#SiapaSuruh
Perempuan mengandung anaknya dengan ikhlas, dan saat ia kesusahan, dijawab, "Siapa suruh?"
Melahirkan dengan cara apapun, rasanya tetap menyakitkan.
Dia bilang, "Siapa suruh?"
Belum hilang lagi nyeri melahirkan, ia harus menyusui dan mengurusi dirinya, anaknya, dan suaminya.
Catatan: jangan coba2 mengeluh!
Kalau mengeluh, akan dijawab, "Siapa suruh?"
Kurang tidur, kurang istirahat, masih ditanya ngapain aja sampe rumah selalu berantakan?
Berusaha menjelaskan kalau si anak selalu minta gendongan, perlu perhatian.
Gak menghibur, ga memberi bantuan, lagi2 nanya doank, "Siapa suruh?"
9 bulan menahan godaan makanan,
Supaya anak terlahir sehat dan rupawan.
Bertahun2 hidup dengan badan acak acakan.
Bertahan dengan uang pas pasan, tanpa penghasilan tambahan.
Gak peduli payudara dan perut kedodoran.
Bersorak dalam daster ketika si Bapak dipromosikan.
Turut hadir ketika rumah baru diresmikan.
Turut senang ketika BPKB roda 4 terlunaskan.
Nyengar nyengir gak pernah minta bagian.
Giliran nanti, sudah di'cap' membosankan,
Dihina dina bagai perempuan murahan.
Sengaja membuat istri terlihat memalukan.
Mengais2 pembenaran.
Mendustakan semua kenangan.
Ya.
Kami perempuan.
Jauh dari kesempurnaan.
Tidak selalu lemah lembut bagai bidadari kahyangan
Saat kami kerepotan dan hilang kesabaran
Kami tidak minta bayaran.
Hanya perlu pengertian yang dihiasi dengan senyuman.
Bolehkah atas yang kami lakukan
Anda berikan sedikit saja penghargaan?
Hilang sudah 1.000 malam yang penuh pengorbanan.
Bila dia sudah bosan.
Satu kesalahan bisa berakhir pengusiran
Tak ada disana, yang menjadi milik seorang perempuan.
Bisakah darah dan daging kembali menjadi perawan?
Oh ya saya lupa...
"Siapa suruh?"
Katanya demikian.
Dijawab dengan sangat cekatan.
Please feel free to like and share.
Ga perlu ijin formal.. Makasi teman2.
==================================================
Balik lagi ke pemikiran yang dulu2 pernah gw tulis.
Apa ketika gw nikah sama perempuan, lalu perempuan itu bakalan transformasi jadi emak2 gembrot yang menyeramkan?
Kalau itu terjadi, masihkah gw mencintai perempuan itu? (ya ilah, cinta - sometimes hear this kind of word, make me wanna puck and kill myself )
Gw rasa enggak.
Gw rasa gw nggak bakal mencintai perempuan itu lagi...
Kalo...
Cinta gw pada perempuan itu karena nafsu, karena wajahnya yang cantik di masa muda.
Karena cinta sejati, adalah yang berasal dari hati.
Karena cinta kepada seorang lawan jenis bagi gw, yang gw pikirkan..
Harta yang banyak suatu saat akan habis.
Kedudukan yang tinggi suatu saat akan tergeser.
Kecantikan suatu saat akan tergerus oleh usia.
Namun Allah itu kekal dan abadi..
Karena itu, gw bakal mencintai perempuan yang menjadi istri gw nanti karena Allah.
Semoga...
Showing posts with label facebook. Show all posts
Showing posts with label facebook. Show all posts
Wednesday, January 13, 2016
Sunday, January 11, 2015
Cara membuat Facebook Page di Blogger
Kali ini saya akan berbagi tips bagaimana caranya menambahkan facebook page di blog.
Sebagaimana yang ditunjukkan di gambar dibawah, halaman facebook sukses ditambahkan
Jadi sebenarnya bagaimana cara untuk menambahkan page itu ke dalam blog (terutama blogger) ?.
