Showing posts with label اليوم. Show all posts
Showing posts with label اليوم. Show all posts

Wednesday, July 4, 2012

Kehangatan Rumah Jangan Melenakan mu dari perjuangan


Oleh : Cahyadi Takariawan

hnw-didik / google

Mengurus keluarga itu sangat penting. Membahagiakan keluarga, adalah bagian dari kewajiban. Namun tidak boleh terlena oleh kehangatan keluarga, yang menyebabkan kita melalaikan kewajiban dakwah dan tidak menunaikan amanah. Semua amanah harus ditunaikan dengan sepenuh tanggung jawab.

Pada saat Perang Tabuk, Rasulullah saw keluar bersama sekitar 30.000 pasukan. Di antara sahabat Nabi, ada beberapa orang yang tidak ikut berangkat ke Tabuk, yaitu Ka’ab bin Malik, Murarah bin ar-Rabi’ dan Hilal bin Umayyah. Mereka ini –seperti dikatakan oleh Ibnu Ishaq dalam kitab Sirahnya— adalah orang–orang jujur yang tidak diragukan lagi kebaikan mereka.

Ternyata ada pula seorang sahabat yang sempat tertinggal, bernama Abu Khaitsamah. Namun akhirnya iapun menyusul Rasulullah saw di Tabuk.

Jamuan istimewa dari Para Isteri Tercinta

Thabrani, Ibnu Ishaq dan al-Wakidi meriwayatkan bahwa setelah Rasulullah saw berjalan beberapa hari menuju Tabuk, Abu Khaitsamah kembali kepada keluarganya di hari yang sangat panas sekali. Ia disambut oleh kedua istrinya di dua kemah yang terletak di tengah kebun. Masing–masing telah menyiapkan kemahnya dengan nyaman, lengkap dengan air sejuk dan makanan beraneka macam. Ketika masuk di pintu kemah dia melihat kedua istrinya dan apa yang telah mereka persiapkan.

Tertegun Abu Khaitsamah menyaksikan itu semua.  Jamuan yang sangat istimewa, dari isteri-isteri tercinta. Udara yang panas, rasa lelah yang mendera, dijamu dengan minuman dingin, serta makanan yang lezat, ditemani dua isteri di dua kemah yang berbeda. Hatinya justru gundah, maka segera ia berkata :

”Rasulullah saw berjemur di terik matahari dan diterpa angin panas sedangkan Abu Khaitsamah bersantai di kemah yang sejuk, menikmati makanan yang tersedia dan bersenang ria dengan isteri-isteri cantik? Demi Allah, ini tidak adil !”

Dengan tegas Abu Khaitsamah berkata, ”Demi Allah, aku tidak akan masuk kemah salah seorang diantara kalian hingga aku menyusul Rasulullah saw!”

Melihat sikap suami yang tegas itu, segera kedua istrinya mempersiapkan perbekalan untuk berangkat. Setelah perbekalan siap, ia bergegas berangkat menuju Tabuk. Hatinya merasa tidak nyaman, ia harus segera bertemu Rasulullah saw dan para sahabat yang tengah berjuang di Tabuk.

hnw-didik / google

Tetaplah Berangkat, Walau Terlambat

Di Tabuk, para sahabat melihat dari kejauhan ada seseorang yang mengendarai kuda mendekati mereka. Para sahabat berkata, ”Ada seorang pengendara yang datang.” Rasulullah saw bersabda, ”Ia adalah Abu Khaitsamah!”

Setelah semakin dekat, para sahabat berkata, ”Wahai Rasulullah, ia memang Abu Khaitsamah.”

Turun dari kudanya, Abu Khaitsamah bergegas menghadap Rasulullah saw. Sabda beliau saw kepadanya, ”Engkau mendapatkan keutamaan wahai Abu Khaitsamah!”

Abu Khaitsamah kemudian menceritakan kisahnya, dan Rasulullah saw berdoa untuk kebaikannya.

Tetaplah berangkat menunaikan amanah, tetaplah berangkat melaksanakan kewajiban, betapapun kelelahan mendera tubuhmu. Betapapun keluarga yang sangat engkau cintai membuat hatimu tertambat dan ingin tidak berangkat. Singkirkan kemanjaan, buang kemalasan, ambil ketegasan sikap, dakwah harus dimenangkan.

