Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Monday, May 19, 2014

Kenapa Harus (JANGAN) Pilih Jokowi!

Mungkin tulisan saya kali ini bakal mengundang sarkasme, caci maki, maupun pendapat-pendapat yang seakan relevan dengan kenyataan yang beredar. Apapun itu, ini harus saya tulis karena jujur sekali, topik kali ini sangat menggelitik jiwa saya untuk menuangkannya dalam tulisan.

------------------------------------------------xXx------------------------------------------------
 INTERMEZO






-----------------------------------------------xXx------------------------------------------------

Kenapa saya menulis judul seperti diatas?

Kenapa Harus (Jangan) Pilih Jokowi?

Dah pemborosan kata-kata lagi, sudah ada kata "harus" kemudian disambung dengan kata "jangan".
Alasan pertama, agar banyak yang membaca. Ilmu SEO mungkin sedikit saya terapkan disini. Tapi saya tidak membahas lebih lanjut.
Alasan kedua ini adalah yang penting, karena ini akan menjadi topik yang saya bahas kali ini.

Karena Jokowi jika terpilih menjadi presiden, hanya akan menjadi presiden boneka. A Puppet President.

Sepanjang yang saya lihat, jokowi  tidak terlihat akan mencalonkan dirinya sebagai presiden. Justru yang mencalonkan dirinya sebagai presiden adalah partai pengusungnya, PDIP. Lantas mengapa PDIP mengusung jokowi?
Satu hal,  KrisisTokoh
 PDIP tidak menonjolkan tokoh-tokoh yang terlihat significan dalam pekerjaannya. Karena itulah strategi yang diusulkan adalah memfokuskan pada satu tokoh dengan "promosi" besar-besaran di media. Dipilihlah satu tokoh. Tokoh ini akan menjadi figur di depan masyarakat sebagai pribadi yang dikenal baik, ramah dan sebagainya. Soal kebijakan dan hak yang didapat jika menjadi presiden, tentu saja dijalankan dari balik layar oleh PDIP. Tokoh yang terpilih adalah Jokowi.

Mengapa Jokowi memilih JK sebagai cawapres pendampingnya?

Ini yang lebih menarik? Mengapa? Bukankah JK lebih banyak pengalaman dibanding Jokowi karena JK menjadi wakil presiden sebelumnya?
Kekuasaan!
Karena kekuasaan, lantas PDIP memilih JK sebagai pendamping dari Jokowi.
Sebagaimana yang kita tahu, JK berasal dari partai Golkar. Kalau begitu, suara golkar diperkirakan akan terpecah menjadi dua bagian, mendukung Jokowi dan mendukung Prabowo.

Jadi ingat hadist Baginda Nabi Muhammad yang berkata bahwa akan datang suatu Zaman dimana manusia saling berebut kekuasaan. Orang bodoh diangkat sebagai pemimpin. Berlomba-lomba mendirikan gedung.
Entahlah, mungkin zaman yang dikatakan oleh beliau adalah zaman sekarang.

------------------------------------------------xXx------------------------------------------------

Sepetik tulisan manis dari kaskus.co.id

 ada 3 orang itu paling kuat skrg, prabowo, jokowi, ARB..dan diantara mereka gw harus memilih, gw pilih prabowo.

kenapa gw gak pilih jokowi? karena begini loh, dia berjanji untuk menyelesaikan jabatan dia selama 5 tahun di jakarta..janji itu kecil, tanpa hambatan, tanpa tantangan, hanya komitmen, kenapa gak bisa ditepati?

ada alibi, biar bisa mengatur jakarta lebih baik kalo jadi presiden..

pertama..Indonesia bukan hanya jakarta, masalah dalam negeri, masalah luar negeri, apakah joko mampu?
klo jokowi memprioritaskan jakarta ketika menjadi presiden, bagaimana dengan daerah lain? semangat pemerataan pembangunan menjadi semakin jauh.

kedua, prabowo adalah salah satu orang yang paling berjasa dengan jaringan + keuangan untuk mensuksekan jokowi jadi gubernur DKI jakarta..kenapa jokowi harus kuatir misalnya programnya akan tidak jalan kalau prabowo jadi presiden?

juga hal-hal isu yang melekat ke jokowi..

