Wednesday, July 4, 2012
Kehangatan Rumah Jangan Melenakan mu dari perjuangan
Thursday, May 24, 2012
Gw, Penjual Nasi, Dan Kegalauan
Gw orang yang kalau ditawarin sesuatu itu nggak bisa nolak. Menurut gw nolak itu sesuatu yang kurang etis buat gw dan orang yang nawarin itu. Dan karena kebiasaan nggak bisa nolak ini, gw sering kena kejadian yang agak kurang mengenakkan.
Salah satu cerita yang bakal gw tulis terjadi pas gw mau beli makanan. Kalau beli makanan, lu pasti selalu ditawarin ama penjualnya, nggak mungkin lu ngomong, “beli makanan ini , ini, dan ini” kemudian penjual cuma diem kayak robot, masukin semua makanan lu ke plastik dan ngasih kembalian. Udah bukan zamannya lagi.
Gw biasanya mesen nasi+telur dadar+gorengan dua. Makanan yang menurut gw mengenyangkan dan murah meriah. Gimana nggak, lu bayar Cuma 5.000 dan dapet full makanan itu plus porsi nasi yang bejibun. Bikin lu nggak bakal makan seharian penuh, kecuali ukuran perut lu segentong atau lu emang kelaparan belum makan seminggu. Sori gw lebay.
Bagaimanapun, pas gw mesen itu porsi. Gw bakal bertemu dengan posisi percakapan yang bener-bener buat gw binggung mau gimana. Begini;
Gw : Bu, pesen nasi, telur dadar, sama gorengan bakwannya 2
Penjual masukin makanan yang gw pesen ke piring. Dan inilah kata-kata yang bikin gw bingung harus berbuat apa;
Penjual : Ada lagi?
Gw : (terdiam, menatap ke ibu itu, melihat ke makanan yang tersedia)
Gw nggak tahu kenapa, mungkin karena nggak jawab, si ibu masukkin aja semua makanan yang gw pandangin.
Penjual : ada lagi?
Gw liat piring, udah kayak gunung. Bukan gunungnya sih yang bikin gw masalah, tapi harga yang mesti gw bayarin bakal berapa. Gw masih diem. Bingung mesti gimana, berharap si ibu sadar kalo gw rada-rada autis buat jawab.
Penjual : ada lagi?(dia ngulang pertanyaannya)
Gw : lagi (Ya. gw tahu, gw salah jawab)
Penjual : apa lagi?
Gw : (menelan ludah, serius ini udah keterlaluan, gw berpikir cara lolos dari pertanyaan ini) ……..
Pikiran gw berkecamuk antara pilihan yang mesti gw ambil itu bagaimana. Bingung gw. Kalau gw tolak, itu bukan ciri khas gw. Tepatnya gw emang bukan tipe yang nolak sesuatu. Satu-satunya cara yang bisa gw lakuin setelah gw berpikir lama, nanya harga.
Gw : jadi berapa semuanya bu?
Penjual : 12.000
Gw : Oke (gw mulai berpikir, bagaimana rasanya orang yang memiliki kecendrungan untuk makan banyak menghabiskan semua makanan yang bakal gw makan)
Di piring gw tersaji, nasi+telur+bakwan 2+tempe+ikan+kikil. Gw pikir, ini udah nggak bisa dibiarkan. Mungkin scenario yang bakal terjadi bakal berbeda kalau gw lakuin hal kayak gini;
Penjual : apa lagi?
Gw : (buak, nonjok penjual, pasang tampang kesel)
Selesai perkara.
Tapi gw tahu itu nggak mungkin. Terlebih, semua itu Cuma imajinasi gw aja.
Skenario lain yang gw pikirin;
Penjual : apa lagi?