Ikuti tips ini dan langkah-langkah berikut :
1. Buka Link Facebook Developer Plugin : here
2. Kita akan mendapatkan halaman sebagai berikut :
Scroll sedikit kebawah (karena tujuan kita menambahkan facebook page ke blog kita sampai melihat kata-kata facebook Like Box. Klik saja kata2 itu dan anda akan diarahkan ke step berikut nya.
3. Secara default, gambar yang muncul adalah seperti yang ada di gambar berikut.
Karena itu yang anda butuhkan untuk mengedit nya adalah dengan mengganti facebook page URL dengan url halaman anda. Kalau saya, maka saya akan mengeditnya menjadi http://facebook.com/dota.2.ind. Set terserah untuk lebar dan tinggi box page anda, untuk baiknya adalah, tinggalkan saja seperti itu maka facebook akan mensettingnya secara default nilai.
Klik Tombol "GET CODE"
4. Window baru akan pop up di browser anda,
Untuk Code pertama, anda harus meletakkan nya setelah tag <body> dalam kode HTML blog anda.
Untuk mengeditnya di blogger (saya settingan bahasa inggris), go to Dashboard -> Template -> Edit HTML.
Untuk mempermudah mencari tag <body>, tekan CTR+F (fitur search) dan ketik "<body"(tanpa tanda petik, dan tekan enter.
Masukkan kode 1 dibawah tag <body>
"It looks like something is interpreting your document as XML rather than HTML. XML is much stricter than HTML - one of the rules is that ampersands (
Sebagaimana yang ditunjukkan di gambar dibawah, halaman facebook sukses ditambahkan
Jadi sebenarnya bagaimana cara untuk menambahkan page itu ke dalam blog (terutama blogger) ?.
Ikuti tips ini dan langkah-langkah berikut :
1. Buka Link Facebook Developer Plugin : here
2. Kita akan mendapatkan halaman sebagai berikut :
| developer facebook plugin page |
Scroll sedikit kebawah (karena tujuan kita menambahkan facebook page ke blog kita sampai melihat kata-kata facebook Like Box. Klik saja kata2 itu dan anda akan diarahkan ke step berikut nya.
3. Secara default, gambar yang muncul adalah seperti yang ada di gambar berikut.
Karena itu yang anda butuhkan untuk mengedit nya adalah dengan mengganti facebook page URL dengan url halaman anda. Kalau saya, maka saya akan mengeditnya menjadi http://facebook.com/dota.2.ind. Set terserah untuk lebar dan tinggi box page anda, untuk baiknya adalah, tinggalkan saja seperti itu maka facebook akan mensettingnya secara default nilai.
Klik Tombol "GET CODE"
4. Window baru akan pop up di browser anda,
Untuk Code pertama, anda harus meletakkan nya setelah tag <body> dalam kode HTML blog anda.
Untuk mengeditnya di blogger (saya settingan bahasa inggris), go to Dashboard -> Template -> Edit HTML.
Untuk mempermudah mencari tag <body>, tekan CTR+F (fitur search) dan ketik "<body"(tanpa tanda petik, dan tekan enter.
Masukkan kode 1 dibawah tag <body>
<div id="fb-root"></div>
<script>(function(d, s, id) {
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = "//connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0";
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, 'script', 'facebook-jssdk'));</script>
Anda seharusnya akan mendapati error
"
The reference to entity "version" must end with the ';' delimiter." Error Tersebut disebabkan oleh : "It looks like something is interpreting your document as XML rather than HTML. XML is much stricter than HTML - one of the rules is that ampersands (
&) have a special meaning. They mean "here comes an XML entity", which is a special character. For instance, you can type " to insert ", or > to insert > into your document."
di lane yang anda tambahkan kode berikut :
js.src =
"//connect.facebook.net/id_ID/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0";.
Untuk memperbaikinya, ketik
js.src =
"//connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.0";
Error seharusnya menghilang.