1. dia hanya kader PDIP, bagaimana kita percaya, dia tidak akan dikendalikan oleh ketua umum PDIP megawati?
2. fakta bahwa sehari sebelum megawati mencalonkan jokowi menjadi calon presiden dari PDIP, mereka (PDIP) bertemu dengan para pengusaha, bagaimana kita yakin bahwa jokowi bebas dari konflik kepentingan dengan para pengusaha?

lalu, apa sih prestasi jokowi, selain mempermak taman, dll. Banjir, macet, dll jauh lebih parah daripada zaman sebelum jokowi. bagaimana kita menilai prestasi jokowi yang hanya menjabat 1.5 tahun di jakarta, janji-janji/ wacana-wacana dia bagaimana nasib nya?

dan banyak isu lain nya..

makanya gw pilih prabowo, kerena jelas dia kecintaan dia terhadap negara indonesia...orang yang sudah jelas kecintaannya terhadap negara indonesia, bertugas sepanjang hidup di militer tempur, digaris terdepan pertempuran,

dari kecintaan terhadap negara saja, gw bisa lihat bahwa dia tidak mungkin menjual negaranya, dia tidak mungkin menjual rakyatnya, dia tidak mungkin menjual harga diri bangsa, demi kepentingan pribadinya.

------------------------------------------------xXx------------------------------------------------

Tulisan ini berdasarkan hasil spekulasi saya. Dan sudah menjadi kebiasaan saya untuk memikirkan maksud dari seseorang melalui tutur katanya.

Ini semua berasal dari otak atau pikiran saya, bukan dari hati saya.
Anda tau kan beda hati dan otak? Kalau tidak tahu, silahkan buka pelajaran biologi SMP. disana ada penjelasannya.

Luthfan M



Tuesday, October 23, 2012

Mahasiswa- Catatan Singkat

Kali ini gw mau bahas apa ya...
Hmmm....
Hmm...

Gw mau bahas tentang mahasiswa.
Mahasiswa, pemuda dan pemudi yang biasanya telah memiliki pemikiran dewasa dan perkembangan akal yang matang.

Kenapa ngga disebut siswa, atau pelajar, atau murid? kenapa harus disebut mahasiswa?.
Kalo gw pikir, kalo disebut murid, kesan yang timbul adalah terlalu kekanak-kanakan.
Kalo gw pikir lagi, kalo disebut pelajar, seinget gw nggak semua mahasiswa itu senang belajar. ada yang maen-maen asik. seneng-seneng sama pacarnya, ato apalah. tapi gw sadar, secara fitrah, mahasiswa adalah pelajar.

Tapi alasan yang paling kuat dan nggak gw buat-buat adalah mahasiswa disebut mahasiswa(kenapa gw ngerasa kalo kalimat ini pemborosan banget ya), karena kami mahasiswa memiliki apa yang disebut sebagai harga diri atau PRIDE.

kebanggaan karena dewasa. tapi kadang kalo gw liat, kedewasaan itu memang relatif untuk sebagian orang. Nggak semua mahasiswa itu dewasa, ada juga yang kekanak-kanakan. masih banyak mahasiswa yang masih suka bermain game. menghabiskan waktu hura-hura hip hip hura hura. oke gw ngawur. sori...

Secara harfiah, maen game itu lumrah sih bagi manusia. tapi kalo kamu maen game sampe overdosis, sampe lupa shalat, ngaji, tilawah(yah ini sama sama kata sebelumnya), sampe mulutlu berbusa karena teriak-teriak kesel, gw yakin kamu nggak dapet apa-apa.

apa kamu nggak malu sama orang tuamu?
kamu aja masih menadahkan tangan kepada mereka kan?
berapa banyak biaya yang mereka keluarkan cuma untuk membiayai kamu sekolah hingga ke perguruan tinggi?

Kamu pasti masih minta sama mereka untuk uang bulanan kamu.

Sadar diri deh. sebelum kamu sadar ketika kamu telah menjadi orang tua dan memiliki anak yang kelakuan persis sama kamu.

---------------------------------------------------------xXx---------------------------------------------------

Gambar diambil dari google. :p. Sori ya....

Catatan singkat gw kali ini serius banget. semoga yang mahasiswa membaca ini. 
Oh ya, ini opini pribadi gw. buat yang mau baca opini laennya; 
Klik aja label "gue" atau "catatan singkat" buat baca pandangan gw tentang banyak hal di muka bumi ini, termasuk indonesia.

Salam.
Eru