Kehangatan keluarga jangan sampai membuatmu malas menunaikan amanah dakwah. Kenyamanan bersama isteri, suami dan anak-anak, jangan sampai membuat engkau tidak berangkat melaksanakan panggilan perjuangan. Ayo bergerak, walau engkau sudah terlambat. Ayo tetap berangkat, walau saudara-saudaramu para aktivis telah terlebih dulu berada di medan perjuangan dakwah.

Mungkin engkau terlambat, mungkin engkau sempat terlena, mungkin engkau sempat khilaf, mungkin engkau sempat manja, mungkin engkau sempat malas, mungkin engkau sempat merasa berat. Isteri cantikmu, anak-anak kecilmu, rumah bagusmu, mobil indahmu, semua menunggu ingin bersama denganmu.

Namun lihat di sana, para aktivis tengah sibuk memasang bendera. Para aktivis tengah lelah melaksanakan jutaan agenda. Para aktivis tengah berjaga-jaga agar tidak dicurangi oleh para durjana. Pagi, siang, sore dan malam, aktivitas mereka tiada henti. Memenangkan dakwah di medan-medan perjuangan yang sulit dan memerlukan banyak tenaga serta sarana. Segera datang, segera bergabung bersama mereka.

Segera, sekarang juga.

Thursday, May 24, 2012

Gw, Penjual Nasi, Dan Kegalauan

Gw orang yang kalau ditawarin sesuatu itu nggak bisa nolak. Menurut gw nolak itu sesuatu yang kurang etis buat gw dan orang yang nawarin itu. Dan karena kebiasaan nggak bisa nolak ini, gw sering kena kejadian yang agak kurang mengenakkan.


Salah satu cerita yang bakal gw tulis terjadi pas gw mau beli makanan. Kalau beli makanan, lu pasti selalu ditawarin ama penjualnya, nggak mungkin lu ngomong, “beli makanan ini , ini, dan ini” kemudian penjual cuma diem kayak robot, masukin semua makanan lu ke plastik dan ngasih kembalian. Udah bukan zamannya lagi.


Gw biasanya mesen nasi+telur dadar+gorengan dua. Makanan yang menurut gw mengenyangkan dan murah meriah. Gimana nggak, lu bayar Cuma 5.000 dan dapet full makanan itu plus porsi nasi yang bejibun. Bikin lu nggak bakal makan seharian penuh, kecuali ukuran perut lu segentong atau lu emang kelaparan belum makan seminggu. Sori gw lebay.


Bagaimanapun, pas gw mesen itu porsi. Gw bakal bertemu dengan posisi percakapan yang bener-bener buat gw binggung mau gimana. Begini;


Gw : Bu, pesen nasi, telur dadar, sama gorengan bakwannya 2


Penjual masukin makanan yang gw pesen ke piring. Dan inilah kata-kata yang bikin gw bingung harus berbuat apa;


Penjual : Ada lagi?


Gw : (terdiam, menatap ke ibu itu, melihat ke makanan yang tersedia)


Gw nggak tahu kenapa, mungkin karena nggak jawab, si ibu masukkin aja semua makanan yang gw pandangin.


Penjual : ada lagi?


Gw liat piring, udah kayak gunung. Bukan gunungnya sih yang bikin gw masalah, tapi harga yang mesti gw bayarin bakal berapa. Gw masih diem. Bingung mesti gimana, berharap si ibu sadar kalo gw rada-rada autis buat jawab.


Penjual : ada lagi?(dia ngulang pertanyaannya)


Gw : lagi (Ya. gw tahu, gw salah jawab)


Penjual : apa lagi?


Gw : (menelan ludah, serius ini udah keterlaluan, gw berpikir cara lolos dari pertanyaan ini) ……..


Pikiran gw berkecamuk antara pilihan yang mesti gw ambil itu bagaimana. Bingung gw. Kalau gw tolak, itu bukan ciri khas gw. Tepatnya gw emang bukan tipe yang nolak sesuatu. Satu-satunya cara yang bisa gw lakuin setelah gw berpikir lama, nanya harga.


Gw : jadi berapa semuanya bu?