Gw : (pura-pura gila, sangat efektif. Konsekuensinya, gw bakal ketemu sama orang gila asli)
**************
Menurut gw, kata-kata “apa lagi” ini bener-bener bodoh. Kenapa? Saya Cuma mesan menu yang saya udah sebut dan penjual masih nanya, “apa lagi?”. Kalau saya bisa nolak, nggak masalah. Kalau nggak bisa nolak, bagaimana? Nggak ada solusi. Ampun deh.
Esok harinya :
Gw : pesen nasi + telur dadar+gorengan 2
Penjual : apa lagi?
Gw : lagi.
Habis sudah….
Sunday, January 29, 2012
Milad dan Jati diri
Bertambahnya umur merupakan karunia dari yang maha kuasa. Ketika umur bertambah, ada hal yang akan kita rasakan. Kebijakan dan Kemuliaan sebagai manusia serta pemikiran yang semakin lama semakin berkembang hingga lenyap termakan usia.
Selamat Milad untukmu wahai pemuda, tetaplah junjung islam sebagai agamamu dan tegakkanlah di muka bumi ini.
Ketika Kehidupan sangat berarti, dapatkah manusia menunjukkan hal itu?
Monday, January 9, 2012
SBY dan kesulitan menentukan nama
SBY kesulitan menentukan Calon Ketua KPK, karena nama calon2nya unik, bila disingkat:
Satriyo Panji Budi Utomo (SPBU)
Kartiko Darma Rahmat Triaji(KDRT)
Narto Komar Baharudin (Narkoba)
Budi Burhanudin Ahmad Yamin(Bubur Ayam)
Citro Lukman Bahar (Ci Luk Ba)
Hamzah Hamdani Hasibuan...(Ha Ha Ha)
-Sorry Iz, Humor loe gw bajak-
Thursday, January 5, 2012
Cowok dan Cewek, Episode Kantin-1
Cowok dan cewek ketika pergi ke kantin itu bisa dibedain dari sikap mereka, mulai dari datang dan ketika mereka pergi meninggalkan bekas makanan yang mereka makan.
Ketika menuju kantin,
Cowok : berjalan gagah, dengan langkah yang terayun kuat. Menunjukkan kesan tegas dan wibawa serta kebanggaan yang luar biasa. Kalau disakunya ada kacamata hitam, langsung dipakai untuk menunjukkan sisi kekerenan mereka. Biasa jalan sendirian agar seluruh perhatian orang menuju kepada dirinya.
Cewek : Dari jauh aja udah kedengeran suaranya(saking kenceng dan berisik). Biasa jalan dengan teman dan jarang ada yang berjalan sendirian(menghindari para lelaki yang lirik sembarangan serta bergosip ria). Dapat dibedakan dari jenis dan tipe pakaian yang dipakai, serta hal tersebut akan menentukan tergabung ke kelompok manakan sang cewek ini, apakah glamor atau cewek perpustakaan.
Percakapan sepanjang jalan,
Cowok : (bergumam dikarenakan berjalan sendiri)Cewek2 pada liat ke gw. Memang, kegantengan gw nggak ada yang ngalahin(tanpa sadar dengan tubuhnya yang melebihi kapasitas jalan, baca: gemuk atau faktor lainnya)
Cewek: (pake gaya yang sok imut serta suara yang mendayu-dayu)Eeehhhh, tau nggak sih loooooeeehhhh(intonasi dipanjangin, mungkin mirip kayak orang mau muntah, ‘tau nggak sih loooooooeeeeeek’ )
Di kantin ketemu temen,
Cowok: Hoi Guys, gimana kabar?(kadang2 nyapa sama orang yang dia juga nggak kenal, Cuma buat nunjukkin kalau ni cowok banyak relasi)
Cewek: (ngeluarin tisu atau sapu tangannya)aduh panas nih, jalan dari kampus ke kantin jauh ya….
Mesan makanan,
Cowok : Bu, nasi sama ayam satu(suaranya diberatin, menunjukkan kalau dia tuh gentle)
Cewek: Bu, nasi putih sama ayam bakar satu..oh ya, jangan lupa sambalnya dipisah(belum juga si ibu ninggalin meja si cewek). Bu… bu, sambalnya di mangkuk kecil ya bu.(begitu detail hingga menunjukkan tingkat kecerdasan pribadi)
Bersambung….
