Showing posts with label rakyat. Show all posts
Showing posts with label rakyat. Show all posts
Saturday, November 22, 2014
Ibu Tua Penjual Kue dan BBM
HARI ini sesosok wanita tua mengetuk pintu kaca toko. “Bu… Beli kue saya… Belum laku satupun… Kalau saya sudah ada yang laku saya enggak berani ketuk kaca toko ibu…”
Saya persilakan beliau masuk dan duduk. Segelas air dan beberapa butir kurma saya sajikan untuk beliau.
“Ibu bawa kue apa?”
“Gemblong, getuk, bintul, gembleng, Bu.”
Saya tersenyum… “Saya nanti beli kue ibu… Tapi ibu duduk dulu, minum dulu, istirahat dulu, muka ibu sudah pucat.”
Dia mengangguk. “Kepala saya sakit, Bu.. Pusing, tapi harus cari uang. Anak saya sakit, suami saya sakit, di rumah hari ini beras udah gak ada sama sekali. Makanya saya paksain jualan,” katanya sambil memegang keningnya. Air matanya mulai jatuh.
Saya cuma bisa memberinya sehelai tisu…
“Sekarang makan makin susah, Bu…. Kemarin aja beras gak kebeli… Apalagi sekarang… Katanya bensin naik.. Apa-apa serba naik.. Saya udah 3 bulan cuma bisa bikin bubur… Kalau masak nasi gak cukup. Hari ini jualan gak laku, nawarin orang katanya gak jajan dulu. Apa apa pada mahal katanya uang belanjanya pada enggak cukup…”
“Anak ibu sakit apa?” Saya bertanya.
“Gak tau, Bu… Batuknya berdarah…”
Saya terpana. “Ibu, Ibu harus bawa anak Ibu ke puskesmas. Kan ada BPJS…”
Dia cuma tertunduk. “Saya bawa anak saya pakai apa, Bu? Gendong gak kuat.. .Jalannya jauh… Naik ojek gak punya uang…”
“Ini Ibu kue bikin sendiri?”
“Enggak, Bu… Ini saya ngambil.” jawabnya.
“Terus ibu penghasilannya dari sini aja?”
Dia mengangguk lemah…
“Berapa Ibu dapet setiap hari?”
“Gak pasti, Bu… Ini kue untungnya 100-300 perak, bisa dapet Rp4 ribu -12 ribu paling banyak.”
Kali ini air mata saya yang mulai mengalir. “Ibu pulang jam berapa jualan?”
“Jam 2.. .Saya gak bisa lama lama, Bu.. Soalnya uangnya buat beli beras… Suami sama anak saya belum makan. Saya gak mau minta-minta, saya gak mau nyusahin orang.”
“Ibu, kue-kue ini tolong ibu bagi-bagi di jalan, ini beli beras buat 1 bulan, ini buat 10x bulak-balik naik ojek bawa anak Ibu berobat, ini buat modal ibu jualan sendiri. Ibu sekarang pulang saja… Bawa kurma ini buat pengganjal lapar…”
Ibu itu menangis… Dia pindah dari kursi ke lantai, dia bersujud tak sepatah katapun keluar lalu dia kembalikan uang saya. “Kalau ibu mau beli.. Beli lah kue saya. Tapi selebihnya enggak bu… Saya malu….”
Saya pegang erat tangannya… “Ibu… Ini bukan buat ibu… Tapi buat ibu saya… Saya melakukan bakti ini untuk ibu saya, agar dia merasa tidak sia-sia membesarkan dan mendidik saya… Tolong diterima…” Saya bawa keranjang jualannya. Saat itu aku memegang lengannya dan saya menyadari dia demam tinggi. “Ibu pulang ya…”
Dia cuma bercucuran airmata lalu memeluk saya. “Bu.. Saya gak mau ke sini lagi… Saya malu…. Ibu gak doyan kue jualan saya… Ibu cuma kasihan sama saya… Saya malu…”s
Saya cuma bisa tersenyum. “Ibu, saya doyan kue jualan Ibu, tapi saya kenyang… Sementara di luar pasti banyak yang lapar dan belum tentu punya makanan. Sekarang Ibu pulang yaa…”
Saya bimbing beliau menyeberang jalan, lalu saya naikkan angkot… Beliau terus berurai air mata…
Lalu saya masuk lagi ke toko, membuka buka FB saya dan membaca status orang orang berduit yang menjijikan.
Thursday, November 20, 2014
Kenaikan BBM buat siapa?
tenang saja, mereka bukanlah pengkonsumsi BBM bersubsidi.
mereka juga bukan pengguna sosmed, yg dpt mngungkapkan isi Hatinya.
Tenang,, mereka tidak akan kena dampak akan kneaikan BBM yg cuma 2 Ribu Rupiah.