Berikutnya untuk Kode 2
<div class="fb-like-box" data-href="https://www.facebook.com/FacebookDevelopers" data-colorscheme="light" data-show-faces="true" data-header="true" data-stream="false" data-show-border="true"></div>
Klik Dashboard -> Layout -> Add Widget -> HTML/JavaScript.
Copy paste kode 2, lalu save it. Klik save arragement, maka facebook page anda akan muncul secara sukses di blog anda.
Selamat :) dan semoga bermanfaat...
Thursday, April 17, 2014
PLURALITAS VS PLURALISME
Dikutip dari akun facebook Jonru
Islam mengenal dan mengakui pluralitas, tapi Islam tidak mengakui dan mengharamkan pluralisme. Apa bedanya?
Pluralitas adalah KONDISI keberagaman. Kita menghargai perbedaan. Orang Jawa dan Sunda itu beda. Orang Islam dan Kristen itu beda. Orang India dan Australia itu beda. Kita menghargai perbedaan, tapi TETAP JADI DIRI SENDIRI.
Islam mengenal dan mengakui pluralitas, tapi Islam tidak mengakui dan mengharamkan pluralisme. Apa bedanya?
Pluralitas adalah KONDISI keberagaman. Kita menghargai perbedaan. Orang Jawa dan Sunda itu beda. Orang Islam dan Kristen itu beda. Orang India dan Australia itu beda. Kita menghargai perbedaan, tapi TETAP JADI DIRI SENDIRI.
Ketika kita menghargai
orang India, bukan berarti kita ikut2an seperti orang India. Ketika
seorang muslim menghargai orang Kristen, bukan berarti ikut2an seperti
orang Kristen. Misalnya, ikut2an merayakan Natal.
Sedangkan pluralisme adalah aliran yang mengangap semua agama sama. Semua agama itu baik dan mengarah ke Tuhan yang sama. Ini adalah aliran sesat, bertentangan dengan Islam.
Bahkan agama2 selain Islam pun tidak sesuai dengan ajaran Pluralisme. Tengoklah ajaran Kristen. Pada agama mereka terdapat dogma, "Hanya orang yang mengakui Yesus yang akan masuk surga."
Dogma ini menjadi bukti, bahwa dalam ajaran Kristen pun tidak dikenal adanya pluralisme. Mereka pun tidak setuju bahwa semua agama itu sama. Sebab bagi mereka, yang berhak masuk surga hanyalah orang2 yang mengakui Yesus.
Nah, orang2 liberal adalah manusia2 yang mengaku intelek, padahal membedakan pluralisme dan pluralitas sendiri pun mereka sering kebingungan. Tak tahu di mana bedanya.
Begitulah.
NB: Semoga bacaan bagus ini bermanfaat bagi kita semua dalam membedakan pluralisme dengan pluralitas:
1. http://chirpstory.com/li/166509
2. http://mediaislamnet.com/2010/03/pluralitas-vs-pluralisme/
Sedangkan pluralisme adalah aliran yang mengangap semua agama sama. Semua agama itu baik dan mengarah ke Tuhan yang sama. Ini adalah aliran sesat, bertentangan dengan Islam.
Bahkan agama2 selain Islam pun tidak sesuai dengan ajaran Pluralisme. Tengoklah ajaran Kristen. Pada agama mereka terdapat dogma, "Hanya orang yang mengakui Yesus yang akan masuk surga."
Dogma ini menjadi bukti, bahwa dalam ajaran Kristen pun tidak dikenal adanya pluralisme. Mereka pun tidak setuju bahwa semua agama itu sama. Sebab bagi mereka, yang berhak masuk surga hanyalah orang2 yang mengakui Yesus.
Nah, orang2 liberal adalah manusia2 yang mengaku intelek, padahal membedakan pluralisme dan pluralitas sendiri pun mereka sering kebingungan. Tak tahu di mana bedanya.
Begitulah.
NB: Semoga bacaan bagus ini bermanfaat bagi kita semua dalam membedakan pluralisme dengan pluralitas:
1. http://chirpstory.com/li/166509
2. http://mediaislamnet.com/2010/03/pluralitas-vs-pluralisme/
Subscribe to:
Posts (Atom)