, tapi Allah swt. Berjuanglah hingga akhir dimana ajal akan menjemputmu.


Aku senang, aku masih hidup. Terima kasih.