--Sepatah kata buat teman yang patah hati---
Sunday, December 18, 2011
Ahad, 23-1-1433
Pengalaman hidup adalah hal yang tidak dapat tergantikan di dunia ini. Dengan pengalaman hidup, manusia dapat belajar dari sejarah para pendahulunya. Dengan memegang basis seperti itu, setiap step dan detik menjadi suatu hal yang berharga. Taisetsu mono.
Saya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Hari ini saya bertemu dengan seorang kakek penjual rangi. Dia secara tidak sengaja mengobrol dengan saya; katanya istrinya sudah meninggal tida tahu lalu dan sekarang ia tinggal dengan anaknya. Anaknya perempuan dan ia kuliah di bandung stei jurusan akutansi. Sekarang ia masih menganggur. Dan yang menyentuh adalah, untuk umur yang sudah sedemikian tua( saya melihat ia berumur sekitar 57 tahun ) dan masih bekerja.
Apa pelajaran yang bisa didapat dari hal ini?
Pertama, kasih sayang orang tua sedemikian besar kepada anaknya. Perjuangan mereka rela lakukan, tanpa menghiraukan usia mereka sendiri. Perjuangan adalah hal yang tidak dapat tergantikan.
Kedua, kemana pride kita sebagai manusia. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka semua yang kekurangan. Kemana kita? Apa mau menunggu pemerintah untuk menyediakan santunan pada mereka-mereka yang fakir?
Menyedihkan. Kita sebagai manusia sangat menyedihkan.
誰かのために生きてゆけない自分を許せる中佐を
あなたに寄り添えなかったこと悔やまずにいられる日々を
祈りは雲を久木この空に希望つきはなつ
I cannot live for anyone else's sake
I want a strength to be able to forgive myself
So I pray a day will come where I will not regret the days I did not cuddle you
This prayer will tear apart the clouds
And will release these hopes into the sky
Ahad, 23-1-1433
Pengalaman hidup adalah hal yang tidak dapat tergantikan di dunia ini. Dengan pengalaman hidup, manusia dapat belajar dari sejarah para pendahulunya. Dengan memegang basis seperti itu, setiap step dan detik menjadi suatu hal yang berharga. Taisetsu mono.
Saya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Hari ini saya bertemu dengan seorang kakek penjual rangi. Dia secara tidak sengaja mengobrol dengan saya; katanya istrinya sudah meninggal tida tahu lalu dan sekarang ia tinggal dengan anaknya. Anaknya perempuan dan ia kuliah di bandung stei jurusan akutansi. Sekarang ia masih menganggur. Dan yang menyentuh adalah, untuk umur yang sudah sedemikian tua( saya melihat ia berumur sekitar 57 tahun ) dan masih bekerja.
Apa pelajaran yang bisa didapat dari hal ini?
Pertama, kasih sayang orang tua sedemikian besar kepada anaknya. Perjuangan mereka rela lakukan, tanpa menghiraukan usia mereka sendiri. Perjuangan adalah hal yang tidak dapat tergantikan.
Kedua, kemana pride kita sebagai manusia. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka semua yang kekurangan. Kemana kita? Apa mau menunggu pemerintah untuk menyediakan santunan pada mereka-mereka yang fakir?
Menyedihkan. Kita sebagai manusia sangat menyedihkan.
誰かのために生きてゆけない自分を許せる中佐を
あなたに寄り添えなかったこと悔やまずにいられる日々を
祈りは雲を久木この空に希望つきはなつ
I cannot live for anyone else's sake
I want a strength to be able to forgive myself
So I pray a day will come where I will not regret the days I did not cuddle you
This prayer will tear apart the clouds
And will release these hopes into the sky