Tenang saja semuanya akan baik-baik saja..
jangan LEBAY gitu dong ahhh..
semua Sudah ada riskinya
=======================================================================
Sebenarnya bukan masalah naik 2000 atau tidak.
Ada yang senang membanding bandingkan konsumsi bensin dan rokok, senang beli rokok, dan 2000 perak buat bensin dianggap pelit.
Masalah bukan disana!
Masalahnya adalah, saat harga bensin dinaikkan, otomatis harga bahan2 pokok lain naik seiring waktu (bahkan ada yang dinaikkan pas isu bahan bakar mau dinaikkan, cuma isu padahal ) .
Entah apa mereka yang berpendapat dan senang membanding-bandingkan itu sudah terbutakan, baik buta mata maupun hati nya, hingga informasi "sekecil" ini saja luput darinya.
Manusia manusia.
Ataukah mungkin karena bapak presiden mereka, sebagai nabi mereka, berkata : "Untuk Industri, dll", hingga mereka mengangguk bagaikan ayam yang diberi jagung. Membungkuk.
Sadar kek...
Nih gw kasih 2000 perak yang kurang
Sumber : Indra Septiawan
=============================================================
#janganremehkaan 2000
ada beberapa koment yang mungkin dipikirkan pakai dengkul
1. beli rokok aja mampu bbm naik 2000 aja g mampu..
mari kita pikirkan dengan otak dan bukan dengkul seperti orang2 yg beragumen di atas
sekarang anda perkirakan..dari jumlah penduduk indonesia..berapa persen yang merokok ???
rokok naik yang sengsara itu hanya perokok...
jika harga rokok naik ...barang2 tidak akan naik juga..bahan pangan..sandang dan transportasi..tdk naik juga..
efek domino tidak ada
pernah tidak kita mendengar kalau rokok naik semua barang naik???
bandingkan dengan kenaikan BBM...barang2 naik..bahan pangan...sandang dan transportasi juga akan naik
efek dominonya akan lebih terasa...dan itu berantai
dan kenaikkan akan di rasakan semua...bukan hanya yg perokok
bahkan wapres juga memberi peluang BBM akan NAIK LAGI tahun depan jika harga minyak dunia naik..
sekarang pikirkan sendiri...apa efeknya
http://www.merdeka.com/…/jusuf-kalla-buka-peluang-harga-bbm…
Logika Rakyat Kecil:
Harga BBM naik >> harga barang2 ikut naik >> hidup makin susah
2. siapapun presidennya pasti akan menaikkan bbm,kalao prabowo jadi 12 rb
ini fakta dari mana?? apalagi menyebutkan prabowo kalau jadi presiden bbm jadi 12 rb...emangnya lo dukun cabul?
kalaupun ada berita prabowo menaikkan BBM berarti itu menepati janji..
Jika Betul prabowo katakan subsidi BBM akan dicabut, tapi tidak dikatakan langsung dicabut kalau jadi presiden, harus di persiapkan betul langkah2 antisipasi, menciptakan ribuan lapangan kerja, memprioritaskan mengatasi kebocoran2 anggaran yg menurut abraham samad 7.200 Trilyun, merevisi kontrak2 migas dgn asing, dan UU pro asing , setelah daya beli masyarakat membaik barulah dinaikkan BBM. Tidak seperti sekarang.. belum apa2 sudah langsung naikkan BBM tanpa bekerja dan mikir keras terlebih dahulu.
bandingkan dengan jokowi dan PDIP....ketika kampaye teriak2 tidak akan mencabut subsidi..ketemu tkg ojek bilang tidak akan cabut subsidi
katanya akan memberantas mafia migas...mafianya aja belum ketangkap BBM udah di naikkan
PDIP 10 tahun menentang kenaikkan BBM...mengeluarkan buku putih yg berisi petunjuk APBN tanpa kenaikkan BBM
dan itu konsisten diteriakkan...
bandingkan dengan sekrang ketika mencabut subsidi...kira2 menepati janji atau ingkar janji??
naiknya emang CUMA 2 ribu... itu menurut kamu ya ialah berapa sih 2rb cm uang parkir doank...itu menurut kamu..tapi buat rakyat kecil itu beda..jadi jangan bicara seolah" itu sangat sepele
jangan bicara nilainya...tapi bicara efeknya...
jangan mikirkan diri sendri....pikirkan orang lain..
karena kamu g bisa sukses tanpa orang lain..
selama ini setiap ada kebijakan naik harga BBM apakah :
1. Infrastrukturnya tambah banyak?
2. Utang Luar negeri berkurang?
3. Rakyat tambah sejahtera ?
Labels:
Indonesia,
jokowi,
manusia,
masyarakat,
rakyat,
sedih,
Waktu Manusia
Subscribe to:
Posts (Atom)






