Showing posts with label dan professional. Show all posts
Showing posts with label dan professional. Show all posts

Monday, September 24, 2012

Sebuahh Kutipan dari Ustadz Rahmat Abdullah

Foto diambil dari Islamedia

Berikut ana mau share tentang suatu perkataan dari ust. Rahmat Abdullah(Alm.)
Semoga dengan membaca ini semakin memperkokoh kita di jalan dakwah yang semakin berliku..


Aku rindu zaman ketika halaqoh
adalah keperluan,
bukan sekedar sambilan apalagi
hiburan …

Aku rindu zaman ketika mambina
adalah kewajiban
bukan pilihan apalagi beban dan
paksaan …

Aku rindu zaman ketika dauroh
menjadi kebiasaan,
bukan sekedar pelangkap pengisi
program yang dipaksakan …

Aku rindu zaman ketika tsiqoh
menjadi kekuatan,
bukan keraguan apalagi
kecurigaan …

Aku rindu zaman ketika tarbiyah
adalah pengorbanan,
bukan tuntutan, hujatan dan
obyekan….

Aku rindu zaman ketika nasihat
menjadi kesenangan
bukan su’udzon atau
menjatuhkan …

Aku rindu zaman ketika kita
semua
memberikan segalanya untuk
da’wah ini …

Aku Rindu zaman ketika nasyid
ghuroba
manjadi lagu kebangsaan…

Aku rindu zaman ketika hadir liqo
adalah kerinduan
dan terlambat adalah kelalaian …

Aku rindu zaman ketika malam
gerimis
pergi ke puncak mengisi dauroh
dengan uang yang cukup2
dan peta tak jelas …

Aku rindu zaman ketika seorang
ikhwah
benar-benar berjalan kaki 2 jam
di malam buta sepulang tabligh
da’wah di desa sebelah …

Aku rindu zaman ketika pergi liqo
selalu membawa infaq, alat tulis,
buku catatan
dan qur’an terjemah ditambah
sedikit hafalan …

Aku rindu zaman ketika binaan
menangis
karena tak bisa hadir di liqo …

Aku rindu zaman ketika tengah
malam pintu diketuk
untuk mendapat berita kumpul di
subuh harinya …

Aku rindu zaman ketika seorang
ikhwah
berangkat liqo dengan wang
belanja esok hari untuk
keluarganya …

Aku rindu zaman ketika seorang
murobbi
sakit dan harus dirawat,
para binaan patungan
mengumpulkan dana apa adanya


Aku rindu zaman itu …

Ya Rabb …
Jangan Kau buang kenikmatan
berda’wah dari hati-hati kami …

Ya Rabb …
Berikanlah kami keistiqomahan di
jalan da’wah ini …

KH RAHMAT ABDULLAH

Monday, September 3, 2012

Masa sih cape-cape kuliah malah jadi pengangguran ??

Sebenarnya sulit untuk masuk ke pikiran masyarakat yang masih tabu akan pentingnya ilmu itu. Jujur, saya kuliah bukan untuk mencari kerja tapi saya mencari ilmu. Jika saya kuliah untuk mencari kerja, “BODOH” itu namanya.

BODOH ?? ya. Saya bilang betapa bodohnya diri saya. Jika anda belum paham dengan tulisan saya, saya akan beri penjelasan mengenai orang bodoh vs orang pintar yang saya ambil dari “MARIO TEGUH” :

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

Saya yakin pasti akan timbul pertanyaan..

1. Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
3. Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
4. Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??

intinya jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.

Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh…

Diamanakah posisi anda saat ini…
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…

Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan. Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi…
Terima Kasih…..saya hanya calon sarjana yang “bodoh”!!

Sumber : Sumber

------------------------------------------------xxxx---------------------------------------------------

Sedikit kata dari saya, "Bahwa kesuksesan seorang manusia itu tidak ditentukan dengan bagusnya nilai di ijazah, juga bukan karena seringnya kehadiran di kelas, melainkan kemampuan orang itu untuk melihat peluang dan usaha yang tidak ada habisnya hingga mencapai tujuannya". Semoga ada yang tersadar dan terketuk hatinya, terutama MAHASISWA..


M Luthfan Mursyidan

Thursday, August 9, 2012

PKS(PK) engkau dulu dan kini.-Sebuah kritik dari saya untukmu para kader-

PKS, sebuah partai  dengan basis dakwah dan merupakan singkatan dari Partai Keadilan Sejahtera. Partai yang mengusung tag, “bersih, peduli dan professional”. Partai yang berlambang padi dan berwarna hitam dan kuning. Partai dengan ikhwan dan akhwatnya yang berpakaian rapi, setidaknya yang sering aku lihat di sekitar saya. Dan terakhir, partai yang aku kagumi.




 
Secara jujur, judul diatas bukanlah untuk menyudutkan para ikhwah PKS sendiri, namun semoga menjadi teguran dan pencerminan kita untuk intropeksi di masa mendatang.

Aku melihat PKS sekarang seakan haus akan jabatan, ghirahmu kurasakan hilang. Dimana kesederhanaan itu?. Aku tahu figur-figur macam Ustadz Hidayat Nur Wahid yang memang aku akui beliau bijaksana, ustadz Nur Mahmudi Ismail yang aku suka senyumnya yang tenang, dan berbagai kader lain yang tidak dapat aku sebut, tolong maafkan. Aku merasa kesederhanaan mu memudar wahai PKS. Aku merindukan saat-saat dulu, ketika kampanye dirasa dengan semangat yang berkobar. Indah aku rasa. 

Aku juga ingin menyampaikan keluhanku kepada para kader yang mengisi posisi jabatan di kursi DPR. Janganlah kamu lupa wahai para kader bahwa jabatan itu akan dipertanyakan oleh Allah swt kelak. Kebenaran dan kesalahannya, pertanggungjawaban mu akan dimintai di akhirat. Pertanyaan ku adalah apakah kalian sudah merasa bahwa kinerja kalian sudah benar? Aku tidak berkata bahwa kerja kalian salah, tapi kumohon untuk intropeksi diri. Aku mohon. 

Taukah kalian wahai kader-kader yang hidup berkecukupan bahkan lebih? Aku ingin bertanya, apakah kalian tau bagaimana nasib kawan-kawan kader lain yang memasang spanduk, baliho hingga jam 2 malam. Apakah kalian tau nasib mrk apakah mrk sudah makan hari ini atau belum? Ataukah kalian sudah memuliakan tetangga kalian yang hidup dibawah rata-rata?. Harta itu tidak akan dibawa mati, hanya itu yang ingin kusampaikan. Rasulullah Saw, kemuliaan hanya untuknya, bahkan tidak meninggalkan sepeserpun harta ketika beliau meninggal. Beliau hidup dalam kesederhanaan. Ketika aku baca Sirah Nabi Muhammad Saw, aku tertegun. Sudahkan kita hidup sebagaimana beliau? Padahal beliau adalah suri tauladan kita.

Aku merindukan pemimpin seperti  Umar bin Khattab yang tegas, namun jiwanya lebut ketika dibacakan Al-Quran. Aku juga merindukan pemimpin seperti Umar bin Abdul Aziz yang memiliki kisah kesederhanaan yang luar biasa. Padahal beliau tidak bertemu baginda Rasulullah Saw. 

Aku berharap para kader membaca ini, agar menjadi teguran bagi kita semua. Semoga Allah swt tetap merestui jalan dakwah kita, agar Islam Berjaya, agar islam menjadi rahmatan lilalamin bagi kita semua. Insya Allah. 


Wallahualam..

Muhammad Luthfan Mursyidan
mursyidanluthfan@gmail.com