Penjual : 12.000


Gw : Oke (gw mulai berpikir, bagaimana rasanya orang yang memiliki kecendrungan untuk makan banyak menghabiskan semua makanan yang bakal gw makan)


Di piring gw tersaji, nasi+telur+bakwan 2+tempe+ikan+kikil. Gw pikir, ini udah nggak bisa dibiarkan. Mungkin scenario yang bakal terjadi bakal berbeda kalau gw lakuin hal kayak gini;


Penjual : apa lagi?


Gw : (buak, nonjok penjual, pasang tampang kesel)


Selesai perkara.


Tapi gw tahu itu nggak mungkin. Terlebih, semua itu Cuma imajinasi gw aja.


Skenario lain yang gw pikirin;


Penjual : apa lagi?


Gw : (pura-pura gila, sangat efektif. Konsekuensinya, gw bakal ketemu sama orang gila asli)


**************


Menurut gw, kata-kata “apa lagi” ini bener-bener bodoh. Kenapa? Saya Cuma mesan menu yang saya udah sebut dan penjual masih nanya, “apa lagi?”. Kalau saya bisa nolak, nggak masalah. Kalau nggak bisa nolak, bagaimana? Nggak ada solusi. Ampun deh.


Esok harinya :


Gw : pesen nasi + telur dadar+gorengan 2


Penjual : apa lagi?


Gw : lagi.


Habis sudah….









Sunday, January 29, 2012

Milad dan Jati diri

Bertambahnya umur merupakan karunia dari yang maha kuasa. Ketika umur bertambah, ada hal yang akan kita rasakan. Kebijakan dan Kemuliaan sebagai manusia serta pemikiran yang semakin lama semakin berkembang hingga lenyap termakan usia.


Selamat Milad untukmu wahai pemuda, tetaplah junjung islam sebagai agamamu dan tegakkanlah di muka bumi ini.


Ketika Kehidupan sangat berarti, dapatkah manusia menunjukkan hal itu?

Monday, January 9, 2012

SBY dan kesulitan menentukan nama

SBY kesulitan menentukan Calon Ketua KPK, karena nama calon2nya unik, bila disingkat:
Satriyo Panji Budi Utomo (SPBU)
Kartiko Darma Rahmat Triaji(KDRT)
Narto Komar Baharudin (Narkoba)
Budi Burhanudin Ahmad Yamin(Bubur Ayam)
Citro Lukman Bahar (Ci Luk Ba)
Hamzah Hamdani Hasibuan...(Ha Ha Ha)

-Sorry Iz, Humor loe gw bajak-

Thursday, January 5, 2012

Cowok dan Cewek, Episode Kantin-1

Cowok dan cewek ketika pergi ke kantin itu bisa dibedain dari sikap mereka, mulai dari datang dan ketika mereka pergi meninggalkan bekas makanan yang mereka makan.


Ketika menuju kantin,


Cowok : berjalan gagah, dengan langkah yang terayun kuat. Menunjukkan kesan tegas dan wibawa serta kebanggaan yang luar biasa. Kalau disakunya ada kacamata hitam, langsung dipakai untuk menunjukkan sisi kekerenan mereka. Biasa jalan sendirian agar seluruh perhatian orang menuju kepada dirinya.


Cewek : Dari jauh aja udah kedengeran suaranya(saking kenceng dan berisik). Biasa jalan dengan teman dan jarang ada yang berjalan sendirian(menghindari para lelaki yang lirik sembarangan serta bergosip ria). Dapat dibedakan dari jenis dan tipe pakaian yang dipakai, serta hal tersebut akan menentukan tergabung ke kelompok manakan sang cewek ini, apakah glamor atau cewek perpustakaan.


Percakapan sepanjang jalan,


Cowok : (bergumam dikarenakan berjalan sendiri)Cewek2 pada liat ke gw. Memang, kegantengan gw nggak ada yang ngalahin(tanpa sadar dengan tubuhnya yang melebihi kapasitas jalan, baca: gemuk atau faktor lainnya)


Cewek: (pake gaya yang sok imut serta suara yang mendayu-dayu)Eeehhhh, tau nggak sih loooooeeehhhh(intonasi dipanjangin, mungkin mirip kayak orang mau muntah, ‘tau nggak sih loooooooeeeeeek’ )


Di kantin ketemu temen,


Cowok: Hoi Guys, gimana kabar?(kadang2 nyapa sama orang yang dia juga nggak kenal, Cuma buat nunjukkin kalau ni cowok banyak relasi)


Cewek: (ngeluarin tisu atau sapu tangannya)aduh panas nih, jalan dari kampus ke kantin jauh ya….


