Kali ini gw mau bahas apa ya...
Hmmm....
Hmm...
Gw mau bahas tentang mahasiswa.
Mahasiswa, pemuda dan pemudi yang biasanya telah memiliki pemikiran dewasa dan perkembangan akal yang matang.
Kenapa ngga disebut siswa, atau pelajar, atau murid? kenapa harus disebut mahasiswa?.
Kalo gw pikir, kalo disebut murid, kesan yang timbul adalah terlalu kekanak-kanakan.
Kalo gw pikir lagi, kalo disebut pelajar, seinget gw nggak semua mahasiswa itu senang belajar. ada yang maen-maen asik. seneng-seneng sama pacarnya, ato apalah. tapi gw sadar, secara fitrah, mahasiswa adalah pelajar.
Tapi alasan yang paling kuat dan nggak gw buat-buat adalah mahasiswa disebut mahasiswa(kenapa gw ngerasa kalo kalimat ini pemborosan banget ya), karena kami mahasiswa memiliki apa yang disebut sebagai harga diri atau PRIDE.
kebanggaan karena dewasa. tapi kadang kalo gw liat, kedewasaan itu memang relatif untuk sebagian orang. Nggak semua mahasiswa itu dewasa, ada juga yang kekanak-kanakan. masih banyak mahasiswa yang masih suka bermain game. menghabiskan waktu hura-hura hip hip hura hura. oke gw ngawur. sori...
Secara harfiah, maen game itu lumrah sih bagi manusia. tapi kalo kamu maen game sampe overdosis, sampe lupa shalat, ngaji, tilawah(yah ini sama sama kata sebelumnya), sampe mulutlu berbusa karena teriak-teriak kesel, gw yakin kamu nggak dapet apa-apa.
apa kamu nggak malu sama orang tuamu?
kamu aja masih menadahkan tangan kepada mereka kan?
berapa banyak biaya yang mereka keluarkan cuma untuk membiayai kamu sekolah hingga ke perguruan tinggi?
Kamu pasti masih minta sama mereka untuk uang bulanan kamu.
Sadar diri deh. sebelum kamu sadar ketika kamu telah menjadi orang tua dan memiliki anak yang kelakuan persis sama kamu.
---------------------------------------------------------xXx---------------------------------------------------
Gambar diambil dari google. :p. Sori ya....
Catatan singkat gw kali ini serius banget. semoga yang mahasiswa membaca ini.
Oh ya, ini opini pribadi gw. buat yang mau baca opini laennya;
Klik aja label "gue" atau "catatan singkat" buat baca pandangan gw tentang banyak hal di muka bumi ini, termasuk indonesia.
Salam.
Eru
Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
Showing posts with label mahasiswa. Show all posts
Tuesday, October 23, 2012
Monday, September 3, 2012
Masa sih cape-cape kuliah malah jadi pengangguran ??
Sebenarnya sulit untuk masuk ke pikiran masyarakat yang masih tabu akan
pentingnya ilmu itu. Jujur, saya kuliah bukan untuk mencari kerja tapi
saya mencari ilmu. Jika saya kuliah untuk mencari kerja, “BODOH” itu
namanya.
BODOH ?? ya. Saya bilang betapa bodohnya diri saya. Jika anda belum paham dengan tulisan saya, saya akan beri penjelasan mengenai orang bodoh vs orang pintar yang saya ambil dari “MARIO TEGUH” :
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Saya yakin pasti akan timbul pertanyaan..
1. Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
3. Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
4. Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
intinya jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh…
Diamanakah posisi anda saat ini…
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan. Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi…
Terima Kasih…..saya hanya calon sarjana yang “bodoh”!!
Sumber : Sumber
------------------------------------------------xxxx---------------------------------------------------
Sedikit kata dari saya, "Bahwa kesuksesan seorang manusia itu tidak ditentukan dengan bagusnya nilai di ijazah, juga bukan karena seringnya kehadiran di kelas, melainkan kemampuan orang itu untuk melihat peluang dan usaha yang tidak ada habisnya hingga mencapai tujuannya". Semoga ada yang tersadar dan terketuk hatinya, terutama MAHASISWA..
M Luthfan Mursyidan
BODOH ?? ya. Saya bilang betapa bodohnya diri saya. Jika anda belum paham dengan tulisan saya, saya akan beri penjelasan mengenai orang bodoh vs orang pintar yang saya ambil dari “MARIO TEGUH” :
Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya berbisnis…
Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang pintar.
Walhasil boss-nya orang pintar adalah orang bodoh.
Orang bodoh sering melakukan kesalahan,
maka dia rekrut orang pintar yang
tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah.
Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya
mencari kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk
membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan,
dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO. Walhasil orang-orang pintar
‘meratap-ratap’ kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.
Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan
waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.
Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit.
Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Saya yakin pasti akan timbul pertanyaan..
1. Mendingan jadi orang pinter atau orang bodoh??
2. Pinteran mana antara orang pinter atau orang bodoh ???
3. Mana yang lebih mulia antara orang pinter atau orang bodoh??
4. Mana yang lebih susah, orang pinter atau orang bodoh??
intinya jangan lama-lama jadi orang pinter, lama-lama tidak sadar bahwa dirinya telah dibodohi oleh orang bodoh.
Jadilah orang bodoh yang pinter dari pada jadi orang pinter yang bodoh. Kata kunci nya adalah ‘resiko’ dan ‘berusaha’,
karena orang bodoh perpikir pendek maka dia bilang resikonya kecil, selanjutnya dia berusaha agar resiko betul-betul kecil. Orang pinter berpikir panjang maka dia bilang resikonya besar untuk selanjutnya dia tidak akan berusaha mengambil resiko tersebut. Dan mengabdi pada orang bodoh…
Diamanakah posisi anda saat ini…
Berhentilah meratapi keadaan anda yang sekarang…
Ini hanya sebuah Refleksi dari semua Retorika dan Dinamika kehidupan. Semua Pilihan dan Keputusan ada ditangan anda untuk merubahnya, Lalu perhatikan apa yang terjadi…
Terima Kasih…..saya hanya calon sarjana yang “bodoh”!!
Sumber : Sumber
------------------------------------------------xxxx---------------------------------------------------
Sedikit kata dari saya, "Bahwa kesuksesan seorang manusia itu tidak ditentukan dengan bagusnya nilai di ijazah, juga bukan karena seringnya kehadiran di kelas, melainkan kemampuan orang itu untuk melihat peluang dan usaha yang tidak ada habisnya hingga mencapai tujuannya". Semoga ada yang tersadar dan terketuk hatinya, terutama MAHASISWA..
M Luthfan Mursyidan
Subscribe to:
Posts (Atom)