Mesan makanan,


Cowok : Bu, nasi sama ayam satu(suaranya diberatin, menunjukkan kalau dia tuh gentle)


Cewek: Bu, nasi putih sama ayam bakar satu..oh ya, jangan lupa sambalnya dipisah(belum juga si ibu ninggalin meja si cewek). Bu… bu, sambalnya di mangkuk kecil ya bu.(begitu detail hingga menunjukkan tingkat kecerdasan pribadi)


Bersambung….


--Sepatah kata buat teman yang patah hati---




Sunday, December 18, 2011

Ahad, 23-1-1433

Pengalaman hidup adalah hal yang tidak dapat tergantikan di dunia ini. Dengan pengalaman hidup, manusia dapat belajar dari sejarah para pendahulunya. Dengan memegang basis seperti itu, setiap step dan detik menjadi suatu hal yang berharga. Taisetsu mono.


Saya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Hari ini saya bertemu dengan seorang kakek penjual rangi. Dia secara tidak sengaja mengobrol dengan saya; katanya istrinya sudah meninggal tida tahu lalu dan sekarang ia tinggal dengan anaknya. Anaknya perempuan dan ia kuliah di bandung stei jurusan akutansi. Sekarang ia masih menganggur. Dan yang menyentuh adalah, untuk umur yang sudah sedemikian tua( saya melihat ia berumur sekitar 57 tahun ) dan masih bekerja.


Apa pelajaran yang bisa didapat dari hal ini?


Pertama, kasih sayang orang tua sedemikian besar kepada anaknya. Perjuangan mereka rela lakukan, tanpa menghiraukan usia mereka sendiri. Perjuangan adalah hal yang tidak dapat tergantikan.


Kedua, kemana pride kita sebagai manusia. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka semua yang kekurangan. Kemana kita? Apa mau menunggu pemerintah untuk menyediakan santunan pada mereka-mereka yang fakir?


Menyedihkan. Kita sebagai manusia sangat menyedihkan.


誰かのために生きてゆけない自分を許せる中佐を


あなたに寄り添えなかったこと悔やまずにいられる日々を


祈りは雲を久木この空に希望つきはなつ


I cannot live for anyone else's sake


I want a strength to be able to forgive myself


So I pray a day will come where I will not regret the days I did not cuddle you


This prayer will tear apart the clouds


And will release these hopes into the sky

Ahad, 23-1-1433

Pengalaman hidup adalah hal yang tidak dapat tergantikan di dunia ini. Dengan pengalaman hidup, manusia dapat belajar dari sejarah para pendahulunya. Dengan memegang basis seperti itu, setiap step dan detik menjadi suatu hal yang berharga. Taisetsu mono.


Saya menemukan sesuatu yang sangat menarik. Hari ini saya bertemu dengan seorang kakek penjual rangi. Dia secara tidak sengaja mengobrol dengan saya; katanya istrinya sudah meninggal tida tahu lalu dan sekarang ia tinggal dengan anaknya. Anaknya perempuan dan ia kuliah di bandung stei jurusan akutansi. Sekarang ia masih menganggur. Dan yang menyentuh adalah, untuk umur yang sudah sedemikian tua( saya melihat ia berumur sekitar 57 tahun ) dan masih bekerja.


Apa pelajaran yang bisa didapat dari hal ini?


Pertama, kasih sayang orang tua sedemikian besar kepada anaknya. Perjuangan mereka rela lakukan, tanpa menghiraukan usia mereka sendiri. Perjuangan adalah hal yang tidak dapat tergantikan.


Kedua, kemana pride kita sebagai manusia. Apa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk membantu mereka semua yang kekurangan. Kemana kita? Apa mau menunggu pemerintah untuk menyediakan santunan pada mereka-mereka yang fakir?


Menyedihkan. Kita sebagai manusia sangat menyedihkan.


誰かのために生きてゆけない自分を許せる中佐を


あなたに寄り添えなかったこと悔やまずにいられる日々を


祈りは雲を久木この空に希望つきはなつ


I cannot live for anyone else's sake


I want a strength to be able to forgive myself


So I pray a day will come where I will not regret the days I did not cuddle you


This prayer will tear apart the clouds


And will release these hopes into the sky